
Jaka terlihat marah. Apalagi saat dilihatnya gadis manja itu menangis di dalam kantornya. Ia bahkan sudah memanggil security. Tapi Debby lebih licik. Ia pura-pura pingsan dan sukses membuat Security dan Pak Selamet sebagai manager HRD yang juga ada di ruangan Jaka menjadi panik.
Jaka masih tidak percaya, mereka mengganti sekertarisnya, Chloe dengan Debby. Gadis ingusan yang tidak punya pengalaman apa-apa di bidang ini. Ia bersyukur karena Chloe hanya di pindahkan, tidak di pecat seperti Sarah. Hanya karena gadis manja ini ingin bekerja dengannya.
Jaka hanya memperhatikan dari tempatnya saat Debby melakukan akting nya, Si security, Amir dan Pak Selamet berusaha menyadarkan Debby.
Rupanya gadis ini ingin main-main denganku ya? Oke, kita lihat sejauh mana ia bertahan di sini...
"Tinggalkan kami, Pak. Saya yakin ia akan sadar sebentar lagi... Kalau tidak saya akan memecatnya saat ini juga. Pekerjaan yang di tinggalkan Chloe lumayan banyak...",
Kedua orang itu pamit.
"Bangunlah! Kalau kau tidak bangun, security akan datang lagi dan membawamu keluar walaupun kamu pura-pura pingsan. Aku tidak peduli",
Debby kemudian duduk dan merapikan bajunya.
"Apakah itu artinya aku boleh bekerja di sini?", Debby bangkit dan mendekati Jaka yang masih duduk di belakang meja kerjanya.
"Oke... tapi kamu harus bekerja dengan baik atau aku sendiri yang akan mengusirmu. Aku tidak membayar orang untuk membuat kesalahan-kesalahan... Bagaimana?", Jaka berencana untuk membuatnya menyesal telah memilih bekerja di sini.
Chloe sekretaris yang hebat. Ia bisa mengurus pekerjaannya dengan sangat baik. Jaka bahkan tidak perlu mengajarkan hal-hal baru, karena wanita itu sangat tanggap dan bisa mencari jalannya sendiri.
Jaka menghubungi Paul melalui telepon kantor. Ia bisa melihat dari CCTV kalau Paul sedang ada di mejanya.
📞Masuklah ke ruanganku Aku ingin kau melakukan sesuatu pagi ini
📞Oke
Debby sudah kembali duduk manis di depan Jaka. Di balik mejanya, Jaka bahkan mengabaikan kehadiran Debby dengan setelan mininya.
__ADS_1
Paul masuk dan wajahnya agak sedikit kaget.
"Maaf Pak, Apa kalian ada meeting?",
Jaka lalu menggeleng. Ia memberi kode agar Paul lebih dekat dengannya.
"Debby, kau akan diajari langsung oleh Paul. Ia lebih mengerti pekerjaan sekretaris daripada aku. Kuharap kamu bersikap baik atau aku akan menarik Chloe kembali ke sini", Jaka mengancam gadis itu. Ia tau hal itu percuma. Tapi Jaka tidak bisa tidak melakukannya.
Jaka bangkit berdiri dan meninggalkan mereka.
"Loh.. loh... Mas Jaka nya mau kemana?", Debby terlihat panik karena targetnya pergi begitu saja.
Debby yang ingin menyusul Jaka dihalangi jalannya oleh Paul.
"Eits... Mau kemana? Sekertaris baru, ini kan jam kerja... kamu harus kerja. Dengar apa katanya tadi...",
"Tapi... ini kan jam kerja. Kenapa dia pergi?",
"Eemmm... karena dia bos nya? Sudahlah. Aku akan mulai dari data-data yang harus kamu input pagi ini...", Paul tau Jaka ingin ia membuat Debby tidak betah di sini. Dan ia tau betul bagaimana caranya.
※※※
Ruang kerja ini cukup tersembunyi, terletak agak ke ujung dan lorong menuju ke sana juga sengaja dibuat agak menyeramkan. Agar tidak ada yang kepo dan berpikir untuk main-main ke sana. Sebenarnya, selain ruang kerja rahasianya di sekitar situ ada gudang tempat para OB menyimpan peralatan kerja mereka.
Pemandangan dari jendela ruangan itu langsung menghadap ke ruang kerjanya yang diketahui semua orang. Jadi sebenarnya, ruang rahasia itu tidak terlalu berada di ujung, hanya saja jalannya memutar dan membuatnya terasa seperti di ujung kantor.
Baru saja ia melihat Paul menumpukkan beberapa dokumen di atas meja kerja Chloe. Jaka tersenyum. Ia tau itu semua bukan pekerjaan Chloe. Paul benar-benar akan mengusirnya.
※※※
Sarah menghubungi ponsel ayahnya untuk yang kedua kali. Ia menunggu beberapa saat sampai akhirnya ada yang menjawab teleponnya.
__ADS_1
📞Halo..
📞Halo Sarah? Ada apa? Tumben kamu telepon di jam kerja..
📞Iya, Yah... Sarah lagi cuti, rencananya besok Sarah mau pulang... Kebetulan cuti kali ini agak lama
📞Benarkah? Kalau begitu, nanti ayah kasih tau ibumu agar menyiapkan makanan kesukaanmu..
📞Baiklah, Yah... aku hanya menyampaikan itu. Salam buat ibu dan adik-adik... Love you...
📞Oke sayang... Love you too...
Sarah meletakkan kembali ponselnya. Ia benar-benar merasa sangat bosan. Dari tadi pagi ia sudah menyelesaikan semua pekerjaan rumah dan sekarang ia benar-benar tidak tahu harus ngapain lagi.
Ia ingin sekali menghubungi Jaka, tapi rasanya tidak pantas. Apalagi sekarang masih jam kerja.
Sarah pergi ke dapur. Ia membuka lemari es dan menemukan beberapa bungkus daging sapi yang belum diolah. Ia berpikir untuk membuat makan siang yang spesial dan mengundang Jaka untuk makan siang di rumahnya.
That seems like a good idea...
Sarah kembali ke kamarnya dan mengambil smart phone miliknya. Iya mengetik pesan untuk Jaka. Jika orang itu bisa datang, Ia akan langsung masak saat itu juga.
📩Apa kau mau makan siang di rumahku? Aku hampir mati karena bosan sendirian. Jika iya, aku akan masak
📩Oke. Aku akan membunuh kebosanan itu. Sampai jumpa nanti siang. Love you, my queen...
Senyum lebar terukir di bibir Sarah. Kata-kata Jaka selalu sukses membuatnya merasa spesial...
♡
♡
__ADS_1
♡
bersambung....