
Rizal kembali ke kamar, karena malas kalau berbincang dengan wanita,
''Tu kan, gini nih kalau teman jadi tetangga lama lama jadi ibu ibu tukang ngerumpi.
Rizal menggerutu sambil jalan ke kamar.
Pasalnya Rizal sedikit emosi, karena kedatangan Lilis menganggunya untuk berduaan dengan Nadia.
Rizal memainkan ponsel di kamarnya sambil menunggu wanitanya.
Setelah beberapa jam Nadia kembali ke kamar,
Nadia melihat Rizal yang sibuk dengan ponselnya,
Nadia mengahampiri Rizal yang duduk di sofa, Rizal sama sekali tak menyapanya.
''Mas Rizal kenapa, tumben dia diam, biasanya nyerocos, batin Nadia.
Nadia memancing Rizal dengan mengambil ponsel yang di pegang suaminya.
''Mas, lagi lihatin apa sih, kok serius banget, sampai lupa dengan istrinya.
Rizal yang dari tadi sudah menahan emosi langsung menarik tengkuk leher istrinya.
Rizal mencium Nadia dengan lembut,
Kenapa mas Rizal jadi liar gini. apa aku tadi salah karena sudah mendekatinya, gi mana ini, aku harus buat alasan apa, batin Nadia
''Mikir apa, kamu sekarang nggak akan bisa lepas sayang, udah diam aja, nggak usah gerak,
Nadia hanya bisa membulatkan matanya,
Lagi lagi Rizal melakukan ritualnya di siang hari,
Tak dapat di pungkiri hasrat yang sudah di tahan selama berbulan bulan kini sudah terpuaskan oleh sang istri yang delalu di dekatnya.
Untung saja sang buah hati pun tak mengganggu papa dan mamanya yang lagi ritual.
''Terima kasih sayang, Rizal sambil mengecup kening sang istri,
Sedangkan Nadia yang merasa lelah pun hanya diam dan mengangguk,
Nadia mulai memejamkan matanya, karena badannya yang mulai terasa remuk karena ulah sang suami yang begitu liar,.
Tak lama bibi mengetuk pintu, Rizal langsung menutupi tubuh Nadia dengan selimut tebal.
Rizal menghampiri pintu dan membukanya.
''Ada apa bi?
''Makan siang sudah siap tuan!''
''Ya udah bi, nanti dulu, Istri saya sedang tidur.
Bibi pun berlalu setelah mendengar penjelasan sang tuan rumah.
Seharian penuh Nadia tidur, Juan bangun pun sampai tak tau, akhirnya Rizal yang harus menggendong sang buah hati dan membuatkannya susu.
''Sayang Juan, sama papa dulu ya, kasihan mama lagi tidur,
Bibi yang melihat tuannya pun heran karena sibuk membuat susu dan memandikan Juan.
''Tuan muda, Nyonya muda nggak sakit kan?
''Nggak Bi, cuma capek aja, jawab Rizal santai
__ADS_1
''Sini Tuan ,biar bibi yang mandiin den Juan,
Akhirnya Rizal menyerahkan Juan pada sang bibi,
Rizal kembali ke kamar dan melihat sang istri yang masih di balik selimut,
Rizal menghampirinya dan meyelipkan rambut Nadia yang sedikit berantakan.
Rizal kembali mengecup kening Nadia,
Nadia yang merasakan benda kenyal pun membuka matanya.
Nadia menoleh ke arah samping dan melihat Rizal tersenyum lebar,
''Kenapa mas tersenyum ,apa ada yang lucu?,
Rizal menggeleng dengan pertanyaan Nadia.
''Terus kenapa mas senyum senyum sendiri,
''Kamu kalau capek ,tidurnya kayak kerbau, sampai sampai lupa waktu,
''Ini semua kan gara gara kamu mas, kamu yang bikin aku capek,
''Emang jam berapa sekarang?
Nadia langsung melihat jam yang melingkar di dinding,
''Ya Allah mas, kenapa nggak bangunin aku, Juan gi mana, apa sudah mandi, apa sudah minum susu, ?
''Nggak usah panik, kamu mandi bersihkan diri kamu, kita segera ke rumah mama, nanti kalau terlambat bisa kena marah sama Ibu Ibu kompleks, Juan sudah di mandiin bibik, dan tadi sudah mas buatin susu.
Nadia langsung menyeret selimut dan membawanya ke kamar mandi, karena Nadia belum memakai bajunya,.
Setelah siap Nadia dan Rizal langsung pergi ke rumah mama Widya.
Sedangkan mama Widya masih saja sibuk dengan barang bawaannya,
Rafi yang di kamar hanya bercermin melihat mukanya yang tampan,
Senyuman yang terus menghiasi bibir Rafi, membuat wajahnya semakin mempesona.
''Raf, cepat Ini semuanya sudah siap, Nadia dan Rizal sudah datang.
Lamaran sederhana, karena waktu yang begitu singkat, demi menuruti keinginan
Rafi.
Rafi yang mendengarkan mama nya memanggil pun langsung keluar dari kamarnya.
''Wah, kak Rafi sangat tampan, pasti nanti kak Alea langsung klepek klepek,
''Apa selama ini kakak kurang tampan ?
''Bukan gitu kak, kali ini kakak penuh dengan senyuman, itu yang menjadi kakak lebih tampan, kalau biasanya kan seperti Ibu Ibu komplek yang mulutnya pedes, itu mengurangi ketampanan kakak.
''Zal, kamu itu nggak usah ngeledek kakak mu terus, nanti dia ngambek lagi, mama yang susah.
''Iya iya, aku minta maaf ya kak?
Rizal merangkul Rafi,
Semuanya berangkat menuju ke rumah Alea dengan menggunakan dua mobil,
Sedangkan di rumah Alea, para pembantu masih saja sibuk dengan jamuan yang akan di hidangkan untuk keluarga Pratama.
__ADS_1
Alea sudah berdandan sangat cantik, karena memang acara dadakan, Alea pun hanya make up dan memakai baju yang ada, karena tak sempat untuk ke butik maupun yang lain .
Alea gugup saat mendengar mobil berhenti di depan rumahnya.
Alea keluar dari kamar untuk menyambut calon suami dan calon mertuanya.
Begitu juga dengan pak John,
Alea memghampiri papanya yang masih mematung,
''Pa, kenapa papa sedih, Alea sambil merangkul papanya,
''Papa,hanya ingat mama kamu, andai saja dia melihat kamu akan di lamar, pasti dia akan bahagia,
''Pa, pasti mama sudah lihat Alea saat ini, dan pasti mama sudah bahagia di sana,
Pak John menitihkan air mata mengingat sang istri yang sudah tiada.
Kini keduanya menghampiri pintu utama untuk menyambut calon besan dan calon menantu,
''Selamat malam pak Doni, silahkan masuk,!! pak John dengan wajah yang bahagia.
''Malam pak John, lama kita tidak ketemu, semenjak perusahaan di ambil alih anak anak,kita jadi jarang bercanda, seperti dulu,
''Masuk Bu Widya, nak Rafi Nak Rizal dan ini istri nak Rizal,
Semua mencium punggung tangan pak John, sedangkan Alea mencium punggung tangan kedua calon mertuanya,
Semua saling mengobrol, dan saling bercanda tawa, karena pak Doni dan pak John dulunya memang saling kenal.
Sampai pada acara inti.
Mama Widya dan papa Doni mengutarakan niat utamanya.
''Maaf pak John ,kedatangan kami ke sini selain silaturrohmi, kami juga akan melamar anak pak John untuk putra sulung kami Rafi,
Pak John tersenyum mendengar pak Doni
''Pak Dony, saya hanya orang tua yang bisa mendukung anak saya, tapi saya nggak bisa menjawab, biar Alea saja,
''Raf, sekarang giliran kamu dong yang melamar Alea, pinta mama Widya.
Rafi terlihat antara gugup dan gerogi, keringat dinginnya pun mulai membasahi wajahmya.
Kenapa aku jadi gugup gini, biasanya aku juga biasa saja kalau dekat Alea, aduh gi mana nih,
Mulut Rafi seperti keluh tak bisa bicara,
Semua memandang Rafi penuh heran.
''Kakak kenapa, apa kakak gugup, tenang, tarik napas, keluarkan, bisik Rizal,
Rafi pun mengikuti sang adik.
Akhirnya Rafi mengumpulkan semua keberaniannya.
''Alea, apa kamu mau nenjadi istriku?, kata Rafi dengan lantang
Alea tersenyum dan melihat pak John.
pak John tersenyum pada Alea.
''Iya, aku mau menjadi istri mas Rafi.
''Alhamdulillah, semua menjawab bersamaan .
__ADS_1