
»»Hai.hai.hai 😍😍😍
Akhirnya... ada moment bahagia juga.
Buat readers ku tercinta selalu dukung author ya... Jangan lupa like nya, koment and vote.
Supaya uploadnya makin semangat!!««
Sarah mengenakan gaun simple bernuansa putih yang cantik. Hampir seharian kemarin, mereka bertiga mencari gaun untuk hari ini. Walaupun hanya menikah di catatan sipil, ibunya tetap ingin anaknya punya moment indah untuk dikenang.
Gaun pendek itu akan sangat mudah di atur, itulah point nya.
Sesekali Ny. Mutia menghapus air matanya yang menetes.
"Ih, ibu... make up nya luntur kalau nangis terus...", Sandra protes karena mendandani ibunya perlu tenaga ekstra.
"Iya iya... bawel anak ibu nih... namanya juga terharu..." Ny. Mutia merangkul bahu anak bungsunya.
Mereka mengamati calon suami istri itu yang sedang menunggu giliran di ruang tunggu. Ada tiga pasangan yang menikah hari ini. Mereka salah satunya.
"Apa kau menyesal?" Sarah berbisik pad Jaka. Ia tidak mau Jaka menikahinya hanya karena keinginan Ayahnya.
Jaka menggeleng. Ia lalu meneguk air putihnya.
"Aku hanya sedikit gugup..." Jaka tidak pernah segugup ini. Bahkan saat menikahi Angel dulu.
Sarah meraih tangan calon suaminya, ia mencium punggung tanggangan Jaka.
"Tenanglah... kita bahkan tidak mengundang siapa-siapa..." Sarah mencoba menenangkan Jaka.
Jaka menatap wajah calon istrinya, iya tau kalau bukan pernikahan seperti ini yang Sarah dambakan.
"Aku berjanji, jika saatnya tepat nanti, kita akan melaksanakan resepsi mewah hanya untukmu, Sayang..." Jaka tidak pernah bosan memandang wajah Sarah.
Sarah hanya tersenyum mendengar kata-kata Jaka. Ia tau Jaka pasti akan menyiapkan perta mewah jika pernikahan mereka benar-benar direncanakan secara matang. Tapi saat ini, mereka menikah karena Ayah Sarah. Ia ingin pembuktian dari Jaka.
"Tuan Jaka Putra Sanjaya dan Nona Sarah Ayuasmara Clay... Lima menit lagi giliran kalian. Silahkan persiapkan seluruh keperluannya..." seorang pegawai memanggil nama mereka.
Sarah tersenyum. Ia merapikan jas yang dikenakan Jaka. Inilah saatnya. Setelah ini ayahnya tidak akan mempermasalahkan Jaka dan keluarganya lagi. Iya kan??
__ADS_1
※※※
Jaka melepaskan dasi yang dari tadi terasa mencekik lehernya. Akhirnya Sarah resmi menjadi Ny. Sanjaya. Ia juga resmi menjadi menantu keluarga Clay.
Setelah acara di kantor catatan sipil tadi, mereka langsung makan siang di salah satu restoran mewah di daerah situ. Setelah menjelang sore, akhirnya Jaka bisa merebahkan tubuhya di atas tempat tidur Sarah. Ya, ia sekarang akan tidur bersama istrinya.
"Apa kau ingin mandi dulu..." Sarah membuka kancing baju kemeja Jaka.
Jaka kemudian menangkap tangan istrinya dan mencium bibir wanita itu.
"Jangan menggodaku... kau kan sedang datang bulan nyonya..."
"Well... maaf. Bukan aku yang menyetujui permintaan Ayah..." Sarah melepaskan ikat pinggang Jaka tanpa diminta.
"Ayah... Apa aku sudah boleh memanggilnya Ayah mertua?" Jaka memandang foto istri dan keluarganya di atas meja.
Sarah memeluk Jaka dari belakang. Ia menghirup aroma maskulin suaminya. Seperti yang ia kenal selama ini.
"Tentu saja boleh... aku akan ngamuk kalau Ayahku masih tidak berubah sikapnya padamu... Kau menantu keluarga ini, kan?" Sarah menjelaskan.
"Aku tidak sabar memiliki anak denganmu..." Jaka berbisik di telinga Sarah. Kata-kata itu membuat Sarah tersipu. Ia lalu menarik Jaka kedalam ciumannya.
※※※
Axel memasukkan koper kakak dan iparnya kedalam bagasi mobil. Mereka akan pergi bulan madu untuk beberapa hari dan kemudian kembali kekehidupan nyata. Pekerjaan dan segala keruwetannya.
"Kau benar-benar meninggalkan mobil ini untukku?" tanya Axel masih tidak percaya.
"Kurasa begitu. Sebelum kuganti dengan model yang kau sukai, oke? Jaga ia baik-baik." Jaka menjelaskan.
Mereka akan langsung terbang ke Bali. Itu rencananya.
"Ayah... Ibu... Sarah pergi dulu ya... Tahun baru nanti Sarah pasti pulang..." Sarah menjelaskan. Ia berusaha menahan air mata yang sudah akan menetes.
Pak Arnold memeluk putri sulungnya.
"Baik-baiklah dengan suamimu. Jika ada apa-apa dengan kalian, jauhkanlah emosi dan berfikirlah yang logis... Semoga keluarga mereka bersikap baik padamu..." ayahnya menyelipkan pesan-pesan yang membuat Sarah tenang.
Kini gantian Ibu Mutia yang memeluk Sarah.
"Jaga diri baik-baik. Sebagai istri, prioritasmu sekarang adalah suami. Jangan pernah mempermalukannya di depan orang lain, sayang... Ibu menyayangi kalian berdua..."
__ADS_1
Sarah tersenyum mendengar petuah-petuah yang diberikan padanya. Ia senang ayahnya sudah tidak menganggap Jaka sebagai musuh lagi.
Jaka mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan ayah mertuanya. Tapi orang itu malah menarik Jaka ke dalam pelukannya.
"Kau harus menjaga putriku baik-baik. Dia tanggung jawabmu sekarang."
Jaka mengangguk yakin mendengar perintah itu. Nyonya Mutia menepuk-nepuk bahu Jaka yang masih berada di dalam pelukan suaminya. Iya sendiri tidak mengira kalau kedua orang ini akhirnya akur.
Sarah dan Jaka melambai kepada kedua orang tua mereka. Di depannya ada Axel dan Sandra yang akan mengantar mereka ke stasiun kereta terdekat. Dari sana mereka akan menuju ke bandara Merah Putih. Mereka akan terbang ke Bali untuk bulan madu selama seminggu.
※※※
Jaka memeluk Axel dan Sandra bergantian. Begitu pula Sarah.
"Kau tau, karena akhirnya kakak menikah... aku bisa membawa pacarku ke rumah dan mengenalkannya pada ayah dan ibu..." Axel menjelaskan.
"Jangan macam-macam adik kecil. Kau masih terlalu muda untuk menikah. Awas saja kalau aku tiba-tiba dapat undangan pernikahan darimu!!" Sarah mengancam.
"Ha.. ha.. ha.. Tenanglah nyonya muda... Aku rasa Axel sudah bisa bertanggung jawab atas dirinya sendiri... benar begitu, kan?" Jaka merangkul istrinya.
"Kau benar kakak ipar. Tapi kakak tenang saja... Aku akan selalu mengutamakan keluarga... Kalian baik-baik ya disana... Kalau ada apa-apa, langsung kasih kabar. Keluarga akan selalu yang utama..." Axel pidato.
"Oke. Kau terdengar seperti Ayah." Sandra memukul lengan abangnya.
"Sandra, jaga dia baik-baik," Sarah melirik tajam ke arah Axel.
Sandra hanya mengacungkan kedua jempolnya tanda mengerti.
Sampai kereta itu berangkat, Axel dan Sandra masih disana. Ia melambai pada sepasang pengantin baru itu.
Sarah menghapus air matanya. Beberapa hari ini mengubah hidupnya. Ia bahkan tidak pernah bermimpi akan menjadi Ny. Sanjaya secepat ini.
♡
♡
♡
Bersambung...
__ADS_1
Images: Google Search ✌