Lay With The Devil

Lay With The Devil
Terjebak Dengan Orang Lain


__ADS_3

⚠⚠⚠⚠⚠⚠⚠⚠


📣Warning!! 21+


Mengandung konten dewasa dan atau kekerasan. Kebijakan pembaca di harapkan. Yang belum cukup umur harap skip episode ini.


.


.


Sarah mondar-mandir di kamarnya. Ia baru saja menerima sebuah pesan lagi dari Jaka.


📩 Sayang, bisakah kau menjemputku di penginapan Xaheed? Baterai ponselku tinggal beberapa persen. Cepatlah. Aku kehilangan dompetku saat mengantar Debby pulang.


Sarah memberitahukannya kepada Paul. Tapi Paul bersikeras kalau itu bukan Jaka. Ia pasti akan menyuruhnya ketimbang menyuruh Sarah.


Tapi Sarah masih sangat khawatir. Lalu apa yang harus ia lakukan? Diam saja disini?


Sarah masuk ke kamar lagi. Ia bingung. Kalau ia diam saja disini, tidak akan ada kemajuan. Kalau ia pergi ke penginapan itu, hanya ada dua kemungkinan, Suaminya ada di sana atau ia ditipu. Kalaupun ia ditipu, masih ada Paul yang akan mencarinya. Ya! Skenario itu yang paling tepat. Iya kan?


Sarah meraih jaket jeans nya dari dalam lemari. Ia keluar dari gedung apartement itu dan memilih lewat parkiran ketimbang lewat loby. Paul pasti menunggunya disana.



●Apartment Jaka


Sarah sudah memesan taksi online. Seharusnya sudah sampai di parkiran. Dan benar saja, Xenia putih tahun 2019 sudah menunggu di sana. Plat nya juga sesuai.


"Ke penginapan Xaheed ya mbak?" orang itu menanyakan kembali tujuan Sarah.


"Iya Pak. Buruan ya..."


※※※


Setelah membayar, Sarah turun dengan buru-buru.


Ya!! Ada mobilnya terparkir disana. Benarkan? Aku bahkan tidak bisa mengingat plat nomor polisinya...


Ia langsung menyapu isi loby hotel dengan pandangannya. Tidak ada Suaminya ataupun Debby disana. Ia lalu menghampiri meja resepsionis.


"Selamat malam... Selamat datang di Penginapan Xaheed. Ada yang bisa kami bantu?" Wanita itu menyambut Sarah dengan formal.


"Saya mau tanya, apa ada tamu yang baru saja pesan kamar atas nama Jaka Sanjaya? Ia datang dengan seorang wanita..." menjelaskan hal itu saja dada Sarah terasa nyeri.


"Sebentar ya, kami cek dulu...


Oh iya bu, ada seorang tamu atas nama Jaka Sanjaya. Tapi ia datang sendirian. Katanya ia menunggu seseorang atas nama Sarah..."


"Sarah Ayuasmara? Itu saya." Sarah lega suaminya datang sendirian.


"Pak Jaka ada di kamar nomor tiga puluh satu. Apa anda ingin kami antar?"


"Boleh. Terima kasih..."

__ADS_1


Sarah mengikuti langkah seorang porter yang akan mengantarnya ke kamar Jaka.


Apa ini? Apa dia membuat kejutan untukku? Kalau ia, kenapa harus penginapan seperti ini? Jauh sekali dari rumah...


Otak Sarah tidak menemukan cerita yang tepat. Ia mengabaikan pikirannya.


Sampai di lantai dua, pria yang mengantarnya tadi menunjukkan lokasi kamar yang di pesan Jaka. Ia lalu meninggalkan Sarah sendirian.


Sarah baru akan membuka pintu kamar saat ponselnya bergetar. Sarah mengeceknya, itu Paul.


Tidak. Kalau ku angkat, bisa-bisa aku di jemput paksa. Tapi di dalam ada Jaka. Setelah bertemu, aku akan menghubungi Paul. Ya... Sebaiknya begitu...


Cklek


Ruangan itu gelap gulita. Tercium wangi lavender seperti kesukaannya.


"Sa-Sayang?" ia tidak berani melangkah maju. Sarah mencari saklar lampu. Ia lalu menekannya.


Setelah lampu menyala, mata Sarah berusaha menyesuaikan keadaan. Pandangannya berkeliling mencari keberadaan Jaka. Tapi tidak ada. Ia lalu menemukan selembar kertas di atas tempat tidur.



📄 Tunggu di sini ya sayang...


Sarah mendengus kesal.


Astaga Sayang. Aku cuma mau ketemu kamu. Ribet banget!


Sarah duduk di atas tempat tidur. Ia membuka jaket dan sepatunya. Ponselnya masih bergetar.


Beberapa menit Sarah menunggu. Akhirnya ada seseorang yang datang.


Cklek!


Seseorang masuk. Tapi orang itu bukan Jaka. Perawakannya jauh lebih besar daripada suaminya. Jantungnya tiba-tiba berdetak lebih cepat. Ia takut setengah mati. Pada saat ini, ia mengutuk dirinya sendiri mengapa tidak mendengarkan kata Paul


"Hai manis... Kau benar-benar cantik" laki-laki itu masih berdiri disana.


"Siapa kamu?!" suara Sarah hampir tidak terdengar. Ia ketakutan. Tiba-tiba ingatannya tentang penculikannya dulu oleh Indra Sanjaya muncul. Bedanya sekarang, ia tidak dikurung sendirian.


"Aku? Aku orang yang tidak kau kenal. Tenang saja, aku akan bermain dengan lembut... Kalau aku ingat. Hahahahha..."


Huh. Akan kunikmati setiap jengkal tubuh itu. Tidak akan kusia-siakan.


Pria itu menyeringai jahat. Ia mulai mendekat.


Sarah mendekap tasnya di depan dada.


"MUNDUR!! ATAU AKU AKAN TERIAK!!"


"Kau sudah teriak-teriak dari tadi. Tapi kau tau tidak, kamar ini kedap suara... Ini penginapan spesial. Aku memilihnya khusus untuk kita..."


"SIAPA KAMU? AKU TIDAK KENAL. AKU TIDAK PERNAH MENJAHATIMU!!"

__ADS_1


"Hahaha... aku tau. Tapi alasan tidak penting. Yang penting, aku ingin mencicipimu sekarang juga..." Orang itu mulai mendekati Sarah. Sarah sudah terpojok di ujung ruangan yang tidak begitu besar itu.


Orang tadi merampas tas milik Sarah. Dilemparnya asal. Isinya berhamburan.


"JANGAN!" Sarah menolak saat laki-laki itu menarik tangannya.


Didorongnya Sarah hingga terjatuh ke lantai.


"Arghhh!!" Sarah kesakitan.


Orang itu lalu menarik rambut Sarah yang tergerai. Dibawanya Sarah ke atas tempat tidur.


Sarah meraih bantal untuk menghalangi orang itu. Walaupun hal itu percuma saja.


Orang itu tampaknya sudah diliputi oleh nafsu. Ia mencengkram tangan Sarah dan menariknya ke atas.


"JANGAN!! TOLONG!! AKU AKAN BAYAR BERAPAPUN YANG KAMU MINTA!!"


"Aku sedang tidak butuh uang!" Orang itu menyusupkan tangannya ke balik baju kaos Sarah.


"JANGAAN!!"


"Oh... Astaga... Kau sangat cantik..." matanya menikmati pemandangan yang ada di hadapannya.


Tubuh Sarah tidak bisa bergerak di bawah laki-laki itu.


Saat ia sedang sibuk membuka ikat pingganya. Ia melepas genggamannya di tangan Sarah.


Sarah berusaha mencari sesuatu. Tangannya menemukan lampu tidur dan menariknya. Ia ingin melemparkannya tapi lampu itu terlalu ringan.


Sarah mencari lagi. Tagannya lalu menyentuh sesuatu yang dingin. Tapi ia tidak bisa meraihnya.


Orang itu mulai menggila. Ia menyobek baju Sarah.


"KYAAA!! JANGAAN!!" Sarah menutupi dadanya yang masih memakai bra.


Orang itu menjauhkan tangan Sarah. Ia lalu menciumi leher Sarah. Pandangan Sarah mulai buram. Air matanya merebak.


Haruskah orang selain suamiku merasakan tubuh ini... Astaga Sayang... Kamu dimana...


Sarah berusaha mendorong pria itu tapi percuma. Ia menoleh ke kanan dan dilihatnya benda dingin tadi adalah sebuah asbak dari kristal. Sarah berusaha meraihnya. Tapi ia benar-benar tidak bisa bergerak. Namun Sarah tidak akan menyerah untuk saat ini.


Saat laki-laki itu semakin menurunkan ciumannya, Sarah menggeser tubuhnya dan meraih asbak itu. Ia mengayunkannya sekuat tenaga tepat ke belakang kepala orang itu.


Seketika itu juga ia ambruk dan menindih tubuh Sarah. Sarah mendorongnya sekuat tenaga ke samping.


Sarah kehabisan nafas. Ia panik. Ia menjadi lelah sekali. Irama jantungnya semakin tidak beraturan. Dilihatnya darah segar di atas bantal. Sangat banyak. Tiba-tiba semuanya menjadi gelap....


_✩_


_✩_


_✩_

__ADS_1


.tbc.


🖼Image: Google Search📡


__ADS_2