
Jaka melajukan mobilnya dengan kecepatan normal. Ia dan istrinya dalam perjalanan menuju kesuatu tempat yang merupakan kejutan untuk Sarah.
"Eemmm... aku kurang suka kejutan..." Sarah menjelaskan.
"Aku tau. Justru itu kau kuberi kejutan..."
"Bagaimana sih sayang??" Sarah cemberut.
"Ha..ha..ha.. tenanglah... Sebenarnya kita sudah penah kesini. Tapi saat malam. Jadi mungkin kau sedikit lupa..."
※※※
Sarah mengikuti langkah suaminya yang sudah masuk kedalam sebuah rumah besar namun kurang terawat.
"Ini rumah siapa sayang?" Sarah merangkul lengan suaminya ia agak sedikit khawatir jika ada sesuatu yang tiba-tiba muncul dan mengejutkannya. Misalnya sekelompok kecoa.
"Ini calon rumah baru kita. Gimana, kamu masih ingat gak? Saat kita pulang dari New York dan pergi ke sini?"
"Ah... berarti ada pantai di belakang sana?" tanya Sarah yang tiba-tiba ceria.
Jaka mengangguk. Ia tau Istrinya sangat suka pantai.
"Mulai besok renovasinya akan dimulai. Apa kau mau tinggal disini bersamaku?" tanya Jaka menarik Sarah kedalam pelukannya.
Sarah mengangguk yakin.
"Aku ikut kemanapun kamu pergi, suamiku..." ia menyusup kedalam pelukan suaminya.
Jaka mengajak Sarah untuk naik ke atas dan melihat pemandangannya dari balkon kamar utama.
Jaka membuka pintu balkon dengan susah payah. Ia akhirnya berhasil membuka pintu itu dengan sedikit paksaan.
"Tunggu sebentar lagi ya, Kalila akan segera datang. Ia akan membawa contoh-contoh design yang pas untuk rumah ini. Kalau cocok, bisa segera dikerjakan..."
Sarah mengangguk. Ia terpaku pada pemandangan pantai yang sangat indah. Walaupun ada beberapa sampah disana, tidak masalah. Ia akan membersihkannya nanti. Lagi pula, suaminya bilang ini adalah lahan pribadi seluas satu kilo meter jauhnya.
Sandra akan sangat gembira jika ku ajak menginap di sini, saat libur sekolahnya...
__ADS_1
"Sayang... sayang!" Jaka memeluk Sarah dari belakang.
"Eh!!"
"Kamu melamunkan apa sih? Aku panggil-panggil tapi tidak menyahut..."
"Masa sih?? Maaf sayang... aku terlalu terpesona dengan pemandangan disini..."
"Hmm... apa kita batalkan saja?" Jaka terdengar serius. Pertanyaan itu sukses membuat Sarah sadar dan mengerutkan keningnya.
"What? Why???" Sarah tidak terima.
"Habisnya kamu lebih terpaku pada pemandangan ini daripada dengan ku. Aku kan jadi cemburu..."
Sarah memeluk suaminya gemas. Bisa-bisanya orang ini cemburu dengan pemandangan...
"Itu suara mobil datang. Sepertinya Kalila tiba. Ayo..." Jaka menarik tangan Sarah yang masih enggan meninggalkan balkon itu. Mereka turun ke lantai satu dan menemukan Kalila sudah berdiri di ruang tamu dengan sebuah Ipad di tangannya.
"Hai Jaka... Long time no see..." Kalila mendekat dan mencium pipi Jaka.
"Hai Kalila. Bagaimana kabarmu?"
Oke... Apa matanya buta? Apa ia tidak lihat ada istrinya disini?
Oya, aku lupa kalau hubungan ini masih backstreet... Haaah... menjengkelkan...
"Terima kasih, Kal. Dan perkenalkan, ini-"
"Tunangannya. Sarah..." Sarah menjabat tangan Kalila. Wanita itu terlihat sekali kalau tidak menyukainya. Tapi Sarah tidak peduli. Ia istri sah nya.
Kalila lalu membuka ipad nya dan mulai memperlihatkan beberapa design miliknya.
Drrrttt... drrrttt...
Ponsel Jaka bergetar.
"Aku harus menerimanya. Tunggu sebentar ya..." Jaka meninggalkan Sarah dan Kalila.
Sarah mundur dan berbalik. Ia mendekati sebuah lemari TV yang terlihat usang namun sangat indah.
__ADS_1
"Apa kalian bisa memperbaiki lemari ini?" tanya Sarah asal. Ia tidak punya bahan obrolan dengan Kalila.
"Buang saja. Lagian sudah kuno sekali. Uang Jaka kan banyak... Pasti tidak masalah." Kalila menjawab pertanyaan Sarah dengan ketus.
Sarah berbalik dan mendekati Kalila.
"Apa kau sudah punya pasangan?" tanya Sarah pada Kalila to the point.
"Tidak."
"Hah. Pantas saja."
"Apa maksudnya?" Kalila mematikan ipad di tangannya.
"Pantas saja kelakuanmu seperti itu. Aku tau kau tipe-tipe wanita yang mengejar laki-laki mapan. Biasanya tampang tidak penting. Tapi maaf ya nona, Jaka adalah milikku. Jadi, silahkan cari mangsa lain, atau kami akan mencari orang lain untuk mengerjakan rumah ini..." Sarah mengancam. Dan sepertinya ancaman itu mengenai targetnya dengan telak.
Kalila lalu mengeluarkan selembar kartu nama dari kantong kemejanya.
"Well, aku sudah cukup melihat-lihat. Kalau kau ingin design pilihan sendiri, kirim saja ke e-mailku. Atau kau bisa buka website ku jika ingin beberapa gambarannya..."Kalila meletakkan selembar kartu nama itu di atas meja yang tertutup kain putih.
Wanita itu keluar tanpa menunggu kedatangan Jaka.
Sarah mengambilnya dan meletakkannya di dalam sling bag nya.
"Hai kalian... bagaimana? Eh, dimana Kalila?"Jaka bingung karena hanya ada Sarah di sana. Wanita itu mendekatinya dan mulai mencium bibir suaminya. Ia cemburu. Dan ia tidak suka rasanya.
Jaka kaget dengan kelakuan istrinya, tapi ia tidak menolak. Ia bahkan mengimbangi ciuman lembut istrinya.
Sepertinya istriku cemburu...
Kalila. Single. Usia 31th. Design Interior Expert.
———————————★———————————
Dirgahayu Indonesia yang ke 75th. Semoga negara kita merdeka selalu dan segera merdeka dari kekangan virus Covid-19 ini...
🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩
__ADS_1