
Hari yang sudah gelap bintang bintang pun mulai tampak,
Perjalanan yang sangat panjang di lalui Rizal, kini mobil sport mewah Rizal berada di depan rumah Nadia,
Rizal mengganti bajunya dengan dengan baju yang serba hitam, tak lupa menyertakan switer yang menutupi kepalanya serta kaca mata,
Rizal berjalan menghampiri pintu dan mengetuknya,
Entah ada apa dengan Nadia malam ini, tak seperti biasanya yang selalu memanggil Ibunya, saat ada yang mengetuk pintu, kali ini Nadia langsung beranjak dari kursi untuk membukanya.
Nadia memegang knop pintu dan menariknya.
''Sia.... Nadia tak bisa melanjutkan pertanyaannya, karena sudah di bungkam mulutnya.
Rizal menutup kembali pintunya serta menguncinya.
Siapa ini ,apa jangan jangan preman yang nyulik aku, tapi aku kan tepatin janji aku, terus apa masalahnya sekarang, tanda tanya dalam hati Nadia.
Rizal membawa Nadia masuk ke kamar nya .
''Jangan teriak, kalau kamu masih teriak,aku akan menelanjangimu, Rizal membesarkan suaranya,
Siapa lagi ini, ini bukan suara preman itu, apaan mau menelanjangiku, emang dia siapa berani beraninya ,batin Nadia geram.
Saking takutnya Nadia hanya diam dan sesekali melirik gerangan yang masih membungkamnya.
Aduh, rasanya aku pingin cium aja dia, lucu juga kalau lagi takut kayak gini, tapi kasihan juga, batin Rizal menggelitik.
Akhirnya Rizal melepaskan bungkamannya dan naik ke atas ranjang serta menyelimuti badannya hingga kepala.
apa apaan dia, ini kan kamarku. ngapain dia tidur di sini, sebenarnya siapa sih dia.
Nadia bingung harus melakukan apa, akhirnya Nadia berjalan mengendap endap menuju pintu. tapi naas itu pun ketahuan .
''Mau kemana? cepat tidur sini, temani aku, Rizal masih dengan suaranya yang besar.
Nadia berbalik dan melangkahkan kakinya pelan menuju ranjang.
Nadia duduk di pinggiran ranjang,
Dengan ketakutannya Nadia mulai berkeringat,
''Jangan duduk saja, cepat tidur!
Nadia mulai merebahkan badannya,
Rizal yang melihatnya langsung merangkul badan ramping Nadia.
''Apa kamu nggak kangen sama mas,
Suara itu, ya ampun apa benar ini,
Nadia tidak meneruskan apa yang melayang pada otaknya saat ini.
Nadia berbalik menghadap orang misterius yang berani tidur di sampingnya.
Nadia mulai menyibak selimut yang menutupi badan orang itu,
Betapa kagetnya Nadia saat melihat senyumnya,
Nadia tak melanjutkan aksinya, Nadia hanya diam dan mulai menitihkan air matanya. ,
''Kenapa malah nangis, apa kamu tidak merindukan aku? tanya Rizal.
Tanpa jawaban Nadia langsung memeluk suaminya.
__ADS_1
Kerinduan yang begitu mendalam kini sudah terobati.
Rizal membalas pelukan sang istri dengan sangat erat,
''Maafkan mas, kalau mas punya salah, mas nggak bermaksud menyakitimu, kenapa kamu nggak pulang ke rumah, malah pulang ke sini?
Nadia masih saja dengan tangisnya yang semakin menjadi.
''Apa mas masih mencintaiku?
''Hei, kenapa bicara begitu, apa kamu mulai meragukan mas?
Nadia mengangguk.
Rizal melepaskan pelukannya dan kini memegang kedua pipi Nadia.
''Jangan nangis, mas mohon ,mas nggak bisa melihat kamu sedih seperti ini.
''Sekarang katakan,apa yang kamu ragukan?
Nadia berdiri dan mengambil beberapa tumpuk amplop.
Nadia menyodorkan ke depan Rizal.
''Apa ini ?
''Mas, buka aja?
Rizal mulai membuka amplop
Rizal mengambil apa isi dari amplop itu.
Rizal terkejut dengan isi dari amplop itu.
''Jadi kamu cemburu sama mas? ini hanya sebuah foto, lagian mas juga nggak tau kalau tujuan Putri untuk memanas manasi kamu,
Rizal berdiri sang istri yang mematung.
''Lihat aku, Rizal sambil memegang dagu istrinya.
''Sayang, mas nggak akan pernah berpaling dari kamu, mas nggak akan mengingkari janji yang sudah mas ucapkan.
''Tapi aku nggak mau lihat mas dekat dengan dia, seperti malam itu.
''Maksud kamu di pernikahan Deny?
''Maaf, kalau itu membuat hati kamu sakit, mas nggak bermaksud untuk dekat dengannya.
''Kalau kamu nggak mau mas dekat dengan dia, kamu jangan jauh jauh dari mas, Rizal sambil memeluk Nadia dari belakang dan menciumi leher istrinya yang sudah lama tidak di rasakannya.
''Jadi kalau aku jauh dari mas,mas bisa bebas dengannya?
''Bukan gitu, maksud mas, kenapa kamu pergi, dan nggak pulang,
Apa mas mau mendengarkan ceritaku.
Rizal mengangguk.
Akhirnya Nadia menceritakan semua kejadian dari mulai dia di culik sampai pulang ke rumah Ibunya.
''Maaf, mas sudah menyakiti kamu, mulai sekarang mas nggak akan dekat lagi dengannya,
Tok.. tok.. tok... suara ketukan pintu membuat Rizal dan Nadia saling berpandangan,
''Siapa malam malam gini bertamu ?tanya Rizal.
__ADS_1
Nadia mengangkat kedua bahunya
Nadia keluar dari kamar menuju pintu, Rizal mengekori dari belakang.
''Kak Rafi, kak Deny, kalian.
''Iya, gara gara suami kamu,Kakak kena marah sama mama,
''Masuk kak!
''Maaf, lagian kakak nggak perlu nyusul segala, Rizal menimpali
''Kamu tau mama kan, kalau sudah menyangkut kamu, paniknya minta ampun.
''Siapa Nad, kok Ramai?
Sang Ibu dari belakang.
''Ini Bu, mas Rizal, kak Rafi ,dan kak Deny ,
Sang Ibu tersenyum. semua mencium punggung tangan Ibu Lela
''Kok malam malam, ke sini nya?
Rizal langsung berlutut didepan sang Ibu mertua.
''Bu, Rizal minta maaf, karena sudah menyakiti hati Nadia, Rizal yang salah dalam hal ini,
''Kamu nggak usah menyalahkan diri kamu sendiri, ini musibah yang menguji kalian, ntah yang keberapa kali, yang penting kalian saling percaya,
''Bu, ini kan sudah malam, saya dan Deny mau pamit pulang,
''Apa nggak nginep aja kak?
''Nggak usah Nad, kasihan Deny, pengantin baru, masa harus ninggalin istrinya?.
Alasan, bilang aja dia yang kangen sama Alea bidadarinya itu. pakai memperalat aku lagi. batin Deny jengkel.
''Ya udah nggak apa apa, kalau kalian nggak mau nginep, tapi hati hati di jalan ya?
Deny dan Rafi keluar dari rumah Nadia ,Deny mulai melajukan mobilnya.
''Kenapa kakak pakai alasan kayak gitu, bilang aja sejujurnya kalau kakak yang kangen sama kak Alea bidadari kakak itu,
''Kamu marah sama kakak, kamu nggak terima, terus kamu mau apa sekarang ?,
''Bukan gitu kak, ya aku malu lah, apa lagi di depan Ibunya Nadia,
''Punya rasa malu juga kamu, kakak kira muka tembok,
''Kakak tu yang muka tembok .
Di dalam mobil Deny dan Rafi saling berdebat yang tak henti hentinya.
Sedangkan Nadia dan Rizal kini sudah berada di dalam kamarnya,
''Sayang kamu mau kan pulang sama mas?
''Mas, aku takut dengan ancaman preman itu,aku nggak mau membahayakan nyawa mas dan anak kita.
''Kamu jangan takut, nggak akan terjadi apa apa kamu tenang saja, dan mas berjanji kejadian ini nggak akan terulang lagi, Rizal mencoba menenangkan sang istri.
Akhirnya malam yang panjang di lewati dengan pelukan hangat,
Lagi lagi kesetiaan cinta kedua pasangan ini di uji, tapi kekuatan cinta dari keduanya mampu meruntuhkan segalanya.
__ADS_1
Kesabaran Nadia dan kepercayaan Rizal, itulah yang membuat keduanya saling melengkapi.