Majikanku Suamiku

Majikanku Suamiku
Episode 95


__ADS_3

Kebahagiaan terpancar di wajah Rafi saat ini, pasalnya waktu yang di tunggu tunggu datang juga, meskipun mereka belum resmi menikah, tapi ini adalah langkah awal menuju pelaminan.


Malam yang indah, hanya kebahagiaan yang terpancar saat ini untuk sepasang kekasih yang saling jatuh cinta


''Jadi bagaimana pak Doni untuk hari pernikahannya? tanya pak John.


''Sebelumnya saya minta maaf pak John, saya akan pikirin kagi waktunya, karena pernikahan mereka akan kami langsungkan dengan acara resepsi Rizal, jadi kami butuh waktu yang agak sedikit lama untuk mempersiapkan semuanya.


''Baik lah kalau gitu, saya dan Alea hanya ikut saja, bagaimana baiknya, Pak John dengan santai.


Kedua keluarga saling berbincang membicarakan acara pernikahan yang belum pasti, karena papa Doni memang sedikit mengulur waktu untuk Rizal.


Setelah selesai, keluarga Pratama pulang, karena hari pun sudah mulai larut.


Di dalam mobil Rafi masih saja setia dengan senyumnya, yang membuat mama Widya semakin heran .


''Kamu kenapa sih Raf, kok dari tadi mama lihatnya senyum terus?


''Ya ampun ma, mama nggak tau kalau perjaka mama ini lagi bahagia.


''Iya mama tau, tapi kamu harus sabar ya, kamu denger kan apa kata papa ?


''Iya, iya ma, aku juga kasihan sama Rizal, ini kan moment kita, aku mau nungguin rambutnya tumbuh lagi, aku nggak mau kalau Rizal nggak menikmati resepsinya,


Mobil yang di tumpangi pun beda arah, kini mobil Rizal sudah sampai di depan rumah,


Rizal memarkirkan mobil nya dan segera masuk.


Nadia pun langsung menidurkan si kecil Juan di dalam kamarmya .


Sedangkan Rizal dan Nadia segera membersihkan diri masing masing .


''Mas, boleh nggak aku besok shoping dengan Lilis, kan udah lama aku nggak jalan sama dia,


''Boleh, asal nggak ganggu waktu kita,


''Maksud mas apa ?


''Maksud mas, kamu bebas jalan jalan sama Lilis, asal saat mas nggak ada di rumah.


''Mas juga nggak tau kenapa akhir akhir ini mas nggak bisa jauh dari kamu,


''Mas ,itu semua terlalu lebay, kita ini sudah jadi orang tua, masa iya tingkah kita mau masih kayak pengantin baru aja .


''Sayang, meskipun kita sudah jadi orang tua, tapi jiwa mas ini masih perjaka apa kamu nggak ngerasa?


Ha... ha... ha... Nadia tertawa lepas mendengar ucapan Rizal.


''Kenapa kamu tertawa, apa ada yang lucu?


''Sangat lucu, Nadia sambil mendekatkan wajahnya ke depan Rizal,


Tapi Rizal yang tak mau membiarkan mangsanya pun langsung menangkup leher Nadia,


''Apa nya yang lucu sayang, Rizal sambil senyum menyeringai.


''Mas, lepasin dulu dong, aku capek. lagian ini kan udah malam .


''Oke, mas lepasin, mas juga capek, ayo kita tidur ?ajak Rizal.


Keduanya tidur dalam satu selimut,


Pagi pun menjelang, Rizal dan Nadia yang sudah bangun dan melakukan ritual bangun tidur,

__ADS_1


Setelah itu Nadia langsung pergi ke dapur untuk memasak, karena melihat Juan yang belum bangun.


Nadia segera bergelut dengan bumbu dapur yang di temani sang bibi


Setelah semuanya siap, Nadia kembali ke kamar untuk memanggil Rizal.


Nadia membuka pintu kamar ,dan di kagetkan dengan Rizal yang kembali tertidur


''Ya ampun mas, apa tidurnya semalam kurang, sambil menarik selimut yang menutupi badan Rizal.


Nadia yang heran, dengan diam nya langsung mencium kedua pipi Rizal.


''Mas, ayo bangun, mas, nggak ke kantor?.


Yang di bangunkan bukan membuka matanya malah menunjuk bibirnya dengan jari telunjuk


Tanpa menunggu lama Nadia langsung mencium bibir Rizal kilat.


Rizal yang merasa terpenuhi pun langsung membuka matanya lebar.


''Terima kasih sayang, kamu tau aja vitamin mas,


Rizal segera bersiap, untuk berangkat ke kantor.


Sedangkan di luar rumah, Deny sudah menunggunya dengan setia .


''Hai, udah lama kamu di situ, sambil mengarah Deny yang duduk dikursi depan.


''Sudah satu jam, jawab Deny ketus


''Kamu kan pengantin baru, apa kamu nggak pergi bulan madu?


,


''Kenapa?


''Aku mau ngikutin jejak kamu, kamu kan juga nggak bulan madu, tapi kamu berhasil nyetak Juan,


Rizal malah tertawa lepas mendengar alasan Deni.


''Ya.. ya. ya... oke lah, kita nanti bulan madu sama sama,


''Kapan,


Rizal mengangkat kedua bahunya.


Tak butuh waktu lama, kini mobil Rizal sampai kantor,


Rizal dan Deny pun segera masuk dan bergelut dengan pekerjaan masing masing .


Sedang di kantor lain Rafi pun sama, Rafi yang baru datang pun langsung melihat meja Alea yang sudah berhadapan dengan pekerjaannya.


Alea yang melihat Rafi pun segera masuk ke ruangan Rafi untuk memberi tau agenda nya hari ini.


''Permisi mas, hari ini mas akan kedatangan tamu dari perusahaan Sarana grup, dan waktunya jam sepuluh nanti, hanya itu.


Sedangkan yang di ajak bicara malah senyum senyum sambil memandang sang sektetaris


''Mas Rafi kenapa, apa dia lagi ngelamun, jadi dari tadi aku ngomong sama orang yang lagi ngelamun, batin Alea sebel.


Alea langsung melambai lambaikan tangannya di depan Rafi,


''Mas,mas ,kamu denger nggak sih. Alea sedikit mengeraskan suaranya.

__ADS_1


Rafi gelagapan setelah mendengar suara Alea.


''Iya mas denger ,kamu nggak perlu siapkan apa apa, dia itu teman mas, yang hanya ingin berkunjung saja, tadi malam dia sudah bilang sama mas,


Alea tersemyum melihat calon suaminya yang tampan.


''Kalau gitu aku permisi dulu,


''Kenapa, kamu di sini aja, lagian bentar lagi kan teman ku datang, mas akan memperkenalkan kamu sebagai calon istriku.


''Mas, kan nggak enak kalau di lihat karyawan lain, aku di sini kan sebagai sekretaris, jadi aku juga harus profesional .


Di depan perusahaan Pratama yang di pegang Rafi, datang laki laki yang sangat gagah yag memakai jas serta celana hitam, serta kaca mata hitam,


Rafi yang mendapat telpon dari resepsionis pun langsung menyuruhnya mengantar sang tamu ke ruangannya,


Tok... tok... tok...


''Masuk., sahutan dari dalam .


''Wah, wah wah, sekarang kamu sangat tampan sekali, aku sampai angling lihatnya.


''Kamu juga Rafi, lama sekali kita nggak ketemu, nagaimana keadaan kamu, aku baik, ''Kamu sendiri gimana?


''Seperti yang kamu lihat, aku baik baik saja.


Keduanya saling berbincang bincang bercerita satu sama lain.


''Gi mana nih ,apa kamu sudah menikah?


Rafi menggeleng,


''Tapi aku sudah punya calon istri, baru semalam aku melamarnya,


''Kamu sendiri gi mana, Orang itu menggeleng,


''Kenapa ,kamu tampan, kaya, terus apa masalahnya?


''Bukan gitu, apa kamu ingat sama Alea?


Rafi mengangguk.


Alea, kenapa dengannya, jangan bilang kalau dia jatuh cinta sama Alea, Batin Rafi menerka.


''Apa maksudmu dengan Alea ?


''Aku menyukainya, dan tidak ada gadis lain selain dia yang ada di hatiku,bahkan selama ini aku tak bertemu dengannya pun aku merindukannnya.


''Apa dia tau kalau kamu menyukainya?


Orang itu menggeleng.


Panjang umur, yang di omongin langsung masuk tanpa mengetuk pintu ,karena Alea tidak mengetahui kalau tamu Rafi sudah datang.


''Maaf, aku nggak tau kalau ada tamu,


Sedangkan sang tamu langsung membalik badannya, karena mendengar suara yang tak asing baginya.


''Alea..., sang tamu terkejut, setelah melihat siapa yang di hadapannya saat ini.


''Adit ,Jadi teman mas Rafi kamu?,


Ya teman lama Rafi, juga teman lama Alea saat mereka masih sama sama kuliah di luar negeri, entah pernah ada hubungan atau tidak, Rafi pun tak tau,

__ADS_1


__ADS_2