Majikanku Suamiku

Majikanku Suamiku
Episode 62


__ADS_3

Akhirnya Nadia menghampiri putri yang masih pada tempatnya,


Rasa ingin menyapa kepada Putri dan yang lain.


''Hai.. Put, kamu apa kabar? Nadia menyapa


dari belakang Putri.


''Kamu Nad, tumben kamu ke kampus, jawab Putri, namun dalam hati Putri masih saja menaruh dendam, pasalnya gara gara Nadia, dirinya harus kehilangan Rizal untuk selama lamanya.


''Apa kabar Nad, lama ya kita nggak ketemu, teman yang lain.


''Alhamdulillah aku baik,Iya nih, aku mau ambil surat keterangan untuk praktik besok.


Sambil menunjukkan beberapa lembar kertas.


''Terus kamu ke sini sama siapa? tanya Putri karena tak melihat Rizal.


''Aku di antar supir,


''Terus Rizalnya ke mana, kenapa bukan dia yang antar kamu,


Nadia hanya diam dan menggeleng.


''Maksud kamu apa Nad.


Apa aku harus jujur sama putri, terus nanti apa tanggapan teman teman yang lain, apa aku yang terlihat jelek, atau mas Rizal, duh gi mana ini, aku jadi bingung batin Nadia meraba raba.


Nadia tersenyum kecil di depan semuanya.


''Mas Rizal lagi ke kantor, soalnya ada rapat penting katanya, jawab Nadia bohong.


Tapi bukan Putri namanya kalau tidak merasa curiga dengan muka Nadia yang sedikit ragu mengatakannya.


''Ya sudah, semua aku pamit dulu,


Semua mengangguk.


Putri juga tidak menanyakan kapan Nadia melahirkan, karena baginya itu sangat menyakitkan, seharusnya dialah yang bersanding dengan Rizal, jika Nadia tidak muncul saat mereka putus,


Nadia kembali naik mobil bersama pak supir.


Sedang di rumah sakit Rizal sangat bahagia karena sang mama membawa dede untuk menemui dirinya.


Mama Widya memang berinisiatif sejak kepergian Nadia ke kampus tadi.

__ADS_1


Setelah melihat mobil yang di kendarai Nadia berlalu mama Widya segera menyuruh supirnya untuk mengantar ke rumah sakit di mana Rizal di rawat.


Senyum dan tangis bercampur aduk menjadi satu, kini bayi yang selama tujuh bulan tak pernah dia pegang sekali pun berada dalam pangkuannya, Sungguh miris melihat keadaan Rizal saat ini, pasalnya Rizal sudah mulai kehilangan banyak rambut, yang semakin membuatnya minder di depan keluarga.


Rizal selalu mencium pipi gembul anaknya.


''Dede, papa sangat kangen sama kamu dan mama nak, apa kabar mama, apa dede menjaga seperti papa menjaganya? heem.


Seperti ada kekuatan antara ayah dan anak Dede bayi pun melihat ayah nya dengan senyum kecil, dan kadang juga menangis,


Mama Widya serta Deni yang melihatnya ikut terharu melihat papa dan anak yang saling beradu senyum dan air mata.


''Kamu yang sabar ya nak,pasti sebentar lagi kamu akan melihatnya setiap hari, tapi kamu harus patuh apa kata dokter,


Rizal hanya mengangguk.


''Ma, menurut mama, apa Nadia masih mau sama aku yang seperti ini,


''Zal, Nadia itu adalah wanita yang sangat baik, nggak mungkin dia meninggalkan kamu hanya karena kamu seperti ini, justru mama nggak bisa bayangin, seandainya dia tau kamu seperti ini, gi mana reaksi dia Zal,


''Itu lah ma yang aku takutkan,aku nggak mau kalau dia sampai tau, aku takut dia nggak fokus lagi sama kuliahnya atau yang lain, aku mau tetap seperti ini. sampai waktu yang menjawab.


''Tapi, apa kamu nggak ingin lihat dia langsung?


''Ma, mama nggak usah nanya, bahkan hati Rizal ini seakan nggak kuat untuk berada di sini, tapi Rizal akan tetap bertahan demi dia, maksud Rizal menikahinya untuk menjaganya, bukan untuk di jaga.


Setelah panjang lebar saling memgeluarkan isi hati mama Widya melihat jam yang melingkar di tangannya.


''Zal sudah satu jam lebih, sini dede nya biar mama bawa pulang, takutnya nanti Nadia sudah pulang.


dengan berat hati Rizal menyerahkan dede kepada sang mama.


''Dede pulang dulu ya pa, mudah mudahan papa cepat sembuh dan kita berkumpul lagi sama mama, ucap mama Widya.


Mama Widya segera buru buru menuju mobilnya .


''Pak cepetan dikit ya, takutnya nanti Nadia sudah pulang.


''Baik nyonya, jawab pak supir.


Sedang di rumah sakit Rizal senyum senyum sendiri,


Deni yang melihatnya hanya diam tanpa kata.


Akhirnya kamu bisa tersenyum juga Zal, setelah sekian lama senyum itu hilang, dan mudah mudahan ini adalah awal dari kebahagiaan kamu, aku berharap kamu akan tersenyum dari sekarang dan selamanya. batin Deny.

__ADS_1


Sedang mobil yang di tumpangi Nadia tiba di depan rumah mewahnya.


Nadia segera masuk, dan orang pertama kali di panggil adalah dede,


Sampai beberapa panggilan Nadia tidak melihat mama Widya, akhirnya Nadia ke belakang memanggil bibi dan menanyakan dimana mama Widya.


''Bibi, tau kemana mama dan dede?


''Nggak tau non, tadi nyonya membawa Dede naik mobil setelah nona pergi.


Mama bawa Dede kemana, kenapa nggak minta izin aku dulu, apa ke rumah mama, tapi kenapa harus di belakang aku, kenapa tadi nggak bilang ke aku langsung. batin Nadia.


''Ya udah terima kasih ya bi?


Nadia berlalu ke kamarnya untuk membersihkan diri.


Tak lama mobil mama Widya sampai di depan rumah, mama Widya sedikit bingung untuk mencari alasan, karena melihat mobil Nadia yang sudah terparkir


Duh gi mana ini kalau Nadia nanya, aku jawab apa ,ah pikirin nanti aja, batin mama Widya .


Mama Widya masuk dengan gaya santai,Mama Widya langsung membawa dede ke kamarnya karena lagi tidur,


''Dede bobo dulu ya?


Nadia keluar dari kamar langsung menuju kamar Dede yang berada di bawah, Nadia melihat mama Widya yang lagi menidurkan bayinya di atas ranjang.


''Mama dari mana? kok Nadia tadi cari nggak ada?


''Itu lo Nad, mama habis bawa Dede ke rumah, soalnya opanya pingin lihat, katanya kangen, tapi papa kamu itu kan sangat sibuk dan nggak punya waktu untuk ke sini, ya jadi mama bawa Dede ke sana.


''O... kirain mama kemana?


''Ya udah,kalau gitu mama pulang dulu, nanti kalau ada apa apa kamu telpon mama aja.


Nadia mengangguk.


Selamat, dalam hati mama Widya.


Nadia menghampiri bayinya dan ikut membaringkan badannya di samping bayi mungil tersebut,


Nadia mencium anak nya yang sedari tadi di tinggal ke kampus,


Saat Nadia mencium anaknya, Nadia mencium ada bau yang aneh di badan putranya.


''Kok baunya aneh sekali, kayak bau obat, Nadia mencium baju Dede berulang kali,

__ADS_1


ya, beneran ini bau obat, sebenarnya mama bawa Dede kemana, apa papa sakit, terus Dede di gendong sama papa, tapi kenapa mama nggak bilang, kalau papa lagi sakit, ah, mungkin ini hanya pikiran aku saja, semoga semuanya baik baik saja. gumam Nadia.


Tiba tiba Nadia teringat suami tercintanya. ''Mas, kamu di mana sekarang?,apa kamu nggak pingin lihat anak kita, aku sangat merindukanmu, pulang lah mas, kami sangat rindu, jangan siksa aku seperti ini.


__ADS_2