
🍒Happy Reading🍒
Jaka dan Paul sedang berdiskusi penting di ruang tamu. Di hadapannya ada tiga orang 'orang pilihan' yang sudah di seleksi oleh Paul sendiri.
Seperti apa kata Jaka, ia akan menempatkan tiga orang di rumah baru mereka. Sebagai bodyguard, security dan asisten rumah tangga untuk Sarah, istrinya.
Sarah sendiri sedang menikmati matahari pagi di balkon kamarnya. Nanti saja ia bergabung dengan orang-orang itu.
"Saya ingin kalian memperkenalkan diri kalian..." Jaka terlalu malas membaca profil yang dibuat oleh Paul.
"Nama saya Johan. Saya security lulusan terbaik. Tapi pekerjaan ssbagai security tidak terlalu menjanjikan. Saya menerima pekerjaan ini karena upahnya jauh di atas rata-rata," Laki-laki bertubuh proporsional itu menjelaskan.
Jujur sekali orang ini. Benar jujur apa hanya cari muka? Kita lihat saja nanti... batin Jaka.
"Saya Vegas. Mantan preman saat muda. Saya juga mantan petarung ring. Keahlian saya kick boxing. Saya sudah lama bekerja dengan bos Paul. Saya berutang budi dengannya dan berjanji akan menuruti kata-katanya." jelas Vegas dengan tangan terlipat di depan dada.
Lalu sampai kepada orang terakhir. Seorang wanita jangkung dengan pakaian yang seperti laki-laki. Wajahnya yang tanpa senyum membuat Jaka agak meragukannya.
Apa benar ia mau mengurus rumah dan masak? Meragukan...
"Pagi semua. Nama saya Betty. Sebelumnya saya bekerja sebagai TKW selama lima tahun di Malaysia. Selama disana, saya mendalami karate karena saya merasa perlu melindungi diri saya sendiri. Saya yakin saya bisa di andalkan untuk mengurus rumah dan menjaga nyonya Sarah sekaligus. " jelasnya dengan pede.
Luar biasa. Paul memang memiliki koneksi yang sangat luas. Bisa-bisanya ia mendapatkan orang-orang dengan skill di atas rata-rata seperti ini.
"Baiklah. Saya mengandalkan kalian. Paul tentu sudah menjelaskan tentang pekerjaan kalian masing-masing. Saya harap, kalian sudah siap untuk bekeja disini..."
Mereka semua mengangguk paham. Jaka lalu menemui istrinya.
"Mari ku kenalkan dengan orang-orang yang akan bergabung di rumah ini." jelas Jaka yang sudah menggandeng tangan Sarah erat. Sarah mengikuti langkah Jaka.
"Ini Sarah, istri saya. Tugas kalian adalah melindunginya. Memenuhi semua keperluannya."
Sarah tersenyum agak ragu saat melihat tiga orang dihadapannya.
Sepertinya Pak Jaka terlalu berlebihan kali ini. Aku akan bilang nanti...
※※※
Jaka tengah mempersiapkan bekal perjalanan mereka. Karena akan pergi selama tiga sampai empat hari, jadi bawaan mereka juga lamayan banyak.
"Done... Sebelum tengah hari kita berangkat. Oke?"
Sarah hanya bisa mengangguk. Ia kan lupa bagaimana agar sampai kerumahnya. Jadi baginya, perjalanan ini sangat baru.
Vegas dan Betty akan ikut perjalanan mereka kali ini. Mereka memilih untuk pergi dengan kereta api daripada naik mobil pribadi. Setelah pengalaman mereka kemarin, naik kereta api jauh lebih nyaman walaupun memerlukan waktu satu jam lebih lambat untuk sampai.
※※※
Sarah sudah duduk di kursinya. Seorang prami - sebutan untuk pramugari di kereta api (google) - membantu Sarah dengan menjelaskan bagian-bagian bilik. Sarah mengangguk setiap wanita itu selesai bicara.
"Saya baru tau naik kereta api bisa senyaman ini..." jelas Sarah pada Jaka yang biliknya berada tepat di depannya.
Sayangnya, tidak ada bilik yang berseblahan. Hal itu membuat Vegas harus bolak-balik mengecek kedua boss-nya. Begitu juga Betty yang sesekali mengecek keperluan Sarah.
__ADS_1
"Saya baik-baik saja, mbak Betty. Istirahatlah. Memangnya ada hal apa, yang bisa terjadi disini?" jelas Sarah dengan mata tertutup. Ia masih suka mengantuk pada jam-jam begini.
※※※
Sarah merasa ada sesuatu yang mengganggu tidurnya. Saat ia membuka mata, ternyata Jaka dan Vegas sedang bicara di depannya.
"Eh... Ada apa? Kenapa anda terlihat sangat khawatir, Pak Vegas?" tanya Sarah yang kemudian menurunkan kaki kursinya agar ia bisa duduk.
Ia melirik Jaka sekilas.
"Tidak Nyonya. Saya hanya melaporkan keadaan sekitar... Dan, nyonya cukup panggil saya Vegas. Jangan dipanggil 'Pak'..." ia menjelaskan.
Sarah hanya mengangguk. Ia lalu berdiri dan meninggalkan kursi.
"Nyonya, biar saya temani..." jelas Betty saat melihat boss wanitanya beranjak dari tempat duduk.
Aish. Kok aku jadi merasa tertawan dengan perlakuan mereka? Pak Jaka harus memperingatkan mereka masalah privasi...
"Saya hanya mau ke WC. Tidak perlu sampai diantar, mbak."
"Sayang, ia hanya menjalankan tugas. Toh ia tidak mengganggumu..." jelas Jaka menengahi.
Sarah melirik Betty yang kemudian menjaga jarak dengannya.
Terserahlah...
※※※
Setelah lima jam perjalanan, mereka tiba di stasiun kota kelahiran Sarah.
Sarah yang sudah siap turun, dihalangi langkahnya oleh Jaka.
"Pak Jaka? Kenapa?"
"Sebelum kita bertemu mereka, ada satu hal lagi yang ingin kuberitahukan tentang kondisi keluargamu... Aku ingin kau tidak merasa terbebani, tidak merasa sedih berlebihan, atau hal-hal lain yang bisa mengganggu kesehatanmu sendiri... Kau janji ya?"
"Eh? Mana bisa saya menjanjikan hal yang tidak saya tau. Tapi... Saya akan berusaha kuat untuk mereka. Memangnya ada apa sih, Pak?"
"Mereka sudah tau kalau kau amnesia. Dan... ayahmu saat ini sedang sakit, ia menderita stroke ringan..."
Sarah terlihat kaget. Ia kemudian tertunduk, bahunya bergetar.
"No... Jangan nangis... Kan aku sudah bilang kamu harus kuat..."
"Ke-kenapa tidak bilang sejak awal? Anda jahat, Pak!"
"Tidak sayang. Dengarkan..." Jaka mengajak Sarah kembali duduk "Aku membuatmu terlambat mengetahui hal ini, agar pikiranmu tidak terlarut dalam kesedihan. Kalau aku beri tahu sejak kemarin-kemarin, aku yakin kau akan menjalani hari-harimu dengan kesedihan. Dengan rasa bersalah. Benarkan?"
Sarah mengangguk. Jaka mengusap air mata yang mengalir di pipi Sarah.
"Satu hal lagi... Tolong jangan bicara tentang dirimu yang sempat di penjara, pokoknya hal-hal tentang itu semua... Aku memang sudah memberi tahu Axel. Dan kami sepakat untuk tidak membicarakan masalah itu di depan keluargamu. Kasian ayahmu... Bagaimana?" tanya Jaka meminta persetujuan Sarah.
Sarah mengangguk. Sekarang ia tidak lagi menangis. Ia mencoba tersenyum.
"Pak, terima kasih sudah memikirkan keluarga saya..." Sarah menjelaskan. Jaka mengusap rambut istrinya.
__ADS_1
Mereka lalu keluar. Diluar, sudah ada Axel dan Sandra yang menjemput mereka.
Namun, Axel yang tidak bisa menahan kekesalan saat melihat Jaka, langsung maju dan menghantamkan tinjunya ke wajah Jaka.
Bugh!!
Vegas yang merasa kecolongan langsung menangkap tubuh Axel dan membuatnya jatuh kelantai. Vegas menahannya dibawah sana.
Betty sudah menghadang Sarah agar tidak maju lebih jauh.
Sandra kaget dan menjerit. Sarah juga tidak kalah kagetnya dengan kejadian cepat itu.
"AXEL! WAS MACHST DU?! (Axel, apa yang kamu lakukan?!)" Sarah berteriak.
Mereka semua kompak menatap Sarah.
Sarah langsung mendekati Jaka dan mengamati keadaan suaminya.
"Anda baik-baik saja?" tanya nya sambil menghapus setitik darah yang mengalir dari ujung bibir Jaka, dengan ibu jarinya.
Jaka menangkap tangan itu.
"Kau mengingat sesuatu?" Jaka penasaran.
Sarah mengangguk "Saya ingat, itu Axel dan Sandra. Adik saya. Tapi saya belum mengingat hubungan kita. Maaf..."
"Tidak perlu buru-buru..." jelas Jaka yang kemudian menyuruh Vegas melepaskan Axel.
Vegas terlihat tidak senang dengan Axel.
"Maafkan tindakan Axel, kak..." jelas Sandra yang kemudian memeluk Sarah.
Sarah membalas pelukan itu. Ia lalu mendekati Axel yang masih terlihat jengkel.
"Aku mengingatmu, jagoan. Tapi tidak dengan suamiku. Bersikaplah yang baik padanya..." Sarah memeluk Axel. Ia tau adiknya hanya kesal karena Jaka pernah kehilangan dirinya.
.
.
.
Setelah itu, mereka lalu meninggalkan stasiun dengan mobil Jaka yang ia tinggalkan untuk Axel dulu. Perjalanan yang harusnya singkat, menjadi terasa lama karena sebuah insiden yang tidak perlu.
🍃bersambung🍃
Terima kasih lagi saya sampaikan untuk para readers & author yang sudi mampir disini...
Karya ini mungkin jauh dari kata bagus, tapi saya selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk kalian.
Like, koment, vote, rate dan favorite adalah macam-macam dukungan yang bisa kalian berikan. Kasih komentar kalian supaya saya bisa mengunjungi balik karya kalian.
Untuk silent readersku (yang suka like tanpa komentar), Sekali-kali koment dong... Biar saya bisa like profil kalian. Hitung-hitung nambah teman. Sekali lagi... Terima kasih yaa... 😘
🎨Images: Google Search
__ADS_1