
*
*
*
Ana berada di tempat yang aneh disana ibunya berteriak kepadanya, "Kamu gadis bodoh, awas saja kau pulang nanti." Ana mulai memohon padanya dan saat itulah Ana terbangun di sebuah ruangan yang serba putih.
Ana bertanya-tanya di mana dia saat ini, tempat itu terlihat sangat aneh dan Ana tidak pernah ingat datang ke sini, yang dapat dia ingat hanyalah saat dia mencoba yang terbaik untuk membawa kakinya melangkah pergi ketempat kerja, kemudian dia benar-benar kosong dan setelah sadar dia bangun di tempat yang aneh.
Kemudian dia mendengar suara yang dia kenal, "Hei! Kamu sudah bangun." Anak bosnya berkata dengan senyum kecil di wajahnya.
Ana tahu dia sudah mati, "Maaf di mana saya, Tuan?" Ana bertanya kepadanya.
"Kamu di rumah sakit, kamu cukup beruntung karena saat aku sedang dalam perjalanan pulang aku melihat mu berjalan dan tiba-tiba merosot di jalan, aku harus membantumu jadi aku membawamu ke sini untuk berobat. Haruskah aku mengatakan kamu yang beruntung, aku percaya aku selalu tersedia untuk membantumu di saat dibutuhkan, percayalah, kamu berutang banyak padaku." Ucap Sean.
Ana tidak percaya putra bos nya yang selalu menyelamatkannya, dia adalah kesatria berbaju zirahnya sama seperti yang ada di film tetapi ini berbeda dia adalah majikannya, jadi Ana hanya berterima kasih padanya dan memberi tahukan bahwa dia baik-baik saja sekarang tetapi harus kembali bekerja dengan laporan dari rumah sakit bahwa dia tadi pingsan dalam perjalanan sehingga membuatnya tidak dapat melanjutkan pekerjaan tepat waktu.
"Baiklah, kamu ingin pergi maka aku akan meninggalkanmu di sini untuk membayar tagihanmu dan ingat ini adalah salah satu dari 10 rumah sakit teratas yang aku bawakan untukmu dan kurasa kamu tahu berapa biaya yang akan kamu bayar nanti?" Kata Sean berencana meninggalkannya.
Ana tidak percaya ini, dia belum mampu membayar taksi dan sekarang majikannya menyuruhnya membayar tagihan rumah sakit. Ana tidak pernah memintanya untuk membawanya ke rumah sakit yang mahal bahkan saat dia menyelamatkannya.
Ana tidak bisa bicara kasar pada majikannya, tapi kenapa dia marah? Apakah karena menurutnya Ana tidak menghargai kesehatannya? Ana hanya takut Nyonya Altemose akan menelepon orang tuanya dan mengatakan kalau dia tidak masuk kerja. Ana sungguh takut dihukum lagi.
"Tolong saya Tuan, saya minta maaf, saya tidak mampu membayar tagihan ini. Saya terpaksa merepotkan anda lagi, karena hanya anda yang bisa membayarnya. Saya yakin biaya ini kecil bagi anda. Tolong bantu saya lagi, saya berjanji akan bersedia melakukan semua yang Anda minta, saya akan bekerja lebih keras lagi untuk menggantinya. " Ucap Ana dengan suara parau.
Sean berbalik dan berkata, "Kamu adalah manusia yang keras kepala tetapi sangat sederhana, waktumu habis untuk hari ini dan itu saja." Sean menarik kursi dan duduk menatap Ana menunggu jawaban.
Ana memang tidak berbohong, dia sungguh tidak mengerti apa yang Sean maksud dengan waktunya dan itu saja. Jadi dia hanya bisa berkata, "Maafkan saya, tetapi saya masih belum mengerti apa yang Anda maksud, tolong buat saya mengerti."
__ADS_1
"Aku hanya ingin tahu mengapa seorang gadis muda seperti mu selalu memiliki begitu banyak masalah dan bagian yang mengejutkanku adalah saat aku mengetahui kalau kamu menderita infeksi paru-paru, jadi aku ingin bertemu dengan mu dan mencari tahu banyak hal dari mu tetapi dengarkan baik-baik sebelum kamu memutuskan ya atau tidak karena aku tahu kamu adalah tipe orang yang keras kepala, mengatakan tidak berarti aku tidak akan rugi apa pun di sini tetapi kalau kau mengatakan iya akan menguntungkan untuk mu, pilihan ada di tangan mu," kata Sean dengan senyum singkat di wajahnya.
Astaga, Ana benci kalau Sean tersenyum seperti itu dimatanya Sean terlihat sangat imut dan menggemaskan.
Ana tahu mengatakan tidak sama sekali tidak akan menguntungkannya jadi dia tidak punya pilihan selain mengatakan iya tapi alhamdulillah hanya untuk beberapa jam.
Ana memutar bola matanya dan berdehem sambil berkata, "Ya, aku setuju".
"Pilihan yang bagus, sekarang aku akan meminta dokter untuk segera mengeluarkanmu jadi kita bisa pergi." Tambah Sean sebelum pergi.
Ana menghela nafas lega saat Sean sudah pergi dia merasa senang karena masih ada seseorang seperti dia yang sangat baik kepadanya.
Beberapa menit kemudian Sean datang dengan dokter dan berkata, "Ini obatmu, pastikan kamu meminumnya dengan rutin dan jangan lupa makan sebelum meminumnya, oke." Sean terus menasihati Ana, Ana tahu apa makanan yang harus dia makan dan harus menghindari stres, tapi itu tidak mungkin, tetapi Ana tetap mencoba mendengar kan apa yang Sean dan dokter katakan.
*
*
*
"Wow, aku sangat menyukai pasangan ini, mereka terlihat serasi."
Ana benci dengan kenyataan kalau mereka semua salah menafsirkan semuanya, Ana ingin cepet sampai dimobil supaya bisa menghindari orang-orang disekitar rumah sakit.
Sean membuka pintu mobilnya dan men dudukkan Ana di kursi samping kemudi. Ana tidak percaya dia seberuntung ini bisa duduk di mobil mahal untuk kedua kalinya.
Pertama, Sean membawanya ke sebuah butik karena dia bilang dia tidak bisa melihat Anan seperti itu, Ana belum pernah pergi berbelanja sebelumnya, makanya Ana terlihat sangat bahagia sehingga dia hampir menangis, ketika dia melihat label harga dari apa yang baru saja dia beli, dia hampir memintanya untuk mengembalikan barang itu dan mencari barang yang lebih murah tetapi dia tidak ingin Sean menyebutnya keras kepala lagi.
Setelah itu Sean membayar semuanya, dia membelikan sepatu hak tinggi berwarna perak yang berkilauan, Ana benar-benar membodoh karena dia sendiri tidak bisa berjalan dengan sepatu hak tinggi, dia pikir Sean akan menertawakannya nanti tetapi alangkah kagetnya, Sean berjongkok memakai kan sepatu hak tinggi itu ke kaki Ana dan mengajarkannya cara berjalan dan bergaya sebagai seorang gadis pada umumnya.
__ADS_1
Ana bingung harus mengatakan apa, pertemuan nya dengan Sean semakin menarik, sehingga dia melupakan masalahnya sejenak hanya untuk menikmati moment itu.
Kadang-kadang Sean mengeluarkan ponselnya dan meminta kami untuk berfoto selfie, Ana seperti Cinderella di sini dan Sean adalah Pangerannya.
Ana memang sangat beruntung.
Sean membelikannya tas yang sangat cantik dan juga beberapa aksesori mewah lainnya, setelah itu dia juga membawa Ana pergi ke salon untuk merubah gaya pada rambutnya.
Sean meminta Ana untuk memilih wig yang akan dia kenakan, Ana dengan sabar mencari yang murah tetapi sejauh ini tidak ada harga yang murah dia temukan. Ada satu wig yang membuat Ana terpikat, wig ini yang selalu dia lihat difilm kesukaannya, dia ingin sekali memilikinya, namun seperti nya itu tidak mungkin.
Sean melihat arah mata Ana, dia langsung memerintahkan orang yang bertanggung jawab untuk mengambilnya, rambut itu bernilai 2.000 dolar, Ana tahu dia tidak akan pernah bisa membalas kebaikannya kepada putra majikannya.
Setelah mereka selesai dengan semua yang dibutuhkan, Sean membawa Ana ke suatu tempat, di mana mereka akan merias wajah dan mengenakan pakaian yang bagus untuk Ana, penata riasnya sangat professional dan Ana berjanji dalam hatinya bahwa ketika dia sudah memiliki uang nanti, dia ingin belajar lebih banyak dari sini.
Ana mengenakan pakaian dan semua barang yang telah dibeli dan Ana terlihat sangat jauh berbeda, saat itulah Ana menyadari kalau ternyata hidup dalam kemiskinan mampu menyembunyikan kecantikan yang sebenarnya.
Sean menunggu diluar, sementara Ana sedang dirias oleh tangan professional. Saat Ana keluar, Sean tak mampu berkedip menyaksikan pemandangan yang memesona didepannya.
Tatapan Sean membuat Ana salah tingkah, sembraut rona merah tercetak diwajahnya, saat dia melangkah lebih dekat menuju Sean, dia tersandung kakinya, dan dengan sigap Sean menangkap nya agar Ana tidak jatuh.
Mereka saling tatap satu sama lain, tangan Sean memegang Pinggang Ana dengan erat, sementara kedua tangan Ana melingkar dileher kokoh milik Sean dengan setengah tubuh mereka sedikit miring. Para perias hanya bisa tersenyum melihat moment romantis itu.
*
*
*
TBC😘
__ADS_1