
Malam hari di rumah Rizal ...
Malam yang sangat dingin sedingin bongkahan es itulah yang di rasakan Rizal saat ini, tiba tiba saja Rizal merasa kedinginan yang tak biasa,
Nadia yang melihatnya pun menjadi heran, pasalnya AC pun sudah di matikan, tidak seperti biasanya Rizal yang selalu tak memakai baju saat tidur, kini pun sudah
beberapa selimut tebal yang dia pakai.
Nadia dengan perutnya yang besar menghampiri suaminya.
''Mas kamu kenapa, apa mas sakit? tanya Nadia yang khawatir.
Rizal hanya menggeleng dengan pertanyaan Nadia, karena tak sanggup bicara lagi
''Terus kenapa? Nadia sambil memegang kening Rizal yang masih kelihatan.
''Mas aku telpon mama ya?
Rizal menggeleng lagi,, kali ini dengan mulutnya yang gemetar Rizal bicara
''Kak Rafi aja,
Akhirnya Nadia menelpon kak Rafi karena permintaan sang suami.
Setelah beberapa waktu Rafi pun datang bersamaan dengan Deny, karena setelah Rafi di telpon Nadia, Rafi pun langsung menelpon Deny.
Mereka langsung masuk ke kamar Rizal dan Nadia.
Rafi menghampiri Nadia yang masih merangkul Rizal di atas ranjang nya.
''Kenapa Nad, apa yang terjadi dengan Rizal Rafi yang khawatir melihat Rizal.
''Aku juga nggak tau kak, tiba tiba aja mas Rizal kedinginan ,Rafi melihat Ac sudah mati,
Ac sudah mati.
''Den, cepat siapkan mobil kita bawa ke rumah sakit. Rafi dengan sigap
Deny langsung berlari untuk menyiapkan mobil.
Nadia hanya bisa menangis sambil memeluk sang suami.
Mereka ke rumah sakit tanpa sepengetahuan sang mama.
Setiba di rumah sakit Rafi langsung berlari masuk untuk mencari dokter.
Deny yang ikut panik pun membantu Rafi,
Masih di dalam mobil Nadia menangis sambil memegang pipi Rizal.
Rizal mulai memejamkan mata.
''Mas, bangun,mas nggak boleh tidur, mas nggak holeh memejamkan mata, ayolah mas, lihat aku, lihat, Nadia istri mas, Rizal selalu berusaha membuka matanya yang sudah sangat berat untuk di buka.
Sedangkan Rafi di dalam marah marah pada suster karena lama dengan tindakannya,Akhirnya dengan inisiatif Rafi mendorong brankar yang kosong, sedangkan Deny hanya mengikuti Rafi.
Pintu mobil terbuka, Rafi langsung mengangkat sang adik ke atas brankar,
__ADS_1
''Buka mata kamu Zal jangan tidur ,ayo buka.
Rafi terus berlari sambil mendorong brankarnya.
Sesampainya di depan kamar ICU barulah dokter datang dan langsung menanganinya.
Nadia pun jadi heran pasalnya Rizal hanya Kedinginan, tapi melihat Rafi panik pun menjadi tanda tanya dalam hati Nadia.
''Kak sebenarnya apa yang terjadi dengan mas Rizal?tanya Nadia.
''Nggak ada apa apa kok, paling Rizal cuma masuk angin. kamu nggak usah khawatir, jangan panik dan jangan sedih nanti bisa membahayakan kandungan kamu.
Masa sih cuma masuk angin tapi kak Rafi sepanik ini Nadia curiga,
Setelah beberapa waktu Dokter leluar dari ruangan
Rafi langsung menghampiri dokter, tapi tak langsung menanyakan keadaan Rizal malah langsung menariknya ke sebuah ruangan.
Nadia langsung masuk menemui suaminya.
Deny tak kuasa untuk ke mana mana hanya diam di tempat.
Nadia menghampiri suaminya yang masih tak sadarkan diri.
''Mas sebenarnya apa yang terjadi kenapa mas bisa begini, gumam Nadia
Rafi sangat serius berbicara dengan dokter
Sedangkan Deny langsung masuk ke kamar ICU untuk melihat keadaan Rizal
''Kakak lihat sendiri kan mas Rizal masih belum sadar, Nadia berdiri dan menoleh ke belakang melihat Deny penuh tanda tanya.
''Kak sebenarnya apa yang terjadi dengan mas Rizal, aku yakin pasti kalian menyembunyikan sesuatu.
''Tidak Nad, benar apa kata kak Rafi Rizal hanya masuk angin .Deny bohong.
Tapi Nadia masih saja melihat mata Deny.
''kakak nggak bohong kan
''Nggak, ngapain kakak bohong, kamu dengar kan apa kata kak Rafi, kamu nggak boleh banyak pikiran kamu harus fokus dengan calon bayi kamu, jangan membahayakannya.
Mendengar penjelasan Deny Nadia kembali duduk di samping ranjang Rizal .
Maaf Nad aku sudah bohong sama kamu, aku nggak berhak jujur untuk semua ini.hati Deny
Mas bangun apa kamu nggak mau lihat aku, aku ada di sini aku menunggumu, jangan diamkan aku seperti ini, aku nggak tahan kalau harus lihat mas tidur sendiri, Rintih hati Nadia.
Rintihan hati Nadia seakan menjulur ke tubuh Rizal, seketika itu Rizal langsung membuka matanya,
Rizal menengok ke arah samping dan melihat Nadia menangis serta menggenggam tangannya.
''Sayang, jangan nangis mas nggak apa apa kok, kamu nggak usah khawatir.
''Mas, bilang nggak apa apa, kalau mas nggak apa apa kenapa sampai ke rumah sakit, kenapa sampai di infus segala, itu semua nggak mungkin kan ,kalau mas baik baik saja.
Rizal malah tersenyum melihat Nadia menangis.
__ADS_1
Kak Rafi terlalu lebay ,aku hanya kedinginan tapi dia membawaku kemari,
''Mas bilang kak Rafi lebay, terus dokternya apa?. mas kita semua itu khawatir sama mas, nggak ada yang lebay kali ini,dan ini bukan lawak,
''Sayang udah lah kan mas sekarang juga udah nggak apa apa. kamu jangan nangis lagi ya,mas nggak sanggup kalau lihat kamu nangis.
''Baiklah, tapi mas harus cepet sembuh ya.
Rizal mengangguk.
Rafi datang dari ruangan dokter dengan wajah datarnya, tak ada senyuman yang terlintas,
''Kamu udah sadar Zal?
''Iya kak,kita pulang sekarang ya kak,aku nggak mau nginep sini.
''Baiklah kita pulang, kata dokter kamu boleh pulang kok malam ini.
''Kakak serius mas Rizal boleh pulang
Rafi mengangguk dengan pertanyaan Nadia.
Deny hanya diam saja menjadi pendengar setia.
''Kak, tapi mas Rizal tadi sampai pingsan lo, kok tiba tiba boleh pulang,
Rafi diam.
Percuma Nad di sini kalau Rizal nggak mau ngambil jalan lain.
''Nad, Dokter bilang Rizal memang boleh pulang malam ini,berarti Rizal nggak apa apa.
''Ya udah deh aku ikut aja. Nadia kesal.
Rizal turun dari ranjang dan di papah Rafi dan Deny.
Sepulang dari rumah sakit Rizal langsung beristirahat.
Rafi dan Deny saling bicara di ruang tamu, sedangkan Nadia setia menemani suaminya di kamar.
''Ini gi mana kak jadinya.
''Kita jalani rencana awal saja demi kebaikan mereka berdua dan kita harus jalankan mulai besok ,lebih cepat lebih baik.
''Baiklah kak ,kalau gitu aku pulang dulu.
''Ya, kamu istirahat, maaf aku selalu merepotkan mu
''Nggak kak, aku akan lebih senang kalau kakak masih membutuhkan ku. terus kakak gi mana?
''Aku akan tidur di sini aja.
''Takutnya nanti ada apa apa dengan Rizal lagi.
Deny pun berlalu pulang,Sedangkan Rafi langsung menuju kamar tamu untuk beristirahat.
Bersambung!!!
__ADS_1