Majikanku Suamiku

Majikanku Suamiku
Aku mencintai mu


__ADS_3

Happy Reading ๐ŸŽต๐ŸŽถ


*


*


*


Ana mendengar suara Sean, dia tidak tahu mengapa dia menjadi kepo, dia tidak merasa merindukannya, jadi mengapa dia terburu-buru untuk melihatnya sekarang.


Ana keluar dari kamar menuju ruang tamu, bukannya melihat Sean, dia malah melihat wanita yang sama pada kencan pertama nya dengan Sean, dia kaget melihatnya, entah siapa wanita itu bagi Sean, teman atau pacar?


Ana bertanya-tanya, Bagaimana jika wanita itu mengenali dirinya dan memulai pertengkaran dengannya?


"Ya tuhan, semoga saja dia tidak mengenaliku, biarkan aku berkerja dengan damai disini." Ucap Ana.


*


*


Ana pov.


"Kamu terlihat sangat tidak asing, aku merasa pernah melihat mu di suatu tempat." Segera dia mengatakan ini, jantungku mulai berdetak sangat kencang.


"Tidak nona, saya hanya pembantu baru disini." Aku menjawab dengan ketakutan.


"Oh, kamu seorang pembantu, di rumah kekasihku, entah kenapa aku mulai merasa tidak aman" Dia menambahkan.


"Maaf, saya tidak mengerti." Apakah dia mencoba mengatakan, kalau dia adalah pacar Sean, dia membatalkan jalan-jalan denganku karena wanita ini.


"Maksudku adalah agar kamu bisa melanjutkan pekerjaanmu sebagai pembantu disini kamu jangan dekat-dekat dengan Sean, kekasihku". Dia berkata kepadaku dengan nada memerintah dan Sean masuk ke dalam percakapan kami dan berbicara dengannya.


Kurasa aku kurang beruntung, seharusnya aku tidak berharap Sean akan menyukaiku suatu hari nanti, aku hanya seorang pembantu, aku masih tidak tahu alasannya mengapa aku merasa sedih.


Sean dan aku saling memandang, tapi aku tidak mengerti perasaan yang kurasakan saat melihatnya tapi aku harus menghentikan kegilaan ini.


Aku ingat aku harus pergi jadi aku berkata, "Selamat tinggal, Tuan" dan aku pun pergi.


Aku pergi dari rumah itu, aku masih merasa sakit hati dan dimanfaatkan, ini tidak benar.


Aku belum bisa pulang jadi aku memutuskan untuk mengunjungi Amy di rumahnya.


*


*


"Hai Amy, sepertinya nenek pergi mengunjungi teman-temannya, kan?" kataku pada Amy yang duduk di lantai di apartemen kecilnya.

__ADS_1


โ€œYa, itu yang membuatnya bahagia, karena dia sudah tua, aku hanya berharap persahabatan kita tetap sampai tua nantiโ€, katanya sambil memegang tanganku.


"Tentu, kita sudah berteman lama dan tidak ada yang bisa merusaknya." aku menjawabnya.


"Jadi Ana, kenapa kamu datang ke tempatku? Aku tahu betul bosmu ingin mengajakmu menonton film atau mungkin melakukan sesuatu, kan?", Tanyanya.


Aku hanya mengubah suasana hati ku karena dia hanya membuat ku mengingat apa yang terjadi hari ini.


Aku memalsukan air mataku sambil berkata, โ€œDia bohong, dia bohong, mungkin dia hanya bilang ingin mengajakku jalan-jalan karena dia tahu aku sangat mengaguminya, dia membatalkannya karena pacarnya, ahhh ahhhโ€, jeritku .


"Tidak apa-apa, lagi pula cuma kamu sendiri yang merasakan perasaan beda padanya, bagaimana kamu yakin dia pacarnya hum? Selain itu, kamu bilang dia memanggilmu pacarnya pada saat kencan kalian itu", dia menggosok punggungku memberitahuku dan bertingkah lucu dengan mulutnya.


"Dia punya pacar, gadis yang merusak kencan kami itu adalah gadis yang sama yang datang kerumahnya hari ini, bayangkan dia bahkan memperingatkanku untuk menjauh dari kekasihnya, dia takut kalau kehadiranku di rumah itu akan membuatnya merasa tidak aman. Aku merasa sangat terhina"


"Hum, ada yang memberitahuku bahwa gadis itu mungkin berbohong tapi bagaimanapun juga, aku ragu apakah dia telah bertunangan dengannya atau belum, jadi kamu masih berkesempatan memilikinya kan?", Kata Amy sambil mengedipkan matanya padaku.


"Kamu gadis yang sangat luar biasa, aku harus merebut laki-laki orang lain, tolong lupakan dia, dia baik dan aku sudah menghargai itu." kataku padanya.


"Oke baiklah, aku benar-benar minta maaf, Ana, benar-benar aku tidak percaya kamu tidak akan kuliah lagi, kamu akan tetap menjadi pembantu, ini sangat buruk, kalau dipikir-pikir, orang tua Sean bahkan mungkin tidak mau kamu dekat dengan putranya, maaf untuk itu", katanya sambil menutup mulutnya.


"Jangan ingatkan aku kalau aku ini pembantu, dan tolong berhenti memanggil bosku itu dengan namanya" aku memperingatkannya.


"Lihat, reaksimu, kau malah sudah membelanya, romantis sekali! Cinta sejati tak pernah bohong", katanya.


"Kamu sangat mengerti diriku" kataku mengejarnya dan kami berdua tertawa.


*


*


Sean berdiri seperti orang bodoh saat melihat Ana pergi, dia bahkan tidak tahu yang harus dia lakukan, 'Apa aku bisa meyakinkan dia lagi?'


Sean naik kekamrnya untuk Callista yang berusaha begitu menggoda nya untuk mendapatkan perhatiannya.


"Hai sayang, kenapa lama sekali?", tanya Callista mendekati Sean.


"Apa yang kamu coba lakukan hum?", Sean bertanya padanya.


"Ayo lah sayang, setelah kencan indah kita hari ini, mari kita bahagiakan diri kita sendiri. Apalagi kamu belum pernah menciumku, tidak ada salahnya kita mencobanya kan?, aku milikmu sekarang".


Sean melepaskan tangan Callista dari bahunya, "Jangan berani-berani menyentuhku dan aku bukan laki-lakimu, mengapa kamu mengatakan itu pada Ana? Apa yang merasukimu Callista, kenapa kamu malah datang? Seharusnya aku tidak membiarkanmu. Kamu bahkan bukan kekasihku, tapi kamu sudah bersikap seperti bos di rumahku", teriak Sean padanya.


Sean merasa dia menyakiti Ana, jadi dia hanya ingin meminta maaf.


"Maksudmu, kamu membela pelayanmu, kamu bahkan memanggilnya dengan namanya, alih-alih memanggilnya sebagai pelayan, jadi kamu punya rasa padanya?.", Tanyanya.


"Bagaimana jika aku memang memiliki rasa padanya, apa urusannya dengan mu atau kamu tidak tahu siapa aku, The BS, kuharap kamu mengerti sekarang, karena bahkan jika aku bersama mu, aku tidak akan pernah bisa setia padamu karena aku pria yang buruk dan aku siap melakukan apapun yang aku mau." Sean sengaja mengatakan kata-kata ini padanya.

__ADS_1


"Ya, aku mengenalmu dengan sangat baik tetapi bahkan pada saat itu, aku mencintaimu dan aku bersedia menanggung dan mengerti karena seorang pria tidak akan pernah tinggal di keburukan selamanya, dia akan melakukannya dan pasti akan berubah", jawab Callista dengan air mata berlinang.


"Aku juga harap kamu tahu bahwa pernyataan yang baru saja kamu ucapkan dari mulutmu itu langsung untuk pasangan yang sudah menikah dan bukan untuk seorang penggoda sepertimu" kata Sean sambil duduk di tempat tidurnya.


"Sepertinya kamu sedang tidak waras, selamat malam", Ucap Callista dan pergi keluar.


Sean senang dia pergi.


Sean melihat jarum jam, belum terlalu larut, "Bagaimana kalau aku pergi menjemput Ana untuk berkencan dan meminta maaf padanya?"


"Apa yang aku lakukan? Aku telah melakukan sesuatu yang buruk padanya."


"Yah, karena aku bosan dan sedang tidak mood, aku butuh ditemani seseorang dan Ana sangat cocok untuk itu."


Sean pun pergi mengambil mobil nya dan memutuskan untuk pergi ke tempat teman Ana, di mana dia menurunkannya terakhir kali.


Sean dalam kecepatan tinggi dan polisi mengejarnya, dia tahu dia salah tetapi dia harus berhenti agar mereka dapat menjalankan tugas mereka.


Sean menjadi sangat tidak sabar karena para polisi itu membuang-buang waktu saja.


*


*


Sampai di kediaman Amy, Sean beruntung melihat Ana disana, Sean turun dari mobil dan tidak tahu apa yang merasukinya dia bergegas memeluk Ana begitu erat.


Seolah-olah Sean telah merindukannya begitu lama.


Memeluknya dan meminta maaf, "Aku minta maaf telah melanggar kata-kata ku, seharusnya aku menepatinya bukan melanggarnya".


Momen syahdu itu larut dalam melody indah.


๐ŸŽต ๐ŸŽถ๐ŸŽถ๐ŸŽถ๐ŸŽถ๐ŸŽถ


"Aku mencintaimu dan aku membutuhkanmu sayang." Ucap Sean dalam pelukan itu.


๐ŸŽต๐ŸŽถ๐ŸŽถ๐ŸŽถ๐ŸŽถ๐ŸŽถ๐ŸŽถ


Saat mereka mempertahankan posisi berpelukan, Amy menikmati pemandangan itu.


*


*


*


TBC ๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2