
Nadia memohon dan menunduk di depan mama Widya dan papa Doni, mengharap sebuah jawaban yang jujur dari kedua mertuanya.
Mama Widya memandang papa Doni seakan minta persetujuan .
Papa Doni yang melihat wajah Nadia menangis menjadi iba dan mengangguk ke arah mama Widya.
''Nad, maafkan kami, kami tidak bermaksud menyembunyikan ini semua dari kamu, kami hanya ingin menuruti kemauan Rizal,kamu adalah menantu dirumah ini, Rizal sangat mencintai kamu, dan mungkin ini saatnya kamu tau semuanya. Mama Widya.
''Iya Nad, maafkan kami, semua ini bukan kemauan kami, tapi kemauan Rizal. papa Doni.
Mama Widya menangis sambil memeluk Nadia.
''Sebenarnya apa yang terjadi, Nadia sambil menangis, karena melihat mama Widya semakin terisak.
''Apa kamu sanggup menerima kenyataan, kalau kami memberi tau kamu yang sesungguhnya ?mama Widya.
Sebenarnya ada apa sih, kenapa mereka bilang seperti itu memang kenyataan apa yanga akan mereka katakan.
Dengan pelan Nadia mengangguk.
Bukan mengatakan mama Widya malah semakin menangis di pelukan papa Doni.
''Ya sudah,kamu sekarang siap siap, kita berangkat, dan kamu bawa dede juga. pinta papa Doni,
Tanpa tanya ,Nadia segera bersiap siap,
Meski dalam hatinya penuh tanda tanya, tapi itu bukan hal yang penting .
Mama dan papa serta Nadia naik satu mobil yang di kemudikan pak supir, dalam perjalanan mama Widya masih saja mengeluarkan air matanya, mengingat keadaan anaknya saat ini,
Sedangkan dalam hati Nadia semakin penasaran, kenapa mama Widya sampai menangis seperti iti.
Tak butuh waktu lama, kini mobil yang di tumpangi Nadia dan mama Serta papa Doni, tiba di rumah sakit.
Rumah sakit, memang siapa yang sakit, kenapa mama nggak bilang kalau kita mau nenguk orang sakit, apa kerabat mama. tanda tanya dalam hati Nadia.
Sebelum masuk,mereka berpapasan dengan Deny yang terlihat kusut, mama Widya dan papa Doni tak begitu kaget, karena mereka sudah tau ,kalau Deny setiap hari memang datang ke rumah sakit, tapi beda dengan Nadia, Nadia sangat terkejut melihat Deny yang sedang berjalan keluar rumah sakit.
''Kak Deny, Nadia dengan nada terkejut.
Deny yang tak jauh dari mereka pun ikut terkejut setelah tau siapa yang memanggilnya,
__ADS_1
Tapi Deny tetap menghampiri Nadia dan kedua orang tua Rizal.
''Nad, kamu, Om, Tamte,Deny kaget
Sedangkan pak Doni hanya tersenyum,
Deny tak melanjutkan pertanyaannya, dan hanya bisa diam.
Mama Widya menggandeng Nadia, Sedangkan dede di serahkan ke Deny
Karena mama Widya takut Nadia syok melihat kenyataannya.
Mereka melewati lorong rumah sakit sampai beberapa menit, dan kini mereka tiba di depan ruangan, semua berhenti dan mengarah ke Nadia, Nadia semakin bingung dengan tatapan orang di sekelilingnya.
''Kamu yang sabar ya, mama harap kamu akan tetap setia bagaimana pun keadaan suami kamu nanti, Setelah mengatakan itu mama Widya langsung membuka pintu, sedangkan Nadia masih mematung,
Rafi sangat kaget dengan kedatangan mama nya, pasalnya Rafi baru saja datang, dan kini mamanya menyusul,
''Mama ke sini, sama siapa ma?
''Nggak penting Raf, Kamu belum tidur Zal?
Rizal hanya menggelemg.
''Siapa ma?
Mama Widya menghampiri pintu dan mengajak Nadia masuk,Nadia masih berada di belakang mama Widya,
Mama Widya menggeser tubuhnya dan memperlihatkan Nadia,
Tak bisa di bayangkan oleh mata, betapa terkejutnya Rizal melihat orang yang di cintainya hadir di depannya, Rizal yang masih berbaring di ranjangnya, hanya bisa mengeluarkan air mata, sedang Nadia masih matung di tempatnya. hanya air matanya yang tumpah, sedangkan tubuhnya seperti mati tak bisa bergerak, akhirnya Nadia ambruk ke lantai, tapi dengan keadaan Rizal yang berbaring lemas, akhirnya Rafi datang menghampiri Nadia.
''Kamu nggak apa apa Nad?
''Kakak masih nanya, kalau aku nggak apa apa, apa kakak tau, apa yang aku fikirkan selama ini tentang mas Rizal, apa kakak tau bagaimana menderitanya aku saat mas Rizal pergi meninggalkan aku, apa kakak tau juga setiap hari aku hanya memikirkan mas Rizal ,dan kakak menyembunyikan mas Rizal dari aku, kakak anggap aku ini apa, apa aku nggak penting untuk kalian, Nadia meluapkan emosinya.
Sampai sampai Nadia tak bisa berbicara, karena bibirnya terasa keluh, Nadia masih terisak dalam duduk nya.
Rizal yang nggak tega melihat istrinya menangis langsung melepas infus yang melekat di tangannya
Rizal turun dari ranjang dan menghampiri Nadia, sedangkan semua yang berada di kamar itu ikut menangis melihat drama nyata.
__ADS_1
''Sayang, maafkan mas, semua ini bukan salah kak Rafi, tapi mas sendiri yang meminta kak Rafi untuk menyembunyikannya dari kamu, karena ini lah yang mas takutkan,
Nadia melihat wajah suaminya yang kurus dan botak,Nadia memegang kedua pipi Rizal, tapi Rizal beralih menunduk tak melihat istrinya.
''Apa mas sudah tidak mencintai aku lagi?
Tanpa menjawab Rizal langsung memeluk Nadia, keduanya saling menumpahkan air matanya.
tangan Rizal merangkul badan Nadia dengan begitu erat, begitu pun Nadia
Di ruangan penuh drama tapi nyata, semua menangis melihat kedua sejoli yang saling melepas rindu,
Seakan tak bisa terpisahkan lagi,
Dalam pelukannya Rizal mulai pecakapannya,
''Sayang apa kamu tau mas selalu merindukan mu, apa kamu tau mas selalu melihatmu, bahkan setiap hari, dan apa kamu tau, mas sangat panik dan ingin pulang saat mas tau kamu tak ada di rumah.
Nadia menggeleng.
''Sekarang dengarkan mas, kamu adalah cintaku, kamu adalah belahan jiwaku, kamu adalah separuh nyawaku, kamu adalah segalanya bagiku, jadi jangan pernah bilang kalau mas nggak mencintai mu lagi,
Rizal menempelkan keningnya di di kening Nadia, keduanya saling beradu mata,tapi air mata nya masih saja tak bisa terbendung dan masih setia menetes,
''Jadi tersenyumlah,mas nggak mau kamu menangis lagi.
Akhirnya Nadia menunjukkan senyum manismya di depan suaminya.
Tapi senyum yang bercampur aduk dengan kesedihan karena melihat keadaan Rizal saat ini.
''Sekarang, kamu sudah tau kan, mas seperti ini, jelek, botak, bahkan keriput, apa kamu masih mau sama mas ?
Nadia tersenyum lagi,
''Mas nggak perlu meragukan aku, meskipun mas, dengan wajah seperti ini, itu nggak akan mengurangi cinta Nadia hilma faliha kepada Rizal fikri pratama,aku sangat mencintai mu.
''Dan aku Rizal fikri pratama sangat beruntung karena mempunyai istri Nadia hilma faliha ,karena aku sangat mencintainya,
mereka kembali berpelukan, membuat semuanya menjadi baper terutama Rafi dan Deny.
Setelah lama mereka di lantai, kini Rizal kembali ke ranjangnya,
__ADS_1
Dokter datang dan memasang infus Rizal kembali,
Nadia mengambil dede dari tangan Deny dan membawanya kepada sang suami.