
3 bulan kemudian...
Di salah satu rumah sakit seorang pasien terbangun dari tidurnya setelah lama menikmati dunia gelapnya., ya, siapa lagi kalau bukan Adit, Adit mulai mengerjap ngerjapkan matanya, meskipun terasa berat, namun hatinya sudah siap menjelejahi dunia nyata,
Suster yang sedang memeriksanya pun memanggil dokter dengan tombol darurat.
Dokter yang datang langsung memeriksa keadaan Adit .
Dokter tersenyum, ''Akhirnya tuan sadar juga, apa yang tuan rasakan saat ini? ''tanya dokter.
Adit hanya diam, Adit bingung dengan pertanyaan dokter,
''Tuan, apa anda baik baik saja? ''tanya dokter,sedikit khawatir melihat Adit hanya diam.
Akhirnya Adit mengangguk.
''Syukurlah, apa ada yang ingin anda katakan tuan? ''tanya dokter kembali saat mulut Adit sedikit terbuka.
Namun setelah lama dokter menunggu, Adit tak megeluarkan kata katanya juga.
''Ya sudah ,kalau masih sulit untuk bicara, nanti saja ,sekarang tuan istirahatlah!''titah sang dokter.
''Dok.... suara Adit sedikit parau, dan sedikit sulit,
Dokter yang hendak membuka pintu langsung membalikkan badannya dan kembali ke arah Adit.
''Apa tuan mau mengatakan sesuatu? ''
Adit mengangguk.
''Siapa yang membawa saya ke sini?'! tanya Adit dengan suara lemahnya.
''Keluarga Pratama, salah satu anak pak Doni yang membawa tuan ke sini, Dokter menceritakan semuanya sedetail detailnya kepada Adit,
Sedangkan Adit hanya mendengar cerita dokter dengan setia.
Kenapa mereka merawatku, aku sudah mencelakai Pak Doni ,dan Rafi sudah mau mendonorkan darahnya untukku, dan sampai mereka menjengukku secara bergantian apa maksudnya,? tanda tanya dalam hati Adit
Karena selama tiga bulan pak Doni dan Rafi maupun Rizal selalu datang ke rumah sakit bergantian, hanya untuk melihat perkembangan Adit .
''Dok apa saya bisa bertemu dengan pak Doni? pinta Adit penuh harap.
''Baik, saya akan memberi tau tuan Doni untuk datang ke sini,
Adit mengangguk.
Di kantor Rafi di kejutkan dengan kabar sadarnya Adit,
''Al, kita ke rumah sakit sekarang, Adit sudah sadar, Rafi menghampiri Alea yang berada di ruangannya. karena setelah Adit di nyatakan koma ,Alea bekerja kembali menjadi sekretaris Rafi.
Tanpa pikir panjang alea mengambil tasnya dan mengikuti Rafi dari belakang.
Pak Doni serta Rizal pun masing masing berangkat ke rumah sakit ,
Sesampainya Rafi tak langsung ke kamar Adit.
''Mas, kenapa kita di sini, kenapa kita nggak langung ke kamarnya Adit saja ?tanya Alea penasaran.
__ADS_1
''Kita nunggu papa dan Rizal, kata Rafi,
Karena setelah sampai Rafi langsung menghubungi Rizal dan papa Doni yang ternyata masih di jalan.
Dengan langkah yang sedikit tergesa gesa, pak Doni dan Rizal memasuki rumah sakit.
''Gi mana Raf, tanya pak Doni.
''Maaf pa, aku juga belum masuk, nungguin papa.
Setelah semuanya masuk ke ruangan Adit,
Pak Doni langsung menghampiri ranjang, di mana Adit terbujur selama tiga bulan.
''Bagaimana keadaanmu anak muda?'' tanya pak Doni.
''Kenapa anda mau merawatku tuan, apa yang sedang anda rencanakan?'' jawab Adit yang sedikit emosi.
Pak Doni tersenyum .
''Tenangkan pikiranmu, aku ke sini hanya ingin tau kabarmu, jangan berfikir macam macam, aku tidak punya maksud apa pun,
''Tapi Aku sudah melukai Anda,
''Jangan di ingat, itu sudah lama,
''Dit, papa menolongmu dengan ikhlas dan tidak punya maksud apapun,jadi berfikirlah positif tentang papa, Rafi menjelaskan.
''Kamu, juga kenapa kamu mendonorkan darahmu untukku, kenapa kamu nggak membiarkam aku mati saja!''
Sedangkan Rizal dan Alea hanya diam saja,
''Dit, apa kamu sudah siap untuk mendengar cerita ku, semua ini tentang perusahaanmu dan yang terjadi tentangmu,
''Katakanlah, aku siap!'' jawab Adit lantang.
Akhirnya Rafi menceritakan semua yang dia dengar dari papanya serta dari Alex sekretaris Adit ,Rafi menjelaskan panjang lebar, tiada sepatah kata pun yang dia lewati.
''Dan mulai sekarang jangan menyalahkan papa, karena itu semua perbuatan sekretaris kamu.
Adit meresapi setiap kata kata Rafi, Adit hanya bisa diam.
''Tapi, kamu nggak perlu kahwatir, jangan di fikirkan, kamu akan menjadi anakku
juga, seperti Rafi dan Rizal.
''Tapi... ucapan Adit terpotong.
''Nggak usah pakai tapi tapian, anggap saja aku sebagai ayahmu, dan kamu akan menjadi tanggung jawabku, ucap papa Doni sambil menepuk lengan Adit.
''Maafkan semua kesalahanku, karena aku hanya mendengar cerita yang tak benar bahkan aku sudah melukai anda tuan .
''Panggil saja Om, dan setelah kamu sembuh total ,Aku akan memberimu pekerjaan. ucap papa Doni
--------------------
Nadia mondar mandir menunggu Rizal, pasalnya hari sudah malam, tapi Rizal belum pulang juga dan tak memberi kabar padanya, bahkan ponselnya juga mati,
__ADS_1
''Mas rizal kemana kok belum pulang sih?''ponselnya juga mati .
Tak lama suara mobil menderung berhenti di depan rumah .
Nadia hanya melihat dari balkon kamarnya ,
Nadia menghela napas panjang,
Akhirnya pulang juga, batin Nadia.
Nadia keluar dari kamarnya dan menemui sang suami yang sekarang duduk di sofa ruang keluarga.
''Mas, kenapa baru pulang, ponsel juga mati, aku kan khawatir?''
''Hai, kamu nggak perlu se khawatir itu, sekarang aku sudah di rumah, kenapa kamu belum tidur?'' tanya Rzial, karena memang sudah jam sembilam malam. dan biasanya Nadia sudah tidur.
''Gi mana aku bisa tidur ,kalau perisaiku belum ada di sampingku. ucap Nadia mulai sedikit manja.
''Wah, sekarang istriku makin pintar saja merayu, kalau gitu malam ini mas ingin kamu,
''Maksudanya? Nadia sedikit keras.
''Ya kamu, ayo kita ke kamar Rizal sambil menarik tangan Nadia yang masih duduk di sofa .
''Mas, lebih baik mas mandi dulu, aku sudah siapin air hangat untuk mas, ucap Nadia saat Rizal memeluknya dengan erat dan mulai mencium nya
''Sayang,mas udah nggak sabar, nanti juga bakalan mandi kok, tapi setelah kita melakukannya?''.
''Tapi mas, aku nggak mau, aku pinginnya mas mandi dulu,
Sambil merenggangkan pelukannya .
Alasan saja batin Rizal sudah mulai jengkel,
''Baiklah istriku, tapi kamu harus tungguin mas, jangan tidur!''
Nadia mengangguk.
Setelah Rizal masuk ke kamar mandi ,Nadia segera keluar dari kamar menuju kamar Juan.
Nadia melihat anaknya yang sedikit mengubah posisi dalam tidurnya.
Kesempatan nih, mendingan aku bawa Juan ke kamar aja, batin Nadia licik.
Akhirnya Nadia menggendong Juan yang masih tertidur dan menaruh di atas ranjangnya.
Betapa terkejutnya Rizal, saat keluar kamar mandi ,melihat sang buah hati yang saat ini menggantikan posisinya di atas ranjang,
''Sayang apa apaan ini ,kok jadi Juan bisa pindah ke sini sih?'' ucap Rizal berbisik namun sedikit emosi.
'' Tadi Juan nangis,jadi aku pindahin kesini, jawab Nadia berbohong,
Namun jangan di remehkan ,masih ada aja akal Rizal ,supaya sang istri mau menuruti keinginannya?
''Kira kira apa ya, akal bulus Rizal saat ini ,untuk mendapatkan malam panjangnya bersama Nadia? ''
Minta dukungannya nih, tolong Like, koment serta votenya ya semoga terhibur !''
__ADS_1