
Pagi sekali di rumah Rizal, Nadia sudah bangun lebih dulu dan segera ke dapur untuk masak, karena Rafi menginap di rumahnya
Bibi yang mengetahuinya pun segera ke dapur bersama Nadia.
''Nona butuh sesuatu mau bibi bikinin?
''Enggak bi, tadi malam kan kak Rafi nginep jadi aku mau buatin sarapan .
''Biar bibi aja non, kan non baru sembuh.
''Nggak apa apa bi sekalian olahraga.
Rafi keluar dari kamar langaung menuju dapur.
''Nad, Rizal udah bangun apa belum ya?
''Kayaknya tadi sih belum kak, nggak tau deh sekarang.
''Kakak samperin dulu ya, nggak apa apa kan ?
''Ya nggak lah kak,lagian anggap aja rumah kakak juga.
Rafi berjalan naik tangga menuju kamar Rizal.
Ternyata Rizal sudah bangun dan duduk di pinggiran ranjang.
''Zal, kamu udah bangun?
Rizal hanya mengangguk
''Zal mulai hari ini kamu harus mau menjalani rencana awal, ini memang sulit tapi kamu harus tau keadaan kamu sekarang, kakak nggak mau kalau kakak menyesal nantinya gara gara kamu nggak mau nurut sama kakak.
''Tapi kak aku nggak mau Nadia tau,
''Ya kamu harus pinter dong gimana caranya biar Nadia nggak tau .
''Baiklah kalau kakak memaksa mulai hari ini aku harus bisa membuat Nadia membenciku, gimana pun caranya,
''Mulai hari ini juga kamu harus terbiasa jauh dari Nadia. Rafi
Rizal mengangguk.
Nadia yang sudah selesai memasak langsung berniat untuk kembali ke kamarnya, di sana masih ada Rafi yang sedang ngobrol dengan Rizal.
''Kalian ngomongin apa sih, kok seru banget kayaknya.
''Nggak kok Nad, cuma urusan kerjaan, kakak keluar dulu ya mau siap siap kerja Rafi sambil melihat jam yang melingkar di tangannya.
''Kakak sarapan dulu ya! Nadia
Rafi keluar dari kamar Rizal dan kini tinggal Nadia dan Rizal yang berada di dalam kamar.
''Mas, kita turun juga ya, aku laper, tadi malam aku lupa nggak makan.
''Kamu turun aja sendiri Aku nggak laper jawab Rizal jutek.
Mas Rizal kenapa kok jutek banget, Nadia.
__ADS_1
''Mas kamu nggak apa apa kan? tanya Nadia.
Nadia duduk di samping Rizal,
''Aku nggak apa apa kok kamu turun aja dulu Rizal sambil berdiri menghindari Nadia.
Tapi Nadia masih aja nggak percaya yang di lihatnya.
Tak seperti biasanya Rizal lah yang selalu menempel ke Nadia, tapi kini Rizal malah menghindarinya
Nadia membuntuti suaminya dari belakang, kini Rizal berada si depan lemari untuk mencari bajunya.
Nadia langsung memeluk suaminya dari belakang dengan perutnya yang buncit.
''Mas kamu kenapa sih, apa mas marah sama aku, apa salahku, mas nggak boleh giniin aku , aku nggak bisa.
''Nad, tolonglah kamu ngertiin aku, aku ini lagi capek nggak mau di ganggu,
Mendengar kata Rizal Nadia langsung merenggangkan tangannya.
''Nadia tau mas capek, maaf Nadia selalu bikin mas repot, tapi mas jangan menghindar lagi, Nadia sambil nangis.
''Udah lah jangan nangis terus dikit dikit nangis aja kamu mas bosen lihatnya. Rizal membentak.
Mendengar bentakan Rizal Nadia langsung mengusap air matanya,
Nadia memegang kedua lengan Rizal.
''Mas, mas bosen kan lihat aku Nangis, mulai sekarang dan seteruanya Nadia nggak akan nangis lagi, tapi mas jangan bosen ya sama Nadia.
''Tau ah, aku turun dulu mau kekantor.
Sedangkan Nadia malah menumpahkan air matanya yang tertahan.
''Mas kenapa kamu jadi gini apa aku punya salah sama kamu,Nadia merosot di lantai.
Sedangkan di bawah Rafi sedang sarapan dengan Rizal. ''Nadia mana Zal ?
''Ada di kamar, yuk kak kita berangkat kan udah siang.
Sebelum berangkat Rizal ke dapur mencari bibi.
''Bik... teriak Rizal.
''Iya tuan,
''Bik nanti kalau nona Nadia nggak turun tolong bibi antar makanan ke atas ya, tapi jangan bilang kalau aku yang nyuruh.
''Baik tuan .
Di dalam kamar setelah beberapa jam Nadia bergelut dengan tangisnya yang membuat matanya sembab,kini Nadia beralih ke tempat tidur dan merebahkan badannya.
Bibi pun jadi khawatir, karena sudah siang majikannya tak turun juga.
Akhirnya bibi pergi ke kamar Nadia membawa makanan.
Tok... tok... tok... bibi mengetuk pintu.
__ADS_1
''Masuk, jawab Nadia yang masih di atas ranjang
Bibi masuk dan meletakkan makanannya di atas meja lalu menghampiri Nadia.
''Non makan dulu, non dari pagi kan belum makan ,apa non nggak lapar?
''Enggak bik aku nggak laper,
''Non, non nggak kasihan dengan bayi non,pasti dia udah lapar, Jadi non harus tetap makan demi bayi non
''Bik, apa bibik lihat aku pernah membuat kesalahan dengan mas Rizal.
Bibik menggeleng.
''Tapi kenapa pagi ini mas Rizal marah sama aku ya bik
''Non mungkin tuan lagi capek aja dan nggak mau di ganggu, ''Apa itu benar bik ?Nadia sambil menatap mata bibi.
.Ya, Tuan kan orang yang sangat baik sama seperti non, jadi non nggak usah mikir yang macam macam soal tuan. non harus tetap semangat demi dede bayinya.
Aku janji,mulai sekarang aku nggak akan nangis lagi di depan mas Rizal dan aku nggak akan mengganggunya saat dia capek.
''Ayo,sekarang makan dulu.
Nadia bangun dari tempat tidurnya setelah mendengar penjelasan sang bibi.
Sedangkan di mobil Rizal yang notabennya seorang laki laki pun tak kalah seperti perempuan.
Rizal menangis tersedu sedu mengigat kata kasarnya pada Nadia
Rafi yang melihatnya pun menjadi kasihan.
''Zal ini bari sekali kamu lakukan, tapi kamu udah kayak gini ,Gi mana kalau berhari hari bahkan berbulan bulan. apa kamu sanggup
''Aku nggak tau kak, kalau seperti ini lebih baik aku mati aja sekarang.
''Zal, kalau kamu mati sekarang kamu nggak bisa lihat bayi kamu lahir nanti dan kamu nggak bisa gendong dia meskipun sekali , dan kamu nggak akan lihat Nadia lagi untuk selamanya,
''Apa itu yang kamu mau, terus kamu mau perjuangan kakak dan Deny selama ini sia sia
Rizal menggeleng.
''Kalau begitu lakukan apa yang kakak suruh, ini hanya sementara, dan kakak mau kamu fokus untuk ini jangan mikirin yang lain
Ini memang menyakitkan untuk kamu dan Nadia, tapi kalau kamu nggak mau melakukan ini, akan lebih menyakitkan untuk semuanya,
''Baik kak, aku akan lakukan apapun kalau itu bisa membuat aku dan Nadia bersatu kembali.
Mobil langsung meluncur ke rumah sakit tujuan.
Sesampainya Di sana Rizal langsung melakukan apa yang menjadi tujuannya.
''Selamat pagi dok,
''Pagi, apa tuan sudah siap ?
Rizal mengangguk.
__ADS_1
Akhirnya Rafi menunggu sang adik yang berada di rumah sakit.
Sedangkan kantor di serahkan sepenuhnya kepada Deny.