Majikanku Suamiku

Majikanku Suamiku
Episode 63


__ADS_3

Rasa penasaran yang sangat mendalam di rasakan Nadia saat ini, pasalnya Nadia sempat berfikir bahwa Rizal pergi meninggalkannya demi wanita lain, tapi untuk itu pun juga tak ada kabar,


Akhirnya dengan keadaan dede bayi yang masih tidur Nadia pergi ke rumah mama Widya.


Sampai tiba di depan rumah Nadia turun sambil menggendong dede.


Berlahan Nadia masuk,bermaksud untuk menemui Rafi.


Nadia mengetuk pintu rumah besar,


Bik Narti yang mendengar segera membukanya.


''Non Nadia ,masuk non, non ke sini sama siapa, kok lama banget nggak main ke sini, bibik sampai kangen sama non,wah dedeknya tampan sekali seperti papanya.


''Bik, kalau nanya bisa satu satu nggak, aku kan bingung mau jawab yang mana dulu,


''Nggak usah di jawab nggak apa apa, ayo masuk?


''Kak Rafi ada bik?


''Kebetulan den Rafi ada di kamar Non.


Nadia yang mendengar jawaban bibik langsung menyerahkan dede ke gendongan bibik dan berlari menuju ke kamar Rafi yang berada di lantai dua.


Bibik sangat kaget dengan tingkah Nadia yang tiba tiba berlari seperti sedang terjadi sesuatu yang serius.


Nadia sampai di depan pintu kamar Rafi dan menghela nafas panjang.


Semoga berhasil, itulah isi hati Nadia.


Nadia mulai mengetuk pintu dengan perlahan, namun tidak ada sahutan, Nadia mengulang lagi sedikit keras,


Akhirnya Rafi mendengar dan membukanya.


Rafi membelalakkan matanya saat melihat siapa yang datang.


''Nadia, kamu ngapain kesini? Rafi dengan gaya terkejut.


''Kakak bilang ngapain, bukankah ini rumah mertuaku, apa kakak lupa kalau aku ini istri mas Rizal.


Rafi menggeleng.


''Kak Rafi pasti tau maksud kedatanganku ke sini?


Rafi menggeleng lagi.


''Kakak jangan bohong, apa kakak nggak tau betapa menderitanya aku, selama tujuh bulan mas Rizal meninggalkan aku tanpa kabar, selama tujuh bulan mas Rizal tidak pernah menengok anaknya, dan selama tujuh bulan aku hidup tanpa kasih sayang seorang suami, Nadia sambil menangis.


Rafi hanya diam mendengar luapan hati Nadia.

__ADS_1


''Kak, aku hanya ingin tau di mana mas Rizal, kenapa dia meninggalkan aku dan bayi kami,


''Kalau memang dia sudah tidak menginginkan ku, setidaknya dia menengok anaknya sekali saja kak, kalau memang dia sudah punya wanita lain aku akan mengikhlaskannya, tapi jangan mendiamkan aku seperti ini, rasanya aku sudah nggak sanggup kak, aku juga butuh kepastian,


''Peluklah kakak, anggap saja sebagai kakak kandung kamu,


Nadia mengangguk, dan masih mengeluarkan air matanya.


''Menangislah Nad, keluarkan semua yang ingin kamu katakan, kalau itu bisa membuatmu lega,tapi maaf untuk kali ini kakak nggak bisa menjawabnya.


''Kak,aku mohon apa pun kenyataanya, aku akan siap menerimanya.


''Sekali lagi kakak minta maaf, kakak nggak bisa.


Nad, sebenarnya kakak juga ingin bilang pada mu saat ini juga, kakak nggak tega lihat kamu, pasti kamu sangat menderita dengan keadaan yang seperti ini, tapi Rizal lebih menderita Nad, aku harap kamu hisa bersabar lagi. batin Rafi.


Nadia masih saja menangis di pelukan Rafi, sampai akhirnya mama Widya dan papa Doni mencari Nadia ke atas, karena melihat dede bayi yang di gendong bik Narti ,


''Nad, kamu nggak apa apa kan? Nadia menggeleng.


''Bicaralah Nad, pasti mama dan papa akan mendengarkan. papa Doni


''Ma, Pa, nggak ada yang perlu di tanyakan lagi, pasti Mama dan Papa sudah tau maksud aku, dan sebenarnya apa sih maksud kalian menyembunyikan kenyataan ini. aku hanya butuh penjelasan ma, Pa?


Nadia sambil mondar mandir beralih ke hadapan tiga orang yang di depannya.


Namun perjuangan Nadia hanya sia sia, pasalnya satu pun tak ada yang berani menjawabnya,


Akhirnya mereka turun ke bawah menuju ruang keluarga.


Rafi ikut turun dan mencari keponakan yang belum pernah dia gendong sekali pun.


Rafi menggendong dede dari belakang menuju ruang keluarga.


''Ma Pa, Nad,apa aku sudah pantas belum mempunyai anak, Rafi sambil menujukkan dede yang berada dalam gendongannya.


''Lebih dari pantas Raf, dan mama harap kamu segera punya pacar, atau mungkin langsung menikah saja kalau memang ada pasangannya.


''Iya Raf, kamu jangan sibuk kerja saja, apa kamu nggak ingin menikah,apa jangan jangan kamu nggak laku?papa Doni


Nadia hanya diam sambil menyungging kan senyumnya.


''Ma ,Pa, siapa sih yang nggak ingin menikah, setiap laki laki normal pasti ingin menikah begitu juga Rafi, tapi mama dan papa sabar dong, jangan bilang Rafi nggak laku,Rafi sudah punya pacar dan nanti kalau waktunya sudah tepat pasti akan Rafi bawa ke sini,


Dengan celotehnya,akhirnya Rafi bisa memecahkan suasana yang mencekam,


Namun Nadia masih saja diam,pasalnya tujuannya datang ke rumah mama Widya tak membuahkan hasil,


Setelah lama bercanda tawa, akhirnya Nadia pamit untuk pulang. Namun papa Dony melarangnya dan menyuruh Nadia untuk menginap, katanya masih kangen sama dede.

__ADS_1


Itu menjadi pertanyaan lagi untuk Nadia.


Papa bilang kangen, bukankah tadi siang dede sudah di bawa ke sini, apa mama bohong sama aku, terus di bawa kemana dede tadi siang, batin Nadia.


Mama yang mendengar pak Dony, pun ikut bingung takut ketahuan sama Nadia karena sudah berbohong.


Mama Widya garuk garuk kepalanya yang tidak gatal membuat Rafi ikut bingung.


''Mama kenapa, apa ada yang salah. tanya Rafi.


Mama Widya menggeleng.


''Terus mama kenapa garuk garuk kepala gitu, apa mama kutuan?


''Kamu apaan sih Raf, nggak mungkin lah mama kutuan, menjijikkan.


''Kirain,jawab Rafi.


Nadia yang melihat sikap mamanya aneh semakin menaruh curiga.


Akhrinya Nadia mengikuti saran papa Doni untuk menginap di rumah besar.


Di rumah besar Papa Doni semakin rame karena kedatangan dede,


Matahari yang sudah tenggelam, tak ada lagi cahaya yang bersinar, kini tinggal kegelapan yang tampak, Rafi mulai melakukan tugasnya


Rafi keluar dari kamarnya menuju garasi mobil.


Nadia yang melihatnya langsung menghampirinya,


''Kakak mau kemana?


Aduh gi mana nih, gimana kalau sampai Nadia curiga batin Rafi.


Rafi sedikit bingung untuk menjawabnya.


''Em.... itu kakak ada janji sama teman .


''Benarkah? Nadia meminta keyakinan.


Rafi mengangguk.


Kalau benar, ngapain kakak kawabnya ragu gitu,


''Nadia,adik ipar kakak,kamu itu di sini baru sehari sudah seperti wartawan tau nggak? dan pertanyaan kamu itu selalu membuat kakak gugup,kalau lama lama kamu di sini kakak bisa jantungan tau?


''Jadi ceritanya kakak nggak senang kalau aku di sini?


''Bukan begitu, kalau kamu merasa kesepian di rumah, kamu ke sini aja,anggap saja rumah ini rumah kamu juga,udah ah, nanti kakak telat lagi, teman teman kakak itu sensitif, kalau kakak telat pasti mereka marah marah.

__ADS_1


Akhirnya Rafi melajukan mobilnya tanpa menghiraukan Nadia yang masih mematung.


Aneh, hanya kata itu yang terlintas dalam hati Nadia.


__ADS_2