Majikanku Suamiku

Majikanku Suamiku
Epusode 44


__ADS_3

Bagaikan pohon yang tumbang seakar Akarnya, dan tak bisa berdiri kokoh untuk melindungi apapun yang berada di bawahnya dari panasnya sinar matahari yang menyengat,


Itulah yang terjadi pada Rizal saat ini, seakan tak mempunyai harapan untuk melanjutkan hidup nya kembali Rizal semakin merasa terpuruk dengan apa yang dia alami .


Seharian penuh Rizal berada di rumah orang tuanya, dan itu Rizal lakukan hanya rebahan di dalam kamar, yang di temani sekretarismya.


Seharian pula Deny menjaga Rizal di kamar milik Rizal.


mama Widya yang melihat kelakuan anaknya semakin bingung menjadi jadi.


''Zal, buka pintunya, ini mama, mama Widya yang berada di balik pintu.


Deny melihat Rizal meminta kode.


Rizal mengangguk tanda Deni supaya membuka pintu untuk sang mama.


Mama Widya masuk membawa makanan dan menaruhnya di meja


Mama Widya menghampiri Rizal yang masih setia dengan ranjangnya,


''Den, kamu makan aja duluan masa kamu ikut ikutan nggak makan sih


''Baik tante.


Sebelum Deny melangkah Rizal langsung memanggilnya


''Makan di sini aja sama aku.


''Nah gitu dong,Jadi mama nggak usah maksa lagi


Rizal dan Deny makan bersama dengan tenang, sesekali Deny melirik Rizal yang sedikit lesu dan pucat.


Mama Widya meninggalkan Rizal dan Deny yang masih makan


Di sela sela Deny bertanya.


''Apa kamu mau pulang sekarang.


''Rizal menggeleng.


''Kenapa, apa kamu nggak kasihan sama Nadia dia pasti nungguin kamu,


''Dia akan lebih sedih lagi kalau sampai kenyataan pahit ini sudah terjadi padaku, jadi mulai sekarang aku akan mulai menghindarinya,


''Ayolah Zal pasti ada jalan lain.


Rizal menggeleng lagi

__ADS_1


''Apa kamu nggak dengar Dua puluh persen bahkan sepuluh persen, bahkan fatal sekalipun, dan aku nggak mau menumbuhkan cinta yang lebih dalam di hatinya, aku takut akan kenyataan ini, aku nggak mau Nadia lebih menderita karenaku, aku akan mencoba dari sekarang, tolong bantu aku.


''Baiklah, kalau itu yang kamu mau aku hanya bisa mendukung.


Rizal mematikan ponselnya.


Rafi pulang dari kantor langsung menuju kamar sang adik.


Rafi masuk tergesa gesa


Rafi menghampiri Rizal yang duduk di pinggiran ranjang.


''Apa kamu sudah kasih tau mama?


Rizal menggeleng.


Rafi merangkul Rizal dan menenagkannya.


''Kenapa, apa nggak sebaiknya mama tau, dan siapa tau mama punya solusinya.


''Kak aku nggak mau mama ikut sedih gara gara masalah ini, dan nanti kalau mama sedih juga, siapa yang akan memberi semangat Nadia,Rizal meyakinkan.


''Ya udah semoga kamu juga nggak salah langkah dalam hal ini.


''Kakak akan terus di sisi mu sampai kapan pun, semangatlah, sambut hari esok dengan penuh keceriaan dan semua pasti akan ada jalannya.


Kamu ke mana mas, kenapa nggak ngasih tau aku ,Kak Deny, ya, aku akan coba hubungi kak Deny.


Nadia langsung beralih menghubungi Nomor ponsel Deny


Panggilan tersambung, tapi Deny tak langsung mengangkatnya.


Deny melirik ke arah Rizal minta Persetujuannya.


Rizal masih ragu, ingin mengangguk, tapi dalam hati berkata jangan, tapi kalau tidak di angkat kasihan istrinya.


''Angkat aja, bilang kalau aku malam ini nggak pulang nginep di kantor.


''Tapi kalau dia nanyain kamu aku harus jawab apa ?


''Bilang aja aku sudah tidur.


Maafkan aku sayang, aku sudah membohongi mu aku nggak mau merasakan kehilangan yang sangat amat dalam, biarlah ini mengalir sampai waktu yang menentukan, apa aku masih bisa bersamamu atau aku akan berpisah denganmu untuk selamanya.


Hati Rizal menangis dan tak bisa di ungkapkan, sakit tapi tak berdarah, luka tapi tak nampak oleh mata, hanya bisa di rasakan dan tak bisa di lihat.


Rizal merasa berada di ambang kegalauan tingkat tinggi.

__ADS_1


Deny masih berbicara di telepon dengan Nadia, Deny mengatakan pada Nadia apa yang di suruh Rizal, Nadia langsung percaya dengan kata kata Deny,


Tapi tak sepenuhnya, Buktinya Nadia sekarang lagi mondar mandir di kamarnya.


Kenapa sikap mas Rizal akhir akhir ini semakin berubah, apa ada yang di sembunyikan dariku, bahkan sepertinya mas Rizal menghindariku.


Apa ini hanya perasaanku aja, atau memang betul adanya.


Ah nggak mungkin mas Rizal sangat mencintaiku nggak mungkin dia berhianat padaku. hati Nadia semakin menerka nerka.


Malam ini aku tidur sendiri deh, Nadia memiringkan badannya ke kanan ke kiri dan terkadang menutup mukanya dengan bantal pula, tapi itu juga tak membuatnya bisa tidur, padahal lampu kamar pun sudah mati.


Aku sudah biasa di peluk mas Rizal saat tidur ,dan kali ini dia nggak ada di sisiku, aku jadi nggak bisa tidur,


Dek kita malam ini tidur sendiri tanpa papa ya, Nadia sambil mengelus perutmya.


Di seberang sana pun sama Rizal mengacak ngacak rambutnya karena sudah beberapa jam dia lewat masih saja tak bisa tidur, hanya bayang bayang sang istri yang selalu melintas di otaknya.


Akhirnya Rizal mengambil sebuah photo pernikahan mereka dan memeluknya serta mencium gambar sang istri.


''Sayang apa kamu sudah tidur sekarang, atau kamu sama seperti mas yang nggak bisa tidur,


Rizal terus saja memeluk fotonya di atas ranjang miliknya.


Tak heran selama mereka menikah belum pernah sekali pun untuk tidur terpisah,


Ini adalah pertama yang di alami Rizal dan Nadia di dalam pernikahan .


Rizal membungkam mukanya dengan bantal berharap itu jalan satu satunya supaya bisa tidur, tapi nihil itu pun gagal, masih saja matanya tak mau terpejam.


Akhirnya Rizal bangun dari tidurnya dan mengambil jaket miliknya.


Rizal keluar kamar dan menuju garasi mobil.


Rizal masuk ke dalam mobil mewah miliknya dan melajukannya,


pak satpam pun heran dengan tuan muda nya yang terburu buru.


Rizal mengemudikannya dengan sangat kencang, karena hari sudah malam tak banyak kendaraan yang berhalu lalang dijalan, itu membuat Rizal cepat sampai tujuan.


Kini mobil Rizal telah sampai di depan rumah mewahnya, Rizal tak membangunkan siapapun, Dia langsung mengambil kunci serep rumahnya dan membukanya, Rizal berlari menuju kamarnya. dengan pelan Rizal melangkah, supaya tidak membangunkan sang istri. Di depan kamar Rizal memegang handle pintu dan menariknya, namun Rizal terkejut dengan apa yang Dia lihat,


''Sayang kamu belum tidur ,tanya Rizal sambil berjalan menghampiri Nadia yang duduk di meja rias.


''Mas, aku nggak bisa tidur, kalau nggak kamu peluk,


Rizal langsung memeluk Nadia dan meneteslah air mata Rizal sebenarnya Rizal ingin menahannya tapi apalah daya air matanya yang tak bisa di bendung keluar dengan sendirinya.

__ADS_1


Apa aku akan sanggup untuk meninggalakanmu sayang ,Ya Allah aku mohon jangan jauhkan diriku darinya tangis Rizal dalam hati.


__ADS_2