Lay With The Devil

Lay With The Devil
Berita Duka


__ADS_3

πŸŽ‹Happy ReadingπŸŽ‹


Hari ini adalah jadwal periksa kandungan Sarah. Saat bangun tidur tadi pagi, ia baru sadar kalau mereka belum memberi tahu orang tua Sarah, kalau Sarah hamil anak kembar.


"Gimana ya... Apa di kasih tau sekarang aja?" tanya Sarah pada suaminya yang sedang bersiap.


Sarah sendiri sudah siap berpakaian. Tanpa make up pun wanita itu selalu cantik. Apalagi sejak ia hamil, Suaminya bilang aura kecantikan istrinya semakin terpancar.


"Kalau menurutku sih, bilang aja. Nanti deh, pulang dari periksa kandungan. Pokoknya sebelum kita kembali kerumah... Oke?" Jaka menyarankan.


Sarah mengangguk setuju.


β€»β€»β€»


Karena Sarah sudah mendaftar sejak semalam, jadi ia bisa bertemu dengan dr. Gunadi, SpOG tanpa harus menunggu lama.


Ruangan dr. Gunadi, SpOG


Dokter Gun - begitu ia ingin dipanggil - sedang membaca buku kehamilan yang selalu dibawa Sarah kemanapun ia pergi. Kata dokter Billa, buku itu untuk memberi tahu keadaan si ibu dan calon bayi.


"Hhmmm, Anak kembar... Selamat ya... Tapi, kalian pasti juga sudah diberi tahu jika kehamilan anak kembar itu memiliki resiko lebih besar, bukan?"


"Maksudnya resiko? Bagaimana ya, dok?" tanya Jaka mewakili rasa penasaran Sarah.


"Ya... semua kehamilan memiliki resiko. Tapi kehamilan kembar memiliki resiko lebih besar. Kehamilan yang sudah masuk trimester kedua membuat si ibu mulai mengalami produksi hormon yang tidak seimbang. Jika si ibu tidak bisa memenuhi nutrisinya, bisa jadi saat lahir bayi akan kekurangan berat badan, bayi bisa lahir prematur dan hal lainnya. Selain itu ada beberapa penyakit yang biasanya menyertai si ibu, tapi dengan pemeriksaan rutin dan penanganan yang tepat, kondisi-kodisi itu bisa dicegah..."


"Begitu ya dok... Saya, sering merasa ngantuk dan cepat lelah dok... Apa saya harus cek kondisi saya? Atau hal itu termasuk normal?"


"Nyonya, kita tidak bisa mendiagnosa suatu penyakit hanya dengan perkiraan dan tebak-tebakan saja. Setelah pemeriksaan rutin, saya juga akan menganjurkan anda melakukan cek darah, agar kita bisa mengetahui kondisi kesehatan calon ibu dengan kehamilan bayi kembarnya..."


Mereka lalu melakukan USG lagi. Jaka juga ingin tau bagaimana perkembangan anak-anaknya di dalam kandungan Sarah.


Lima belas menit kemudian, mereka selesai. Mereka lalu di arahkan untuk ke laboraturium esok harinya dan melakukan cek darah lengkap. Selama semalaman, Sarah harus puasa terlebih dahulu.


Sarah merasa sangat senang, karena Jaka benar-benar memperlihatkan kesigapannya sebagai calon Ayah.


β€»β€»β€»

__ADS_1


Di Rumah Keluarga Arnold Clay


Sarah kembali merasa ngantuk. Bagaimana tidak, ia baru saja menghabiskan makan siangnya dan semangkuk salad buah buatan ibunya.


"Sayang mau tidur?" tanya Jaka yang melihat istrinya beberapa kali menguap.


"Iya nih... Ngantuk banget... Saya tidur, ya?" tanya Sarah yang sudah merebahkan dirinya di atas tempat tidur.


Jaka tersenyum saja. Tidak perlu waktu lama, istrinya itu sudah terlelap. Dengan perlahan Jaka menaikkan selimut hingga batas pinggang istrinya.


Ia lalu mengambil ponselnya dan menghubungi Paul.


πŸ“ž Iya, Pak?


πŸ“ž Bagaimana kemajuan Nathan? Apa ia sudah memberi kabar lagi?


πŸ“ž Zero. Ia sudah menyebarkan seluruh anggotanya di sana. Tapi belum juga menemukan Indra. Club itu juga sudah tidak beroperasi lebih dari dua bulan.


πŸ“ž Hebat sekali ia. Baiklah, kabari aku jika ada perkembangan.


πŸ“ž Satu hal, Pak.


πŸ“ž Kami baru saja menerima info kalau Pak Maulana meninggal dunia.


πŸ“ž Hah? Bagaimana bisa? Kapan?


πŸ“ž Tadi malam. Serangan jantung.


Jaka mengakhiri panggilan. Ia lalu menghubungi Ibunya.


tut tut tut...


Nomor yang anda tuju sedang sibuk atau berada di luar jangkauan...


Apa ibu lagi ngelayat ya? batin Jaka. Ia lalu mencoba menghubungi Bapaknya.


πŸ“ž Hallo

__ADS_1


πŸ“ž Hallo nak. Apa kau sudah dengar kabar?


πŸ“ž Meninggalnya Pak Maulana? Sudah, Pak. Barusan dari Paul.


πŸ“ž Iya. Dan sekarang anaknya menghilang. Debby tidak bisa ditemukan.


Masalah apa lagi ini... batin Jaka.


πŸ“ž Kalau begitu Jaka suruh orang Jaka ikut mencarinya. Apakah jenazah sudah dimakamkan, Pak?


πŸ“ž Sudah. Bapak dan Ibu baru saja dari sana. Kapan kalian pulang?


πŸ“ž Secepatnya, Pak...


πŸ“ž Baiklah, jaga diri kalian baik-baik. Tambah pengamanan kalian. Entah mengapa perasaan Bapak jadi tidak enak...


Tanpa di suruh pun, Jaka selalu membawa penjaga terbaik bersamanya. Tidak ada yang tau memang, anggap saja orang-orang itu bekerja di bawah bayangan. Seperti sekarang, ia datang ke kota kelahiran Sarah tidak sendirian. Ada sekitar tujuh orang yang menjaganya. Dari jarak aman, istrinya bahkan tidak tau kalau ia dijaga juga selain oleh Betty.


Jaka tidak ingin kehilangan Sarah lagi. Itulah alasan utamanya. Namun setelah Indra tidak bisa dilacak dan Debby menghilang, ia merasa ada yang tidak beres disini...


β€»β€»β€»


Setelah kemarin malam Sarah melakukan puasa seperti perintah dokter Gun, Pagi ini jadwalnya untuk ambil darah. Mereka diminta kembali lagi setelah jam makan siang untuk membaca hasil pemeriksaan.


"Ingin jalan-jalan?" tanya Jaka yang sedang merangkul istrinya erat. Mereka sedang berjalan di lorong rumah sakit yang panjang.


"Boleh... Kalau gitu saya ajak kalian ke taman dekat sini yuk, namanya taman mawar. Semua jenis bunga mawar ada di sana. Dan selalu berbunga..." jelas Sarah riang.


Jaka merasa hatinya lega. Ia senang jika istriya bahagia seperti saat ini...


β˜•Bersambungβ˜•


Lagi-lagi author mengucapkan terima kasih. Minta maaf juga karena Up kali ini rada telat...


Jangan lupa kasih dukungan terus buat author ya. Sekali lagi TERIMA KASIH!!


Tunggu episode selanjutnya yaaa...

__ADS_1



__ADS_2