
šSelamat Membacaš
Jaka mengedarkan pandangannya. Ia bisa melihat beberapa orang yang tugaskan Paul untuk menjaga mereka, masih tersembunyi dengan baik.
"Ingat, ya. Jika sudah berada di dalam hotel, aku minta kalian berhenti mengawasi kami. Aku takut kalian kompak minta dinikahkan!" jelas Jaka sebelum ia pergi.
Jaka terkekeh.
Paul akan mengawasi Emerald Auto selama seminggu ini. Seperti biasa jika Jaka tidak ada.
Vegas menggotong dua koper dan sebuah ransel turun dari dalam taksi bandara. Ia lalu meletakkannya di loby hotel, sebelum seorang porter mengambil alih.
"Kamar atas nama Jaka Sanjaya." jelas Jaka sambil mengeluarkan KTP-nya.
.
.
.
Dengan pandangan takjub, Sarah menjelajahi tiap sudut tempat itu. Iya tidak menyangka kalau di Indonesia, tepatnya di Bali, terdapat sebuah Resort yang sangat cantik dan memanjakan matanya. Mereka mendapatkan rekomendasi tempat ini dari Citra. Citra suka segala hal tentang kayon Jungle Resort di Ubud, Bali ini, sejak pertama kali datang. Dan ia membagikan pengalamannya juga, pada Jaka dan Sarah.
"Tempat ini luar biasa!! Aku sudah tidak sabar untuk berenang dan menikmati keindahan alamnya..." jelas Sarah yang masih merangkul lengan suaminya, sambil matanya tidak lelah menjelajahi tempat itu.
"Ayo, sebaiknya kita istirahat dulu di kamar." jelas Jaka membimbing istrinya, mengikuti Porter yang tadi membawa koper mereka. Di belakangnya ada Vegas yang selalu siaga menjaga kedua bosnya itu.
.
.
.
Sarah berbaring santai di kursi panjang yang tersedia disana. Ia merasa cukup lelah, setelah melakukan perjalanan menuju Bali dengan perut yang lumayan besar.
"Sayang, mau makan di kamar atau makan di luar?" tanya Jaka yang sudah mengganti bajunya dengan kaos oblong dan celana pendek.
"Makan di luar saja yuk... Sekalian liat-liat..." jelas Sarah yang sudah masuk kedalam kamar mandi untuk mengganti bajunya sendiri. "Sebentar ya..."
.
.
.
Jaka dan Sarah sudah berada di sebuah restoran, yang terletak tidak jauh dari tempat mereka menginap. Mereka hanya berdua saja. Tidak ada Vegas disana.
__ADS_1
Sebenarnya bukan tidak ada, tapi Vegas dengan pandai menyembunyikan diri dan mengawasi kedua bosnya dari jauh, seperti perintah Jaka. Ia tidak ingin mengganggu liburan kedua bosnya.
"Sayang, apa kau senang?" tanya Jaka pada sang istri yang sedang menyantap es lilin, yang dibelinya dari seorang gadis kecil yang menjajakan jualannya beberapa saat lalu.
Tapi bukannya menjawab, tiba-tiba Sarah terdiam. Matanya melirik ke arah sang suami. Sarah kemudian meletakkan es lilin yang masih tersisa banyak.
"Kenapa? Apa ada masalah?" tanya Jaka yang melihat istrinya itu diam saja.
Sarah lalu tersenyum dan menarik tangan suaminya untuk ikut menyentuh perutnya. Beberapa saat kemudian, Jaka ikut tersenyum.
"Apakah, itu tendangan pertama nya?" tanya Jaka dengan senyuman terkembang di wajah.
Sarah mengangguk dengan antusias. Jaka mencium bibir Sarah. Entah mengapa, ia merasa agak merinding. Dalam hal ini, merindingnya menyenangkan. Merinding karena hal baik.
"Terima kasih sudah mengandung anak-anakku, sayang..." bisik Jaka kepada istrinya.
Sarah merasa tersanjung dengan ucapan suaminya. Ia kemudian mencium telapak tangan sang suami.
Setelah makanan datang, mereka mulai melahapnya. Hari sudah semakin sore. Setelah makan, mereka memutuskan untuk lansung kembali ke hotel.
Sebaiknya hari ini istirahat saja. Aku tidak ingin Sarah kelelahan.. Batin Jaka.
ā»ā»ā»
Mereka berdua sudah berada di dalam kamar. Suasana malam yang tercipta di tempat itu sungguh sangat menenangkan. Setelah meminum vitamin-vitamin nya, Sarah mengajak Jaka untuk berbaring sejenak di pinggir kolam. Sarah menyukai udara di tempat ini. Begitu sejuk dan lembut.
.
.
.
Sarah yang terjaga, langsung mengucek-ngucek matanya.
Lagi-lagi ketiduran... batin Sarah malu.
Jaka menggandeng istrinya sampai ke atas tempat tidur.
"Maaf ya, aku ketiduran..." jelas Sarah tersenyum kecut.
Jaka lalu mengecup puncak kepala istrinya.
"Kau hanya kelelahan... Sudah waktunya istirahat. Tidurlah. Besok kita akan berenang seperti keinginanmu..." Jaka menarik selimut hingga menutupi sebagian tubuh istrinya.
ā»ā»ā»
Sarah berlari menelusuri hutan gelap yang tidak pernah ia kenal sebelumnya. Dari berbagai arah, ia bisa mendengar lolongan serigala bersahutan, seakan mencari keberadaannya.
Sarah yang terus berlari, mulai merasakan ada sesuatu yang mengalir diantara kedua kakinya. Cairan berwarna merah itu menandakan jika kandungannya berada dalam bahaya. Tapi lagi-lagi ia tidak berani untuk berhenti berlari, karena ia tau nyawanya dan nyawa kedua anaknya berada dalam bahaya.
__ADS_1
"Huh.. Huh.. Huh.. Aāpa ini? Kenapa mereka mengejarāku? keānapa aku di sini!?" Sarah bertanya dengan nafas tersengal. Tidak ada jawaban.
Sarah yang mulai kehilangan keseimbangan, tiba-tiba jatuh tersungkur. Ia merasakan nyeri yang sangat hebat di daerah perutnya.
.
.
.
Brugh!
"Aawwwch!! Aaww..." Sarah meringis kesakitan.
Jaka yang kaget, langsung turun ke lantai dan membantu istrinya itu kembali ke atas tempat tidur.
"Kalian baik-baik saja? Ada apa?!" tanya Jaka kaget dan panik. Ia takut terjadi apa-apa dengan istri dan calon bayinya.
Sarah lalu melebarkan kakinya sendiri untuk mengecek keadaan dirinya. Ia masih bisa merasakan saat tadi darah segar mengalir di antara kaki-kakinya. Ia memegangi dadanya yang masih berdetak tak beraturan karena mimpi tadi.
Jaka yang melihat ada kepanikan di wajah istrinya, langsung memeluk wanita itu untuk menenangkannya.
"Sstthhh... apa istriku ini baru saja mimpi buruk?" tanya Jaka yang dijawab oleh anggukan pelan Sarah.
Keringat menghiasi keningnya. Dengan lembut, Jaka menghapusnya dengan tissue yang tersedia di sana.
Jaka lalu mengusap lembut rambut Sarah. Ia berusaha menenangkan wanita itu. Jaka lalu mengatur posisi tidur, agar istrinya bisa tidur di dalam pelukannya.
"Aku takut... Aku tidak suka mimpi itu... Jangan jauh-jauh dariku..." bisik Sarah yang sudah meringkuk di dalam pelukan suaminya.
Lagi-lagi Jaka mengecup puncak kepala Sarah.
"Aku ada di sini. Tidurlah."
Jam di atas nakas masih menunjukkan pukul dua lewat sepuluh. Sarah sudah mulai kembali terlelap, dibuai kantuk yang masih menguasai dirinya...
.
.
.
ā Bersambungā
Jangan lupa Like dan Vote nya ya...
Semoga karya ini bisa menghibur...
Terima kasih...
__ADS_1
šØImages: Google Search