
Rafi berlalu melewati Nadia untuk memberi ucapan kepada kedua mempelai,
Nadia pun berjalan menuju mama Widya.
''Loh Nad, kamu kok sendiri Rizal mana?
''Lagi sama teman lamanya,
''Ya udah kalau gitu, kamu gabung sini sama mama,
mama Widya pun memperkenalkan Nadia kepada teman temannya.
''Wah, menantu bu Widya cantik ya ternyata, tapi kenapa nikahnya diam diam bu Widya.
''Oh... itu, nanti resepsinya nungguin Nadia setelah sarjana, itu rencana mereka, saya juga nggak bisa maksa.
Lama Nadia bergabung dengan mama Widya,Nadia melihat jam yang melingkar di tangannya.
Mas Rizal kok lama banget sih, apa dia masih sama Putri, atau mungkin sama teman yang lain lagi.
Rasa penasaran Nadia memuncak.
''Ma, aku ke toilet dulu ya, Nadia minta Izin,
Sedangkan mama Widya hanya mengangguk.
Nadia menoleh ke arah Rizal yang masih setia sama Putri, kini Nadia melihat jelas tangan Putri yang menempel ke lengan Rizal.
Syok, tentu saja syok setelah sekian lama menikah tak pernah sekali pun melihat suaminya berbicara dengan wanita lain apa lagi sampai seakrab itu, meskipun Putri bukan orang asing, tapi bagi Nadia itu tidak wajar, karena berani memegang suami orang lain di belakanganya.
Dan sepertinya Rizal juga tak ada penolakan.
Nadia berjalan entah menuju arah mana, karena pikirannya sedikit melayang membayangkan sang suami.
Tiba tiba saja Nadia keluar dari hotel,ntah apa yang ada dalam pikirannya saat ini .
Nadia berhenti dan bersender di mobil, entah itu mobil siapa.
Ternyata kamu masih saja akrab sama mantan kamu mas, aku nggak melarang kamu untuk berhubungan baik dengannya, tapi aku nggak rela kalau sampai dia menyentuhmu dengan mesra, apa aku salah punya perasaan seperti ini, apa aku terlalu egois ,Nadia merosot di samping mobil, dengan sorotan lampu yang remang remang.
Sedangkan Di dalam hotel,Putri mendapat pesan dari seseorang yang memang dia kenal,
Putri membalas pesan dan menyunggingkan senyumnya.
Rizal yang teringat dengan Nadia langsung clingak clinguk mencari sang istri.
''Kamu mencari siapa Zal? tanya Putri.
''Kok, Nadia nggak balik ya, dia kemana?
''Mungkin sama tante Widya, kamu tenang aja,
Rizal mengangguk.
Nadia masih pada temapatnya dan merangkul kedua lututnya ,masih dengan kecemburuannya, dan tak bisa berfikir jernih .
''Nona perlu bantuan? tiba tiba saja ada laki laki yang bertubuh kekar menghampirinya dan menawari bantuan.
Nadia mendongakkan kepalanya dan melihat siapa gerangan yang ada di hadapannya saat ini.
__ADS_1
Dengan cepat Nadia menggeleng ,
''Tapi kelihatannya nona lagi sedih.
''Maaf, anda siapa ak...
tiba tiba saja ada yang menutup mulut Nadia dengan tisu.
Nadia pingsan dan di masukkan ke dalam mobil, Selang beberapa waktu Nadia sadarkan diri dan merasa sedikit pusing, Nadia melihat kedua orang di depannya.
''Kalian siapa, saya mau di bawa kemana, tolong lepasin saya?
''Lebih baik nona diam saja dari pada kami berbuat kasar.
Nadia yang takut dengan suara orang kekar itu langsung diam dan menunduk.
Ini di mana Ya Allah, tolong selamatkan aku, mas Rizal kamu di mana, aku butuh kamu, batin Nadia.
Nadia menangis tersedu sedu,membuat dua orang yang di depannya marah.
''Nona, saya harap Anda tidak mengganngu kami.
Nadia hanya menoleh ke arah jendela, sampailah pada suatu tempat,
Yaitu tempat yang sangat sepi dari pemukiman.
Tempat apa ini, kenapa mereka membawaku ke sini, Ya Tuhan, selamatkan aku, aku mohon.
''Silahkan turun Nona, saya tidak mau kasar, asalkan nona nurut sama kami.
Nadia yang mempunyai watak cengeng sekali gus penakut pun tidak melawan, karena melihat orang yang bersamanya saat ini sangatlah kekar.
Sedangkan masih di dalam hotel acara demi acara berlangsung, tapi ntah kenapa belum ada yang menyadari di mana Nadia.
''Akhirnya Juan menangis menggegerkan sekelilingnya.
''Zal Nadia kemana, ini Juan nangis dari tadi?
''Bukannya sama mama, tadi dia bilang mau cari Juan?
''Iya,tadi memang sama mama, tapi dia izin ke toilet dan sampai sekarang belum balik juga, lagian tasnya juga masih di sana, menunjuk ke arah tas Nadia.
Rizal mulai panik, Rizal berlari ke toilet untuk mencari sang istri.
Tiba di depan toilet,Rizal menanyakan pada orang orang yang keluar dari toilet.
Rizal masih diam di tempat berharap Nadia keluar.
''Sayang, kamu kemana,?Rizal sedikit frustasi.
Rafi yang di beri tau mama Widya langsung menghampiri Rizal yang duduk di depan toilet.
''Gi mana Zal, apa sudah ketemu?
Rizal menggeleng.
''Ya udah, kita cari di tempat lain .
Rafi dan Rizal mulai menyusuri setiap sudut hotel ,dan bertanya pada seluruh pihak hotel .
__ADS_1
Akhirnya dengan inisiatifnya Rafi menuju ruangan cctv.
''Pak, tolong cctv nya di putar ulang karena keluarga kami ada yang hilang,
''Baik tuan.
Akhirnya Rafi dan Rizal melihat dengan seksama apa yang terjadi di dalam cctv.
Mereka melihat saat saat Nadia mulai keluar dari hotel, sampai merosot dan akhirnya di bawa kedua preman kekar, itu membuat Rizal sangat syok dan ikut ambruk.
''Kak, apa ini nyata?tanya Rizal dengan badannya yang lemas.
''Heem, ini nyata, dan kita harus segera mencari Nadia secepatnya.
Rizal dan Rafi berlari ke arah keluarganya dan memberi tau tentang hilangnya Nadia.
Mama Widya menangis sambil menggendong cucunya, sedangkan papa Doni juga sibuk menelpon orang suruhannya.
Deny yang melihat ada keributan langsung berlari dari pelaminan menuju keluarga Pratama.
''Ada apa ini, apa yang terjadi? tanya Deny.
''Den, sebaiknya kamu tetap di sini, kasihan Lilis, biarkan kami yang cari Nadia.
''Nadia, memang kemana dia?
''Dia di culik.
''Apa, kok bisa bukannya Nadia sama Rizal? ''Kenapa bisa di culik?
''Ini semua salahku,aku membiarkan dia pergi,
''Udah ,ini bukan waktunya untuk menyalahkan diri sendiri, ini musibah, kita harus cepat mencarinya.
Deny menghampiri Lilis yang masih duduk di pelaminan.
''Maaf, malam ini aku nggak bisa menemani kamu dulu, kamu pulang sama tante Widya dan nginep disana.
''Memang kenapa mas,
''Nadia di culik dan aku akan bantu mencarinya.
Lilis mengangguk.
Deny melihat sang istri dan mencium keningnya.
''Hati hati di jalan .
Deny mengangguk.
Deny, Rafi dan Rizal segera keluar dari hotel menuju mobil.
Rizal duduk di belakang dengan wajah yang sedikit memucat, sedangkan Rafi yang melihat Rizal ikut merasa iba.
''Kita mau cari ke mana kak?tanya Deny.
''Aku juga nggak tau, soalnya ponsel Nadia juga ketinggalan, yang penting kita jalan aja, orang suruhan papa juga sudah ikut mencari.
Sedangkan di dalam hotel , Alea masih menenangkan mama Widya yang masih setia dengan tangisnya, begitu juga dengan Lilis.
__ADS_1
Di sudut ruangan ada wanita cantik yang tertawa lepas dengan bahagia yang menyelimuti hatinya.