
Bosan, itulah kata yang terbesit dalam diri Alea saat ini. semenjak memutuskan untuk keluar dari perusahaan Rafi, Alea
hanya berdiam diri di rumah, bahkan permintaan sang papa untuk bekerja di kantornya sendiri pun di tolaknya.
Alea menekan remot tv, mencari tontonan yang mungkin bisa menghibur dirinya, tapi itu gagal juga, pasalnya tidak ada acara yang di sukainya,
Akhirnya Alea kembali ke kamarnya dan menarik selimut,
Bibi yang melihat nona mudanya itu pun menjadi kasihan.
Ting... tung...
Tak berselang lama, ada bunyi notofikasi dari ponsel Alea.
Alea mengambil ponselnya dan mulai menarik layarnya .
✉️
''Kak, lagi ngapain, kata kak Rafi kaka udah nggak kerja di kantor ,ternyata pesan dari Nadia
✉️
''Nggak ngapa ngapain nih Nad, emangnya kenapa. Alea segera membalasnya.
✉️
''Mau nggak jalan sama aku, kita ke mall
✉️
''Oke, aku jemput kamu ya sekarang ?Alea.
✉️
''Oke, aku tunggu, sampai ketemu.
Alea langsung bersiap menuju rumah Nadia,
''Bi, nanti kalau papa pulang dan nanya, bilang aja aku ke rumah Nadia.
''Baik non, jawab sang Bibi.
Alea melajukan mobilnya dengan sedang menuju rumah Nadia,
Sedangkan Nadia di rumah pun sudah siap untuk jalan jalan bersama sang calon kakak ipar (mungkin)
Mobil Alea yang sudah berada di depan rumah Nadia pun langsung di sambut.
''Kita jalan sekarang ya kak?,
''Juan nggak di ajak?tanya Alea balik.
''Nggak, soalnya lagi tidur, kasihan.
''Kamu udah izin sama Rizal?
''Kakak tenang aja, mana mungkin aku berani keluar kalau nggak izin sama Mas Rizal.
Nadia masuk kedalam mobil Alea, dan Alea yang mengemudikannya
Mereka berjalan menuju pusat perbelanjaan yang terbesar di sudut kota.
Nadia dan Alea berkeliling memutari toko toko yang ada di dalamnya, namun tak ada satu pun yang di beli.
Sedangkan tangan Alea sudah penuh dengan paper bag,
Alea melihat Nadia dan sedikit mengerutkan dahinya,
''Kamu mggak beli sesuatu Nad? ,
Nadia hanya menggeleng
''Kenapa?
__ADS_1
''Kemarin aku habis belanja sama Lilis, dan sekarang aku hanya ingin jalan sama kakak aja,biar kakak nggak bosan.
Ini pasti mas Rafi yang bilang sama Rizal. batin Alea.
''Nad, apa semua ini mas Rafi yang nyuruh?.
Nadia mengangguk.
''Tapi kita diam diam saja kak, jangan sampai ada yang tau kalau ini idenya kak Rafi, Nadia sedikit berbisik dan menoleh ke arah kanan dan kiri.
Tanpa sepengetahuan mereka, ternyata ada sepasang mata yang mengawasi.
''Kak, kita mampir ke restoran ya, aku lapar nih!!,
''Oke, kakak juga laper nih?,
Alea melajukan mobilnya menuju restoran langganan.
Alea dan Nadia masuk dengan santai,
Ternyata restoran sedikit penuh, hanya ada satu meja kosong , dan itu berada di pojokan.
''Nad, kita duduk di sana nggak apa apa kan?Alea sambil menunjuk meja yang kosong.
''Nggak apa apa kak, yang penting kita makan, jawab Nadia dengan santainya.
Setelah duduk , mereka pun segera mesan makanan, sebelum makanan yang di pesan datang, mereka kedatangan tamu duluan.
Alea sangat terkejut melihat siapa yang datang.
''Adit,,, kamu ngapain ke sini?tanya
ya Alea heran.
''Sudah nggak ada tempat kosong, jadi aku boleh kan duduk di sini?,
Dengan santainya Adit langsung menempati kursi yang masih kosong.
Sedangkan Nadia hanya diam, karena tak mengenal siapa yang datang, meskipun Rafi sudah cerita, namun Rafi dan Rizal masih menyembunyikan siapa sebenarnya biang masalahnya.
'Kak, kenapa kak nggak pesan makanan, tanya Nadia yang melihat Adit hanya diam,
''Kamu makan aja, aku ke sini bukan mau makan. jawabnya dengan nada jengkel.
Dasar cowok, nggak ada lembut lembutnya, batin Nadia.
Sedangkan Alea yang sudah mulai bergidik ngeri melirik tatapan tajam dari Adit,
''Kamu kenapa lihatin aku seperti itu Dit? , dengan keberaniannya Alea pun bertanya,
''Kamu semakin hari semakin cantik aja, Al,
Sedangkan Nadia yang mendegarnya ikut geram
Apaan nih cowok, kok bilang kak Alea cantik, jangan jangan dia suka sama kak Alea, batin Nadia.
''Maksud kamu apa Dit, kamu jangan ngacok
deh, aku nggak suka, Jawab Alea ketus.
Adit malah memperlihatkan senyum nakalnya.
''Apa kamu bilang, nggak suka, tapi aku Adit, bukan Rafi yang selalu lembut dengan perempuan Al, aku akan buktikan, kalau sampai aku nggak bisa miliki kamu, Rafi pun nggak akan bisa melihat muka kamu, dengar itu baik baik.
Sedangkan muka Alea saat ini sudah merah padam karena takut mendengar kata Adit yang begitu keras di depannya,
Alea menangis, kini Nadia beralih ke samping Alea untuk menenagkannya.
''Kak, kalau ngomong yang pelan dong,jangan kasar gitu!!
Bukan mendengar, Adit malah berlalu dari hadapan Alea dan Nadia.
''Kakak nggak apa apa kan, sebenarnya siapa dia, apa kakak punya masalah sama dia.
__ADS_1
Alea hanya menggeleng dengan pertanyaan Nadia .
Alea masih terisak dalam tangisnya karena takut.
Dengan inisiatifnya Nadia mengirim pesan untuk Rizal supaya menjemputnya.
Tak butuh waktu lama, Rizal masuk dari pintu restoran menghampiri Nadia dan Alea.
''Ada apa sayang, kenapa kak Alea menangis ?
''Aku minta maaf mas, tadi ada orang yang datang dan marah marah ke kak Alea ,sedangkan aku juga nggak berani membalasnya.
Rizal mencerna perkataan Nadia
Pasti itu Adit yang seperti yang di ceritain kakak.
''Kak Alea nggak apa apa kan, apa aku antar kakak pulang sekarang?.
Alea mengangguk.
Nadia menggandeng Alea masuk mobil Rizal
Setelah sampai Rumah Alea langsung masuk ke kamarnya,
Nadia yang melihatnya pun ikut merasakan sedih,
''Mas, sebenarnya apa sih masalah kak Rafi?
''Sayang nanti aja ya mas cerita, kalau kita sudah sampai rumah,
''Emangmya kejadiannya gi mana tadi?
Nadia langsung menceritakan dari awal Adit datang dan marah marah di depan Alea,
Benar benar nih orang, kakak udah mundur, tapi dia makin menantang, sebenarnya apa maunya, batin Rizal geram.
Sedangkan Nadia yang melihat suaminya,malah mengerutkan dahinya .
''Mas kenapa ,kok diam, apa mas tau sama orang yang marah sama kak Alea.
Rizal mengangguk.
Sesampainya di rumah Rizal langsung menceritakan detail detailnya kepada Nadia,
Sebenarnya Rizal juga nggak mau cerita, tapi karena Nadia membujuknya ,akhirnya Rizal membuka mulut.
''Rumit juga ya mas, percintaan kak Rafi?
''Iya ,makanya mas lagi cari jalan keluar untuk masalah kak Rafi dan kak Alea.
Nadia mengangguk anggukkan kepalanya, tanda paham.
''Mas, nggak balik ke kantor?,
Rizal menggeleng.
''Kenapa?tanya Nadia minta kepastian.
''Nggak ada yang perlu mas kerjakan di sana, tapi pekerjaannya ada di rumah
Mulai lagi deh mesumnya suamiku satu ini, batin Nadia.
Saat Rizal mau mencium Nadia, tiba tiba terdengar suara tangisan dari belakang,
Rizal langsung memalingkan wajahnya dan menghampiri sang buah hati.
''Juan sayang kenapa nak, kamu kangen sama papa dan mama ya?
''Sini papa gendong sayang!! Rizal mengambil alih Juan dari tangan sang bibik.
Kesedihan, kebahagiaan, itu adalah sebuah anugerah, bukan musibah, karena di balik kesedihan pasti akan ada kebahagiaan yang haqiqi ,dan itulah kenyataan yang ada,
Kita hanya bisa menafsirkan itu saja,
__ADS_1
Tanpa tau sebesar apa kesabaran yang harus di jalani demi meraih kebahagiaan itu.
Tolong kasih like koment dan votenya ya supaya Author lebih semangat lagi!!!💪💪💪