
Mas Rizal di rawat selama tiga hari dan selama itu pun aku juga nggak pergi ke kampus, aku selalu menjaganya,
Hari ini mas Rizal sudah di perbolehkan pulang dengan syarat harus makan teratur ,dan menjaga badannya supaya tidak boleh terlalu capek.
''Den, gi mana keadaan kantor ?Rizal
''Aman bos soalnya om Doni yang urus, kenapa bos nggak telpon aku aja ,kan aku juga bisa jagain bos
''Den aku nggak kenapa napa ngapain harus di jagain, lagian aku kan cuma lebam sedikit,
kalau aja waktu itu aku siap juga nggak akan gini kejadiannya.
Halah gayamu bos bos dari dulu kan aku yang selalu ngelindungin kamu, kamu mah nggak bisa bela diri sama sekali. batin Deny
''Dan mas kamu sekarang harus lebih hati hati lagi, jangan sampai kejadian itu terulang lagi. Nadia.
''Dan mulai sekarang aku yang akan
antar jemput bos ke manapun bos mau pergi
Dan ini udah nggak bisa di tawar lagi. Deny
''Iya, itu pasti perintah papa ya kan
Deny mengangguk.
''Loh kalian udah mau pulang ?mama Widya
''Iya ma kata dokter mas Rizal udah boleh pulang.
''Oke zal mulai sekarang jangan pergi ke mana mana sendiri biar Deny yang mengantar kalian.
''Iya pa barusan orangnya udah bilang.
Akhirnya selesai semuanya pergi meninggalakan rumah sakit,
Sampai di rumah Rizal....
''Zal kamu ingat pesan dokter jangan di abaikan mama nggak mau kamu kenapa napa lagi
''Iya ma,
''Mama dan papa pulang dulu ya soalnya papa ada yang mau di urus .papa Doni
''Kamu jaga diri baik baik Zal jangan ke kantor dulu, biar papa yang urus,
''Den kamu jaga Rizal, jangan sampai dia pergi dengan istrinya sendiri.
''Baik om.
Akhirnya mama dan papa pergi meninggalkan rumah Rizal.
Tok... tok... tok...
''Siapa lagi, apa mama balik lagi ?Rizal
''Kak, biar aku aja yang buka, kakak temani mas Rizal dulu.
__ADS_1
Nadia mencegah Deny yang mau membuka pintu.
Ceklek
''Lilis, Irfan, silahkan masuk, kalian nggak kuliah?
''Kuliah Nad, tapi hari ini dosennya nggak masuk, jadi aku langsung ke sini mau nengokin kak Rizal gi mana keadaannya?
''Alhamdulillah mas Rizal udah baikan kok.
''E,, kalian silahkan duduk, Rizal.
Aku langsung ke dapur membuat minuman untuk semua orang,
''Silahkan Lis Fan di minum.
''Terima kasih Nad ,maaf ya aku baru bisa kesini sekarang .
''Nggak apa apa kok aku juga tau kamu kan juga sibuk kerja.
''Dan untuk beberapa hari ini aku kuliahnya online, jadi nggak masuk kampus ,kalau kamu kangen aku ,main ke sini aja aku akan selalu di rumah.
''Aku juga boleh ?tanya Irfan
''Iya boleh lah Fan,rumah ini akan selau terbuka untuk kalian,
Mereka semua ngobrol dengan penuh suka cita, canda tawa,
Sampai akhirnya Lilis dan Irfan pamit untuk pulang, kini tinggal Deny yang ada di rumah Rizal.
''Yang namanya Lilis itu tadi teman kamu Nad.
Cuma lihat orangnya aja, lagian aku tu nggak terlalu kenal sama anak anak selain satu kelas.
''Emang kenapa? kakak naksir ya?
Deny hanya tersipu malu dengan ucapan Nadia.
Nggak papa Mas sbro kalau kamu naksir ?''kelihatannya Lilis juga baik kok. Rizal
''Udah ah kalian apaan sih aku mau fokus kerja dulu.
''Buat penyemangat Den udah cepetan samber aja dulu keburu telat, jaman sekarang itu harus lebih cepat.
Deny udah kalah sama ledekan Rizal dan Nadia.
Setelah Deny pamit untuk pulang kini tinggal dua sejoli
''Mas, aku masak dulu ya, mas istirahat aja dulu nanti kalau masakannya udah jadi aku bangunin.
Sayang sini dulu, mas nggak mau kamu jauh jauh dari mas.
'' Mas aku cuma mau ke dapur nggak akan kemana mana .
''Tapi mas mau kamu disini sama mas, mas nggak mau kamu tinggal.
Ini ni kumat manjanya, udahlah biarin aja yang penting mas Rizal merasa nyaman.
__ADS_1
''Mas, tangannya mas di kondisikan dulu, kan mas baru sembuh nggak baik untuk melakukannya sekarang.
''Sayang mas sudah sembuh dan ini juga termasuk obat, supaya mas cepet pulih.
Alasan apa itu nggak amsuk akal banget, perasaan juga baru tiga hari kita nggak melakukannya, tapi mas Rizal udah ngebet banget, hadeeh. batinku.
Siap nggak siap aku harus siap. itulah diriku semenjak menjadi seorang istri dan aku akan selalu ingat itu.
Akhirnya aku menuruti keinginan mas Rizal,
Di apartemen Deny.
Setelah pulang dari rumah Rizal Deny langsung menuju apartemen pemberian papa Rizal.
Deny membuka pintu dan masuk kedalam, tapi saat ini pikiran Deny mulai kacau gara gara omongan Rizal
Apa benar aku suka sama Lilis, tapi kenapa aku nggak menyadari kalau Lilis sebenarnya cantik.apa saking cueknya aku sama cewek sampai aku nggak tau sekitarku. batin Deny.
''Ah bodoh amat kata bos ,mending aku ngurus kerjaan dulu kan dia belum bisa masuk jadi aku akan terlalu sibuk. gumam Deny.
''Mas, aku masak dulu ya, dan mas tidur aja dulu nanti aku bangunin .
Rizal hanya mengangguk.
''Terima kasih sayang kamu memang paling ngerti apa kemauan mas.
Nadia segera pergi ke dapur untuk memasak,
Rizal yang di kamar masih bersantai ria,
''Kenapa kepalaku jadi pusing gini, perasaan aku tadi nggak kenapa napa,
Rizal yang merasa kepalanya pusing tak kuat untuk bangun, akhirnya Rizal tetap berada pada tempatnya, Rizal merasakan ada yang mengalir dari hidungnya
Rizal meraih tisu yang ada di meja nakas untuk mengusap,
Terkejut, itulah reaksi wajah Rizal saat ini melihat apa yang keluar dari hidungnya
''Darah, kenapa hidungku berdarah, apa ini mimisan atau akibat pukulan preman kemarin ?gumam Rizal.
Rizal terus saja mengusap darah dari hidungnya yang belum mampet, sampai menghabiskan beberapa tisu ,
Rizal langsung membersihkan tisu yang berlumuran darah senelum sang istri datang dan melihat semuanya.
Rizal langsung ke kamar mandi dengan sedikit sempoyongan karena menahan kepalanya yang sakit.
Nadia masuk kamar berniat untuk membangunkan Rizal.
''Mas, kamu sudah bangun, Nadia melihat Rizal dari kamar mandi.
''Sudah memang kenapa?
''Ayo kita makan dulu masakannya sudah matang.
Nanti mas kan harus minum obat jadi mas harus makan dulu
Nadia pun menggandeng tangan Suaminya menuju meja makan.
__ADS_1
mereka makan bersama tanpa di selingi pembicaraan, karena saat ini Rizal sedang menerka nerka apa sih yang sedang terjadi dengan dirinya
Sedangkan Nadia sendiri juga tak mengeluarkan satu patah kata pun.