Majikanku Suamiku

Majikanku Suamiku
Bagaimana jika dia ingin menciumku?


__ADS_3

Happy Reading 🌻


*


*


*


Saat mereka mempertahankan posisi berpelukan, Amy menikmati pemandangan itu.


Ana tidak ingin melepaskan diri dari pelukan itu, kali ini dia merasa jantungnya naik sangat cepat.


"Eheeem"


Mereka berdua melepaskan pelukan saat Amy berdehem.


"Oh, aku baru saja berlatih bagaimana memeluk mitra bisnis baruku pada hari Senin, tolong jangan salah paham." Ucap Sean gagap pada Amy yang masih menatapnya.


"Oh Amy, aku juga ingin menarik diri dari pelukannya tadi, aku tidak bisa lama-lama memeluk bosku" kata Ana merasa sedikit malu.


"Wow, aku suka akting kalian, aku tebak kalian punya janji, kan? Selamat bersenang-senang dan hentikan kepura-puraan ini", kata Amy sambil berjalan kembali ke dalam.


Ana merasa sangat malu tinggal dengan bosnya sekarang, dia masih ingin dia pergi kencan dengannya, bukankah seharusnya Ana bertanya kepadanya tentang pacarnya, atau apakah itu salah untuk ditanyakan?


"Ana, bisakah kita tetap pergi?", Sean bertanya, suaranya membuat Ana keluar dari pikirannya dan dia tidak mengerti mengapa dia langsung setuju tanpa memikirkannya dua kali.


"Terima kasih banyak", Sean membukakan pintu mobil untuk Ana masuk seperti biasa dan kemudian mobil mewah itu meluncur pergi.


Ana terus mengingat apa yang baru saja terjadi beberapa menit yang lalu, bosnya benar-benar memeluknya, pembantunya.


Ana kira hari ini mungkin masih menjadi hari keberuntungan bagi nya, tetapi bagaimana jika pacar Sean mengenali dirinya sebagai pelayan atau sebagai wanita kencan nya, Ana tidak boleh bergaul dengan orang lain, ini sangat gila.


Ana perhatikan Sean yang mencoba menatap dirinya saat dia masih mengemudi, mereka berdua diam sebelum akhirnya Sean memecah kesunyian dan dia berkata kepada Ana, "Maaf telah memelukmu tanpa izin, aku butuh teman berlatih. Aku tidak terbiasa", katanya dengan senyum manis.


Mereka berdua tahu bahwa mereka sama-sama berbohong tapi menurut Ana berpura-pura itu lebih baik, Sean adalah seorang laki-laki.

__ADS_1


"Terakhir, aku masih minta maaf karena menjanjikanmu sesuatu dan akhirnya aku mengingkarinya", Sean meminta maaf untuk kedua kalinya.


"Tuan, saya mengerti, Anda di sini sekarang membawa saya keluar seperti yang Anda janjikan, jadi itu sudah menunjukkan bahwa Anda menepati kata-kata Anda dan tolong saya mohon Anda berhenti meminta maaf kepada saya, saya hanya pelayan Anda dan saya berterima kasih karena memberikan perhatian Anda yang baik kepada saya, terima kasih banyak, Tuan" kata Ana dengan rasa terima kasih.


“Nih, kamu lanjut lagi dengan kata, Tuan, aku rasa kamu semakin keras kepala kepadaku akhir-akhir ini, aku sudah bilang hentikan kata Tuan itu, disini kamu bukan pembantuku tapi temanku, oke”, Sean mengingatkan lagi kesalahan Ana dan Ana mengangguk sambil berkata, "Oke Sean".


Ana merasa sedikit malu memanggilnya dengan namanya, tapi hatinya berdebar ketika Sean memanggilnya sebagai teman, betapa menyenangkannya memiliki teman laki-laki? Ini akan menjadi seperti Kisah Cinderella.


Mereka tiba di salah satu bioskop teratas yang Ana dengar dari mulut Aghata ketika dia berbicara dengan teman-temannya di telepon, betapa mereka ingin datang ke sini tetapi lihatlah Ana sekarang, di bioskop dengan peringkat teratas.


Ana tidak bisa mengendalikan kebahagiaannya saat dia melihat pemandangan tempat itu lalu Sean berkata, "Hati-hati agar kamu tidak menelan seluruh bangunan ini." Sean berkata dengan senyum gelinya.


Ana tahu pipinya memerah dan Sean juga menyadarinya.


"Ini dia, ganti pakaian ini di kamar mandi agar terlihat indah, Sean tidak boleh terlihat dengan wanita cantik yang tidak berpakaian pantas. Itu tidak baik untukku", kata Sean memberi Ana gaun, tas dengan kualitas yang woaah.


'Ini terlalu berlebihan untuk pembantu sepertiku, bagaimana aku bisa membalas kebaikannya? Oh wow, dia memanggilku cantik, aku merasa sangat nyaman di dekatnya." Ucap Ana dalam hatinya.


Ana pergi ke ruang wanita untuk mengganti pakaiannya dengan gaun yang indah dan dia terlihat cantik bahkan gadis-gadis lain di sana mengagumi pakaian dan kecantikannya, akhirnya Ana merasakan perasaan itu untuk pertama kali dalam hidupnya, dia dikagumi banyak orang.


Mereka pergi membeli pizza dan semangkuk es krim setelah itu mereka masuk bersama, mereka duduk di bagian kursi paling depan dan mengamati sekeliling, ternyata hanya ada mereka berdua.


"Filmnya mau dimulai tapi kenapa hanya kita yang ada di sini?", tanya Ana padanya dan ingin tahu kenapa.


"Wah cantik, itu karena aku sudah membeli tempat ini untuk kita berdua, aku tidak suka keramaian atau kebisingan apalagi saat aku menonton film, kita berdua saja sudah cukup, akan sangat menyenangkan bagiku", kata Sean dan Ana sangat mengaguminya.


"Dia sangat kaya."


*


*


Filmnya semakin menarik, sampai pada bagian yang membuat Ana menangis dan Sean menertawakannya. Dia tidak abis pikir kalau Ana akan menjadi sangat emosional saat menonton film.


Sean memeluk Ana erat dan menghentikan tangisannya. Ana menjadi tidak nyaman ketika dua karakter utama dalam film itu mulai berciuman dalam-dalam.

__ADS_1


Ana mulai meremas jarinya dan menatap Sean, Ana melihat nya bertingkah seolah dia tidak melihatnya.


Ana berpikir mungkin adegan ciuman itu akan segera berakhir tapi tebakannya salah, mereka terus berciuman begitu dalam, bermesraan, menyatakan cinta satu sama lain lalu si pria itu membawa wanitanya ke sebuah kamar.


Sekarang, Ana perhatikan mereka berdua mulai berkeringat padahal AC menyala.


"Aku suka film ini", kata Sean menatap Ana dengan matanya yang menawan membuat Ana menginginkannya.


"Oh iya, aku paling suka bagian ciumannya."


'Oh tidak! Apa yang baru saja aku katakan?' Ana menggigit bibirnya karena Sean pasti akan berpikir kalau Ana sedang mengkodenya.


"Oh wow, lihat siapa yang terbuka padaku, jadi kamu suka adegan ciumannya?" Ucap Sean.


"Bukan itu maksudku", Ana mulai menyangkal apa yang dia katakan tadi.


"Jadi, katakan padaku, bagaimana ciuman pertamamu?" tanya Sean.


Ana merasa sangat malu dengan pertanyaannya, akankah Sean percaya padanya saat dia memberitahunya bahwa dia belum pernah berciuman sebelumnya?


"Aku belum pernah melakukannya." Ana mengumpulkan keberanian untuk mengatakan kebenaran itu.


Kemudian, Sean menatap mata Ana, dia seakan membunuh Ana dengan lembut, dia sangat dekat dengannya sehingga Ana terus meremas jarinya karena Sean semakin memajukan wajahnya.


'Bagaimana jika dia ingin menciumku?'


'Aku akan senang jika dia yang mengambil ciuman pertama ku.'


*


*


*


TBC😘

__ADS_1


__ADS_2