
👣Selamat Membaca👣
Jam baru menunjukkan pukul lima lebih dua puluh saat Jaka terbangun. Ia bergegas keluar kamar karena ponselnya berbunyi, dan ia tidak ingin istrinya terganggu.
📞 Hallo?
📞 Aku sudah menunggu di depan. Jangan membuatku berubah fikiran.
📞 Oke oke. Tumben juga jam segini sudah datang.
📞 Hei, aku baru datang dari Amerika dan langsung kesini. Kalau kau tidak memanggilku, aku masih tidur nyenyak bersama wanita-wanitaku.
📞 Ck! Dasar. Sudahlah.
Jaka mengakhiri panggilan.
Akhirnya Nathan mau datang dan membantu menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi oleh Jaka dan keluarganya. Saat Jaka bilang kalau salah satu orang dari Aldo - ketua dari Gang Macan - menyerang orangnya, Nathan langsung bersedia pulang. Sudah lama ia tidak mendengar kabar dari Aldo yang adalah adik kandungnya.
Setelah mempersilahkan Nathan masuk, Jaka pergi ke dapur dan meminta dibuatkan kopi oleh ART ibunya.
"Apa mau sekalian ikut sarapan, Tuan?"
"Boleh deh, bik. Terima kasih." Jaka kembali ke depan.
Nathan yang sedang asik memainkan ponselnya, dibuat kaget dengan kedatangan Jaka.
"Shiit!"
"Hah? Kenapa kaget? Menghubungi pacarmu?"
"Anak buahku. Aku kesini tanpa sepengetahuan mereka. Apa kau ingin menjelaskan dulu, bagaimana bisa Aldo terlibat?" tanya Nathan yang sudah tidak sabar.
"Jadi, ... ... ..."
Jaka mulai menceritakan masalah penyerangan tadi malam. Sampai pengakuan anak buah Aldo. Selain itu, ia juga mencurigai kalau Aldo-lah yang menahan Debby selama ini.
.
.
"AYAH!!" pekik sebuah suara yang mengagetkan seisi rumah.
Nyonya Ningsih dan beberapa ART yang mendengarnya langsung menghampiri kamar yang di tempati Debby.
Wanita itu terlihat menangis di atas tempat tidurnya.
Nyonya Ningsih berusaha menenangkan gadis itu.
"Dimana Ayahku, tante?! Kenapa ia tidak menjemputku?!" tanya Debby yang masih meringkuk di atas tempat tidur.
"Nak, yang sabar ya... Ayahmu sudah menghadap Sang Pencipta..." jelas Nyonya Ningsih sambil mengelus rambut Debby berusaha menenangkan.
Debby memasang wajah tidak percaya. Senyum mengejek muncul di wajahnya.
"Ayahku tidak mungkin pergi, tante. Aku melihatnya masih sehat dan baik-baik saja. Sekarang, dimana ponselku? Aku ingin menghubungi Ayah!" jelas Debby yang mulai mencari ponsel yang ia maksud di antara bantal dan selimut.
Saat itulah Jaka dan Nathan muncul. Debby yang melihat kedatangan Jaka, langsung tersenyum senang dan menghampiri laki-laki itu.
Dengan manjanya, ia merangkul lengan Jaka. Ia bahkan tidak memperdulikan keberadaan Nyonya Ningsih.
"Sayang, antar aku pulang. Aku rindu ayahku..." rengek Debby dengan manja.
"Maaf Debby, tapi ayahmu sudah tidak ada. Kau menghilang cukup lama. Dan kami tidak bisa menghubungimu..." Jaka berusaha menjelaskan.
Debby terlihat tidak terima dengan penjelasan itu. Ia lalu mulai menangis.
"Aku rasa ia mulai gila..." bisik Nathan pada Jaka yang ada di sampingnya.
"Kalau ia gila, ini semua gara-gara adikmu."
__ADS_1
"Yeah. Kita harus menemukan persembunyian Aldo. Kau bisa memenjarakanya. Anak itu sangat licik..." jelas Nathan.
.
.
.
Sarah terbangun karena mendengar keributan kecil dari luar kamarnya. Ia bangkit dan membuka pintu kamarnya. Ia melihat suaminya menuju ke kamar lain bersama seorang pria bertato.
"Nyonya, sebaiknya tidak usah kesana..." jelas Betty yang muncul tiba-tiba.
Sarah sudah terbiasa dengan kemunculan Betty yang seperti itu.
"Iya mbak. Saya hanya mendengar keributan..."
"Kita sarapan nyonya?"
"Saya menunggu Pak Jaka saja, ya..."
"Pak Jaka masih ada tamu. Apa nyonya mau menunggu?"
"Ya. Eeemmm... aku mau pulang ke rumah saja... Menemui keluargaku."
"Eemmm... itu... Pagi-pagi sekali Vegas dan Johan sudah mengantar mereka kembali ke ke kampung halaman Nyonya, atas perintah Tuan Jaka." Jelas Betty dengan suara yang dipelankan.
"Apa? Kok bisa? Ia bahkan tidak memberitahuku tadi malam!" Omel Sarah, yang kemudian kembali masuk ke dalam kamarnya dan kembali meringkuk di atas tempat tidur.
Betty yang melihat hal itu, hanya bisa menutup pintu kamar dan kembali menjaga Nyonya besarnya dari luar ruangan.
.
.
tok tok tok
Cklek
"Sayang, sepertinya kamu marah ya?"
"Bagaimana menurutmu?" tanya Sarah tanpa melihat lawan bicaranya.
"Oke, aku tahu kamu marah karen aku tidak memberitahumu tentang kepulangan mereka... Tapi, aku melakukannya demi mereka juga. Terlalu bahaya jika berada di sini. Sementara ini, Vegas dan Johan akan menjaga mereka di sana. Dengan begitu, aku hanya perlu fokus untuk menjaga mu di sini..." Jaka mengelus perut istrinya.
Sarah bangkit dan memandangi wajah suaminya. Ia tersenyum dan kemudian mengangguk paham.
"Anda benar juga... Terima kasih karena memikirkan mereka..."
Jaka memeluk Sarah.
Setelah menemukan Aldo, hidup kita akan kembali tenang. Tunggulah sebentar lagi... Batin Jaka.
※※※
Seminggu berlalu setelah kejadian penusukan, di malam resepsi Jaka dan Sarah.
Siang ini Jaka harus bolos dari kantor karena mendapat kabar, jika orang-orang Paul menemukan persembunyian Aldo dan berhasil meringkus mereka. Pada saat ditemukan, Aldo bahkan sedang bersama dengan Debby.
Ya, setelah kejadian malam itu, Debby pergi dari rumah keluarga Sanjaya. Tidak ada yang tahu kemana ia pergi. Mereka juga tidak bisa menahan Debby di sana, karena gadis itu sudah bukan anak-anak lagi.
.
.
.
"Apa kalian merencanakan semua ini!?" tanya Paul dengan nada mengintimidasi.
Aldo yang masih berbaring di ranjang besarnya bersama dengan Debby - yang terlihat seperti setengah sadar - hanya tertawa mendengarkan pertanyaan itu.
__ADS_1
"Tidak ada yang lucu. Kau akan masuk kedalam penjara. Kau tau itu, kan?" jelas Jaka yang kemudian menarik sebuah kursi dan duduk menghadap tempat tidur Aldo.
"Ck! Penjara kau bilang? Hahahaa... aku rindu tempat itu. Silahkan saja jika kalian bisa melakukannya." Aldo menyombongkan diri.
"Kau tau, kan... Kalau Nathan sudah mengambil alih Geng Macan?"
Wajah sombong Aldo yang sejak tadi hanya hanya mentertawakan Jaka dan Paul, sekarang berubah menjadi kaget.
"Omong kosong. Nathan tidak ada urusannya denganku."
"Oya? Dia ketua Geng Naga. Seharusnya kau tau, kalau aku juga teman lamanya. Dan ia berhutang cukup banyak padaku." jelas Jaka datar.
Aldo mulai terlihat geram. Ia lalu memanggil anak buahnya. Tapi sayangnya, seluruh anak buah orang itu sudah di lumpuhkan sejak tadi.
"Apa yang kau berikan padanya?" tanya Paul yang menunjuk kearah Debby, yang sedang tersenyum sendiri dengan mata yang masih terpejam.
"Pel#cur ini? Dia hanya mabuk. Kau bisa membawanya jika mau." jelas Aldo yang sudah bangkit dan berjalan masuk ke kamar mandinya.
.
.
.
Dengan persetujuan Nathan, mereka mengirim Aldo ke penjara dengan tuduhan sebagai otak penusukan salah satu bawahan Paul. Bukan jenis kejahatan yang bisa menahan Aldo agak lama di dalam penjara. Tapi Nathan berjanji, akan mengawasi adiknya itu agar tidak mengganggu keluarga Sanjaya lagi.
Paul juga sudah mengirim Debby ke panti rehabilitasi, karena selama ini wanita itu mengonsumsi sabu yang selalu diberikan Aldo padanya. Aldo benar-benar ingin menguasai Debby.
※※※
Jaka menyandarkan tubuhnya di belakang meja kerjanya. Selama hampir sebulan mereka mengurus masalah itu. Setelah akhirnya selesai, ia berencana mengajak istrinya liburan.
Semua puzzel masalah yang terjadi semenjak kehilangan Sarah, sudah mereka pecahkan. Walaupun kakaknya, Indra Sanjaya yang merupakan otak dari semua masalah itu masih belum ditemukan, Jaka tidak terlalu ambil pusing.
Bapaknya sendiri sudah menarik semua asetnya yang ada pada Indra. Orang itu sudah tidak punya apa-apa lagi. Kalaupun ia muncul, ia akan muncul sebagai orang miskin yang tidak punya uang, apa lagi pengikut untuk melancarkan kejahatannya.
.
.
.
tok tok tok
Cklek
Sarah masuk kedalam kantor milik suaminya. Jaka yang sejak tadi sudah menunggu, langsung menghampiri istrinya itu dan mendaratkan sebuah ciuman.
"Kenapa datang..." tanya Jaka.
"Mampir. Tadi dari cek si kembar..."
"Oh iya. Tadi pagi sudah bilang. Apa kata dokter?"
"Semuanya baik."
"Oke. Baguslah. Oya sayang... Bagaimana kalau kita liburan berdua?"
"Hmmm? Mau kemana?"
"Entahlah. Belum ku pikirkan. Tapi kamu mau, kan?"
Sarah mengangguk. Ia memeluk suaminya. Agak susah karena perutnya yang semakin membesar.
"Aku mau, jika bersamamu..." Sarah tersenyum.
🌷Bersambung🌷
Jangan lupa Like dan Vote nya ya...
__ADS_1
Semoga karya ini bisa menghibur...
Terima kasih...