
Sarah memarkirkan mobil Jaka. Ia tidak terlalu pandai mengendarai mobil. Untungnya jarak dari tempat mereka berhenti sampai ke penginapan itu hanya lima menit dengan kecepatan Sarah yang hanya 40 km/jam. Mereka sampai dengan aman.
°°°
"Sebaiknya kau istirahat. Masih ada dua jam lagi agar kita sampai ke rumahku. Tapi... apa kau yakin ingin tetap ikut bersamaku?",
Jaka menatap wajah Sarah yang masih khawatir. Tidak terlalu bengkak, tapi terlihat sekali kalau wanita itu habis menangis.
"Aku ingin menikahimu... kalaupun Bapakku tidak mengijinkannya, aku sama sekali tidak peduli... Tapi orang tuamu... mereka harus di yakinkan dengan sungguh-sungguh...", jelas Jaka. Ia lalu menarik Sarah ke dalam pelukannya dengan lembut ia mencium bibir wanita itu.
Sarah menyambut ciuman Jaka yang terasa penuh kesedihan. Ia tidak ingin Jaka-nya merasa sedih. Sarah melepaskan ciuman itu dan kemudian mundur satu langkah. Saat itulah ia melihat kalau air mata Jaka mengalir. Sarah tidak pernah melihat Jaka menangis itu artinya saat ini perasaannya benar-benar sedang kalut. Sarah maju dan kembali memeluk Jaka.
"No... please stop it...",
"Cuma kamu...", Jaka menghapus air mata nya "Berjanjilah kau tidak akan meninggalkanku...".
Sarah tau ia tidak bisa menjanjikan hal seperti itu. Ia juga kemiliki ketakutan jika keluarganya tidak akan menerima Jaka sampai kapanpun.
Sarah menghela nafas panjang.
"Aku berjanji...",
Jaka memeluk Sarah.
"Terima kasih... Aku rasa aku harus mandi...", Jaka mengecup bibir Sarah sekilas.
Jaka keluar kamar untuk mengambil tas nya di mobil.
Sarah mengeluarkan ponsel dari dalam tas kecilnya.
📩Yah, aku agak terlambat... Mugkin agak kemalaman... Ada hal yang harus ku urus lebih dulu
📩Hati-hati di jalan sayang...
Sarah bsrsyukur ayahnya sudah lebih baik. Beberapa bulan terakhir, ia sakit dan hanya mengandalkan Ibu dan kedua adik Sarah. Tidak jelas apa yang di deritanya. Kata dokter hanya karena pikiran dan stress.
Sarah merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Ia sengaja memesan satu kamar hanya untuk Jaka. Tapi ternyata berbaring menyenangkan juga.
Ia tiba-tiba mengantuk.
Cklek
Sarah terbangun karena kaget. Ia seperti mendengar suara pintu di tutup. Sarah bangkit dan mendekati pintu kamar. Ia mencoba membukanya. Terkunci. Kartu kuncinya terletak di atas meja.
"Sayang? Apa itu kau?", Sarah mencoba mencari jawaban. Ia lalu mendekati pintu kamar mandi yang tertutup.
__ADS_1
Cklek
"Oh!! Maaf... maafkan aku!!", Sarah kaget. Ia melihat Jaka yang polos tanpa pakaiannya.
Astaga!! Dasar bodoh. Dia kan sudah bilang akan mandi!!
"Apa kau ingin bergabung?", Jaka memanggil Sarah yang masih berdiri di depan kamar mandi.
"Ti..tidak. Teruskan saja. Aku akan keluar sebentar!",
Sarah pergi. Ia keluar untuk mencari udara segar.
Jaka memang membelakangiku, tapi tetap saja...
Ah... tatto itu. Aku baru tau kalau ia pernah nakal...
°°°
Jaka merebahkan dirinya di atas kasur. Sangat nyaman. Ia meraih ponselnya dan menghubungi Sarah.
📞Apa kau akan masuk? Aku akan tidur sebentar kalau boleh...
📞Istirahatlah... aku akan masuk sebentar lagi. Apa kau ingin dibawakan sesuatu?
📞Baiklah...
📞Hei Sayang...
📞Ya??
📞Segera kembali. Aku tidak ingin kau kenapa-napa...
Jaka meletakkan ponselnya. Ia menarik selimut yang terletak di bawah kaki nya.
°°°
Sarah menutupi kepalanya dengan bungkusan yang ia bawa. Ia tidak menyangka hujannya akan langsung turun sebanyak ini. Ia juga menarik kulot nya sampai lutut.
Astaga... Astaga... Habis basah semua....
Saat itulah...
CETAAR!!!
Suara petir yang sangat nyaring membuat Sarah melepaskan belanjaannya dan langsung berjongkok sambil melindungi kepalanya.
__ADS_1
Argh!! Ya ampun!! ya ampun!!
Kepanikan mulai menguasai tubuhnya. Tangannya gemetar. Ia ingin berdiri untuk kembali masuk ke kamarnya. Tapi saat ia berdiri, kakinya bergetar dengan hebat. Ia malah jatuh terduduk dan membuat jumpsuitnya basah.
CETAARRR!!!
Jaka terbangun karena kaget.
"Sarah?!", Jaka langsung mencari Sarah. Tapi wanita itu belum kembali. Ia lalu keluar untuk mencari Sarah. Ia tidak peduli walau ia hanya memakai baju singlet dan boxer saja.
"Sarah!!",
"Sarah!!", Jaka berusaha melawan suara hujan.
Saat itulah ia melihat sosok Sarah yang sedang terduduk di atas lantai yang basah sambil menutup telinganya. Dengan cepat, Jaka menghampiri Sarah.
Saat Jaka menghampirinya, ia melihat ketakutan di mata wanita itu. Jaka memeluknya. Dengan sekali gerakan, Jaka mengangkat tubuh lemah Sarah.
Bodohnya aku!! Jaka mengumpati dirinya sendiri.
°°°
Jaka mendudukan Sarah di sofa. Wanita itu menggigil. Jaka menarik selimut yang tadi ia kenakan dan membalutnya di tubuh Sarah.
Beberapa saat dan wanita itu masih menggigil.
"Maaf, tapi kamu harus melepaskan pakaian basah itu", Jaka menjelaskan.
Tanpa disuruh dua kali, Sarah melepaskan bajunya. Hanya tinggal baju dalamannya . Jaka mengambil selimut baru dan melilitkannya ke tubuh Sarah. Ia lalu mengangkat Sarah ke atas tempat tidur.
"Istirahatlah... Aku juga harus ganti baju...", Jaka menjelaskan. Untungnya hujan sudah mulai reda. Tidak ada lagi suara petir terdengar.
Jaka sudah msngganti bajunya. Ia lalu naik ke tempat tidur. Ia kemudian berbaring dan memeluk Sarah.
Sepertinya ia sudah tidak menggigil lagi.
Tidak perlu waktu lama sampai akhirnya Jaka ikut tertidur pulas si samping Sarah...
♡
♡
♡
bersambung... 😘
__ADS_1