
Di malam itu juga kebahagiaan terpancar di wajah Deny, Sepulang dari rumah sakit menuju apartemen, Deny selalu menampakkan senyumnya,setelah beberapa waktu sampailah mobil Deny di depan apartemennya,
Deny segera memarkirkan mobilnya dan bergegas masuk, Deny menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, karena ketidak sabarannya, Deny tak memakan waktu lama,
Belum juga memakai bajunya, Deny langsung menyambar ponsel nya .
Deny melakukan panggilan untuk sang kekasih.
Lilis yang mendengar ponselnya berdering langsung mengangkatnya tanpa melihat, Karena Lilis memang sudah tidur.
Siapa sih malam malam ganggu, geritu Lilis.
📱
''Halo... ini siapa ya? Lilis.
📱
''Kamu nggak kenal ini suara siapa, apa kamu sudah melupakan aku? Deny.
Sedangkan Lilis mengumpulkan nyawanya untuk benar benar mengenali suara yang di seberang telpon.
📱
Kak Deny, ini beneran kak Deny, aku nggak mimpi kan? Lilis dengan girang
📱
''Iya, memang siapa lagi cowok yang berani nelpon kamu malam malam gini selain aku. 📱
''Kak,aku kangen banget sama kakak, kakak sebenarnya kemana, apa kakak nggak kangen sama aku? Lilis sambil menitihkan air mata.
📱
''Kakak juga kangen sama kamu, dan mulai sekarang kakak nggak akan ninggalin kamu lagi, dan sebentar lagi kakak akan segera menikahi kamu,kamu jangan menangis, kakak tau kok, kalau kamu saat ini lagi nangis,
📱
Aku tu nangis bahagia, aku seneng banget akhirnya doaku selama ini terkabul, aku sangat merindukan kakak,
📱
''Ya sudah sekarang kan sudah malam kamu tidur, besok aku jemput,selamat malam.
Akhirnya mereka memutuskan sambungan telpon,
Lilis jungkir balik di atas tempat tidurnya, karena saking bahagianya, akan bertemu sang kekasih setelah perpisahan yang cukup lama dan menumpuk segudang rindu.
Bukannya tidur ,Lilis malah senyum senyum sendiri sambil menatap langit langit kamarnya.
''Akhirnya kesabaranku berbuah manis, terus apa kabar dengan Nadia, apa kak Rizal juga sudah pulang dengan kak Deny.
''Ah, pikirin besok saja deh, pasti kak Deny mau aku ajak ke rumah Nadia.
Keesokan harinya...
Pagi sekali Rizal sudah membuka matanya, Rizal melihat ke samping, ternyata sang istri masih terlelap.
__ADS_1
Rizal memandang lekat wajah istrinya.
''Sayang di dunia ini mas adalah orang yang paling beruntung, karena mempunyai istri seperti kamu, kamu adalah wanita yang berhati mulia, bahkan kamu masih setia dengan keadaanku yang seperti ini ,batin Rizal,
Rizal menyelipkan rambut Nadia yang terurai di wajahnya.
Nadia yang merasa ada yang menyentuhnya langsung membuka matanya dengan pelan ,
''Mas, kamu sudah bangun, apa mas perlu sesuatu?
Rizal menggeleng.
Nadia tersenyum sambil melihat sang suami.
''Kalau gitu aku ke kamar mandi dulu ya?
Nadia berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
''Setelah selesai, Nadia kembali dengan wajah yang segar,
''Apa mas mau badannya aku bersihkan?
Rizal mengangguk
Akhirnya Nadia mengambil air dan lap untuk membersihkan badan suaminya.
Saat Rizal membuka bajunya, Nadia langsung meneteskan air matanya, karena tak tahan lagi untuk membendungnya.
''Kamu kenapa nangis, tanya Rizal.
Mas tau pasti kamu merasa kasihan lihat badan mas yang kurus, kamu pasti nggak tega. batin Rizal.
Setelah di kira cukup Nadia pergi ke kamar mandi sambil membawa air dan lap.
Di kamar mandi, Nadia menumpahkan air matanya lagi,
Ya Allah, aku nggak sanggup kalau harus melihat badan mas Rizal setiap hari, pasti dia sangat menderita, tapi aku harus tetap kuat ,demi mas Rizal aku harus membuang jauh jauh rasa kasihan ini, ya, aku harus kuat dia membutuhkan aku, aku nggak boleh terlihat lemah di depannya,
Nadia langsung mengusap air matanya dan segera keluar.
Rizal yang masih berada di tempatnya hanya bisa melihat istrinya, tak lama kemudian bik Sri dan Rafi, dede Juan serta mama Widya dan papa Doni datang.
Rafi membuka pintu dan semuanya masuk.
Mama Widya yang pertama kali mengetes anak dan menantu nya.
''Gi mana Zal tidurnya?, udah nyaman apa masih kurang nyaman ?
''Mama, apaan sih nggak tau apa, kalau mereka lagi kangen kangennya. mama pakai nanya. sahut Rafi.
''Mama kan cuma ngetes aja Raf, apa mereka gugup karena udah lama nggak ketemu,
''Mama apaan sih, mama nggak lihat muka Nadia merah, papa Doni.
''Ya udah deh mama diam, tapi sekarang kamu makan dulu Zal, dan nanti kamu masih harus kemo.
Rizal mengangguk
__ADS_1
Nadia mengambil makanan untuk Rizal dan menyuapinya.
''Nad, apa rencana kamu sekarang, kamu kan lagi praktik?
''Aku akan berhenti ma, aku mau tetap di sini sampai mas Rizal sembuh dan kembali pulang bersama ku, baru aku akan melanjutkannya.
''Sayang, kamu nggak boleh berhenti, kamu harus tetap melanjutkan praktiknya, nanti kalau kamu mengulang pasti lama,
''Nggak apa apa,aku nggak sarjana pun juga nggak apa apa, yang penting aku merawat mas di sini, dan aku nggak mau meninggalkan mas sedetik pun.
''Sayang, kamu ingat ini adalah mimpi kamu ,cita cita kamu, kamu harus menggapainya, biar mas sama kak Rafi atau bik Sri saja.
''Mas, udahlah sekarang aku nggak mau di paksa, pokoknya aku berhenti praktik sampai mas sembuh, baru aku akan melanjutkannya titik.
''Ya udah deh, kalau gitu biar papa nanti bilang pada pihak kampus supaya kamu di pindahkan ke sini, apa kamu setuju dengan ide papa Nad? tanya papa Doni
Nadia langsung mengangguk.
''Terima kasih ya pa.
Setelah selesai menyuapi suaminya ,Nadia segera menghampiri putra tercintanya.
''Dek Juan sini sayang ,mama kangen .Nadia sambil mengambil Juan dari gendongan mama Widya.
Nadia berjalan menuju ke arah Rizal.
''Mas, Juan mirip ya sama kamu?
''Iya mas tau kok kalau Juan mirip sekali dengan papanya,, Mas kan sudah pernah gendong Juan.
''Kapan?
''Mas kan pergi dari rumah waktu Juan lahir, dan baru tadi malam kita bertemu.
''Kamu tanya aja sama mama,pasti mama tau, iya kan ma?
Mama Widya mengangguk.
Mama Widya langsung garuk garuk kepalanya yang tidak gatal.
''Emang kapan ma, mas Rizal gendong Juan?tanya Nadia.
''Maafin mama ya Nad, kamu ingat kan ,pas kamu pergi ke kampus untuk ngambil surat keterangan praktik.
Nadia mengangguk.
''Waktu mobil yang kamu tumpangi keluar pagar ,mama langsung mengajak Juan ke sini nengok papanya, tapi sebelum mama pulang, kamu sudah pulang duluan, karena mama takut ketahuan, akhirnya mama berbohong kalau opanya kangen,
Nadia mengangguk anggukkan kepalanya berulang kali.
Pantesan waktu itu baju Juan bau obat, ternyata mama membawanya ke sini, batin Nadia
''Kamu nggak marah sama mama kan Nad?
''Mama apaan sih, ya nggak lah, kan mas Rizal juga berhak atas Juan.
''Mas, mulai sekarang dan seterusnya aku yang akan merawat mas, bukan orang lain, dan mas nggak boleh nolak, kata Nadia tegas
__ADS_1