Majikanku Suamiku

Majikanku Suamiku
Episode 45


__ADS_3

Rizal mencium bibir Nadia dengan sangat lembut.


Sekarang Nadia bisa membalas ciuman Rizal dengan lihai, tidak seperti pertama kali saat Rizal mencium Nadia, sampai hampir tak bisa bernafas.


'' Kamu sekarang udah pinter berciuman ya, siapa yang ngajarin?


''Mas, jangan ngeledek,siapa lagi kalau bukan mas, satu satunya orang yang menciumku dan mengambil keperawananku.


Rizal terkekeh mendengar ucapan sang istri''Ya udah kita tidur yuk?


Rizal menggandeng Nadia maenuju ranjang


Rizal memeluk Nadia, dan Nadia segera tidur dengan lelap.


''Selamat tidur sayang, semoga mimpi indah, Rizal sambil mencium kening Nadia.


Merajut asa dalam satu jiwa menyatukan dua hati menjadi satu dan saling mengisi kekosongan satu sama lain, itulah yang di jalani Rizal dan Nadia setelah menikah.


Pagi sekali di kediaman Pak Doni.


Rafi bangun pagi sekali karena teringat Rizal yang tidur di rumahnya saat ini, setelah Rafi melakukan aktifitas paginya langsung keluar kamar menuju kamar Rizal,


Rafi tak mengetuk pintunya, dan langsung masuk,


Rafi menyalakan lampu kamar yang masih gelap.


Lampu terang, Rafi melihat ranjang Rizal hanya ada bantal.


Kemana Rizal,kok udah nggak ada, apa dia udah jogging pikir Rafi.


Rafi kembali keluar kamar Rizal dan turun ke bawah .


Rafi hendak ke dapur tapi mama Widya memanggilnya dari belakang


''Raf mau kemana pagi pagi gini ?


''Ma, Rizal nggak ada di kamar, apa mama lihat?


''Nggak mama baru keluar, memang ke mana dia ?


''Bentar deh ma aku lihat keluar dulu .


Rafi keluar menuju garasi dan melihat mobil berjejeran.


Pasti dia pulang, mobilnya aja nggak ada, dasar bucin.Rafi geleng geleng kepala.


Rafi masuk lagi ke dalam rumah dan menghampiri mamanya.


''Kemana Rizal Raf apa udah ketemu?


''Udah ma, di rumahnya, pasti dia pulang mobilnya aja nggak ada,

__ADS_1


''Anak itu sok sokan mau tidur sini, e malah pulang tengah malam dasar ya kalau udah cinta, nggak bisa di bohongi.


Zal zal apa kamu sanggup berpisah dari Nadia kalau lihat kamu kayak gini aku jadi kasihan sama tu anak. Pikir Rafi.


Rafi langsung naik ke kamar nya untuk bersiap kerja.


Sedangakn di rumah Rizal, Seperti biasa setelah berjamaah Nadia hendak turun untuk memasak,


''Sayang kamu nggak usah masak ya, mas mau sama kamu terus, Rizal sambil memeluk Nadia dari belakang.


Kali ini Nadia udah nggak bisa ngomong apa apa lagi karena geli dengan kelakuan Rizal.


Rizal mencium tengkuk leher Nadia dari belakang.


''Mas, ini kan udah pagi nanti kalau Deny tiba tiba datang kesini gi mana?


''Biarin aja ngapain sih ngurusin Deny lebih baik sekarang kamu fokus sama aku, suami kamu.


Nadia memutar badannya menghadap Rizal


''Kalau kamu nggak mau di bantah, nggak usah nanya sama aku, lakukan aja apa yang kamu mau, asalkan jangan sampai perbuatan kamu ini menyakiti baby kita .


Lampu hijau dari Nadia langsung di tangkap dengan ciuman lembut yang mendarat di bibir Nadia, Seakan tak ada bosannya mereka saling memadu kasih, tak pernah mengenal waktu bagai dunia milik berdua,


Kini di atas ranjang besar hanya ada kenikmatan dan sesekali desahan dari Nadia.


Pagi yang cerah di awali dengan dua insan yang saling memadu kasih. tanpa memikirkan suatu beban apapun,


Sedangkan Rafi menelpon Deny supaya tidak datang ke rumah mama Widya, karena Rizal sudah pulang ke rumahnya.


Apa memang cinta seperti itu ya, sulit untuk berpisah walaupun hanya sehari, aneh banget, Lihat aja niat untuk tidur di rumah besar. e malah nyolong pulang ke rumah, udah lah mendingan aku ke sana dari pada telat jemput.


Deny langsung melajukan mobilnya ke rumah Rizal.


Sampai di depan Rumah Deny langsung mengetuk pintu rumah, Bibi yang membukanya,


'vRizalnya ada Bi?


Bibi bingung dengan pertanyaan Deny, karena bibi nggak melihat tuannya pulang tadi malam.


''Maaf tuan, kayaknya tuan tadi malam nggak pulang?


''Pulang, bibi aja yang nggak lihat.


''Ya udah kalau gitu tuan masuk aja, Deny langsung masuk dan menuju ruang tamu sambil memainkan ponselnya,


''Kok lama banget sih apa Rizal belum bangun, tapi kok Nadia juga nggak kelihatan ke mana Dia, gumam Deny


Akhirnya Deny yang nggak tahan menunggu pergi ke dapur untuk meminta kopi .


''Bi tolong bikinin kopi ya!

__ADS_1


''Baik Tuan .


''O... iya bik kalau Nadia kemana ya?


''Nona juga belum turun Tuan dari pagi.


''Sama sekali belum ada yang turun. Deni memastikan.


''Iya tuan, bibi belum lihat sama sekali. makanya bibi kira tuan nggak pulang tadi malam, soalnya bibi nggak lihat kalau tuan pulang.


Ya nggak lihat lah bi orang pulangnya aja tengah malam batin Deny.


Terus sekarang ngapain mereka, lama banget nggak biasanya ni Rizal kayak gini .


Deny mondar mandor sambil melihat jam yang melingkar di tangannya.


Apa aku samperin aja ya,ah nggak ah, tapi ini kan udah telat jamnya, aduh gi mana nih nanti kalau kak Rafi marah sama aku gi mana, apa aku bilang ke kak Rafi aja.


Bimbang menyelimuti hati Deny ,


Yang di tunggu dasar tak tau diri masih saja tak mau Meninggalakn sang istri padahal sudah selesai olahraga paginya, tapi ini masih aja menempel kayak perangko.


''Mas apa mas nggak ke kantor ini kan udah siang, Nadia sambil melihat jam dinding.


''Nggak ,aku mau di sini aja sama kamu.


''Kalau Gitu mas telepon kak Deny, siapa tau dia udah nungguin mas,


''Aduh...kenapa mas jadi lupa sama tu anak, jangan jangan dia udah nunggu di bawah, Rizal sambil menepuk jidatnya.


Rizal mengambil bajunya yang berserakan dan memakainya,


''Sayang mas turun dulu ya, sambil mengecup kening istrinya


Nadia hanya mengangguk di balik selimut,


Rizal langsung turun ke bawah dengan tergesa gesa.


Rizal melihat sahabatnya itu sedang mondar mandir dekat dapur.


Ngapain dia mondar mandir kaya gitu apa yang dia pikirkan sampai memijat keningnya, Rizal sambil jalan menuju ke arah Deny,


''Hei... ngapain kamu mondar mandir kayak setrikaan di sini, apa nggak ada kerjaan lain


Deny yang terkejut dengan bosnya dari belakang langsung menjawab.


''Wah wah wah hebat banget ya apa kamu nggak lihat udah jam berapa, kalu nggak berangkat bilang dong, aku di sini sudah hampir satu jam dan kamu bilang ngapain ?


Deny kesel.


''Maaf, aku kebablasan .

__ADS_1


''Apa kebablasan, ya ampun Zal kalau mau kayak gitu bilang kek, jadi aku nggak nungguin kamu, Deny yang tau maksud dari kata kebablasan.


''Katanya mau nginep di rumah Om, e tengah malam pulang bikin orang bingung aja.


__ADS_2