
Rizal dan Deny segera masuk kantor, mereka terlambat kurang lebih satu jam, meskipun
Rizal seorang presdir tetap saja harus di siplin,untuk memberi contoh semua karyawan kantor.
Baru kali ini juga para karyawan heran dengan bosnya yang sedikit telat.
Sampai akhirnya para karyawan berbisik.
''Kenapa bos terlambat, biasanya nggak pernah kayak gini .karyawan satu
''Apa ada masalah?karyawan dua
''Kemarin aku juga lihat bos pulang malam, kayaknya memang ada masalah entah itu apa
Udah lah itu urusan bos kita kan cuma karyawan nggak usah lkut campur.
Para karyawan saling membicarakan Rizal.
Sampai di ruangan Rizal langsung duduk di kursi kebanggaannya, Rizal mengusap wajahnya dan memgacak rambutnya.
''Maaf ya bos aku sekarang mau bilang sama kamu sebagai sahabat. Deny
''Santai aja, apa yang akan kamu bilang?Rizal.
''Zal, kalau seandainya ini positif apa yang akan kamu lakukan ?
Dengan cepat Rizal langsung menjawab.
''Aku akan meninggalkan Nadia sebelum ajalku tiba.
''Apa.... kamu gila, apa nggak mikir gi mana nasib Nadia. jawab Deny sewot
''Justru itu Den, jalan satu satunya, aku nggak mau kalau Nadia lihat aku dalam keadaan yang aku sendiri tak inginkan. Sebenarnya aku juga nggak mau melakukan ini, tapi demi kebaikannya dan anakku nanti aku akan tetap melakukannya.
''Apa keputusanmu ini sudah bulat?
''Heem. Rizal mengangguk.
''Terus kenapa kamu nggak ngasih tau sama om dan tante?
''Nggak lah biarkan aja aku yang tau ,aku nggak mau lagi bikin mereka susah,
Hari ini Rizal tak mempunyai semangat untuk kerja, semua jadwal pertemuan dengan klien di handle oleh Deny.
Rizal hanya tiduran di kamar kantornya.
Sementara itu, Rafi yang memutuskan pulang ke Indonesia langsung mengurus semua pekerjaan kantor dan langsung menyerahkan kepada utusan pak Dony. setelah beberapa jam Rafi sudah tiba di Indonesia, kali ini Rafi langsung di jemput Sopir dari rumah besar.
Rafi tak langsung pulang melainkan ke kantor Rizal.
Tiba di depan kantor Rafi langsung turun dan masuk ke gedung, karena ini hari pertama Rafi masuk Dia langsung menanyakan pada staff di mana ruangan Rizal.
''Wah Ceo dari kantor mana lagi tu kok ganteng banget ,
''Iya ya baru kali ini bos kita kedatangan Presdir ganteng masih muda lagi, biasanya kan om om saja.
''Eh, by the way kok mukanya mirip Si bos ya, apa itu saudaranya.
__ADS_1
''Nggak mungkin kalau saudaranya kok nggak pernah ke sini.
Para karyawan memuji kegagahan Rafi,
Rafi berjalan gontai dengan memasang wajahnya yang tampan dan cool itulah yang membuatnya pilah pilih pacar. Sebenarnya Rafi memang tak menyukai yang namanya pacaran, karena itu akan membuatnya nggak fokus dalam pekerjaan.
Rafi langsung masuk kedalam lift khusus menuju ruangan Rizal, sampai di depan pintu Rafi langsung saja masuk tanpa mengetuk.
Rafi clingak clinguk mencari Rizal.
''Kok sepi, gumamnya.
''Rafi langsung melihat kamar yang terbuka sedikit,
Rafi menghampiri pintu dan membuka lebih lebar,
''Ternyata tidur di sini aku kira miting atau kemana? gumam Rafi sambil geleng geleng kepala.
Rafi mendekati Rizal yang sedang tidur tengkurep
Zal, bangun ini sudah siang!
''Rafi menggoyang goyangkan punggung Rizal.
Rizal yang mendengar suara samar samar langsung membuka matanya karena penasaran.
Rizal membalik badannya dan langsung memeluk setelah tau siapa yang datang.
''Kakak kapan datang ?
''Kenapa nggak kasih tau dulu ?
''Emang kamu nggak di kasih tau mama soal ini ?
Rizal hanya menggeleng .
''Mulai hari ini kakak akan pegang perusahaan ini dan kamu stand bay di rumah untuk menjaga istri kamu sampai nanti dia melahirkan.
''Aku nggak mau kak, aku mau di kantor setiap hari .
''Apa maksud kamu,kamu nggak mau berada di samping istrimu yang sudah hamil besar, Rizal pun semakin bingung dengan kata kata Rafi.
Rizal mondar mandir sambil memegang kepalanya.
Ada apa dengan Rizal, kenapa dia kelihatan bingung dengan perkataanku tadi, apa dia nggak suka kalau aku pegang perusahaannya, ini kan cuma sementara sampai istrinya melahirkan, lagian kan ini mama yang nyuruh dan nggak mungkin aku ngerebut darinya. batin Rafi.
''Zal, kamu kenapa, apa kamu nggak mau kakak membantumu di sini ?
Rizal hanya menggeleng.
''Terus kenapa, apa ada masalah lain ?
Apa aku harus kasih tau kak Rafi, nggak usahlah nanti aja kalau hasilnya udah keluar, baru aku akan kasih tau dia.
''Nggak ada apa apa kok kak, aku malah seneng banget kalau kakak mau menggantikan aku, tapi aku akan tetap pergi ke kantor setiap hari.
''Kamu nggak percaya sama kakak?
__ADS_1
''Bukan begitu kak tapi.... kata kata Rizal menggantung.
''Tapi dia mau menghindar dari istrinya kak. Deny muncul dari balik pintu kamar.
Tiba tiba Deny menyahut dari belakang.
''Loh.. memang kenapa, apa kamu ada masalah dengan Nadia?
Rizal menggeleng lagi,
''Bukan sama Nadia kak masalahnya ,tapi pada dirinya sendiri,
''Memang ada apa Den, tanya Rafi
''Maaf kak aku nggak bisa mengatakannya
''Kak aku akan mengatakannya sama kakak setelah hasilnya keluar .Rizal
Hasil apa, apa yang sebenarnya mereka sembunyikan dariku, sampai Rizal menghindari istrinya, apa ini sangat serius? batin Rafi menerka nerka.
''Ya udah kakak akan menunggu sampai kamu siap mengatakannya.
''Terima kasih kak,
''Kalau gitu mulai besok kakak akan langsung mulai kerja,ini perintah mama dan papa dan kakak nggak mau mengecewakan mereka, kalau kamu masih mau ke kantor datang aja, tapi kalau saran kakak kamu lebih baik di rumah aja, kasihan Nadia dia selalu kesepian.
Rizal mengangguk dengan kata kata kakaknya.
Mereka pulang bertiga, Deny yang selalu mengemudi mobilnya, kali ini mereka langsung kerumah Rizal.
Nadia yang mendengar mobil langsung segera membuka pintu utama.
Nadia terkejut melihat suaminya yang tak datang berdua denagan Deny melainkan bersama Rafi juga,
''Kakak, kapan datang, Nadia sambil mencium punggung tangan kakaknya, dan beralih ke suaminya.
''Tadi siang, kakak langsung ke kantor Rizal .
''Ya udah masuk dulu kak!
''Enggak usah lagian kan udah sore, kapan kapan kakak main ke sini, dan mama pasti juga udah khawatir, soalnya kakak nggak telpon mama tadi
''Ya udah kalau gitu kakak pamit,
''Apa perlu aku anter kak. Deny.
''Enggak usah kamu pulang aja istirahat,
'' Zal biar kakak pakai mobil kamu ya ?
''Iya hati hati kak.
Mobil Rafi berlalu dari rumah mewah Rizal, Deny pun ikut pulang, karena sudah tidak ada hal yang penting.
Rizal langsung merangkul istrinya dan masuk ke dalam rumah.
Sampai jumpa!!!
__ADS_1