Lay With The Devil

Lay With The Devil
Surat Cinta


__ADS_3

✍Selamat Membaca✍


Jaka dan Sarah masuk ke sebuah rumah makan sederhana yang memiliki nuansa pantai. Bentuknya yang unik, membuat Jaka memilih tempat itu.


"Apa kau masih marah?" tanya Jaka kepada istrinya, yang lebih banyak diam daripada bicara dengannya.


"Tidak. Aku sedang tidak marah." jelas Sarah datar.


"Lalu, kenapa kau cemberut begitu?" Selidik Jaka yang masih menggenggam erat jemari istrinya.


"Kalau saya tidak tersenyum, bukan berarti saya marah. Apa saya harus tersenyum setiap saat? Menurut anda, apa orang-orang tidak berpikir kalau saya sudah gila?" jawab Sarah yang di akhirnya oleh pertanyaan lain.


Jaka mengecup punggung tangan istrinya. Ia sadar, kalau ia sudah keterlaluan tadi. Ia hanya bisa tersenyum dan menerima kekesalan sang istri.


.


.


.


Setelah hampir sepuluh menit menunggu, pesanan mereka akhirnya datang. Dengan segera mereka berdua menikmati makan siang mereka.


Jaka yang lebih dulu menyelesaikan makan siangnya, lalu pamit pada Sarah untuk pergi ke toilet.


"Jangan lama-lama. Saya tidak suka sendirian di sini..." jelas Sarah yang merasa sedikit khawatir. Padahal Ia tidak tahu harus khawatir karena apa.


"Tenang saja, ada Vegas di sekitar sini. Selain itu, beberapa anak buah ku yang lain juga selalu menjaga kita." Jaka menjawab kekhawatiran istrinya.


Ia lalu beranjak meninggalkan meja itu, menuju ke toilet yang letaknya agak ke belakang.


Benar saja, sesaat setelah Jaka menghilang dari pandangan Sarah, Vegas muncul. Ia bersama empat orang lainnya dan langsung berjaga di sekeliling Sarah.


"Ve?"


"Iya Nyonya?"


"Bukankah ini semua terlalu berlebihan?"


"Berlebihan bagaimana, Nyonya?" tanya Vegas yang pura-pura bingung.


Sarah sedang tidak mood melayani kekonyolan orang itu. Ia menyelesaikan makannya. Mengacuhkan lima raksasa yang menjaganya.


Dalam hati ia merasa tersanjung karena suaminya setakut itu akan kehilangan dirinya lagi. Tapi di sisi lain, ia merasa sepertinya orang-orang memperhatikan dirinya dan lima algojo itu.


Sarah sudah menyelesaikan makannya. Dengan cemas ia bolak-balik melihat jam yang di tampilkan di layar ponselnya.


Lima menit...


Tujuh menit...


Sepuluh menit...


"Vegas!"


"Iya Nyonya?"


"Kenapa bos mu lama sekali ke tolietnya? Yang hamil besar ini, saya! Kenapa dia yang suka lama di toilet?!" Sarah mulai gerah dengan kelakuan kelima bodyguard di sekelilingnya. Selain itu, Jaka yang tidak kunjung kembali membuat Sarah semakin bete.

__ADS_1


"Eehhmmm... mungkin Tuan lagi mules Nyonya." jelas Vegas yang juga tidak tau jawaban dari pertanyaan nyonya nya.


"Vegas, kira-kira ada berapa orang yang menjaga Tuan Jaka?" tanya Sarah dengan nada yang dibuat sehalus mungkin. Ia tidak ingin memancing keributan di tempat umum.


"Sekitar tiga orang nyonya. Tapi tuan melarang kami untuk terlalu mendekat, kecuali saat ini, kami di sini karena perintah langsung dari Tuan Jaka." jelas Vegas.


Sarah bangkit dari tempat duduknya dan langsung menyusul suaminya itu, yang sudah sejak tadi pergi ke toilet. Kelima orang bodyguard bayaran Jaka, dengan setia mengikuti langkah Nyonya mereka.


Sampai di depan pintu toilet, Vegas langsung menghalangi Sarah untuk melangkah masuk.


"Eh, Nyonya Sarah....Maaf. Tapi ini toilet laki-laki. Sebaiknya saya saja yang memeriksa ke dalam." Vegas mengusulkan.


Hampir saja ia masuk dalam toilet laki-laki dan memancing kerusuhan di sana.


"Lekas! Kalau ada apa-apa, kalian akan menyesal!!" ancam Sarah yang mulai geram.


Vegas masuk ke dalam toilet laki-laki itu dengan langkah tergesa-gesa. Tidak sampai semenit kemudian, Ia keluar dengan wajah geram dan takut.


"Mana Tuan Jaka?" Tanya Sarah saat melihat pria itu keluar sendirian.


"Maaf Nyonya, Tuan Jaka menghilang. Di dalam hanya ada ketiga teman kami yang sepertinya dibius hingga pingsan."


Sarah tidak bisa berkata apa-apa.


Vegas langsung menghubungi seseorang melalui ponselnya.


"Nyonya, sebaiknya kita kembali ke penginapan."jelas Vegas sambil memberi kode pada salah satu temannya untuk mengantar Sarah ke mobil.


"Vegas! Aku tidak mau kembali sendirian!" Sarah menolak ajakan salah satu dari mereka.


"Vegas. Makananya belum dibayar."


"Eh? Oke. Nanti saya yang bayar." jelasnya lagi. Lalu memberi kode pada ketiga temannya untuk mengantar Sarah kembali ke penginapan.


※※※


Sarah merasa sangat gelisah dan khawatir, karena Jaka - suaminya - menghilang. Ia cukup yakin kalau orang yang membawa suaminya pergi adalah orang yang sama, dengan yang memberikan kejutan ulang tahun tadi pagi. Ia merasa kalau semua ini sudah direncanakan dengan baik.


Sarah ingin sekali menghubungi Paul dan kedua orang tua suaminya. Tapi ia takut malah menimbulkan kepanikan di sana. Lagi pula, memerlukan waktu beberapa jam sebelum akhirnya mereka tiba di sini. Tidak akan ada cukup waktu.


.


.


.


Sarah baru saja akan membuka kunci kamar, saat ia mendengar suara musik mengalun dari dalam kamar. Sarah mundur dan membuat ketiga orang yang mengantarnya tadi maju melindungi Nyonya mereka.


"A—ada siapa di dalam?" tanya Sarah tergugup.


Salah satu dari mereka lalu menghubungi Vegas. Setelah itu ia meminta kunci kamar pada Sarah. Sarah menyerahkannya.


Cklek!


Salah satu dari mereka membuka pintu. Mereka semua masuk bersamaan dengan pistol bersiaga di tangan.


Mereka lalu menemukan Jaka terbaring di atas tempat tidur tanpa busana. Hanya di tutupi oleh selembar handuk di bagian pusat hingga paha.

__ADS_1


"Sayang?!" panggil Sarah. Tapi tidak ada jawaban.


Ketiga orang yang tadi mengawal Sarah langsung menyisir kamar hotel itu, untuk menemukan orang lain atau orang yang telah membawa bos mereka kembali.


"Clear!"


"Clear!"


Mereka memastikan tidak ada orang lain di sana selain Bos mereka.


Sarah berusaha menyadarkan suaminya. Tapi tidak ada respon. Tubuhnya panas. Tapi bukan demam. Ia melihat ada selembar surat di bawah gelas di atas nakas.


—————————————♡♡————————————


...Dear Mantan......


...Aku tidak menyangka kalau kau masih sehebat itu di atas ranjang. Tempat tidur ini panas gara-gara kita. Ha.. ha.. ha.. Maaf aku membuatmu seperti itu. Aku hanya ingin bernostalgia dengan hubungan kita....


...Happy birthday, sayang. Mungkin lain kali kau ingin menghampiriku dengan sukarela. Melakukan s#ks dibawah pengaruh obat itu, kurang memuaskan....


...Untuk istri dari mantan suamiku, maaf aku meminjamnya sebentar. Aku hanya ingin mengingat-ingat sedikit - kau tau kan, maksudku? Kalian berdua kan sering melakukannya......


...Oh iya, kau tau tidak, kalau Indra Sanjaya sudah mati?...


—————————————♡♡————————————


Sarah bingung. Ia tidak tau harus merespon surat itu seperti apa.


"Aargh... Sayang... Ini dimana?" tanya Jaka yang baru saja bangun dari pingsannya.


Ia memandangi ketiga orangnya yang kemudian keluar kamar dan menutup pintu kamar.


"Ada apa dengan mereka?" tanya Jaka yang masih memijat ringan bahunya.


"Entahlah. Aku harus menjawab apa, ya?!" tanya Sarah kesal.


Sarah lalu menyodorkan lembaran surat tadi kepada Jaka. Ia meninggalkan suaminya sendirian dan masuk kedalam kamar mandi.


"Sayang? Kita habis ngapain? Kok aku polos begini?!"


"Ck! Ingat saja sendiri!!"


Cklek!!


❣_Bersambung_❣


Maafkan ke absurd-an episode kali ini 😂😂😂


Kahamilan Sarah yang masuk usia tujuh bulan, membuat hormon kehamilan pada wanita itu menjadi lebih bergejolak daripada sebelumnya.


Bayangkan saja, suamimu di culik terus di perk#sa mantan. Pasti nyesek banget kan 😂.


Akhirnya diketahui kalau Indra Sanjaya sudah meninggal. Tapi, mengapa dan bagaimana-nya hanya Angel yang tau.


Nantikan episode selanjutnya ya 😎😎😎


Jangan lupa kasih Like, Rate bintang 5 dan Vote seiklasnya. Terima kasih 🤗

__ADS_1


__ADS_2