
Sarah menatap langit-langit kamarnya. Ia masih ingat betul saat Pak Jaka mengecup keningnya singkat.
"Itu apa?",
Sarah meraba keningnya.
"Itu apaaa??!! Kenapa jantungku masih tidak mau tenang? Ya Tuhan... Tolong jauhkan masalah dari hidupku... Apa lagi ini...",
Sarah meraih selimutnya dan menutupi seluruh wajahnya.
°°°
Paul membuka tirai balkon di kamar Jaka. Seketika itu cahaya pagi masuk dan menyapu tubuh tanpa baju Jaka.
"Astaga. Apa yang kau lakukan?",
"Entahlah... pukul berapa ini?", tanya Jaka sambil menghalangi cahaya yang mengenai wajahnya dengan tangan.
"Sudah pukul sembilan dua puluh. Ada rencana pergi ke kantor? Sepertinya Herman ingin melaporkan sesuatu. Tadi pagi ia menghubungi sekertaris Chloe",
"Oke... Aku juga ingin menyampaikan beberapa hal padanya...", jelas Jaka yang kemudian langsung masuk ke kamar mandinya.
°°°
Jaka mendengarkan penjelasan Herman. Kalau benar apa yang diberitakan detektif itu, maka tidak ada jalan lain. Ia harus megunjungi seseorang secepatnya.
"Paul, tolong booking tiket untuk dua orang. Kita akan mngunjungi saudaraku... Sebaiknya ia tau apa yang ia lakukan...", Jaka meraih ponselnya dan menghubungi seseorang.
°°°
Sarah mondar-mandir di dalam kamarnya. Sudah beberapa hari ini ia terus kepikiran dengan Jaka. Tapi jelas orang itu sudah tidak datang ke kantor lagi. Ia juga tidak berani menghubunginya.
"Sarah. Kamu jangan kepedean. Orang kaya raya seperti Jaka bisa mendapatkan wanita manapun yang ia inginkan... Cukup dengan sebuah senyuman, wanita yang melihatnya pasti akan luluh... Ya Tuhan... Hilangkan ia dari otakku...",
Sarah kemudian memeriksa keluar. Langit sudah mulai mendung. Padahal ia baru saja sampai dirumah.
"Mungkin aku harus mampir ke apartemennya. Terus ngapain? Minta pertanggungjawaban atau gimana... minta kejelasan... Enggak. Pasti dia akan bilang, oh... itu hanya kecupan biasa... Ya ampun... Andai ada kakak... aku mau curhaat...", Sarah makin gelisah.
"Kakak... lagi ngapain ya? Enak banget dapat liburan sampai seminggu. Mau juga deh... ",
Sarah kemudian mencoba menghubungi Kak Andini.
📞Hallo
📞Hallo kak... Gimana liburannya? Besok pulang atau belum nih??
📞Kenapa? kamu kangen ya... Hehehe... maunya sih nambah lagi liburannya. Tapi abang mu harus masuk senin ini. Jadi besok harus sudah pulang
📞Iri deh...
__ADS_1
📞Kan Sarah belum pernah cuti... kenapa gak liburan aja? Refreshing lah... jangan mikir kerjaan terus...
📞Hmmm... nanti lah kak. Lagi musim hujan gak enak mau liburan. Tunggu musim panas. Biar bisa main di pantai atau naik gunung...
📞Cari liburan yang nyaman, De... Jangan yang bikin capek dong...
📞Hehehehe... ya gimana kak... yang seperti itu yang seru...
Akhirnya pembicaraan mereka hanya sebatas itu. Sarah tidak berani curhat tentang laki-laki kepada kakaknya, apalagi orang itu adalah anak dari Bos tempat ia bekerja.
Sarah memutuskan untuk segera mandi sebelum hujan mulai turun.
°°°
Sarah membuka mata. Suara telepon membangunkannya.
📞Hallo...
📞Saya di luar. Boleh saya mampir? Ban mobil saya bocor dan hujannya sangat deras...
Sarah menjauhkan ponselnya dari telinga. Ia kemudian melihat layar ponsel nya.
Sarah langsung bangkit dari ranjang. Telepon itu dari Pak Jaka. Dan sekarang sudah jam sebelas malam.
Setengah berlari Sarah menuju pintu rumahnya.
Jaka sudah berdiri di depan Sarah. Bajunya basah, karena hujan memang sangat deras.
"Saya sudah menghubungi mobil derek. Tapi tampaknya mereka juga menunggu hujan reda... Apa saya boleh menumpang sebentar?", Jaka benar-benar memohon.
Jaka tidak menyangka harus mengalami kebocoran ban di dekat rumah Wanita itu.
"Silahkan masuk Pak... Maaf, tadi saya terbangun dari tidur. Jadi... agak berantakan. Silahkan masuk...",
"Maaf mengganggu...", Jaka masuk.
Sarah mempersilahkan tamunya duduk.
Ia kemudian meninggalkannya masuk dan kembali dengan sebuah handuk kering.
"Terima kasih...", Jaka menerimanya.
Sarah kembali masuk dan kali ini ia kembali dengan secangkir susu cokelat hangat.
"Maaf, tidak ada kopi di sini...", Jelas Sarah, mengingat orang itu salah satu peminum kopi.
"Jangan merepotkan diri. Saya hanya numpang berteduh... Tapi, terima kasih... Setelah hujan reda dan mobil derek datang, Saya akan pergi",
"Tidak masalah... lagipula, Bapak tidak akan mengganggu siapa-siapa disini",
__ADS_1
"Terima kasih cokelatnya. Tapi... apa kau puya obat maagh?", tanya Jaka sembari menekan ulu hati nya yang nyeri.
"A..anda sakit?",
"Sepertinya maagh saya datang. Hanya terlambat makan...",
"Sebentar...", Sarah meninggalkan Jaka. Ia tau kalau ia sendiri pernah membeli obat maagh cair dan tidak pernah meminumnya.
Dengan obat maagh ditangan dan sebuah sendok, Sarah kembali menemui Jaka. Orang itu meringkuk menahan sakit.
Sarah kemudian menumpahkan sesendok obat dan menepuk lengan Jaka.
"Pak, ini...",
Jaka mengangkat wajahnya. Ia kemudian menerima suapan itu.
"Sebaiknya Bapak melepaskan baju basah itu. Saya akan carikan gantinya", jelas Sarah sembari menutup kembali botol obat yang sudah selesai digunakan.
Sarah bergegas masuk ke kamarnya. Ia tau ia punya baju over size abu polos model pria yang sudah lama dibelinya. Ia suka memakainya jika ia merasa terlalu gerah.
Sarah kemudian kembali menemui Jaka yang sudah bertelanjang dada.
Tenggorokannya cekat. Tubuh laki-laki itu sangat kekar dan menggoda. Pipinya panas. Rasanya ia tidak ingin kain apapun menghalangi pandangannya saat ini.
Sarah menyerahkan baju tadi dan sebuah selimut pada Jaka.
"Se... sebaiknya Bapak istirahat... Saya... kebelakang sebentar...", jelas Sarah.
Jaka tidak berusaha mencari tau. Otaknya sedang tidak berkerja dengan baik. Rasa nyeri membuat fokusnya hilang. Ia hanya mengangguk dan menerima pemberian Sarah.
"Maaf ya. Padahal Saya tidak boleh merepotkanmu. Saya tidak berencana sakit disini...",
"Sudahlah, Pak. Namanya penyakit, mana ada yang mau...", jawab Sarah. Ia kemudian meninggalkan Jaka.
Astaga. astaga. astaga... kenapa aku merasa gerah banget... padahal diluar lagi hujan.
Ya ampun...
Ini... aku harus masak sesuatu... tapi apa... gak mungkin mie instan. Orang maagh tidak boleh makan mie... eemmmm... ah, sudahlah... aku buat capchai saja...
Tidak sampai setengah jam, cap chai buatan Sarah jadi. Ia menambahkan bakso dan sosis. Hujan makin deras. Sepertinya malam ini akan sangat panjang.
♡
♡
♡
bersambung....
__ADS_1