
Happy Reading π
βββββββββββ
Aris menggebrak meja karena merasa marah, ia mengetahui dari istrinya kalau mungkin Sarah sedang hamil.
"Kamu jangan sembarangan ngomong ya! Memangnya siapa yang berani berbuat gitu pada Sarah?" Aris menjadi sangat marah.
"Ya aku nggak tahu Bang! Kamu kenapa sih? Marah-marah gini, kayak dia itu memang adikmu saja!" jawab istrinya yang menjadi tidak kalah emosi.
"Ya, bukan gitu. Sarah kan tinggal di sini, masa iya kita kecolongan?" Aris masih terlihat bingung.
"Kamu nggak pernah berpikir ya? Bisa saja dia sudah hamil saat datang ke sini... Dia bukannya tidak punya keluarga, Bang!" ocehan istrinya itu menyadarkannya.
Aris diam sejenak. Kata-kata istrinya benar juga.
"Mungkin kamu benar. Sudah saatnya dia pergi dari sini. Atau kita yang akan kena masalah..." Aris menimbang-nimbang.
Sinta mengangguk setuju mendengar usul suaminya. Lagipula, orang yang dulu menyuruhnya membuang Sarah juga sudah tidak ada kabarnya. Mereka mempertahankan Sarah karena wanita itu bekerja dan memberikan uang kepada mereka. Tapi jika sudah seperti ini, mereka bisa terkena masalah. Apalagi jika sampai wanita itu mendapatkan kembali ingatannya.
"Tapi bagaimana cara kita untuk mengusirnya? Tidak mungkin kan, kalau kita bilang dia bukan keluarga kita? Bisa-bisa ia akan melapor ke polisi dengan tuduhan penculikan..."
Sepasang suami istri itu terlihat berpikir keras. Si istri kemudian menjentikkan jarinya, menandakan kalau ia mendapatkan sebuah ide cemerlang di otaknya.
"Bagaimana kalau kita pindah dulu sementara ke rumah ibu? Kita titipkan saja rumah ini ke salah satu temanmu. Buat dia bicara pada Sarah, kalau rumah ini sudah dijual dan sudah laku. Dia nggak akan menemukan kita. Setelah itu, dia akan pergi... Bagaimana?" terang istrinya.
Aris mengangguk-angguk tanda setuju. Ia tidak punya jalan keluar lain. Ia dan pekerjaannya tidak bisa berurusan dengan Polisi. Bisa-bisa ia ditangkap. Jadi mereka harus menghindari kemungkinan itu, dengan mengusir Sarah terlebih dahulu.
Besok. Mereka akan menjalankan rencana itu besok. Saat Sarah sedang pergi kerja. Akan ada banyak waktu untuk membereskan keperluan mereka.
__ADS_1
β»β»β»
Esok Harinya...
Sarah sudah siap berangkat kerja seperti biasanya. Iya tahu Aris pasti akan mengantarnya, karena orang itu tidak ingin Sarah bertemu siapa-siapa di jalan. Selama beberapa hari ini, Sarah harus menahan keinginannya nya untuk mengunjungi kantor polisi sekedar untuk bertanya tentang laporan orang hilang.
Selain itu ia juga akhirnya menyadari kalau dirinya tengah hamil muda. Iya akhirnya merasakan perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya. Karena itu pula keinginannya untuk menemukan keluarga aslinya semakin besar.
"Sarah, kamu berangkat sendiri ya. Aku ada urusan di rumah teman. Kebetulan jalannya berlawanan." jelas Aris yang sudah siap pergi.
"Oh, begitu ya bang... Baiklah. Kalau begitu, Sarah pergi dulu." pamit Sarah. Ia melangkahkan kakinya menjauh. Tidak tau menau tentang rencana kedua orang itu.
β»β»β»
Sarah mengelus-elus perutnya tanpa ia sadari. Anna yang melihat kelakuan temannya menjadi bingung.
"Kenapa, Sar?" Anna mencolek bahu temannya yang sedang asik melamun.
"Kamu yang kenapa? Ngelus-ngelus perut begitu... Kenapa sih?" tanya Anna setelah seorang pelanggan masuk.
"Eemmm... Enggak, aku lagi lapar. Tadi pagi lupa sarapan..." jelas Sarah berbohong.
"Oh Astaga... aku pikir kenapa... Kalau kamu mau, makan aja dulu... mumpung toko masih sepi." jelas Anna sambil memainkan ponselnya.
Sarah meninggalkan Anna sendirian di toko. Ia lalu keluar melalui pintu belakang. Sarah mengeluarkan ponsel jadul nya dan menghubungi Rangga.
π² Hallo, Ga?
π² Hallo... siapa ini?
__ADS_1
π² Ini aku Sarah
π² Ada apa nih? Tumben masih pagi sudah nelpon.
π² Aku boleh minta tolong gak? Anterin aku ke kantor polisi sekarang!
π² Kamu gak kerja?
π² Udah deh tolong ya?!
π² Iya Iya oke.
Beberapa menit kemudian, Rangga sudah membonceng Sarah menuju ke Polsek Dusun Anggrek. Tidak memerlukan waktu lama, mereka sudah sampai di kantor polisi.
Sarah kemudian menjelaskan perihal kedatangannya ke sana. Beberapa petugas mulai mencari data laporan orang hilang beberapa bulan lalu. Dan benar saja, mereka menemukan foto Sarah di sana. Sarah lalu dipanggil untuk menemui Kapolsek di ruangannya.
"Nona Sarah, memang benar terdapat laporan orang hilang atas nama Sarah Ayuasmara Clay. Laporannya dibuat beberapa bulan lalu. Selain itu, ada juga daftar pencarian orang atas nama anda. Anda dituduh telah melakukan pembunuhan atas seseorang bernama Malik di sebuah kamar hotel. Maka dari itu, Anda Kami tahan atas tuduhan pembunuhan dan kami akan mengirim Anda kembali ke Polsek... --"
Sarah kembali pingsan setelah mendengar kata-kata polisi itu. Rangga yang dari tadi hanya menunggu di luar, langsung ikut masuk saat melihat beberapa orang polisi mengangkat Sarah ke atas sebuah sofa panjang.
Rangga menanyakan apa yang terjadi pada Sarah. Ia kemudian mendapat penjelasan sama seperti yang diterima Sarah. Rangga yang kaget dan bingung hanya terpikir untuk menghubungi Ibu dan kakaknya.
Astaga kenapa jadi ribet gini...
.
.
β©bersambung...β©
__ADS_1
Terima kasih sudah datang, memberi like dan dukungan lainnya.... Semoga bisa membuat saya semakin semangat menulisnya!!