
Terselip rasa ingin memberi tau Rafi yang sangat memaksa, namun Rizal masih saja dengan egonya menyimpan sendiri, tapi maksud Rizal itu pun harus di hargai, karena rasa sayang kepada keluarga,biarlah hanya Rizal yang tau apa bila terjadi sesuatu yang buruk padanya, itu menurutnya,
Tapi tidak untuk Rafi, mereka adalah keluarga, jadi senang maupun susah harus sama sama merasakannya.
Seperti bimbang,dalam hati sangat ingin mengatakannya saat ini juga, tapi mulutnya seakan terkunci rapat rapat, Rizal menggelengkan kepalanya.
''Ya udah kalau gitu kakak nggak akan memaksa, kalau kamu sudah siap cepat katakan pada kakak, Rafi dengan nada agak kesal karena menunggu Rizal yang tak mau mengatakan yang sejujurnya.
Akhirnya Rizal merangkul kakak tercintanya.
''Terima kasih kak,kamu adalah kakak yang terhebat, dari aku kecil dan sampai nanti akan menjadi kakak ku.
Rafi menepuk nepuk pundak Rizal .
''Tenangkan dirimu dulu, kakak akan urus semua kerjaan kamu, Den kamu temani dia, kakak ke ruangan dulu .
''Baik kak.Deny.
Rafi berlalu dari ruangan rapat meninggalakan Deny dan Rizal.
''Ayolah Zal bilang aja sama kak Rafi, siapa tau dia punya jalan keluar untuk masalah kamu ini dan sampai kapan kamu akan seperti ini.
''Maaf Den, tapi aku nggak bisa, biarkan waktu yang akan mengatakan pada keluargaku, meskipun aku saat ini menyembunyikan semua, cepat atau lambat mereka pasti juga akan tau.
''Tapi Zal, apa kamu nggak tau akibatnya, kalau sampai mereka tau sendiri tanpa kamu bilang, siapa yang akan mereka salahkan, mereka akan menyalahkan diri masing masing masing,
Rizal diam menelan kata kata Deny.
Dan ternyata kak Rafi masih berada di balik pintu tanpa sepengetahuan mereka.
''Kenapa aku jadi kepo sih sebenarnya kenapa dengan Rizal kenapa dia sampai membungkam masalah seperti ini, biasanya dia selalu cerita sama aku tapi kali ini.
Ah udahlah aku kerja dulu, dan aku akan cari tau sendiri. gumam Rafi
Hari pertama kerja Rafi sudah di sibukkan dengan setumpuk berkas, karena banyaknya perusahaan yang bergabung,
Tapi Rafi juga tak begitu heran, karena dia sudah terbiasa dengan itu.
Deny yang menjadi sekretaris pun ikut di sibukkan.
Tok... tok... tok....
''Masuk. jawaban dari dalam.
''Jadwal kakak hari ini jam 11 ada pertemuan dengan klien di restoran xx dan setelah itu ada pertemuan lagi jam dua siang cukup di kantor ini, dan karena taunya masih Rizal yang memegang perusahaan jadi Rizal harus ikut,sebetulnya tadi aku juga sudah bilang sama mereka, tapi mereka maunya begitu kak. Deny
''Oke, kalau gitu kamu persiapkan semuanya, dan kamu panggil Rizal untuk menghadiri pertemuan ini .
Deny langsung berjalan keluar menuju ruangannya.
__ADS_1
Para klien memang belum tau kemampuan Rafi, makanya mereka minta kepastian dari Rizal.
Deny Rafi serta Rizal datang ke restoran xx untuk menemui kliennya.
Mereka bertiga masuk dan mencari tempat duduk yang sudah di janjikan klien .
Saat beberapa waktu mereka langsung menemukannya.
Rizal dan Deny langsung menuju tempat duduk sedangkan Rafi ke toilet.
''Siang Mr john .Rizal menyapa.
''Siang pak, ayolah kita kan udah lama kerja sama jadi nggak usah terlalu formal.
''O... iya tadi kata sekretaris anda akan di gantikan dengan kakak anda kemana Dia?
''Iya pak John, dan sekarang kakak saya lagi ke toilet,mohon tunggu sebentar.
Bruk...... suara benturan agak keras.
''Aduuuh.... sakit suara seorang perempuan cantik yang sedang jatuh dan kesakitan.
''Maaf, saya tidak sengaja.
Rafi sambil mengulurkan tangannya maksud untuk membantu berdiri.
Tanpa melihat ,wanita itu langsung meraih tangan Rafi.
Karena Rafi yang tidak fokus akan jalannya,jadi semua itu tidak semua salahnya cewek itu.
Kini mereka berdua saling berdiri dan bertatap muka.
Wanita itu mendongakkan kepalanya melihat pria yang di depannya.
''Rafi.... tiba tiba wanita itu memanggil nama Rafi dengan jelas.
''Alea... kamu di sini, apa kabar?
''Aku baik, kamu sendiri gimana kabarnya?
''Aku juga baik ,Kapan kamu pulang ke sini,?
''Aku balik udah lama, Sejak mama meninggal beberapa bulan yang lalu papa menyuruhku menetap lagi di sini dan aku nggak bisa nolak, Aku kasihan lihat papa sendiri.
''Terus kamu di sini sama siapa?
''Sama papa katanya sih mau ketemu klien.
''O...sama dong aku ke sini juga mau ketemu klien.
__ADS_1
''Ya udah aku duluan ya, soalnya Klien aku udah datang dari tadi.
Alea hanya mengangguk.
Faktanya Alea teman Rafi waktu mereka kuliah di Negara L dan Alea pulang ke Negeri sendiri atas permintaan papanya sejak mamanya meninggal.
Mereka sudah lama saling kenal .dan sudah lama berpisah pula, sejak mereka lulus masing masing mempunyai pekerjaan sendiri
itulah awal perpisahan mereka, dan kini mereka di pertemukan kembali sejak beberapa tahun berpisah.
Rafi kembali ke tempat pertemuan nya dengan klien
Rafi memperkenalkan diri kepada pak John.
Dan pak John sendiri yang melihat sosok Rafi langsung terpaku melihat nada bicaranya yang sangat santun seperti Rizal
''Kalian ini para Presdir muda yang sangat membanggakan dan patut di tiru oleh para presdir perusahaan lain Kata pak John.
''Pak John nggak usah memuji, kami udah biasa kok seperti ini. dan itu memang sudah ada pada diri kami dari kecil.
''Papa kalian memang sangat pintar dalam mendidik, aku ikut bangga.
''Pak John kenal papa kami ?
''Jelas, sebelum kalian pun, saya sudah bekerja sama dengan perusahaan kalian.dan saya sangat kenal dengan pak Doni papa kalian.
''Pa... maaf ya lama, tiba tiba Alea datang dan memanggil pak John.
Alea tidak menyadari bahwa di depan papanya adalah orang yang dia kenal
Alea panggil pak John papa, berarti Alea anak pak John, batin Rafi.
''Heem nggak apa apa?
''O... ya kenalkan ini anak saya namanya Alea dan Alea Ini pak Rafi dan Ini pak Rizal dan yang Ini pak Deny sekretaris pak Rizal, mereka ini klien papa.
Pak John Sambil menunjukkan satu persatu.
Alea mengikuti papanya, bersalaman dengan para pria di depannya.
Saat menghadap Rafi,
''Yang ini sih Lea udah kenal pa, dia teman Lea saat kuliah di Negara L.
''Apa kak, jadi kalian sudah saling kenal? Rizal gaya kaget. Rafi menganggukkan kepalanya.
''Jadi kalian sudah saling kenal ?Pak John menambahi.
''Iya pa, apa perlu Lea ulang?
__ADS_1
Mereka akhirnya duduk dan memulai perbincangan tentang bisnisnya,
Sekarang Alea makin cantik aja juga terlihat lebih dewasa lagi, batin Rafi