
''Jadi gi mana nih, kamu ke kantor apa nggak?
"Iya, tunggu bentar Aku ganti baju dulu jangan marah dong, kan aku tadi juga nggak sengaja. Rizal sambil tersenyum tipis.
Rizal berlari ke kamar untuk ganti baju
''Dasar udah tua masih kayak bocah aja, di tunggu malah berbuat mesum sama istrinya, Deny geleng geleng kepala.
Rizal membuka pintu dan melihat Nadia yang masih di balik selimut,
''Sayang mas ke kantor ya, Deny udah nungguin di bawah.
''Apa perlu aku bantuin untuk siap siap mas ?
''Enggak usah, mas bisa sendiri kamu istirahat aja, Rizal sambil mendekat ke arah Nadia.
''Terima kasih ya kamu sudah menjadi istri yang pengertian,Rizal mengelus kepala Nadia.
Nadia hanya mengangguk.
Rizal sudah siap dengan jas serta dasinya kini tinggal pakai sepatu.
Sedangkan Nadia masih saja tetap pada posisinya karena merasakan keram pada perutnya.
Nadia tak bisa menahan akhirnya bilang pada Rizal.
'' Aduh... Mas, kayaknya perutku keram, Nadia sambil memegangi perutnya.
Rizal yang mendengar rintihan Nadia pun langsung menghampirinya.
''Kenapa sayang apa ada yang sakit ?
Nadia mengangguk.
Nadia menyangga perutnya dari bawah.
''Sakit mas, aku nggak tahan.
''Apa jangan jangan kamu mau melahirkan
Nggak mungkin mas, Ini kan baru tujuh bulan masih kurang dua bulan lagi
''Ya udah aku panggilin Deny dulu, kita ke rumah sakit.Rizal langsung berteriak memanggil Deny dari atas.
Deny yang mendengar teriakan Rizal langsung lari ke arah kamar Rizal
Deny langsung masuk karena pintunya sudah terbuka.
''Ada apa Zal, kenapa kamu teriak teriak,
''Ini Den istriku perutnya sakit aku mau bawa dia ke rumah sakit.
__ADS_1
''Ya udah ayo aku siapin mobilnya.
Deny langsung lari duluan ke bawah sedangkan Rizal menggendong Nadia.
Tak butuh waktu lama untuk tiba di rumah sakit.
Deny langsung keluar memanggil dokter.
Rizal masih di dalam mobil menemani Nadia yang masih kesakitan.
''Sabar sayang kita sudah sampai. bentar lagi ya, Rizal menggenggam tangan Nadia dengan erat, Sesekali mengusap wajah Nadia yang penuh dengan keringat
Deny datang membawa dokter, mereka langsung membawa Nadia masuk ke ruangan IGD
Deny dan Rizal menunggu di depan ruangan.
Deny mengambil ponselnya dari dalam saku jasnya dan melakukan panggilan.
Deny duduk di kursi, sedangkan Rizal mondar mandir sesekali melihat pintu ruangan.
Deny memberi tau Rafi tentang keadaan Nadia saat ini.
Rafi yang berada di kantor pun ikut panik mendengar kabar dari Deny.
Rafi langsung menelpon staf kantor untuk membatalkan pertemuannya sementara waktu karena dia akan ke rumah sakit
Rafi melajukan mobilnya dengan sangat kencang.
Tak butuh waktu lama setelah Deny memberi tau alamat rumah sakit, kini mobil yang di tumpamgi Rafi sudah berada di depannya,
Rafi datang ke resepsionis untuk menanyakan pasien yang bernama Nadia.
Dari jauh Rafi melihat Rizal yang masih mondar mandir pun langsung menghampiri dan memeluknya.
''Kak, aku takut terjadi apa apa dengan Nadia, Rizal dengan nada sedihnya dan sesekali menitihkan air mata.
''Nggak akan terjadi apa apa, semua akan baik baik saja kamu harus yakin itu, tenangkan diri kamu kakak nggak mau terjadi apa apa juga sama kamu, kamu dengar kakak, kamu adalah penyemangat untuk Nadia, jadi kamu jangan terlihat lemah atau meninggalkannya, biarlah semua mengalir mengikuti alurnya, jika memang kalian di takdirkan untuk berpisah, itu memang sudah takdir, dan jika kalian di takdirkan untuk bersama selama nya itu pun juga takdir Jadi kamu harus berusaha dan berdoa saja untuk kali ini tetap jaga dia jangan pernah berniat untuk ninggalin dia atau kamu akan menyesal nantinya. kata bijak Rafi.
''Iya Zal saat ini hanya kamu penyemangat Nadia, kami hanya bisa bantu doa saja.
Deny menimpali.
''Terima kasih ya kak, Den kalian sudah menyemangatiku.
Tak berapa lama pintu terbuka Rizal yang melihat pun langsung berlari menghampiri dokter dan menanyakan keadaan Istrinya
''Gi mana dok keadaan istri saya?.
''Maaf pak istri anda harus menjalani rawat inap untuk beberapa hari.
''Sebenarnya nggak ada masalah dalam kandungannya, hanya saja pasien harus isrirahat yang cukup dan harus mengondisikan makannya satu lagi jangan capek capek. (Pak kalau berhubungan pelan pelan karena itu juga berpengaruh pada ibu dan janinnya )Bisik dokter
__ADS_1
Rizal yang mendengar pun merasa menyesal, faktanya memang Rizal nggak bisa pelan selain hasrat nya yang selalu menggebu nggebu jika di dekat Nadia
Jadi ini gara gara aku juga yang nggak bisa nahan nafsu, maafkan aku sayang mulai hari ini aku nggak akan meminta hakku sama kamu hati Rizal geli sendiri mendengar bisikan dokter tadi.
''Apa kami boleh menjenguknya dok, Rafi
''Silahkan pasien sedang istirahat kayaknya lelah banget, dokter sambil melirik Rizal.
Rizal mengerutkan dahinya dan melihat sang doktet.
Deny yang mendengar pun langsung mulai meraba raba pikirnya.
Lelah emang Nadia ngapain baru aja bangun tidur masa sih udah lelah aja, apa jangan jangan ini perbuatan Rizal tadi pagi. Deny.
''Kalau mau berbuat sesuatu mikir dulu ,itu ada dua nyawa, bisik Deny yang semakin menggelikan.
''Awas jangan bilang kak Rafi aku takut dia nanti marah.
''Oke,Mereka bertiga masuk keruangan.
Rizal melihat Nadia sedang tertidur pulas, Rizal menghampiri istrinya dan menggenggam tangannya,
Maafkan mas, gara gara mas kamu jadi kayak gini, mas nggak tau kalau kejadiannya fatal begini, batin Rizal.
Rafi yang baru menyadari kata kata dokter langsung menanyakan pada Rizal.
Rafi mendekati Rizal yang duduk di kursi samping ranjang Nadia.
''Emangnya kamu suruh apa kok pagi pagi dia udah lelah.
''Apaan sih kak,aku nggak nyuruh ngapa ngapain kok .
Rafi mengericutkan bibirnya sambil manggut manggut.
''Beneran? Rafi meyakinkan.
''Kak, tadi kata dokter kan jangan capek, ya mungkin Nadia itu capeknya kemarin, dan itu baru terasa sekarang, jadi kakak nggak usah aneh aneh. Rizal bohong.
''Ya udah kalau gitu kan Madia udah nggak apa apa kakak balik ke kantor dulu ya?
Rizal mengangguk.
''Aku ikut siapa? Deny menawarkan diri.
''Kamu ikut kakak ke kantor aja biar nggak gangguin mereka, tapi ingat tempat Zal ini rumah sakit, jangan kamu anggap rumah sendiri,Rafi menuturkan
Iya kak, aku ingat ini rumah sakit bukan rumah Rizal. Rizal menegaskan
Deny yang mendengar keduanya ikut tersenyum. Akhirnya Deny dan Rafi langsung meninggalkan rumah sakit dan menuju kantor
Di perjalanan......
__ADS_1