Majikanku Suamiku

Majikanku Suamiku
Episode 108


__ADS_3

Setelah beberapa hari di rawat, kini keadaan papa Doni semakin membaik, karena perawatan yang intensif serta keluarga yang selalu mendoakan kepada pria paruh baya itu, apa lagi setiap hari melihat cucu satu satu nya yang terlihat menggemaskan membuat papa Doni semakin semangat,


''Papa kenapa, kok kelihatannya memikirkan sesuatu, mama Widya saat melihat papa Doni terdiam.


''Iya, dari tadi papa diam, lagi mikirin apa? timpal Rizal.


''Pa, jangan di pendam, apa papa pingin sesuatu, biar Rafi belikan?


''Kalian ini, papa nggak apa apa ,papa cuma ingat anak nya pak Tresno, gi mana kabarnya?


Rafi dan Rizal saling pandang, kini Rafi yang angkat bicara.


''Adit tertembak, dan kini dia koma,


''Apa, bagaimana bisa,jangan bilang kalian yang nembak Adit?


''Pa, bukan kita yang menembak Adit, tapi dia kena peluru anak buahnya,lagian mana berani kita pegang pistol ya nggak Zal? sambil menaikkan kedua alisnya.


Sedangkan kini media di gegerkan dengan berita tertembaknya pak Doni,


Setiap hari depan rumah sakit pun di penuhi dengan wartawan, sedangkan kini nasib perusahaan Sarana sudah di ambil alih oleh Alex, yang tak lain adalah sekretaris Adit,


Pak Doni yang mendengarnya pun menyuruh anak buahnya untuk mencari tau,


''Raf, Zal antarkan papa ke ruangan Adit,


Rizal dan Rafi mendorong pak Doni ke ruangan Adit,


''Kasihan sekali kamu anak muda, kamu sudah salah langkah,saya harap kamu cepat sembuh dan mengetahui semuanya.


Sedang di rumah besar kini Nadia di sibukkan dengan Juan yang mulai bisa berjalan,


Rizal yang masih dengan papanya mendapat telepon dari Nadia segera mengangkatnya


''Kenapa, apa ada masalah dengan Nadia ,tanya Rafi yang melihat Rizal mengernyitkan dahinya


''Biasa lah kak, pa, aku pamit pulang dulu,


''Kamu hati hati di jalan, dan jangan bicara apa pun,


Rizal mengangguk.


Rizal keluar dari rumah sakit dengan baju hitam serta topi dan kacamata yang senada,


Para wartawan pun langsung berdiri saat melihat Rizal berjalan menuju pintu utama,meskipun penampilan Rizal sedikit berbeda itu tak membuat para wartawan pangling


''Pak, pak tolong jelaskan apa yang senenarnya terjadi, tanya salah satu wartawan, namun tak di ambil pusing oleh Rizal .


Rizal langsung masuk mobil yang sudah di siapkan pak Eko.


''Mas, kamu jangan dekat dekat dong, aku mau muntah nih, ucap Lilis sambil mendorong Deny yang hendak menciumnya.


''Emang kenapa, mas wangi, sambil mencium badannya .


''Aku juga nggak tau, tapi setiap aku dekat sama mas ,rasanya perutku mual.


Deny putus asa, karena sudah beberapa hari Lilis bersikap seperti itu,


''Ya udah kalau gitu mas berangkat ke kantor dulu ,


Kenapa dengan Lilis sekarang kok aneh banget,

__ADS_1


Lilis mengangguk.


Sesampainya di rumah besar Rizal langsung mencari istri dan putranya,


''Sayang, kamu dimana mas pulang nih.


Rizal menoleh ke segala arah mencari Nadia dan Juan.


''Bik Nadia mana ,tanya Rizal pada bik Narti


''Ada di belakang tuan, Rizal segera menemui Nadia, setelah tau dari bik Narti.


Rizal melihat sang buah hati yang sedang asyik main sendiri, sedangkan Nadia menunggunya sambil duduk di


dekatnya,


''Sayang, kamu kenapa, kamu kangen sama mas? bisik Rizal yang membuat Nadia terkejut.


''Mas, kau bisa nggak sih, kalau nggak ngagetin, gi mana keadaan papa?


''Besok papa sudah boleh pulang,


''Wah, Juan sekarang makin pinter ya, bisa main sendiri, itu tandanya udah waktunya punya adik lagi .


''Mas apaan sih ,mulai deh mesumnya,


''Loh, mas nggak mesum, tapi benerkan?


''Ehemmm... tiba tiba deheman dari belakang.


Nadia dan Rizal pun langsung menoleh dengan kompak.


''Deny, kamu kenapa senderan di pintu,apa Lilis nggak mau kamu jadiin senderan, celetuk Rizal.


''Maksud kak Deny apa, memang kalian bertengkar,


Deny menggeleng,


''Terus kenapa, Lilis bisa marah sama kak Deny?


''Lilis itu nggak pernah marah lo kak, baru kali ini aku dengar Lilis marah, tanya Nadia dengan nada bingung.


''Bukan marah Nad, lebih tepatnya dia ingin aku menjauh,


''Hah.... masa sih kak aku nggak percaya Lilis bisa kayak gitu, tanya Nadia penasaran.


''Terus kamu mau bilang kalau aku lagi bohong ?sambil memandang lekat Nadia.


''Wah, apa jangan jangan Lilis hamil ya kak?


''Hah... hamil, Rizal dan Deny bersamaan.


''Kenapa kalian kompak? Nadia sambil menoleh ke arah Rizal dan Deny.


'' Kenapa kamu ngikutin aku, Rizal menggaruk kepalanya yang mulai di tumbuhi rambut,


''Kamu yang ngikutin aku, Lilis istriku, tapi kenapa kamu yang kaget?


''Aku nggak kaget, cuma heran, ternyata kamu bisa bikin anak juga ya ?celoteh Rizal.


''Emang aku impoten nggak bisa bikin anak ?Deny kesel.

__ADS_1


''Ku...... Rizal menghentikan kata katanya karena mendapat tatapan tajam dari Nadia.


''Sayang, nanti kalau kamu hamil lagi, jangan kayak Lilis ya? ''Mas nggak bisa kalau harus jauh jauh dari kamu, sambil mengelus perut Nadia yang rata.


''Mas, aku kan nggak hamil, jadi mas nggak perlu khawatir, sambil menurunkan tangan Rizal karena malu di lihat Deny.


''Terus ngapain kamu ke sini, bukannya ini jam kantor,


''Aku ke sini cuma mau ambil berkas yang kemarin, apa sudah kamu tanda tangani ?


''Heemm, ambil aja di ruang kerjaku, habis itu balik ke kantor, aku nggak mau di ganggu,


''Memang mau ngapain?tanya Deny.


''Rahasia perusahaan dan nggak boleh di bocorin,bisik Rizal.


''Bik, tolong jaga Juan ya,aku ke kamar sebentar !!pinta Nadia.


''Oh... iya kak nanti kakak periksakan aja Lilis, siapa tau dia hamil, Nadia sambil menoleh ke arah Deny.


Sedangkan Deny hanya mengangguk.


Rizal langsung menggandeng tangan Nadia menuju kamar,


Rahasia perusahaan, tapi kok jalannya menuju kamar, jangan jangan, ah, sudahlah ngapain juga aku harus urus Rizal, mendingan aku balik, batin Deny.


Setelah mengambil semua berkas, Deny langsung keluar dari rumah besar papa Doni.


Sedangkan di dalam kamar Rizal mulai merayu sang istri,


''Sayang kamu mau kan melayaniku sekarang?


''Maksud mas apa? Nadia pura pura bodoh padahal dalam hatinya sudah tau apa yang di maksud Rizal .


''Masa kamu nggak tau sih,


''Mas, kalau kamu nggak bilang yang jelas mana mungkin aku tau, Jawab Nadia dengan nada sedikit sinis


Sedangkan Rizal langsung merangkak dan naik di atas Nadia.


Kini badan Nadia a


sudah y


terhimpit badan besar Rizal.


''Mas, aku lagi Pms,Nadia malu malu.


''Ya, gagal lagi deh, padahal mas sudah semangat, Rizal dengan raut wajah yang kecewa.


''Tapi kan bisa setelah pms ku selesai,


''Itu kan lama, mas kan maunya sekarang?


Dengan berat hati Rizal merebahkan badannya di samping Nadia.


''Mas, kalau Adit gi mana keadaannya?


Rizal mengangkat kedua bahunya.


Drt... drt... drt... tiba tiba ponsel Rizal berdering.

__ADS_1


Setelah menerima telepon Rizal tersenyum senyum sendiri sambil melihat Nadia.


__ADS_2