
Nadia pulang dengan muka yang sangat bahagia sekali gus lelah ,pasalnya semua keinginannya terpenuhi,kini tumpukan paper bag pun masuk ke dalam kamarnya, membuat Rizal mengerutkan dahinya,
Rizal memghampiri Nadia yang memijat betisnya,
''Kenapa sayang, capek? Rizal sambil mengecup kening Nadia.
''Iya nih mas, Juan kan gendut, aku aja tadi gantian sama Lilis, kalau nggak ada Lilis mungkin aku sekarang sudah nggak bisa jalan.
''Sini mas pijitin !!
''Beneran,mas nggak capek?.
''Capek sih, tapi kan mas mau pijitin kamu ,
Alih alih pijit tapi sebenarnya maksud terselubung di hati Rizal.
Dengan senang hati Nadia langsung tengkurep di atas ranjang,
Sedangkan Rizal malah senyum menyeringai.
Sudah hampir tiga puluh menit, tak ada respon dari Nadia, sedangkan Rizal masih saja memijit istrinya.
''Kenapa Nadia diam aja, kenapa dia nggak ngomong, Wah, jangan jangan dia tidur, pikir Rizal.
Rizal langsung turun dari ranjang dan melihat separuh wajah Nadia yang masih kelihatan.
''Pantesan, aku mijitin orang tidur, percuma dong, niat minta upah, gagal.
Akhirnya Rizal membalikkan tubuh Nadia, dan menyelimutinya,
Lain tempat, lain jiwa ,lain hati ,di seberang sana Rafi yang baru pulang menunjukkan wajah yang lesu,
Mama Widya yang melihatnya pun penuh tanda tanya.
Kali ini Rafi langsung masuk ke kamarnya, tak seperti biasanya yang selalu jahil sama mama Widya,
Kenapa dengan Rafi, apa ada masalah di kantor, atau lagi ada masalah dengan Alea.
Tapi mama Widya tak langsung menanyakannya.
Rafi membuka pintu kamar dan langsung melempar tas kerjanya. tanpa pikir panjang, Rafi langsung merebahkan badannya dengan baju kantor yang masih lengkap.
Ke khawatiran Rafi menjadi kenyataan juga,
Berselang lama, ponsel Rafi berdering,
Tanpa melihat layar ponsel Rafi langsung mengangkatnya
📱
''Halo, siapa ini?
📱
Udah lupa saja, kan tadi siang baru ketemu, apa sebegitu panglingnya sampai kamu nggak kenal suara aku.
📱
Adit, Rafi dengan wajah gusarnya
Ada apa?
📱
__ADS_1
Aku tau, kamu pasti cinta sama Alea, begitu pun Alea pasti cinta banget sama kamu, tapi aku juga cinta sama Alea, meskipun dia belum tau perasaan aku, dan janji adalah hutang, dan kamu tau kan kalau hutang wajib di bayar, Adit.
📱
''Terus apa yang harus aku lakukan sekarang?
Apa aku harus putuskan Alea, tapi kami akan segera menikah,
📱
''Tapi apa kamu mau bahagia di atas penderitaan ku ? kata terakhir dari Adit yang membuat Rafi marah.
Tanpa Fikir panjang ,Rafi melempar ponselnya sampai ke unjung pintu, kini ponsel Rafi hancur berkeping kepimg,
''Kenapa kita bertemu di waktu yang tidak tepat Dit, apa aku egois kalau aku tetap mempertahankan Alea, apa aku berdosa kalau aku mengimgkari janjiku sendiri, Rafi sambil menitihkan air matanya.
''Ya Allah, kenapa harus serumit ini untuk menjalin cinta,
Baru kali ini dalam hidup Rafi merasa menjadi orang yang paling tidak beruntung dalam percintaan, meskipun dulu pernah merasakan patah hati,namun itu tak sebanding dengan yang Rafi rasakan saat ini.
''Raf, buka pintunya, mama mau bicara!!
''Bicara apa ma ?sahutan dari dalam dengan suara Rafi yang terbata bata.
''Penting, ayo bukalah pintunya, sebentar saja!!
Setelah mendengar bujukan mama Widya akhirnya Rafi membuka pintu kamarnya.
Betapa terkejutnya mama Widya saat melihat kamar Rafi yang berantakan.
''Raf, kamu kenapa, apa yang terjadi, apa ada masalah di kantor, atau kamu lagi ada masalah sama Alea.
Rafi hanya menggeleng dengan pertanyan sang mama yang bertubi tubi.
''Terus kenapa, ini ponsel kamu sampai rusak begini ?
Mama Widya mengelus punggung putra sulungnya itu, meskipun Rafi sudah dewasa tapi masalahnya kali ini sangat menguras emosi dan jiwa.
''Sekarang kamu tenang dulu, dan katakan sama mama ,Apa masalah kamu?
''Ma,apa aku salah kalau aku mengingkari janjiku demi cintaku,
''Pertanyaan macam apa itu, janji adalah hutang dan apa hubungannya dengan cinta?
Rafi menceritakan semua kejadian tentang dirinya dan Adit secara detail.
''Raf, kamu harus ingat janji itu adalah hutang yang memang wajib di bayar ,dan jodoh itu hanya Allah yang tau, kita sebagai hamba Nya hanya menjalan kan apa yang di takdirkan untuk kita,
''Kamu sudah dewasa dan kamu harus bijak dalam mengambil keputusan, mama tau Alea sangat mencintai kamu, dan kamu juga mencintainya, tapi kamu juga punya janji yang harus kamu tepati,
''Tapi ma aku bingung harus gi mana ?
''Jangan bingung, kamu jalani saja seperti biasa, selagi itu nggak menyakiti Alea.
Dan kamu harus jelaskan sama Adit, tentang apa yang mama bilang tadi,
''Ingat jangan sampai ada yang tersakiti, mama nggak mau ada permusuhan di antara kalian.
Rafi mengangguk dengan ucapan sang mama.
''Sudah sekarang kamu mandi dan ganti baju kamu, mama nggak mau lihat wajah tamapn kamu jadi berantakan gini!!
Akhirnya Rafi masuk ke kamar mandi dan mengguyur badannya serta baju yang di kenakannya.
__ADS_1
Sedangkan Alea saat ini di bingungkan dengan ponsel Rafi yang tidak aktif,
Pasalnya Rafi tidak pernah menon aktifkan ponselnya ,
Alea berulang kali memencet dan hasilnya nihil juga.
Akhirnya dengan inisiatifnya Rafi menelpon Mama Widya tentang keadaan Rafi.
Setelah mendapat penjelasan tentang kedaan Rafi, Alea langsung mengambil tas dan kunci mobilnya.
Setelah sampai di rumah Rafi, Alea langsung masuk dan menanyakan pada mama Widya.
''Mas Rafi dimana ma ?
''Ada di kamar, dari pulang kantor sampai sekarang belum keluar, kamu coba bujuk dia siapa tau dia mau dengar kamu.
Alea mengetuk pintu Kamar Rafi dan memanggilnya.
''Mas, ini aku Alea, tolong buka pintunya!.
Alea, ngapain dia ke sini, apa mama yang memberi tau nya, pikir Rafi.
''Mas, ayolah, aku hanya mau ngomong sebentar,
Rafi yang baru ganti baju langsung membuka pintu kamarnya.
Alea yang melihat mata Rafi sembab langsung memeluknya.
''Mas, sebenarnya ada apa, kenapa mas nggak mau jujur sama aku, sebenarnya mas anggap aku ini apa? .
Rafi masih bingung harus menjawab apa, pikirannya masih di selimuti antara janjinya dengan Adit, tapi di sisi lain ada orang yang sangat dia cintai yang berada di depannya saat ini,
''Kenapa mas diam, ayo jawab!!
''Maaf, mas belum bisa jawab apa apa ,
Alea menyadari bahwa dia menginjak sesuatu dari tadi, Alea melihat apa yang ia injak, ternyata ponsel.
Alea berjongkok dan memunguti benda pipih yang sudah menjadi kepingan itu.
''Apa masalah mas sangat serius ,sampai mas membanting ponsel.?
Rafi hanya diam dan memandang lekat sang kekasih.
''Ayo jawab jangan diam saja!
''Apa kalau mas menjawabnya kamu bisa membantu mas, dengan pikirannya yang kalut akhirnya Rafi membuka suaranya.
''Aku akan bantu, selagi aku mampu,
Rafi tersenyum sinis mendengar jawaban Alea.
Rafi berbalik badan menuju shofa yang ada di kamarnya.
Alea hanya mengekori dari belakang.
Keduanya hanya diam untuk sementara waktu, hanya keheningan yang ada di kamar Rafi,.
Sampai akhirnya Rafi membuka suara.
''Apa yang akan kamu lakukan jika kamu punya janji sama seseorang, tanya Rafi pada Alea,
''Aku akan menepati janji itu, meskipun kenyataannya pahit, jawab Alea ragu.
__ADS_1
''Tapi apa kamu akan masih menepati janji kamu, meskipun harus melepaskan orang yang kamu cintai?tanya Rafi dengan mata yang tajam.
Hayooo... kira kira jawaban Alea apa ya? Authornya ikut deg degan.