Majikanku Suamiku

Majikanku Suamiku
Episode 25


__ADS_3

Malam ini adalah malam yang sepi, aku dan mas Rizal sangat menikmati malam ini, aku memasak untuk makan malam dari bahan yang di bawa dari rumah besar mama,


Setelah selesai kita masuk ke kamar, aku dan mas Rizal duduk berdua di balkon kamar sambil menikmati indahnya bintang dan


rembulan yang menyinari langit gelap.


"Mas apa mas besok sudah mulai kerja?


"Heem,memang kenapa?


"Enggak, cuma pingin tau aja,


"Mas, apa nggak sebaiknya aku naik motor aja kalau berangkat ke kampus, kalau aku selalu bareng mas kan ngerepotin, kan kita nggak searah .


"Nggak apa apa, kan kamu istriku, mau ke ujung dunia pun akan mas Antar.


Lagian mana ada naik motor,nanti kamu kena debu.


"Mas kan cuma debu, lagian dari kecil aku sering kena debu.


"Itu kan waktu kecil, sekarang kamu sudah besar dan sudah menjadi istriku, jadi kamu harus nurut apa kataku.


''O, Iya apa kamu sudah bilang sama Ibu untuk tinggal sama kita ?


"Sudah mas, tapi ibu nggak mau, katanya lebih suka di kampung, katanya sih lebih nyaman .


"Ya udah nanti siapa tau ibu berubah pikiran dan mau tinggal sama kita.


"Ya udah sekarang ayo kita tidur.


Akhirnya malam yang gelap dan sepi menemani tidurku dan Mas Rizal, hanya terdengar dentingan jam dan suara jangkrik yang nyaring


Fajar menyingsing ,membangunkan tidurku, pagi ini akan ku awali hari hariku bersama Mas Rizal Aku segera membangunkan mas Rizal,


Pagi ini aku sadah menjadi seorang istri dan mempunyai tanggung jawab yang harus lakukan.


Pagi yang cerah secerah hatiku saat ini yang lagi bahagia menikmati masa pengantin baru.


Aku pergi ke dapur untuk memasak dan kali ini mas Rizal menemaniku.


Setelah siap kami berdua sarapan sebelum melakukan aktifitas masing masing.


''Kamu bareng mas, aja ya ?


''Nggak usah aku naik angkut aja, nanti mas telat


''Itu kamtor punya mas mana ada yang berani marahin mas,


''Ya udah terserah mas aja aku ikut.


Akhirnya aku ikut naik mobil mas Rizal, sebelum ke kantor dia mengantarku sampai depan kampus. Mas Rizal turun dan membukakakn pintu untukku,


Aku mencium punggung tangan mas Rizal dan dia mencium keningku.

__ADS_1


Aku melambaikan tanganku saat mas Rizal mulai melajukan mobilnya.


Di dalam kampus Ternyata seseorang yang mengintai kemesraan kami.


''Sok romantis, lihat aja aku akan ngerebut kebahagiaan kamu, jangan harap kau bisa miliki Rizal.


"Put, emang kamu seberani itu, kamu nggak takut sama Rizal ?Nina


''Bukan Putri namanya kalo mempunyai rasa takut, bagaimana pun caranya aku akan tetap memisahkan mereka .


Seperti biasa aku langsung masuk, karena hari ini aku nggak lihat Lilis .


Di dalam kelas semua menyapaku.


Aku duduk di tempat di samping Putri.


Putri masih saja sinis padaku, kali ini aku berani menyapa


"Pagi put .


Namun yang di sapa hanya diam.


Nggak apa apa lah yarnh penting aku sudah menyapa toh juga nggak penting kamu mau jawab apa nggak. batinku.


Semua siswa mengikuti materi dengan hikmat


Di kantor


Rizal memulai pekarjaanya dengan setumpukan berkas di meja, karena dua hari nggak masuk


Tok... tok... tok..


"Masuk, eh kamu Den ada apa ?


"Nggak aku cuma mau bantuin aja soalnya belum ada jadwal yang penting .


"By the way gi mana malam pertamanya?


"Pertanyaan apa itu, terus kalau aku cerita kamu mau apa?


''Pingin tau aja.


''Nanti pasti tau sendiri ngapain aku cerita dasar usil aja.


''Jujur aja ya Den ,dari pertama aku ketemu Nadia itu memang sangat beda, bertahun tahun aku menjalani hubungan sama Putri, tapi nggak pernah tu ngerasain kangen, tapi kalau sama Nadia nggak ketemu sehari aja berasa setahun, Makanya aku langsung halalin dia, aku udah nggak betah saat dia keluar masuk dari kamarnya, bawaannya tu pingin meluk dia terus,


"Sekarang udah keturutan kan ?


''Heem, dan aku sangat bahagia,dan kebahagiaan ini nggak akan bisa di gantikan dengan apapun, Dia adalah kebahagiaanku untuk dunia dan Akhirat Amiiin.


Dan satu lagi aku nggak akan sia siakan dia.


''Aku cuma bisa bantu dia, semoga doamu terkabul.

__ADS_1


Hari ini juga hari pertama mas Rizal bekerja sebagai suami yang harus menafkahi istrinya, meskipun mas Rizal langsung memasuki perusahaan papa Doni, karena itu memang


kemauannya sang papa.


Di kampus setelah selesai kelas ,aku langsung meninggalakan ruangan untuk menemui sahabatku yaitu Lilis.


Aku ketemu Lilis di taman, aku bercerita banyak tentang aku dan Mas Rizal aku juga menceritakan kalau aku dan mas Rizal sudah pindah rumah.


''Beneran Nad


''Iya Lis, lain kali main ya ke rumah aku,


Saat asyik ngobrol, tiba tiba datang mas Rizal yang menjemputku.


''Sayang apa kamu udah selesai


''Sudah mas,memang ada apa ?


''Ya kita pulang lah .


''Mas aku boleh ngajak Lilis main ke rumah nggak soalnya di rumah kan aku sendirian


''Iya kamu ajak aja, nggak apa apa kok, lagian kan mas juga nggak bisa nemenin kamu .


''Lis, sekarang aku pulang dulu ya, nanti kalau kamu mau main telpon aja aku.


Aku pulang bersama mas Rizal setelah sampai rumah seperti biasa mas Rizal selalu minta makanan, karena ini memang jam makan siang .


''Mas besok besok mas bawa bekal ya, biar nggak pulang pergi kalau jam makan siang


kan kalau gini mas jadi repot


''Sayang kalau mas bawa bekal mas nggak bisa ketemu kamu dong, mas Rizal memelukku dari belakang .


Mulai deh kalau udah kayak gini pasti ada maunya,lihat aja dia udah cium cium pundakku. batinku


''Mas ,mas mau ngapain?


aku sambil memutar badan


''Ayolah sayang masa kamu nggak tau sih,


''Mas, ini kan siang apa mas nggak sabar nanti malam ?


''Sayang memang inilah yang mas suka, makanya mas mau kita tinggal berdua aja biar nggak ada yang ganggu.


''Tapi mas?


Ssssttt.....Mas Rizal sambil menggandengku menuju kamar.


Kalau udah gini nggak bisa di bantah deh, siap siap aja kamu Nadia, layani suamimu itu sudah janjimu dan jangan membantahnya. Batinku sendiri.


Akhirnya aku dan mas Rizal masuk ke kamar dan di siang bolong itu kami melakukannya dengan penuh kasih sayang, walaupun awalnya aku nggak mau, tapi inilah kewajibanku, dan aku harus melakukannya dengan ikhlas dan tulus.

__ADS_1


Inilah kenikmatan yang di rasakan setiap pasangan yang tak bisa di gambarkan oleh apapun. begitu juga dengan kami, seakan tak ingin lepas dari kenikmatan ini ,surga dunia (katanya)


Bersambung!!!


__ADS_2