Majikanku Suamiku

Majikanku Suamiku
Episode 73


__ADS_3

Malam yang sangat dingin seakan menembus jantung, itulah yang di rasakan saat ini, udara dari sebuah pekarangan yang masuk dari sela sela jendela membuat suasana semakin dingin.


Akan tetapi jika melewatinya dengan orang yang kita cintai, itu akan menjadi sesuatu yang beda,


tak ada lagi rasa dingin, bahkan sebaliknya, dingin akan hilang karena kehangatan kasih sayang keluarga,


Rizal yang masih berada di depan jendela menikmati indahnya bintang yang berkelip seakan tak punya rasa sedih ,Rizal di kagetkan kedatangan sang istri yang memeluknya dari belakang.


''Mas lagi mikirin apa?tanya Nadia.


Rizal hanya tersenyum.


''Juan mana,kok kamu sendiri?


''Juan sama Ibu, dia malam ini tidur sama Ibu.


''Mas nggak kedinginan?


Nadia sambil menutup jendela


''Mas nggak akan pernah kedinginan selagi kamu ada di dekat mas, dan mas berharap kamu selalu mau menjadi sayap mas, Jadi selama kamu ada mas juga ada, kita saling melengkapi dan saling membutuhkan, jangan pernah lepas dari mas walaupun sedetik pun


''Mas sudah melabuhkan seluruh hati mas untukmu, tapi jika kamu membawanya pergi mas sudah tidak berdaya lagi, mas nggak akan sanggup untuk melanjutkan hidup.


''Jadi berjanjilah bahwa kamu akan setia bersama mas sampai maut memisahkan kita.


''Mas, aku nggak mau berjanji, tapi aku akan membuktikan, aku akan mengingat selalu apa kata mas, bahwa aku tidak akan sekalipun meninggalkan mas, mas adalah hidupku,


''Aku juga nggak akan bisa hidup tanpa mas, kita memang dua, tapi jiwa kita satu untuk selamanya.


Mereka saling peluk dan mengungkapkan isi hati, mungkin bukan cuma sekali, bahkan berkali kali, karena takut saling kehilangan, itulah yang membuat keduanya selalu mengikrarkan janji satu sama lain.


Tak bisa di pungkiri, kalau hati sudah melabuhkannya pada hati lain, rasanya sangat sulit untuk memindahkannya, mungkin itu yang namanya cinta sejati.


Akhirnya mereka beralih ke dunia lain, yaitu dunia mimpi, mimpi yang di ndah yang di harapkan setiap insan yang memejamkan mata.


Rona bahagia pun juga di rasakan Deny dan Lilis saat ini,


Pasalnya hari pernikahan mereka sangat dekat, Pak Doni menepatkan hari seminggu setelah lamaran, dan itu memang tinggal menunggu hari


Karena semua urusan pernikahan akan di urus pak Doni sekeluarga.


Deny merasa beruntung, karena keadaannya yang yatim piatu,mempertemukannya dengan keluarga pak Doni, orang yang kaya raya dan sangat baik.


Berbeda dengan Rafi yang selalu cemberut, membuat Mama Widya mengernyitkan dahinya.


''Kamu kenapa Raf, kok manyun terus ?


''Nggak ma, Rafi nggak apa apa kok.


''Raf, kamu itu anak mama ,jangan bohong katakan saja.

__ADS_1


''Ma, kenapa mama dan papa belum melamar Alea untuk Rafi?


Mama Widya dan papa Doni malah tertawa mendengar kata Rafi.


''Kenapa, memang ada yang lucu? Rafi


''Raf, kamu tau kan, kita urus Deny dulu, kalau sudah selesai, baru urus pertunangan mu dengan Alea, lagi pula kamu harus resepsi bareng sama Rizal dan Nadia, dan papa akan mengundang seluruh media.


papa akan mengatakan bahwa kedua putra papa mendapatkan dua bidadari yang di impikannya, dan pesta itu akan papa jadikan paling meriah dan paling bersejarah.


''Jadi kali ini papa nggak mau terburu buru.


''Iya Raf, kamu tinggal sabar sedikit saja ,sampai adik kamu kembali seperti dulu, kalau kita mengadakannya sekarang pasti Rizal nggak akan mau, kamu lihat kan dia belum sembuh total.


Akhirnya Rafi menampakkan senyumnya di hadapan kedua orang tuanya.


Suatu hal akan menjadi lebih indah jika kita mau bersabar untuk menantinya.


Tapi jika kita maju selangkah pun tidak akan seindah apa yang kita harapkan.


Karena keindahan itu tergantung dari sebuah kesabaran.


Pagi sekali... Nadia sudah bangun dan bergulat dengan bumbu di dapur dengan sang Ibu,


Nadia memasak makanan kesukaan sang suami.


Sang Ibu yang penasaran langsung menanyakan keadaan Rizal kepada Nadia.


''Bu,saat ini mas Rizal sedang masa pemulihan ,mas Rizal sakit kanker dan Nadia sebagai istri tidak mengetahuinya, sungguh Nadia istri yang tidak berguna, Nadia malah berpikir kalau mas Rizal meninggalkan Nadia demi wanita lain.


Nadia sambil menangis di pelukan Ibu.


''Sudah nggak apa apa, lagian ini juga bukan salah kamu, kalau kamu tau, pasti kamu nggak akan menyangka gitu kan?


''Rawatlah suami kamu dengan baik, jangan sampai dia marah atau tidak nyaman dengan kamu, pastikan apa yang dia butuhkan terpenuhi.


Nadia mengangguk.


Rizal bangun dan meraba di sampingnya dan ternyata kosong ,akhirnya Rizal ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan keluar untuk mencari istrinya.


Tak sengaja Rizal berpapasan dengan Ibu mertuanya.


''Maaf bu, Nadia di mana ya?


Ibu langsung menunjuk kebelakang.


Rizal berjalan ke belakang menghampiri sang pujaan hati.


''Mas, kamu sudah bangun?


''Heem, kamu kenapa nggak bangunin mas?

__ADS_1


''Mas, kamu pasti capek, aku nggak mau ganggu kamu,


''Sayang mas mau jalan jalan keliling kampung, apa kamu mau temani mas,


''Heem, dengan senang hati ''Nanti kita mampir ke rumah paman juga.


Akhirnya setelah sarapan, Nadia menemani sang suami menikmati indahnya kampung di pagi hari.


Sungguh indah di pagi hari suasana yang sejuk asri ,dedaunan yang lebat membuat udara semakin segar,


Nadia dan Rizal terus memutari kampung, banyak tetangga yang menanyakan, karena melihat kemesraan Rizal dan Nadia,


Rizal merangkul pinggang ramping sang istri, dan tak melepas sedikit pun.


''Nadia, panggil salah seorang dari belakang dengan lantang.


''Hari.... kamu apa kabar? Nadia sambil berbalik menghampiri cowok yang berdiri di belakangnya.


''Aku baik... kamu sendiri gi mana ?kita lama banget nggak ketemu ya, emang kamu nggak kangen sama aku?


Nadia yang mendengar kata Hari langsung menggaruk kepalanya.


Nadia melihat sang suami yang masih mematung agak jauh darinya.


Hari yang melihat orang asing lalu menanyakan kepada Nadia.


''Dia siapa Nad?


Nadia menghampiri Rizal dan memperkenalkan pada Hari.


''Kenalkan,ini mas Rizal suamiku,


Rizal mengulurkan tangannya ke arah Hari. mereka bersalaman,


Tapi ada yang aneh dengan muka hari kali ini.


''Apa, kamu sudah menikah?Hari terkejut.


Nadia mengangguk.


''Aku nggak nyangka, kamu setega itu sama aku .


''Apa maksud kamu Har, aku nggak ngerti?Nadia sedikit mengeraskan suaranya.


''Apa maksud aku,apa kamu nggak ingat saat kita lulus dan kamu pergi ke kota J?


''Aku bukan nggak ingat, tapi kita kan cuma teman, nggak lebih, jadi aku harap kamu bisa ngerti posisi aku sekarang?


''Dan kamu lebih memilih laki laki tua kayak dia, sambil menunjuk ke arah Rizal.


Satu tamparan mendarat di pipi Hari dari tangan Nadia.

__ADS_1


''Jaga ucapan kamu, dia suamiku, kamu jangan berani berani menghinanya, dia jauh lebih baik dari semua laki laki di dunia ini.


__ADS_2