Lay With The Devil

Lay With The Devil
Istri Menggoda Suami


__ADS_3

⚠⚠⚠⚠⚠⚠⚠⚠


📣Warning!! 21+


Mengandung konten dewasa. Kebijakan pembaca di harapkan. Yang belum cukup umur harap skip episode ini.


.


.


Sarah sedang melihat-lihat brosur perjalanan yang dibawa oleh suaminya tadi sore. Jaka bilang, Sarah bebas memilih tempat bulan madu mereka. Suaminya itu akan mengambil cuti selama dua minggu untuk bulan madu mereka.


Semua tempat-tempat ini terlihat menyenangkan. Tapi ia tidak ingin pergi terlalu jauh. Baginya, bulan madu berarti waktu berduaan dengan suaminya. Dirumah juga bisa. Hanya saja, gangguan bisa datang tanpa bisa di hindarkan. Kalau mereka ketempat yang lumayan jauh, gangguan itu akan di minimalisir.


Jaka yang baru selesai mandi langsung bergabung dengan Sarah di atas tempat tidurnya.


"Apa sudah di putuskan?" Jaka mengambil selembar brosur. Perjalanan ke Italy. Negara yang romantis.


"Entahlah... terlalu banyak pilihan. Aku jadi bingung..."


Jaka berbaring di atas paha istrinya. Ia memejamkan mata.


Sarah meletakkan brosur-brosur itu di atas nakas. Ia lalu memijat lembut kepala suaminya.


Pasti sangat lelah...


※※※


Sarah mengambil selembar tisue di atas meja dan menghapus air matanya.


"Dimas jelek!! Bisa-bisanya..." Sarah menghapus air matanya lagi.


Jaka yang baru bangun melihat jam di dinding.


Baru jam sembilan. Sarah nangisin siapa sih? Dimas?


Jaka mendekati istrinya.


Astaga... dasar sinetron...


"Sayang? Baik-baik aja?"


"Hwaaaaa... Sedih banget. Bisa-bisanya ditinggalin pas lagi hamil gitu... Laki brengs*k!!"


"Whoaaa... Santai nyonya..."


Sarah langsung menyusup kedalam pelukan suaminya.


krurrkkk~~


"Sayang!! Hehehe... makan yuk. Aku sudah masak tadi..."


"Kenapa gak delivery aja... Memangnya gak capek?"

__ADS_1


Sarah menggeleng. Ia tidak pernah sibuk.


※※※


Jaka menghabiskan masakan Istrinya dalam sekejap saja. Selalu enak.


"Steak ini luar biasa sayang..."


"Jangan terlalu memuji sayang... Aku tidak sehebat ibuku atau ibumu..." jelas Sarah mengingat masakan luar biasa mereka.


※※※


Sarah sudah selesai membereskan dapur. Saat ia kembali, ia menemukan Suaminya tertidur di depan TV.


"Hhmmm oke..." Sarah duduk di lantai di dekatnya. Ia meraih remote TV dan mematikannya.


"Suami... suami... segitu capeknya ya? sudah hampir sebulan loh... Apa lupa kewajibannya sebagai suami nya..." Sarah mengelus lembut rambut suaminya.


Otak iseng Sarah muncul. Ia lalu membuka kancing baju tidur suaminya. Ia terkikik sendiri karena kelakuannya. Ia mengelus dada bidang suaminya.


"Hhmmm... Ck!" Jaka protes. Ia bergerak mengubah posisi tidurnya.


"Sayang... tidur di kamar yuk. Nanti badannya sakit kalau tidur di sini..." Sarah berusaha membangunkan suaminya. Tapi sepertinya Jaka sudah sangat terlelap.


Otak isengnya muncul lagi. Ia menyentuh pedang (you know lah...) milik suaminya. Ia kaget sendiri karena milik Jaka sedang tegang. Sarah tergoda untuk terus menyentuhnya. Tiba-tiba bernafas jadi tidak semudah biasanya.


"Argh... Sayaaang..."


Jaka lalu menangkap tangan istrinya yang sudah sangat usil.


"Cukup sayang."


Jaka duduk dan langsung memburu bibir istrinya yang masih duduk di atas karpet berbulu. Dengan sekali tarikan, baju istrinya ia lepaskan. Ia bangun dan mengangkat Sarah ke atas sofa. Kini ia yang berlutut di lantai.


Diciumnya leher mulus Sarah. Semakin lama ciuman itu semakin kebawah. Sarah hanya bisa menerima. Ia tidak ingin Jaka mengakhirinya.


Jaka menarik celana pendek Sarah. Sekarang istrinya sudah hapir polos. Ia tersenyum menang.


"Kau akan menerima akibat karena menggodaku..." Jaka memainkan renda underware Sarah.


"Oya? Apa aku harus takut?" Sarah menantang suaminya.


Jaka lalu membuka bajunya sendiri dihadapan Sarah. Sarah terkikik melihat kelakuan suaminya.


"Awas ya..." Jaka tidak terima di remehkan.


Jaka mencium lagi bibir istrinya. Ia lalu mengangkat istrinya dan membawanya masuk kedalam kamar.


"Jangan minta ampun. Karena aku tidak akan mendengarkannya..." bisik Jaka menggoda. Sarah mengeratkan rangkulannya di leher Jaka.


※※※


Sarah terbangun karena ada pergerakan di sampingnya.

__ADS_1


Saat ia benar-benar sadar, ia tidak menemukan Jaka di sana.


Sarah bangkit dan menarik selimut. Ia menutupkan ke tubuhnya asal. Ia lalu menemukan suaminya di dapur sedang meneguk air dingin.


Ia mendekatinya dan memeluk Jaka dari belakang. Selimut itu terjatuh.


"Kenapa kau bangun? Apa aku mengagetkanmu?" Jaka berbalik dan memungut selimut itu. Ia tutupkan lagi ke tubuh Sarah.


Sarah menggeleng.


"Aku haus," Sarah sedikit berbohong. Ia lalu mengambil air hangat dari dispenser dan menghabiskannya.


Setelah diam cukup lama dengan hanya saling peluk, Jaka kembali mengangkat istrinya dan membawanya kembali ke kamar.


"Tidurlah... " Jaka mencium lembut bibir Istrinya. Sarah kembali menyusup kedalam pelukan suaminya.


※※※


Sarah terbangun karena suara alarm ponselnya. Ia memungut dan mengenakan bajunya kembali.


Ia membuka tirai kamar. Ternyata di luar gerimis.


Sarah memutuskan untuk membuat sup krim jagung dengan irisan salmon. Cocok sekali dengan cuaca dingin pagi ini.



10 menit kemudian...


Sarah membangunkan suaminya lembut. Ia mengelus pipi Jaka.


"Sayang... sudah jam tujuh... bangun yuk..." Sarah masih mengelus pipi suaminya.


Jaka membuka matanya. Ia lalu


menarik Sarah kedalam pelukannya.


"Tapi di luar hujan..."


"Lalu?"


"Bagaimana kalau aku menjagamu di rumah saja? Aku tidak ingin kau panik dan pingsan saat mendengar petir. Sedangkan aku tidak ada di sampingmu..." Jaka beralasan. Tangannya kembali menggoda Sarah.


"Hhmmm... aku tidak ingin kau di pecat dari perusahaanmu sendiri" Sarah menjauh.


Terlalu dekat dengannya memang berbahaya...


.


.


.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2