Majikanku Suamiku

Majikanku Suamiku
Episode 67


__ADS_3

Malam yang menguras air mata terjadi di kamar pasien yang bernama Rizal, pasalnya tiada satu pun yang tak menangis melihat pertemuan sepasang suami istri yang saling mencintai itu,


Rafi dan Deny pun ikut terharu, sampai tak bisa berkata apa apa ,


Rafi menghampiri Rizal yang sudah berbaring di ranjang.


''Gi mana perasaan kamu sekarang, apa lebih baik atau sebaliknya, Rafi sedikit bercanda.


Rizal hanya diam dan sedikit malu.


''Kakak bilang juga apa, Nadia itu baik, pasti dia mau menerima kamu apa adanya, kamu sih nggak mau dengerin kakak,


''Kak udah dong, kakak nggak lihat kalau mas Rizal malu, jawab Nadia,


''Dede, keponakan om, sekarang kan mama dan papa sudah berkumpul, Dede pulang dengan om ya, sama oma dan opa,


''Kak, nanti dulu dong, aku kan masih kangen, Rizal.


''Mas, dede kan belum punya nama, terus mas mau kasih nama siapa?


Rizal berpikir sejenak.


''Juan hilmi pratama, itulah nama anak kita sekarang.


''Nama yang sangat bagus, papa Doni.


''Baiklah Zal, karena malam sudah larut, papa dan mama mau pulang kasihan bayi kalian, biar mama bawa pulang,


Rizal mencium kedua pipi gembul anaknya,


''Juan baik baik ya sama oma, jangan rewel, jangan bikin oma marah, Nadia sambil menyerahkan bayinya.


Sedangkan Rafi dan Deny juga ikut pamit untuk pulang, kini tinggal dua sejoli yang menjadi penghuni kamar itu.


''Sekarang kan udah malam, apa mas nggak tidur? tanya Nadia.


Rizal menggeleng.


''Saat ini mas hanya ingin memandang wajahmu, mas sangat kangen, sudah berbulan bulan mas hanya bisa melihatmu dari jauh, dan mas nggak bisa menyentuhmu.


''Mas, mulai sekarang, apapun yang terjadi ,mas nggak boleh meninggalkan aku lagi,


''Apa mas tau, aku sempat berfikir kalau mas punya wanita lain,karena mas pergi dan tidak ada kabar sama sekali,


''Sayang kamu sangat salah kalau mengira mas meninggalkanmu demi wanita lain, mas nggak punya sedikit pun untuk melakukan semua itu,

__ADS_1


''Apa kamu mau mendengar cerita mas, kenapa mas menghindar dari kamu?


''Heem, Nadia mengangguk.


''Kalau gitu naik dulu dong ,kamu nggak mau tidur sama mas, akhirnya Nadia naik dan merebahkan badannya di samping sang suami.


flashback off


*Pada saat Rizal mengambil hasil lab bersama Rafi dan Deny ,Rizal menerima sebuah amplop, Rizal membukanya dengan pelan dan membacanya secara teliti, saat itu juga Rizal merasa tubuhnya sangat lemas.


sampai ambruk ke lantai


Rafi mencoba menguatkan adiknya, Sedangkan Deny juga tidak bisa berbuat apa apa setelah membacanya.


Rizal menangis di pelukan sang kakak,


''Kak, apa yang harus aku lakukan sekarang, aku penyakitan dan ini sangat serius, aku takut, Rizal sambil menangis.


''Zal, kamu juga pernah seperti ini waktu kamu masih kecil, dan saat itu kamu adalah anak terkuat di dunia ini yang bisa melawan penyakit ini, dan sekarang kamu sudah dewasa ,pastinya kamu lebih kuat,


''Kamu lihat kan kalau penyakit kamu ini stadium awal, dan ini masih bisa sembuh,


Sekarang kamu duduk dan dengarkan penjelasan dokter.


''Dok, tolong jelaskan apa yang harus kami lakukan untuk kesembuhan adik saya!


Rafi menghadap sang adik, ''Gi mana Zal, apa kamu mau berobat ke luar negeri? tanya Rafi.


Rizal menggelenag.


''Kenapa, apa kamu nggak mau sembuh?


''Bukan begitu kak,aku nggak mau jauh jauh dari istriku, aku nggak bisa ,


''Lebih baik aku nggak sembuh, yang penting aku bisa dekat dengannya.


''Oke, kalau gitu, Tidak apa apa tuan Rizal tetap di rumah sakit ini, tapi tuan Rafi harus mendatangkan Dokter dari luar negeri beserta obat yang akan di konsumsi tuan Rizal nanti,


''Pengobatan ini memang memakan waktu berbulan bulan untuk membunuh sel kanker yang menjalar, karena kanker yang di derita tuan Rizal terbilang ganas dan mematikan,


''Tapi kasus seperti tuan Rizal masih banyak yang terselamatkan jika rutin kemo dan mendapatkan penanganan dokter ahli, jadi itu saran dari saya tuan, semoga bisa membantu tuan,


''Gi mana Zal, apa kamu setuju dengan saran dokter?tanya Rafi.


Rizal mengangguk.

__ADS_1


''Tapi tuan harus fokus dan jangan memikirkan masalah berat,


''Baiklah dok ,kalau gitu kapan kita bisa mulai pengobatannya ?


''Terserah tuan Rizal saja, tapi lebih cepat lebih baik.


''Karena setiap waktu tuan itu sangat berarti ,jadi jangan sia siakan, Takutnya semakin lama semakin menjalar,


''Terus aku harus bilang apa sama Nadia, aku nggak mau dia sedih gara gara penyakit ini.


''Tapi kamu harus tetap jujur sama dia, dia itu istri kamu, Nadia juga berhak tau keadaan


kamu.


''Kak, aku akan menjalankan pengobatan ini ,tanpa sepengetahuan Nadia.


''Kamu yakin dengan keputusanmu ?


Rizal mengangguk,


''Aku takut kalau aku akan gagal dengan pengobatan ini ,jadi mulai sekarang aku akan mulai menjauh darinya.


''Tapi apa kamu sanggup,menjauh dari Nadia. tanya Rafi.


''Aku akan coba,


''Ya sudah kalau gitu, mulai besok kakak harap


kamu sudah bisa mengambil keputusan untuk kemo, kakak nggak mau kamu mengulur waktu lagi.


Mereka bertiga berlalu dari ruangan sang dokter.


Akhirnya Rafi langsung mencari dokter dari luar negeri .


Rafi menelpon semua staff kantornya untuk mencari nya, tak butuh waktu lama, selang beberapa hari dokter datang dari luar negeri, dan itulah awal Rizal melakukan pengobatannya.


Flashback on*


''Oh... jadi ini semua rencana mas untuk meninggalkan aku, kenapa mas punya fikiran seperti itu?


''Karena mas tau, kalau akibat dari kemo akan seperti ini, jadi mas nggak mau kamu meninggalkan mas, karena wajah mas yang jadi jelek dan botak, mas hanya berantisipasi saja.


''Mas, kamu dengarkan aku baik baik, aku menikah dengan mas, bukan karena wajah mas yang tampan saat itu, dan bukan karena kekayaan mas, tapi aku menikah dengan mas, karena mas bisa meyakinkan aku, kalau mas adalah jodoh yang di kirim Allah untukku,


''Jadi mas jangan pernah berfikir kalau aku akan pergi meninggalkan mas karena wajah mas yang berubah jelek, bagiku mas tetap pria tertampan yang sedang bertahta di hatiku dan itu untuk selamanya, tidak akan ada yang bisa menggesernya.

__ADS_1


Rizal semakin mengeratkan pelukannya, hati Rizal sangat bahagia saat ini, terlihat dari wajahnya yang selalu menampakkan senyumnya, sangat berbeda dengan hari hari sebelumnya, wajah yang penuh kebosanan dan penuh kesedihan karena keadaan yang dia alami.


Malam yang sebelumnya dingin kini menjadi hangat ,karena pelukan sang suami, begitu juga dengan Rizal ,malam yang di nantikan, akhirnya tercapai juga,tidur dengan sang istri pastinya.


__ADS_2