Majikanku Suamiku

Majikanku Suamiku
Episode 116


__ADS_3

Sebuah gedung yang di sulap menjadi sebuah istana penuh dengan bunga, dekorasi yang begitu indah membuat semua mata terpana, bukan hanya mewah, tapi sangat mewah dan luar biasa,


''Kamu kenapa sayang, tanya Rizal saat melihat Nadia dengan wajahnya yang gelisah.


Nadia memegang tangan Rizal dan menggenggamnya dengan erat,


''Aku tau, udah kamu nanti jangan melihat para tamu, cukup lihat wajahku yang tampan ini.


Idih ,itu mah maunya kamu aja mas .batin Nadia.


Para MUA pun ikut tersenyum kecil melihat kekonyolan Rizal.


''Nona, saya sarankan nona tetap rileks, jangan gerogi , Nona sangat cantik, nanti semua mata pasti akan tertuju pada Nona, ingat kata saya!'' ucap salah satu MUA.


Nadia hanya mengangguk.


Nadia memang terlihat sangat cantik membuat mata Rizal tak mau beralih sedikit pun,


''Mas, kenapa lihatinnya kayak gitu sih, aku kan malu,


''Kenapa harus malu, sekarang aku hanya melihat wajahmu, saat aku me.... kata Rizal terpotong dengan tangan Nadia.


Nadia lamgsung menutup mulut suaminya dengan satu tangannya ,karena tau kemana arah pembicaraannya.


Nadia tersenyum melihat MUA yang masih setia meriasnya.


Sedang di ruangan lain pun sama ,Alea sedang di rias bersama Rafi, namun Rafi tak sekonyol Rizal, Rafi hanya melihat Alea dari belakang.


Setelah semua selesai, Dua pasangan yang serasi ini mulai menampakkan batang hidungnya di depan para tamu,


Rafi berjalan bergandengan dengan Alea yang berada di depan, sedangkan Rizal dan Nadia berada di belakang Rafi ,mereka saling beriringan menuju pelaminan.


Benar saja semua mata hanya tertuju pada ke empat mempelai pengantin ini.


Nadia dan Alea terliaht sangat cantik denagn busana yang pas di tubuhnya.


Rizal dan Rafi pun sama ,Terlihat sangat tampan bak pangeran,


Semua tamu seakan mengabadikan moment yang sangat berharga ini,


Kebahagiaan yamg terpancar dari seluruh tamu undangan maupun kerabat pun tampak jelas, bahkan ada yang mengeluarkan air mata karena terharu.

__ADS_1


Seperti Bu Lela yang saat ini menangis sesenggukan di pelukan Bibi Nadia,


Melihat Nadia duduk di pelaminan bersama suami tercintanya.


Mama Widya yang melihat keadaan Bu Lela pun menghampiri dan bergantian memeluknya.


''Bu, jangan menangis Ibu harus bahagia, lihatlah Nadia. dia sangat anggun, Mama Widya sambil menunjuk ke pelaminan.


''Aku tidak menangis karena sedih Bu, aku sangat bahagia, akhirnya Nadia menemukan keluarga yang sangat mencintai dia apa adanya. ucap Bu lela pada mama Widya.


''Nadia itu sangat luar biasa ,dia bisa membangkitkan semangat Rizal saat sakit, dia adalah wanita yang sangat patut untuk di cintai semua orang, apa lagi sekarang dia menjadi seoarang dokter,


Bu Lela hanya mengangguk.


''Terima kasih nyonya, anda sudah menjadikan keponakan saya seperti ini, dan keluarga nyonya sudah sangat baik kepada keluarga saya, ucap paman Nadia.


''Tidak usah bilang begitu pak, itu sudah menjadi tanggung jawab kami, Mama Widya.


''Mari, sekarang kita ke depan Mama Widya menggiring keluarga Nadia untuk ke depan bersama dengan keluarga yang lain.


'Yah, lihatlah anakmu sangat cantik, dia sekarang benar benar menjadi milik orang lain, aku sudah nggak punya hak untuk dirinya, tapi ibu sangat bahagia, dan ibu yakin ayah juga sangat bahagia. hati bu Lela lirih.


Diatas pelaminan ,Nadia sesekali menyeka air matanya yang tak bisa di bendungnya,


Nadia mengangguk.


''Kamu pasti ingat dengan ayah, tapi aku akan menjadi penggantinya dan akan membahagiakan kamu untuk selamanya, batin Rizal.


Rizal terus saja menggenggam tangan Nadia,


MC pun mulai membacakan acara demi acara yang sudah tersusun.


Acara yang begitu meriah pun mulai berjalan ,


Para tamu undangan bersorak dan tak lepas dari kamera ,hanya untuk memgambil gambar dan video,


Kebahagiaan yang terpancar bukan hanya dari keluarga, tapi seluruh tamu yang hadir saat ini.


Sebelum memberi ucapan selamat pada sang pengantin papa Doni memberi sambutan dan pesan untuk kedua putranya.


''Selamat siang semuanya,terima kasih karena sudah menghadiri acara pernikahan kedua putra saya, saya di sini hanya akan berbicara sedikit ,terutama untuk kedua Putra saya ,

__ADS_1


Rafi, Rizal, kalian sekarang adalah seorang suami, dan mulai saat ini kalian punya tanggung jawab ,papa hanya ingin berpesan untuk kalian, jangan pernah menyakiti istri kalian, karena di balik kesuksesan kalian ada istri yang selalu mendoakan kalian dari belakang ,dan satu lagi tetaplah menjadi diri kalian sendiri, jangan menyombongkan diri, se sukses apapun kalian harus rendah hati,dan setelah ini papa akan menyerahkan seluruh tanggung jawab perusahaan untuk kalian, dan semoga kalian selalu ingat pesan papa, dan tetaplah semangat kedepannya.


Rizal dan Doni berhamburan memeluk papa Doni,


Semua para tamu undangan ikut meneteskan air mata ikut terharu dengan pesan papa Doni.


''Terima kasih pa, papa adalah ayah yang terbaik untuk kami, aku dan Rizal tidak akan melupakan semua kata papa, dan selalu doakan kami, supaya kami berdua bisa menjadi orang yang sukses seperti papa!'', ucap Rafi,


''Pa, Aku dan kak Rafi akan menjadi suami idaman untuk istri kami, papa jangan khawatir, dan mulai sekarang papa beristirahatlah, biar kami yang mengurus perusahaan.


''Papa percaya pada kalian, kalian pasti bisa membanggakan papa, sambil menepuk kedua putranya.


Mama Widya pun ikut terharu dan menyeka air matanya.


''Selamat ya nak, mama doakan kalian menjadi istri yang baik dan selalu berada di samping suami kalian bagaimana pun keadaannya. ucap mama Widya sambil memeluk kedua menantunya.


''Terima kasih ya ma, Aku dan kak Alea akan selalu mendampingi suami kami, dan kami akan selalu menjadi penyemangat mereka,ucap Nadia.


Alea hanya mengangguk.


''Selamat ya untuk kalian ,papa nggak bisa berkata apa apa, karena sebagai seorang ayah semua sudah di wakilkan pak Doni, ucap pak John.


Semua mengangguk.


''Selamat ya nak, Ibu hanya bisa mendoakan, semoga kalian akan terus bahagia dunia dan akhirat, hanya Itu yang bisa Ibu katakan .


Nadia memeluk sang Ibu dengan erat,


''Terima kasih bu, doa Ibu lah yang selalu kami harapkan ucap Rizal


Tibalah acara yang terakhir,semua para tamu memberi ucapan untuk mempelai,


Antrian panjang menghiasi ruangan,


Nadia pun merasa kelelahan, karena baru kali ini harus berdiri berjam jam berdiri hanya untuk melayani ucapan selamat para tamu,


''Kamu kenapa sayang, tanya Rizal saat melihat Nadua memijat betisnya.


''Mas, kayaknya aku nggak kuat deh, sambil melepas high heels nya.


Rizal melihat ke arah kakinya Nadia ternyata lecet dam merah,

__ADS_1


''Kenapa kamu nggak bilang dari tadi, kaki kamu luka, sekarang kamu duduk aja, titah Rizal, sambil mendudukkan Nadia.


Jangan lupa like koment dan votenya ya !''supaya Author lebih semangat


__ADS_2