
📜Selamat Membaca📜
Di Kediaman Keluarga Sanjaya
Di ruang tamu yang super megah itu, sudah ada Tuan Ismail, Nyonya Ningsih, Jaka, Paul dan Esmeralda, serta beberapa orang Nyonya Ningsih yang selalu berjaga di sekitar rumah.
Belum apa-apa, Nyonya Ningsih langsung menanyakan perihal keberadaan Sarah, karena dia tidak melihat menantunya itu ikut hadir.
"Sarah diculik, Bu. Kami kehilangan dia siang ini. Dan penculiknya langsung meminta tebusan kepada Jaka. Maka dari itu, Jaka kemari untuk meminta bantuan kalian." Jelas Jaka.
Paul langsung menjabarkan semua masalah yang terjadi, tapi ia melewatkan poin dimana Nathan dan Angel menyatakan kalau Tuan Indra Sanjaya telah mereka habisi.
Tuan Ismail yang mendengar penjelasan itu itu merasa bingung.
"Bantuan bagaimana maksudnya? Apa kamu tidak memiliki cukup uang untuk membebaskan istrimu sendiri?" Selidik Pak Ismail. Ia berfikir apa anaknya itu sudah sangat bangkrut?
"Jaka tidak akan menemui kalian, jika Nathan hanya meminta Emerald Auto dan kekayaanku saja." Jelas Jaka.
"Lalu?" Nyonya Ningsih penasaran.
"Masalahnya, orang itu meminta seluruh aset dan kekayaan keluarga Sanjaya, Pak." Jelas Jaka yang diiringi oleh tawa bapaknya.
"Dan apa yang membuatmu berpikir, jika Bapak mau membantu kalian?" Tanya Pak Ismail yang langsung membuat emosi Jaka naik.
"Karena, jika bukan gara-gara Bang Indra semuanya tidak akan terjadi! Semua masalah ini karena dia ingin menjatuhkan ku sejak awal!"
"Jadi, maksudmu semua ini masih ada hubungannya dengan masalah tempo hari, di PT. AntiQ Jaya?" Selidik Pak Ismail.
Paul lalu membantu Jaka menenangkan pikirannya dan menjelaskan kembali duduk permasalahan sesungguhnya.
Pak Ismail lalu memanggil asistennya untuk mendekat.
__ADS_1
"Surya, coba kamu lacak keberadaan Bapak Indra Sanjaya. Koordinasikan dengan tim yang ada di New York. Aku cukup yakin kalau orang itu tidak berani macam-macam lagi, setelah permasalahan kemarin. Infokan kepada saya secepatnya!" Perintah Pak Ismail yang dijawab oleh anggukan orang kepercayaannya itu.
Orang tadi lalu meninggalkan mereka semua.
"Jadi, bagaimana bisa kalian kehilangan Sarah lagi?" Tanya Nyonya Ningsih yang tidak percaya jika anaknya itu bisa melakukan kesalahan yang sama dua kali.
Apalagi saat ini kondisi Sarah sedang hamil besar. Tujuh bulan merupakan usia kehamilan yang sangat rawan. Hal-hal yang tidak diinginkan bisa saja terjadi dengan mudah, jika Sarah tidak bisa menjaga dirinya sendiri dengan baik.
"Mereka menyerang penjagaan di rumah. Ketiga orang yang menjaga Sarah di lumpuhkan dengan mudah. Orang yang melakukannya adalah orang yang membantuku sebelumnya. Semuanya diluar perkiraan kami." Jaka menjelaskan.
"Itulah, kenapa bapak tidak bisa mempercayai orang dengan mudah." Pak Ismail mengingatkan.
"Jadi, apa Bapak dan Ibu bisa membantu Jaka untuk membebaskan Sarah?" Tanya Jaka memastikan.
"Kami pasti akan menolongmu. Tapi kalau memang hanya itu permintaan Nathan, Sepertinya kita harus mencari cara lain untuk membebaskan Sarah. Meminta seluruh aset dan kekayaan keluarga Sanjaya dalam bentuk uang cash hanya dalam 3 hari merupakan sesuatu yang sangat tidak mungkin dilakukan. Walaupun seluruh pengacara Bapak, Bapak Arahkan ke sana, paling tidak memerlukan waktu dua minggu agar semuanya beres. Apa kamu yakin, orang itu tidak hanya sedang mempermainkanmu?" Tanya Pak Ismail kembali pada Jaka.
Jaka dan Paul saling melempar pandangan.
"Lalu, menurutmu apa yang harus kita lakukan? Apa kita akan menghubunginya dan bilang kalau permintaan itu konyol? Paling tidak, biarkan mereka berpikir kalau kita sedang melakukan semua itu untuknya. Seenggaknya, dalam waktu tiga hari kedepan, keadaan Sarah akan baik-baik saja." Jaka mengutarakan pendapatnya.
Nyonya Ningsih yang melihat kekhawatiran anaknya lalu buka suara.
"Sebenarnya Ibu memikirkan sebuah ide yang mungkin agak ekstrem. Tapi dalam kondisi seperti ini, seharusnya kita bisa memanfaatkan kan semua jalan." Nyonya Ningsih mengeluarkan pemikirannya.
"Apa maksud ibu dengan ide yang agak ekstrem itu?" Selidik Jaka yang penasaran. Mungkin pemikiran ibunya bisa menolong mereka saat ini.
"Tadi Paul menjelaskan, jika Sarah sekarang berada di tengah kapal pesiar. Seharusnya tidak sulit bagi kita untuk menemukannya, jika kita mempunyai koneksi yang tepat. Dan kabar baiknya, Ibu memiliki koneksi itu. Ibu mengenal mantan menteri perairan dan kita bisa menggunakannya untuk menolong Sarah." Jelas Nyonya Ningsih kepada semua orang di ruangan itu.
Jaka hampir saja tersenyum girang, jika tidak mengingat kalau istrinya sedang dalam masalah.
"Aku rasa rencana itu bisa digunakan, Bu. Bukankah begitu, Paul?" Tanya Jaka meminta pendapat asistennya.
__ADS_1
Paul tidak langsung menjawab pertanyaan itu. Dia terlihat tengah memikirkan sesuatu.
"Tapi kita memerlukan orang-orang terlatih untuk melaksanakan rencana ini. Karena hal yang paling utama adalah pembawa Sarah keluar dari tempat itu dengan selamat, mengingat usia kehamilannya yang besar dan rawan." Jelas Paul menambahkan rencana Nyonya Ningsih.
"Ervan dan Tobias! Mereka berdua memiliki anak buah profesional. Mereka berdua berasal dari keluarga militer. Bagaimana menurutmu?" Tanya Jaka pada orang-orang di ruangan itu.
Paul tidak menanggapi kata-kata Jaka. Tapi langsung mengeluarkan ponselnya dan menghubungi kedua orang itu segera.
※※※
Di Suatu Tempat Keberadaan Sarah
Sarah berusah menutup matanya. Mabuk laut yang ia rasakan sejak menaiki kapal ini membuatnya serasa ingin mati saja.
Jika tidak memikirkan kalau ia sedang membawa bayi di dalam perutnya, Ia akan langsung meminum obat sakit kepala yang diberikan Nathan padanya.
"Kumohon bawa aku kembali ke daratan. Kenapa kalian harus menahanku disini? Aku janji tidak akan kabur." Jelas Sarah dengan suara yang sangat lemah.
"Dan melewatkan semua kesenangan ini?" Tanya Angel yang sedang duduk diatas pangkuan Nathan.
Wanita itu kembali meneguk minuman, yang sejak tadi menemani mereka bertiga. Sesekali Aldo mendaratkan ciuman di bibir seksi milik Angel. Begitu juga dengan Nathan yang tengah asik mengelus dan meremas tubuh Angel yang hanya dibalut pakaian mini.
Sarah yang melihat hubungan ketiga orang itu, menjadi semakin mual.
Dasar gila!! Batin Sarah sambil membalikan badan memunggungi ketiga orang gila itu. Ia berharap sekali, jika mereka memberikannya ruang untuk sendirian.
Argh ... Mengapa aku harus melihat ini semua?!
🍾Bersambung🍾
Jangan Lupa klik gambar jempolnya, ya?!
__ADS_1
Love you All 😘😘😘