
Siang hari setelah kuliah Lilis langsung pergi ke rumah Nadia tak ketinggalan pula Irfan, yang selalu mengikuti kemana mana Lilis pergi,
Sampai di depan rumah Rizal, Irfan memarkirkan motornya,
Tok... tok... tok... Lilis mengetuk pintu.
Bibi yang mendengar langsung membukanya.
''Siang bik, Nadia nya ada?
''Ada non silahkan masuk?
Irfan dan Lilis langsung masuk setelah di persilahkan.
Sedangkan Bibi langsung menuju kamar atas untuk memanggil Nadia,
''Non,di bawah ada tamu yang mencari non.
''Mencari ku bik ?
bibi mengangguk.
''Ya udah suruh tunggu aja bentar lagi aku turun .
''Baik non.
Setelah memberi tau Nadia, bibi segera ke dapur untuk membuat minuman.
Nadia langsung keluar dari kamar untuk menemui, siapa yang datang.
''Lilis, Nadia kaget.
''Nad, nggak usah kaget gitu lah aku kangen sama kamu, apa kamu nggak kangen sama aku.Lilis sambil menghampiri Nadia dan memeluknya,
''Ya kangen lah Lis, tapi kan kamu tau sendiri aku nggak bisa keluar dan akhir akhir ini mas Rizal sering lembur, kadang sampai nggak pulang,
''Iya aku tau, makanya aku kemari ,kak Deny yang kasih tau aku.
''Hai Nad, kamu lupa sama aku
''Ya nggak lah Fan,masa teman sendiri lupa, ''Kalian apa kabar, Nadia
''Kami baik Nad,
''Kamu sendiri gi mana kabarnya, wah bentar lagi aku jadi tante nih, Lilis melihat perut Nadia yang sudah besar.
''Aku baik, Lis, tapi akhir akhir ini aku merasa kesepian, soalnya mas Rizal nggak pernah di rumah.
''Kamu tenang aja mulai sekarang aku akan ke sini terus,biar kamu nggak kesepian lagi.
''Kamu nggak kerja?tanya Nadia
''Enggak Nad, sekarang dia ada yang nanggung. Timpal Irfan.
''Maksud kamu apa fan?
''Sekarang kak Deny yang membiayai kuliahnya dan kebutuhannya.
''Wah, benar benar bertanggung jawab ya kak Deny, baik sekali, meskipun kamu belum menjadi istrinya tapi dia sudah berbagi sama kamu,
Lilis dan Irfan menemani Nadia sampai sore hari,
Suara mobil terdengar dari dalam, tanda ada yang pulang,
__ADS_1
Bibi segera membuka pintu, ternyata Rizal bersama Deny.
''Mas sudah pulang?
''Heem, hanya itu jawaban Rizal, kamu sudah lama Lis, ?
''Sudah kak dari tadi siang .
''Kamu bareng sama Irfan?
''Iya kak, tadi aku yang bonceng.
''Ya udah kalau gitu aku pulang dulu kak, Nad, Lis, pamit Irfan
''Iya kamu hati hati ya!
''Lis, kamu aku antar ya? Deny.
Lilis mengangguk
''Nad, aku pulang dulu ya, besok aku ke sini lagi,
''Iya terima kasih ya kamu sudah mau menemani aku.
Sama sama aku juga senang kok, lagian kamu kan temen aku, jadi aku seneng banget kalau kita bersama,
Deny dan Lilis keluar dari rumah Rizal.
kini tinggal Rizal dan Nadia yang ada di ruang keluarga.
Rizal duduk di shofa dan menyenderkan kepalanya, Nadia mendekatinya.
''Mas, capek?
Rizal hanya diam dan memejamkan matanya .
Nadia melihat bintik merah di tangan Rizal, rasa hati ingin menanyakannya, tapi melihat Rizal memejamkan matanya niat itu di urungkan.
Nadia melepaskan sepatu Rizal, sedangkan Rizal hanya berdiam diri karena merasakan badannya yang sakit.
Nadia sontak kaget pasalnya kaki Rizal juga banyak bintik merah,
Terpaksa dengan berat hati Nadia bertanya pada sang suami.
''Mas, apa mas alergi kulit ?
Rizal menggeleng.
''Terus tangan dan kaki mas, kenapa,kok bintik bintik.
''Hanya nyamuk.
Nggak mungkin mas ini hanya nyamuk, lagian kaki mas kan tertutup, mana mungkin nyanuk bisa gigit kaki mas, batin Nadia.
Rizal membuka matanya dan melihat Nadia mengernyitkan dahinya.
''Kenapa, nggak percaya, kamu nggak usah banyak nanya, ini bukan urusan kamu.
Rizal langsung berdiri meninggalkan Nadia yang masih duduk.
Rizal naik ke tangga menuju kamarnya.
Tentu saja urusanku mas, selagi aku masih berstatus iatri kamu, apapun yang terjadi sama kamu akan menjadi urusanku. gumam Nadia. tidak hanya itu di kamar mandi Rizal yang merasa mual pun langsung memuntahkannya.
__ADS_1
Itulah yang di rasakan Rizal selama berhari hari,
Malam hari di rumah Rizal dangat rame karena kedatangan sang mama dan papa serta Rafi,
Semua berada di ruang tamu sedangkan Rafi dan Rizal berada di ruang kerja Rizal.
''Bagaimana Zal hari ini?
''Aku nggak tau kak, masih kayak kemarin,
''Kamu yang sabar ya, jalani dengan ikhlas dan kamu harus semangat, besok kakak akan pasang cctv seperti apa yang kamu mau,
''Terima kasih kak.
Selama dua bulan kediaman Rizal yang tak terjawab dan selama itu pula Lilis selalu datang untuk menemani Nadia setiap pulang kuliah ,Nadia dengan kesabarannya menghadapi suaminya yang selalu cuek ,dan terkadang tak pulang ke rumah, Nadia hanya di temani pak Supir dan bibi saat memeriksakan kehamilannya ke dokter,
Hari ini adalah hari yang di tunggu tunggu oleh Nadia pasalnya dokter memperkirakan kelahiran sang buah hati.
Pagi sekali.... di rumah Rizal.
Nadia melihat suaminya sedang bersiap siap memakai kemeja rapi,
Nadia mendekati Rizal yang masih berdiri di depan cermin
Nadia melihat wajah suaminya. dan memegang kedua pipinya.
''Mas, kamu sekarang kok kurus sih, apa kamu nggak nafsu makan, kalau aku nggak masak?
Rizal masih saja diam.
''Mas, tolong kali ini saja mas jawab pertanyaanku,
Rizal memandang lekat wajah istrinya.
''Nggak kok paling cuma perasaan kamu aja,
Bagai di siram es batu dalam hati Nadia berbunga bunga, karena selama dua bulan baru kali ini suaminya menjawab dengan halus dan lembut, Nadia menitihkan air mata bahagia dan mengeluarkan senyumnya.
Rizal yang melihat istrinya langsung memeluknya.
''Mas, aku seneng banget melihat mas seperti dulu lagi.
Rizal ikut tersenyum tipis mendengar ucapan istrinya.
Maaf sayang mungkin ini akan menjadi pertemuan kita yang terakhir dan aku nggak bisa menemani kamu lagi, biarlah ini akan menjadi kado termanis untuk mu hari ini mas akan membuatmu bahagia dan kamu hari ini harus bahagia nggak boleh ada air mata kesedihan keluar lagi dari matamu, karena mas nggak tau, setelah hari ini apa yang akan terjadi baik padamu maupun mas, Batin Rizal.
Saat Nadia masih di pelukan Rizal, tiba tiba saja Nadia merasakan sakit yang sangat hebat di bagian perutnya.
''Aduhhh....sakit, Nadia sambil memegangi perutnya.
''Kamu kenapa sayang, mana yang sakit.
''Perutku mas, kayaknya aku mau melahirkan
''Ya udah kamu tunggu disini, biar aku panggil bibi, untuk membantu menyiapkan semuanya,
Rizal lari ke bawah memanggil bibik dan pak supir.
Rizal segera menggendong Nadia menuju mobil, sangat berat bagi Rizal saat ini tubuh Nadia untuk di angkatnya tapi dengan semua tenaga sampailah Nadia di mobil mewah milik Rizal,
Pak supir langsung melajukan mobilnya
Nadia masih saja kesakitan.
__ADS_1
Tapi saat ini Rizal juga tak bisa menahan tubuhnya yang semakin melemah
Rizal hanya bisa mengelus rambut istrinya tanpa bersuara.