Majikanku Suamiku

Majikanku Suamiku
Episode 106


__ADS_3

''Baik kalau begitu saya tidak usah menjelaskan panjang lebar, saya ke sini hanya ingin menjemput Rafi, di mana dia?tanya papa Doni dengan santai.


''Tapi saya rasa anda tidak akan bisa bertemu Rafi lagi tuan Doni,


''Kenapa dengan Rafi, kamu jangan macam macam, kau bisa berhadapan dengan hukum!!


''Hukum,sayangnya saya tidak peduli dengan hukum, yang terpenting bagi saya hanya kepuasan.


Pak Doni langsung berbalik memunggungi Adit


Setelah sampai di depan pintu .


Pak Doni mematung, karena bunyi luncuran peluru nenggema di ruangan.


Pak Doni membalikkan badannya, ternyata benar sebuah peluru yang di luncurkanAdit menembus langit langit ruangan.


Sedangkan Rizal langsung berlari masuk kerana mendengar bunyi tembakan yang sangat menggema.


Tanpa peduli, Rizal membelah penjaga yang berhalu lalang di depan pintu.


Sedangkan di depan kini baku hantam sedang terjadi antara anak buah masing maaing.


''Papa,,, Rizal berteriak mencari pak Doni, sedangkan Deny dan pak John mengikuti dari belakang.


''Apa yang kau lakukan anak muda, jangan sia siakan hidupmu dengan benda itu, saya yakin kamu akan menyesal nanti.


''Penyesalan,saya akan lebih menyesal jika saya tidak bisa membalaskan dendam papa saya.


Anak ini terlalu keras kepala, aku nggak mungkin meladeninya dengan emosinya yang begitu tinggi. batin papa Doni.


papa Doni memutar otak nya mencari cara supaya bisa melepaskan Rafi dan Alea,


Rizal dan yang lain hanya berlari mencari di setiap ruangan, sampai pada satu ruangan, Rizal mendengar percakapan yang sedikit sengit, yaitu antara papa Doni dan Adit,


Rizal langsung membuka pintu ruangan itu,


Dorrrr..... satu tembakan terjadi dan itu meluncur dari pistol yang di bawa Adit, karena reflek akan orang yang membuka pintu .


Rizal dan sang papa berpelukan ,dan darah pun mulai menembus baju, ya darah segar keluar dari tubuh papa Doni yang menjadi sarang peluru Adit,.


Di karenakan saat Rizal membuka pintu, papa Doni langsung menggeser badannya di depan Rizal karena sudah tau gerak gerik Adit yang sudah gatal untuk menembak.


''Papa..... Rizal berteriak sambil menjerit saat tubuh pak Doni yang di tompangnya mulai ambruk.


Rizal memangku papa Doni yang sudah tidak sadarkan diri, sedangkan Deny dan pak John, tidak bisa berbuat apa apa, karena tidak ada nya senjata apa pun,


''Den, sekarang kamu cari kak Rafi, dan kak Alea, biar papa aku yang bawa.


Sedangkan Adit pun sama, langsung pergi ke ruangan Rafi dan Alea.


Para anak buah Adit pun semua terkapar hanya tinggal beberapa, dan kini para bodyguart pun ikut masuk untuk menyelamatkan pak Doni.


''Pak tolong bawa papa ke mobil ,dan langsung bawa ke rumah sakit, aku harus menyelamatkan kak Rafi,

__ADS_1


''Tapi tuan, belum sampai selesai Rizal langsung membentaknya.


''Cepat!.. apa kamu mau melihat papa meninggal, mendengar kata Rizal ,akhirnya bodyguart itu langsung membawa pak Doni ke mobil dan langsung meluncur ke rumah sakit.


Sedang di ruangan lain .


Rafi dan Alea masih pada posisinya dan terikat,


Lagi lagi Adit masuk dan mengunci pintu ,


Adit tertawa keras mebuat Alea semakin takut


Apa lagi saat melihat anak buah Adit yang masih setia di belakangnya.


''Apa kalian tau apa yang di lakukan pistol nakal ini barusan?, tanya Adit sambil menyeringai.


Jadi tadi suara tembakan dan itu dari Adit. terus siapa yang dia tembak, nggak mungkin kan anak buahnya sendiri? batin Rafi menerka.


''Apa maksud kamu? tanya Rafi.


''Ya, Doni Pratama, sudah merasakan panasnya peluru ini, dan sekarang giliran kamu,


''Apa, papa kena tembak, hati Rafi terasa hancur di saat papanya membutuhkan pertolongan justru dirinya tak bisa berbuat apa apa.


Adit menodongkan pistol ke arah Rafi, itu membuat Alea semakin menjerit, ya Alea seperti orang yang kehilangan akal,


''Dit, ku mohon jangan lakukan itu,Alea menangis histeris.


Sedangkan Rafi hanya membeku setelah mendengar pernyataan Adit kalau papamya terkena tembak.


*Kenapa semua jadi begini, terus di mana papa, apa dia baik baik saja.


Rafi hanya bisa bicara lewat batin


Setelah beberapa saat pencarian Deny dan yang lain pun kini sudah berada di depan pintu ruangan penyekapan Rafi dan Alea*


Rizal panik, karena mendapati suara Adit yang menggelegar dan dengan pintu terkunci.


Dengan satu hentakan para bodyguart pun langsung mendobrak pintu.


''Kakak, kak Alea, sapa Rizal dengan ke khawatirannya.


''Jangan mendekat, atau nyawa Rafi melayang sekarang,Adit.


Rizal dan yang lain mematung dua anak buah Adit menodongkan pistol ke arahnya, Sedangkan Adit menodongkan pistol ke arah Rafi.


Deny yang melihat anak buah Adit sedikit lengah langsung memberi kode Rizal, dengan mengedipkan matanya,


Rizal dan Deny langsung maju bersamaan, tapi dengan senjata apinya anak buah adit masih saja meluncurkan sebuah tembakan ,


Tapi sayang karena langkah yang Deny ambil sangat tepat, menekuk siku, jadi tembakan itu mengarah ke samping, dan mengenai Adit .


Sedangkan yang satu langsung melepaskan pistolnya karena mendapat tendangan dari Rizal,

__ADS_1


Setelah suara tembakan terjadi ,Adit pun masih berusaha melepaskan tembakannya sambil menahan badannya yang sedikit mulai merasa lemas, tapi sasaran Adit kali ini meleset ,hanya meluncur di samping Rafi, karena merasa tubuhnya tak kuat berdiri, Adit pun langsung menjatuhkan badannya.


Dua anak buah Adit langsung di bawa oleh bodyguart pak Doni, sedangkan semua senjata Api pun telah terkumpul,


''Pak, sekarang lapor polisi, titah Rizal, Sedangkan pak John dan Deny melepaskan ikatan Rafi dan Alea.


Rizal langsung berhamburan memeluk Rafi, dengan pakaian yang penuh dengan noda darah,


''Kamu kenapa, kenapa baju kamu penuh dengan darah? tanya Rafi khawatir.


Rizal menggeleng,


''Apa maksud kamu?


''Papa kena tembak beliau di bawa ke rumah sakit, dan aku juga belum tau keadaannya.


''Jadi beneran, Adit menembak papa?


Rizal mengangguk.


Sedangkan Alea langsung jatuh pingsan setelah terlepas dari ikatannya.


''Alea, bangun Al, ini papa!! pak John sambil menepuk pipi Alea.


Rafi yang melihat tubuh Alea lemas langsung mengangkatnya keluar dari rumah petaka itu.


Sedang pak John dan Rizal serta Deny mengikuti dari belakang .


Sesampainya di mobil, ''Den, cepat kamu bawa Alea ke rumah sakit, biar Aku pulang dengan Rizal .titah Rafi


Tanpa kata Deny langsung melajukan mobilnya ,pak John pun ikut dengan mobil Deny.


Kini Rizal dan Rafi menuju mobil pak John yang masih tertinggal.


''Kenapa kakak diam aja, apa yang kakak pikirkan, tanya Rizal yang melihat Rafi selalu memandang rumah terkutuk itu.


Tanpa menjawab pertanyaan dari Rizal ,Rafi langsung berlari ke rumah tua itu, Rafi berlari ke ruangan di mana dia dan Alea di sekap,


Ruangan yang kini penuh dengan noda darah Adit sang sahabat,


''Pak, apa dia masih hidup?tanya Rafi.


''Iya tuan, dia masih hidup .


''Bawa ke mobil!! perintah Rafi.


Dengan sigap para bodyguart itu membawa Adit ke mobil.


''Kenapa kakak bawa dia, biarkan saja, dia di sini, dia yang sudah menembak papa, dan sekarang kita nggak tau keadaan papa.


kira kira apa ya jawaban Rafi?


ikuti lajutannya yukkk...!!

__ADS_1


jangan lupa like koment serta vote nya ya biar Authornya lebih semangat.


__ADS_2