Lay With The Devil

Lay With The Devil
Penyakit Ibu Hamil


__ADS_3

🐝Happy Reading🐝


Di Ruang dr. Gunadi, SpOG.


Dokter Gun menerima berkas yang diberikan seorang perawat. Dengan cermat ia membaca hasil pemeriksaan darah pasiennya.


"Baiklah, jadi di sini terlihat kalau nyonya Sarah... Eeemm... ia menderita diabetes gestasional... Itulah penyebab ia jadi sering mengantuk saat kehamilannya ini. Diabetes gestasional sendiri adalah penyakit diabetes yang dialami calon ibu selama kehamilan"


Jaka dan Sarah saling melirik.


"Tidak semua ibu hamil akan mengalami ini, tapi risikonya meningkat pada kehamilan anak kembar. Adanya dua plasenta atau ukuran plasenta yang besar pada ibu hamil kembar, menyebabkan tubuh ibu lebih rentan mengalami gangguan sensitivitas insulin. Gula darah pun tidak dapat diproses, sehingga kadarnya menjadi tinggi di dalam darah."


"Em, apa berbahaya dok? Karena setau saya, diabetes itu berbahaya, kan?" tanya Sarah cemas.


Jaka hanya bisa menenangkan Sarah dengan elusan lembut di punggung istrinya.


"Semua penyakit berpotensi berbahaya jika tidak ditangani dengan baik... Cara mengobati diabetes gestasional yang paling sering kami sarankan adalah dengan menghindari makanan dan minuman yang mengandung gula tinggi. Nyonya Sarah bisa tetap mengonsumsi makanan mengandung gula, tapi seimbangkan dengan minuman yang tidak mengandung gula... Jika nyonya Sarah ingin makan kue, minumannya harus bebas gula. Ini untuk menyeimbangkan kadar gula di dalam tubuh agar tidak meningkat..." jelas dokter Gun.


Setelah konsultasi selama hampir setengah jam, mereka akhirnya keluar dari ruangan itu. Mereka langsung menuju apotek untuk menebus vitamin kehamilan Sarah yang akan habis besok.


.


.


Di Mobil,


Sarah diam. Jaka juga diam dan bahkan belum menjalankan mobil Axel yang ia pinjam. Dibelakang ada Betty yang tidak mengetahui masalah pastinya. Ia hanya tau, pasti ada yang kurang beres.


"Apa kau khawatir sayang?" tanya Jaka sambil mengelus rambut panjang istrinya.


"Bagaimana menurut anda?" tanya Sarah balik yang tiba-tiba menjadi jutek.


"Kalian akan baik-baik saja sayang... Aku akan menjaga kalian. Oke?" hibur Jaka.


Baru saja tadi mengadu kasih. Sekarang sudah di jutekin... batin Jaka geli.


Ia lalu menjalankan mobilnya. Namun bukannya pulang, Jaka mengajak Sarah untuk mampir ke salah satu pusat perbelanjaan di sana.


Setelah turun, Sarah malah semakin kehilangan mood-nya.


"Kesini mau ngapain?" tanya Sarah yang melangkah masuk karena ditarik Jaka yang sudah melangkah lebih dulu. Betty hanya geleng-geleng kepala.


"Karena kita besok akan pulang, aku ingin membelikan sesuatu untuk Sandra dan Axel... Kalau ada yang cocok, aku ingin membeli sesuatu juga untuk ayah dan ibumu..."


Sarah tersenyum sekilas.


"Apa kita tidak perlu membeli sesuatu untuk Bapak dan Ibu mertua?" tanya Sarah kemudian "Apa yang mereka sukai?" tanya Sarah antusias.


"Hhhmmm... apa ya? Biar ku ingat-ingat dulu..."

__ADS_1


Acara belanja dadakan itu akhirnya bisa membuat mood Sarah menjadi lebih baik. Mereka pulang kerumah dengan beberapa tas belanjaan di tangan.


※※※


Esok Harinya...


Semua barang-barang sepasang suami istri itu sudah masuk kedalam bagasi. Jaka dan Sarah akhirnya harus pamit pada kedua orang tua Sarah. Jaka harus kembali dan mengurus perusahaan.


"Jangan terlalu sering memikirkannya... yang penting, dengarkan kata-kata dokter kandunganmu di sana... Mereka pasti tau yang terbaik bagi kalian..." pesan Nyonya Mutia saat itu.


"Nanti kami yang mengunjungi kalian..." ungkap Pak Arnold yang sudah bisa bicara dengan lumayan lancar.


Kali ini Axel dan Sandra tidak bisa mengantar karena mereka memilih pulang pagi.


"Liburan nanti, Sandra main ke rumah kakak ya..." pinta Sandra sambil memeluk erat kakaknya.


Sarah mengangguuk tanda setuju. Ia dan suaminya lalu masuk kedalam taksi. Taksi online itu mulai menjauh meninggalkan kediaman Keluarga Arnold Clay.


※※※


Dua Minggu Kemudian...


Pagi ini Jaka harus pergi ke luar kota untuk bertemu dengan seorang klien besar. Tadi malam Sarah sudah mempersiapkan segala keperluan suaminya, yang akan menginap di luar kota selama semalam.


Jaka yang pergi dengan Paul, sudah memerintahkan agar ketiga orang yang ada di rumah bersama Sarah, untuk menjaga istrinya itu baik-baik.


"Saya tidak ingin mendengar kabar yang aneh-aneh dari rumah. Vegas, kau yang bertanggung jawab." jelas Jaka lagi.


"Hei, cuma semalam. Jangan menangis dong." jelas Jaka yang kemudian menarik sang istri kedalam pelukannya.


"Iya saya tau kok. Jangan lirik sana sini ya..." pesan Sarah.


"Tenang saja. Aku kan, calon ayah yang bertanggung jawab. Mana mungkin aku melakukannya..." jelas Jaka dengam pede nya.


Taksi yang membawa Jaka dan Paul itupun menjauh dari rumah.


.


.


.


Jaka dan Paul sudah berangkat sejak sejam yang lalu. Sarah kini sendirian di rumah mereka. Sarah melirik jam di dinding kamarnya.


Sudah jam sepuluh... Aku ingin sekali main air... batin Sarah sambil menatap jauh dari balkon kamarnya, yang langsung mengarah ke pantai.


"Mbak Betty mana ya? Ku ajak main air, aah..." monolog Sarah.


Ia lalu keluar kamar dan mencari keberadaan Betty, yang biasanya sedang masak pada jam-jam segini.

__ADS_1


"Mbak Betty..." panggil Sarah yang sudah menemukan orang yang ia cari.


"Iya nyonya? Apa anda ingin makan sekarang?" tawar Betty yang masih sibuk memanggang ikan.


Hmmmm... wanginya enak... gumam Sarah dalam hati.


Ia tiba-tiba lapar. Tapi ia masih ingat tujuannya mencari Betty. Lagi pula kegiatan memasak Betty belum selesai.


"Nanti aja, mbak"


"Lalu? Nyonya mencari saya ada hal lain?"


"Saya mau ke pantai. Sudah lama banget gak main air..."


"Tapi kan, tuan tidak ada nyonya..."


"Makanya aku bilang ke mbak Betty... Sebentar aja kok. Kan disana gak ada orang lain mbak... itu wilayah pribadi..." jelas Sarah dengan nada mengiba.


Betty terlihat menimbang-nimbang permintaan nyonya besarnya. Ia tidak tega juga jika melarang nyonya besarnya melakukan apa yang ia inginkan. Ia juga masih sadar diri, kalau ia hanya ditugaskan untuk menjaga Sarah. Bukan untuk mengurungnya.


"Baiklah nyonya, tapi setelah saya selesai masak ya?"


"Mbak Betty, kalau menunggu anda selesai masak, harinya semakin panas... Saya duluan ya! Tapi jangan lupa susul saya..." jelas Sarah.


Sebelum asisten rumah tangganya itu menjawab, Sarah sudah berjalan santai keluar melalui pintu dapur.


"Seingatku saat hamil dulu, aku tidak pernah ngidam melewati usia kandungan tiga bulan, deh!" gumam Betty pada diri sendiri.


Betty lalu mematikan kompor dan mencari keberadaan Vegas.


"Veg!"


"Ya Bet, ada apa?" tanya Vegas yang langsung muncul dari ruang tengah.


"Saya minta tolong kamu, untuk menemani Nyonya Sarah di pantai belakang. Katanya sih dia mau main air... Saya masih harus menyelesaikan masakan ini."


"Oke, baiklah. Tapi jangan lama-lama ya."


"Memangnya kenapa?" tanya Betty bingung.


"Karena... Aku tidak bisa berenang..." jelas Vegas dengan suara yang dipelankan.


"Astaga..." lirih Betty sambil menggelengkan kepalanya.


"Iya-iya. Sepuluh menit lagi. Pergilah!" perintah Betty.


Vegas langsung menyusul Sarah yang sudah berdiri di bibir pantai. Nyonya besar nya, ternyata sudah tidak sendirian. Ia bersama seorang wanita yang tidak pernah ia lihat sebelumnya. Setengah berlari, ia menghampiri mereka.


👒bersambung...👒

__ADS_1


Siapa ya... Ada yang kepo gak? Atau ada yang tau? Hehehehe... Jawabannya lusa!! 😏


Jangan lupa dukungan nya ya... Like, koment, rate, vote, fav and share. Terima Kasih 😘


__ADS_2