Majikanku Suamiku

Majikanku Suamiku
Episode 85


__ADS_3

Mobil yang di kemudikan Deny sampai di depan rumah. Rizal segera turun untuk menemui sang mama.


Rizal masuk dan berlari ke ruang keluarga,


''Ma, coba mama lihat apa yang aku bawa?


''Apa nak., kenapa kamu kelihatan bahagia gitu,


Rizal menyodorkan amplop keterangan dari rumah sakit ,


mama Widya membukanya,


''Tangis mama Widya pun pecah di pelukan putra tercintanya.


''Terima kasih Ya Allah, akhirnya anakku bebas dari penderitaan ini,


Tak lama ada yang mengetuk pintu


Bik Narti segera membukanya.


Wanita cantik dengan make up tebal berjalan gontai menghampiri keluarga yang sedang bercengkerama.


Siapa lagi kalau bukan Putri.


''Siang semuanya...''


Semua menoleh ke sumber suara.


''Putri, kok tumben kamu main ke sini, ada apa?


''Maaf tante, kalau aku lancang, aku dengar dari media kalau Nadia di culik, apa benar tante?


Mama Widya menggangguk.


''Ya ampun,semoga cepat di temukan ya tante, Putri sambil memeluk mama Widya,


''Terima kasih ya Put, kamu masih saja baik meskipun kamu nggak jadi menikah dengan Rizal


Baik, justru aku yang sudah membuangnya jauh dari Rizal tante, dan sebentar lagi aku pasti akan bisa menggantikannya di hati Rizal.


''Tante, jangan bilang gitu, meskipun kita nggak menjadi suami istri, tapi kita kan masih bisa menjadi sahabat.


''Ya kan Zal, sambil menghampiri Rizal dan memegang tangannya.


Rizal hanya mengangguk.


Akting yang sangat sukses dan patut di acungi jempol,


Kenapa dia muncul saat Nadia pergi, bukan kah dia sudah lama nggak ketemu sama Rizal. Batin Lilis.


Sedangakn Rafi dan Deny hanya diam melihat tingkah Putri yang sedikit manja.


''Tante ,Om, kalau gitu aku dan Lilis mau pamit dulu,


Deny menarik tangan istrinya berlalu dari keluarga Pratama.


Semua menganggum melihat kwpwrgian Deny.

__ADS_1


''Hati hati di jalan,


''Wah ,ini siapa namanya, tampan sekali, Putri saat melihat Juan dalam gendongan mama Widya.


''Ini Juan, anak nya Rizal dan Nadia?


''Boleh nggak tante aku gendong?


''Boleh aja asalkan Juannya mau,


Rizal yang melihatnya hanya diam saja.


''Gi mana pa, apa ada perkembangan mengenai Nadia?


Papa Dony menggeleng.


''Kita harus bersabar dulu zal, karena orang suruhan papa juga sudah menyusuri seluruh kota ini, dan mereka tidak menemukan tanda tanda sedikit pun.


''Ya udah kalau gitu Pa, Ma, aku ke kamar dulu mau istirahat,.


''Zal, ada Putri lo, kamu nggak mau temani dia dulu?


''Nggak papa tante, biar Rizal istirahat, lagian dia pasti capek.


Putri masih saja menggendong Juan yang sangat menggemaskan, beberapa foto Juan dan dirinya sudah mulai menghiasi ponsel Putri.


''Awal yang bagus, kamu akan syok saat kamu melihat semua ini Nad, aku yakin nggak lama lagi kamu akan menjadi seorang janda. batin Putri licik.


Sedangkan di dalam kamar ,Rizal hanya memandangi foto istrinya di dalam ponsel yang kini menjadi walpapernya.


''Sayang sekarang kamu ada di mana? apa kamu baik baik saja, apa kamu sudah makan, mas sangat rindu, baru saja kita bertemu, tapi sekarang kita sudah di pisahkan lagi.


Sedang di sebrang sana Nadia pun sama, hanya memandang luar jendela.


Nadia tak keluar rumah sama sekali, hanya lamunan yang memyelimuti dirinya saat ini.


Bu Lela yang melihat Putrinya pun ikut prihatin ,


''Nad, kamu nggak coba nelpon suami kamu?


''Bu ,aku nggak mau kalau sampai mas Rizal kenapa napa gara gara tingkah konyol ini, kalau sampai preman itu tau apa yang aku lakukan, mereka nggak akan segan segan untuk menyakiti mas Rizal.


''Kalau gitu, kamu harus bersabar dan berdoa, semoga saja suami kamu tidak dalam bahaya ,


''Mas, kamu lagi ngapain sekarang, apa kamu juga merindukan aku, seperti aku merindukan kamu?tanya dalam hati.


Saling berjauhan, namun saling tanya dalam hati diri sendiri, hanya angin yang bisa memyampaikan salam satu sama lain.


Malam yang sunyi, Nadia yang lelah dengan pikirannya pun mulai memejamkan matanya, hal yang tak pernah terduga, harus berpisah dengan suami tercintanya yang kedua kalinya.


bahkan mungkin akan selamanya, itulah yang selalu melintas dalam otak Nadia saat ini.


tok... tok.. tok... Nadia di kagetkan dengan ketukan pintu.


Nadia keluar dari kamarnya dan memanggil sang Ibu untuk membukanya.


Ibu berjalan menuju pintu, dan setelah di buka ternyata nggak ada siapa siapa,

__ADS_1


Ibu clingak clinguk mencari siapa yang bertamu malam malam.


Setelah Ia hendak menutup pintu, Ibu melihat Amplop berwarna cokelat.


''Apa ini, siapa yang menaruh ini di sini?


Ibu mengambilnya dan membawanya ke dalam.


''Siapa bu?


''Nggak ada orang, tapi Ibu menemukan ini ,Ibu sambil menyodorkan amplop itu,


''Apa ini Bu,


''Kamu buka saja, siapa tau penting?


Nadia mulai membuka dengan perlahan dan melihat isi dari amplop itu.


Nadia langsung menangis melihat sang buah hati dalam gendongan orang lain.


''Kenapa nak, kenapa kamu nangis, ?


Nadia langsung menyodorkan beberapa lembar foto,


''Ini siapa yang gendong Juan Nad, kenapa kamu nangis?


''Bu, ini adalah mantan pacar mas Rizal Bu, apa mungkin mas Rizal secepat ini melupakan aku Bu,


''Nad, ini kan cuma foto, lagian kamu lihat di sini cuma ada gambar Juan dan wanita Ini, tapi nggak ada Rizal sama sekali, mungkin aja, ini kebetulan saja.


''Tapi Bu, sepertinya Putri masih mengharapkan mas Rizal ,


''Dia cuma mantan, sedangkan kamu adalah istri sahnya, dan kamu harus bisa mempertahankannya,


''Tapi saat ini aku nggak bisa berbuat apa apa selain menjauhinya Bu ,


''Sedangkan Putri akan semakin bisa mendekati mas Rizal,dan siapa sih Bu, laki laki yang akan bisa bertahan dengan keadaan yang seperti ini,


''Cinta, kamu harus yakin dengan cinta yang Rizal miliki untuk kamu,


''Ibu yakin Rizal akan berjuang untuk menemukan kamu, dan kamu harus tetap percaya kalau Rizal akan segera menemukanmu di sini.


Nadia mengangguk dalam tangisnya.


Nadia Tidur tanpa pelukan sang suami ,begitu pun dengan Rizal tidur tanpa pelukan sang istri,


Malam yang sepi ,yang saling memendam kerinduan, suami istri yang saling tidur terpisah bahkan berjauhan,


Pagi yang cerah tapi tak secerah hati Rizal saat ini, Rizal bangun dari tidurnya,Rizal segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya,


Rizal melihat foto pengantin yang menghiasi dinding kamarnya.


''Sekarang kamu ada di mana sayang, apa kamu baik baik saja, apa yang harus mas lakukan sekarang?


''Mas minta maaf, kalau saja waktu itu mas nggak membiarkan kamu pergi sendiri, mungkin kejadiannya nggak akan seperti ini,kenapa kita harus saling terpisah seperti ini, rasanya mas nggak sanggup untuk melanjutkan hidup lagi tanpa kamu, dulu mas, masih bisa melihat kamu walaupun dari jauh, tapi sekarang keberadaan kamu pun mas tidak tau,


Sambil mengelus foto istrinya di

__ADS_1


layar ponsel, foto saat pertama kali Rizal menaruh hati pada Nadia, itulah yang di simpan Rizal sampai sekarang.


__ADS_2