Majikanku Suamiku

Majikanku Suamiku
Episode 71


__ADS_3

Hari ini adalah hari kepulangan Rizal, setelah kurang lebih delapan bulan mendekap di rumah sakit, dan selama itu pula Rizal tak pernah melihat rumah maupun kantor, hanya melihat lewat ponsel.


Mobil mewah milik Rizal sudah sampai di depan rumah nya .


Dengan pelan Rizal turun dari mobilnya,


''Akhirnya aku bisa kembali ke rumah ini lagi. itulah gumam Rizal pertama kali.


Sedangkan satpam, supir serta pembantu Rizal datang menghampirinya.


Seakan tak percaya melihat tuannya yang sedikit kurus dan plontos.


Semua tercengang tak bicara.


Rizal yang menyadari akan sikap para asistennya langsung tersenyum .


''Kalian nggak usah bingung, ini Aku Rizal, apa kalian lupa sama aku.


Semua menggeleng.


''Tuan muda, kenap.... kata bibik menggantung karena Nadia langsung menyahut.


''Maaf bik Tuan muda lagi pingin cukur saja, nanti juga tumbuh lagi.


Semuanya mengangguk, tapi sedikit curiga dengan muka Rizal.


''Ayo mas, apa mas nggak capek berdiri terus? ajak Nadia.


Mama Widya langsung pergi ke dapur mempersiapkan makanan untuk semua orang, Lilis dan Alea pun ikut membantu.


''Kalian harus bisa masak, biar nanti suami kalian betah di rumah ,Kalian mau dengar cerita mama nggak? tanya mama Widya.


Lilis dan Alea mengangguk.


''Dulu Rizal menyukai Nadia, itu karena Nadia pinter masak, dan lama lama Rizal mencintai Nadia dan tak bisa jauh dari Nadia, sampai sekarang.


''Perjuangan Nadia untuk Rizal sangatlah besar, sejak bik Sri pergi dari rumah ini, kehadiran Nadia menjadi pengganti bik Sri yang mempertemukan mereka.


Alea dan Lilis hanya menjadi pendengar setia mama Widya, sampai akhirnya apa yang di masak selesai juga.


Sedangkan di dalam kamar Rizal tak mau kembali turun, hanya alasan capek.


''Mas, nggak makan?


Rizal menggeleng. Rizal merebahkan 'badannya di atas kasur.


Nadia mendekatinya


''Sayang, kamu temani mas di sini ya! jangan turun, mas nggak mau sendirian.


Rizal membuat alasan.


''Tapi mas, di bawah kan banyak orang, masa kita di kamar sih, aku kan nggak enak.


''Sayang, ini kan rumah kita, dan kamu nggak lihat kalau aku sekarang sangat membutuhkan kamu.


''Baiklah tuan, aku nggak akan turun, aku akan di sini bersamamu, dan aku akan berada di sampingmu, kata Nadia tegas.

__ADS_1


Rizal menepuk kasur yang masih kosong di sampingnya, tanpa kata Nadia langsung mengikuti apa yang di harapkan suaminya,


''Sayang, akhirnya mas bisa kembali ke rumah ini lagi, mas nggak nyangka, dulu mas sempat putus asa akan kesembuhan mas, tapi setelah kamu datang, mas semakin yakin kalau mas bisa sembuh dan itu menjadi kenyataan


''Mas, sudahlah, jangan di ulang lagi, sekarang kita memikirkan ke depan saja, dan jangan menengok ke belakang lagi, aku nggak mau masa lalu yang suram ini membayangi kita ,anggap saja ini semua nggak pernah terjadi, dan mulai sekarang mas nggak perlu ketakutan akan penyakit itu lagi, karena kata kak Rafi kan mas sudah sembuh.


Tok... tok... tok... Tiba tiba ada yang mengetuk pintu membuyarkan percakapan Rizal dan Nadia.


Nadia bangun dari tempatnya menuju pintu untuk membukanya.


''Kak Rafi, dek Juan, ada apa kak.?


''Kamu bilang ada apa, sebenarnya ini anak siapa, anak kakak atau anak kalian,


''Kakak juga mau lo, kalau kalian udah nggak mau merawatnya lagi, Rafi sedikit bercanda.


''Maaf, itu mas Rizalnya nggak mau di tinggal.


Nadia sambil menunjuk ke arah Rizal.


''Nad, pesan kakak mulai sekarang kamu harus punya tenaga extra, karena mempunyai dua bayi.


Nadia mengangguk.


''Apa perlu kakak carikan pembantu lagi ?


''Nggak usah kak,Nadia masih sanggup kok,


''Apa kakak mau masuk ?


Rafi Mengangguk.


Rizal mengangguk.


''Terima kasih untuk semua yang kakak lakukan untukku, kakak adalah orang sangat hebat, kakak rela menjauh dan meninggalkan pacar kakak.


''Kakak bukan seperti yang kamu kira Zal, di sini Deny adalah orang yang paling berjasa, selama tujuh bulan lebih dia meninggalkan Lilis ,dan selama itu pula Deny rela nungguin kamu dan tak mengurus dirinya sendiri,


Rizal mengangguk.


''Kalau gitu kakak dan yang lain pulang dulu, kamu istirahat, jangan melakukan hal yang di larang dokter, biar kamu cepat pulih.


Rafi berlalu dari kamar Rizal.


Rafi turun ke bawah dan mengatakan pada semuanya bahwa Rizal sedang istirahat.


Semuanya pulang ke rumah masing masing.


Kali ini Rafi mengantar Alea pulang ke rumah, begitu juga Deny mengantar Lilis, sedangkan pak Dony dan mama Widya pulang ke rumah besar.


Mereka tak menyadari bahwa ada mobil jeep yang mengintai rumah Rizal di balik gerbang.


Mobil jeep yang telah berhari hari mengintai, akhirnya mendapat jawaban.


Setelah melihat rombongan mobil keluar dari rumah Rizal, preman itu langsung melapor pada bosnya.


📱

__ADS_1


Sekarang apa yang harus kita lakukan bos?


📱


''Kalian jangan bertindak dulu, pastikan keadaan aman, dan menunggu aba aba dariku.


Untuk sekarang kalian pergi dulu dari sana, jangan sampai ketahuan, aku nggak mau rencanaku gagal lagi.


Akhirnya mobil jeep pergi dari rumah Rizal.


Di dalam Rumah, Nadia sangat di sibukkan dengan anak dan suaminya


Sampai sampai Nadia nggak bisa istirahat sedikit pun.


Nadia yang merasa lelah, akhirnya minta bantuan sang bibik.


Nadia turun ke bawah dan meminta bibik untuk menggendong Juan,


''Bik, Maaf ya, kalau aku merepotkan, bibik ajak Juan sebentar ya, soalnya mas Rizal waktunya makan siang dan ini nggak boleh telat.


''Non, apa bibik boleh nanya?


''Heem memang ada apa bik?


''Sebenarnya apa yang terjadi dengan tuan muda,


''Bik, selama ini aku sudah salah sangka dengan mas Rizal, mas Rizal sakit dan di rawat di rumah sakit, karena mas Rizal nggak mau merepotkan aku, jadi dia menutupinya dariku.


Bibik hanya mengangguk anggukkan kepalanya.


''Ya udah ya bik ,aku ke atas dulu, pamit Nadia.


Nadia mengambil makanan untuk Rizal dan berjalan menuju kamarnya .


Nadia menaruh makanan di meja dan membangunkan suaminya.


''Mas, bangun saatnya makan.


Yang di bangunkan hanya menggeliat.


Nadia mengulang lagi.


''Ayolah mas, kalau mas nggak mau bangun dan makan aku akan pulang ke rumah ibu, biar mas di sini sendirian, Canda Nadia.


Seketika Rizal langsung membuka matanya mendengar samar kata Nadia.


''Sayang, jangan ngomomg gitu, kamu nggak tau apa kalau kamu itu membawa separuh nyawa mas, kalau kamu pulang ke rumah ibu, mas pasti seperti mayat hidup, dan kamu tau akhirnya bagaimana?,


Nadia menggeleng.


''Akhirnya akan mati, dan kamu nggak bisa melihat mas lagi.


''Sudah sudah ngapain sih sampai ke situ segala, aku kan cuma bercanda .Nadia .


''Aku juga bercanda, aku minta maaf,Rizal dengan menangkupkan kedua tangannya.


Akhirnya Nadia langsung menghampiri suaminya dan memeluknya.

__ADS_1


''Jangan pernah bilang seperti itu lagi, aku nggak akan sanggup hidup tanpamu. bisikan Nadia.


__ADS_2