
''Pak ne tapi nona Nadia kok nggak turun turun ya ,nggak biasanya nona begini lo pak ne,
''Coba en parani mungkin wae bar sholat turu maneh. suami bibi
Akhirnya bibi segera naik ke tangga menuju kamar Nadia, setelah mendapat saran dari suaminya.
''Masih sepi apa memang nona tidur lagi ya?gumam bibi.
''Aku ketuk nggak ya ,kalau aku ketuk nanti takut ganggu, kalau nggak nanti takutnya ada apa apa, ah membingungkan, aku ketuk aja deh.
Akhirnya bibik mengetuk pintu, tapi lama nggak ada sahutan dari dalam
Bibi panik, dan langsung turun menemui suaminya dan pak satpam.
''Pak ne,gi mana ini sudah tak ketuk nggak ada suara dari dalam, aku jadi takut .
''Buk ne beneran, kurang banter kali ketukannya.
''Iya bik, bibi beberan mungkin nona masih tidur kali bi dan nggak denger. pak satpam.
''Nggak mungkin,la wong aku ngetuknya sudah keras banget.
''Tapi nggak biasanya seperti ini lo pak
Apa kita telpon tuan Rizal aja atau nyonya besar,
''Lebih baik tuan rizal aja bik, dari pada kita salah langkah. pak satpam.
Akhirnya dengan cepat bibi langsung mengeluarkan hp nya dan Menelpon Rizal.
Sedang di apartemen Rizal dari kamar mandi dan hendak memakai baju,
Rizal mendengar bunyi hp nya yang terletak di meja kamar .
''Siapa pagi pagi nelpon, sambil berjalan menuju meja.
''Bibi, ada apa pagi pagi gini udah nelpon apa ada yang penting? jangan jangan....
Rizal segera mengangkat panggilan dari bibi.
__ADS_1
Bibi menceritakan keadaan di rumahnya, kalau Nadia sama sekali belum turun.
Rizal melihat jam, ternyata sudah jam delapan pagi, Rizal langsung melemparkan hpnya di atas ranjang dan memakai baju yang tertunda,
Rizal langsung keluar kamar tanpa memberi tau Deny.
Rizal berlari menuju mobil dan segera melajukannya, kini fikiran Rizal hanya fokus dengan Nadia.
Rizal menerobos jalanan yang sangat rame, seperti tak memperdulikan akan dirinya sendiri.
Mobil Rizal sampai di halaman rumahnya sedang pak satpam dan pak sopir serta bibi masih mematung di depan pintu utama ,
''Gi mana bik apa belum turun juga?
Bibi menggeleng,
Rizal langsung berlari naik tangga menuju kamarnya,
Rizal mengambil kunci serep dan membukanya,
Lampunya masih gelap, jendela juga belum di buka, Rizal.
Nadia yang merasakan pantulan sinar matahari langsung mengerjap ngerjapkan matanya.
''Mas Rizal, kapan pulang Nadia sambil bangun dari tidurnya.
Nadia menghampiri suaminya dan hendak memeluknya.
tapi Rizal langsung mencengkalnya.
''Kamu ini apa apaan sih jangan kayak anak kecil dong, ini sudah jam berapa, apa kamu nggak tau kalau ini sudah waktunya sarapan pagi, kamu nggak kasihan sama kandungan kamu, bibi sangat khawatir sama kamu, sampai sampai bibik nelpon aku, kamu harus biasa mandiri dong jangan dikit dikit minta orang lain ngertiin kamu, mulai sekarang kamu harus ngertiin orang lain terutama bibi, kamu jangan menyusahkan dia, kamu harus bisa melakukan apa apa sendiri,
Nadia hanya mendengarkan ocehan Rizal tanpa bersuara.
Kenapa sih mas kamu datang datang marahin aku, apa aku ada salah, aku kan hanya malas turun, nanti aku juga turun sendiri kok kalau lapar, kamu memang benar benar berubah mas aku nggak nyangka, aku kira cintamu nggak akan memudar tapi nyatanya,baru aja kita akan membangun keluaga kecil kita tapi sikapmu sudah mulai berubah ,hati Nadia.
Rizal duduk di pinggiran ranjang dan mengusap wajahnya.
Nadia menghampiri suaminya yang duduk membelakanginya.
__ADS_1
Nadia ikut duduk di samping Rizal
''Mas, maaf aku tadi cuma malas turun aja kok, nggak ada maksud aku untuk menyusahkan semua orang, tapi mas nggak perlu marah gitu, aku janji nggak akan mengulanginya lagi, mas aku tau kalau mas marah sama aku, tapi aku mohon kali ini saja aku pingin lihat mas tersenyum, kalau mas nggak mau melakukannya untukku, setidaknya lakukanlah untuk anak kita .
Rizal yang mendengar kata kata Nadia tak tersenyum malah langsung pergi meninggalkannya keluar dan turun,Rizal sedikit lari menuju mobil.
Di dalam mobil Rizal memecahkan tangisnya.
''Maafkan mas sayang mas nggak bisa untuk tersenyum mas udah nggak tahan melihatmu menangis, Rizal memukul setir dengan tangannya, bersabarlah mas akan segera memenuhi janji mas untuk minta maaf sama kamu. setelah mengeluarlan unek uneknya Rizal langsung mengemudikan mobilnya menuju apartemen Deny.
Sedangkan di kamar Nadia memecahkan tangisnya dan menjerit jerit, Seakan tak ada sedikitpun cinta di hati Rizal saat ini. Nadia merasa kalau Rizal sudah sangat berubah dan tak mencintainya lagi,
Di apartemen, Deny sedang di bingungkan dengan tidak ada nya Rizal di kamar serta ponsel Rizal yang terletak di ranjang,
''Kemana Rizal, pagi pagi gini udah ilang aja, apa dia pulang ke rumahnya, tapi kok ponselnya di tinggal sih, kebiasaan nih anak, kalau ke mana mana nggak bilang,
Deny ngedumel sendiri.
Tiba tiba pintu apartemem terbuka, Deny yang melihatnya langsung menghampiri siapa yang membukanya.
''Rizal, kamu dari mana aku cariin kamu ke mana mana nggak ada, Deny dengan gaya panik.
Rizal tak berbicara satu patah kata pun dan langsung memeluk Deny dan mulai menangis,
Deny yang merasakan tangisan Rizal hanya bisa berkata, menangislah Zal kalau itu bisa membuatmu lega.
Rizal malah semakin menjadi jadi dengan tangisnya.
Bukan hanya wanita yang bisa menangis laki laki pun juga bisa menangis saat hatinya merasakan kesedihan yang mendalam begitu juga dengan Rizal dia hanyalah manusia biasa yang tak luput dari kata lemah, siapapun akan menjadi lemah saat di hadapkan dengan masalah yang begitu berat.
''Den kenapa waktu begitu lama rasanya aku sudah tak sanggup untuk ini semua,
''Jangan bilang gitu Zal, kamu harus kuat ini baru permulaan nanti kamu akan merasakan lebih dari ini, berusahalah untuk kenyataan yang kamu hadapi ini, aku memang tidak merasakannya langsung, tapi aku tau gi mana rasanya jadi kamu. aku akan selalu berada di sampingmu, bersemangatlah dan lakukanlah semuanya dengan ikhlas, pasti Allah akan mempermudahkanmu, kamu harus ingat ada anak dan istri yang selalu merindukanmu seperti dulu,
''Nadia adalah orang yang sangat baik dan aku yakin dia nggak akan membalas kemarahan kamu ini, sekarang sudah siang kamu harus berangkat, jangan sia siakan waktu yang ada,
''Baiklah aku berjanji akan lebih semangat lagi, demi anak dan istriku ,kita berangkat.
Akhirnya mereka berangkat dengan hati yang sudah di persiapkan sebelumnya,
__ADS_1
masalah memang akan selalu ada dalam rumah tamgga ntah itu dalam masalah apa, kita hanya bisa menjalaninya dengan kesabaran dan berdoa kepada Sang Pancipta.