
Rafi Deny dan Rizal masuk ke dalam rumah dengan wajah lesunya karena pekerjaan yang di gelutinya seharian penuh, sedangkan Alea masih saja tetap menampakkan senyumnya kepada Lilis,
''Kamu di sini Lis? tanya Alea.
''Iya kak, aku kesepian.
''Makanya Den, kamu cepet tu cetak momongan biar Lilis nggak kesepian lagi dirumah, celetuk Rafi.
''Emang kalau mau nyetak bilang kakak dulu, balas Deny.
Rafi langsung menghampiri Deny,
''Emang kamu sudah nyetak? bisik Rafi di telinga Deny.
Deny hanya mengangguk.
''Kalian ngomongin apa sih mas, kok bisik bisik segala, Alea.
''Nggak ini rahasia laki laki, perempuan nggak boleh tau,
''Juan sayang, apa kabar?Alea langsung mengambil alih Juan dari tangan Putri.
''Mas, mulai besok kamu cari sekretaris baru ya, biar aku yang ngasuh Juan.
Alea sambil melihat Putri sinis.
''Apa maksud dia, kelihatannya nggak suka banget sama aku? batin Putri.
''Kak Lea, aku juga bisa ngasuh Juan, ya kan kak Rizal, apa aku boleh ngasuh Juan?
Rizal hanya mengangguk .
Apa apaan sih ini, kenapa sikap mereka jadi seperti ini, mendingan aku pulang ,dari pada dengerin celoteh cewek kampungan ini, kupingku rasanya panas,
Putri menghampiri Rizal,
''Zal, aku pulang dulu ya, soalnya udah sore nih.
Rizal hanya mengangguk, karena sudah melihat mobil Putri yang terparkir di depan.
Sedangkan Rafi mengernyitkan dahinya se telah mendengar percakapan wanita di depannya.
''Maksud kalian apa ,mau ngasuh Juan, apa kalian mau jadi istri Rizal?Rafi dengan muka betenya.
''Bukan gitu kak, aku nggak suka aja lihat Putri yang semakin dekat dengan Juan. Lilis,
''Apa maksud kamu?tanya Rafi meyakinkan.
''Apa kalian nggak merasa aneh, setelah Nadia di culik, tiba tiba saja Putri datang dan mendekati Juan, sepertinya dia memang masih menginginkan kak Rizal. Lilis
''Betul sekali, aku sudah curiga tu Lis, dari pertama aku lihat dia di restoran, tapi mas Rafi nggak mempercayaiku.
''Apa kalian serius?Rizal tiba tiba menyahut .
Alea dan Lilis menganggukkan kepalanya.
Tapi benar juga apa kata mereka, selama ini Putri nggak pernah main ke rumah kami setelah tau Nadia hamil, tapi masa iya dia mau ngerebut Rizal lagi.Deny
''Zal, kakak cuma bisa berpesan agar kamu lebih hati hati lagi, jangan terlalu dekat dengan dia.
Rizal mengangguk mendengar ucapan Alea.
''Mas, apa kita pulang sekarang? tanya Lilis
''Heem, ya udah kak, Zal aku pamit ,pulang ya.
__ADS_1
Deny dan Lilis berjalan menuju pintu utama, Sebelum membuka pintu, ada yang mengetuk dari luar,
Deny langsung membukanya dan kaget melihat siapa yang datang.
''Kalian, ngapain kemari apa bayarannya kurang ?
''Maaf Tuan, kami datang ke sini mau bertemu dengan tuan Rizal.
''Ada masalah apa, sampai kalian datang, apa sangat penting ?tanya Deny.
Dua orang itu mengangguk,
Rizal yang hampir melangkahkan kakinya di sudut tangga langsung menoleh saat Deny memanggilnya.
''Zal, ada yang mau ketemu kamu ,katanya penting.
Rizal mengerutkan dahinya.
''Siapa, apa masalah kerjaan?
Deny menggeleng.
''Terus?,
''Udah ke sini saja dulu!pinta Deny.
Dengan langkah santainya Rizal memghampiri Deny yang masih mematung di depan pintu.
Rizal melihat dua orang yang tak di kenal berkeringat dengan muka yang sedikit gelisah.
''Siapa kalian, ada perlu apa dengan saya ?Rizal.
''Ma... maaf tuan saya lancang ,sudah berani bertemu tuan.
''Begini tuan ,kami baru pulang mengantar sembako dari kampung nona Nadia, dan saya melihat Nona Nadia ada di rumahnya.
''Apa, kalian serius, apa kalian nggak salah lihat, jangan beraninya kalian membohongi saya. Rizal sedikit tegang.
''Ti... tidak tuan, kami tidak berbohong, kami melihatnya dengan sangat jelas, bahwa itu non Nadia ,jawab dua orang itu dengan muka yang di penuhi keringat.
''Dari mana kalian tau itu istriku?.
''Dari berita berita tuan .
Tanpa pikir panjang Rizal langsung berlari kearah mobilnya, tanpa menghiraukan Deny dan yang lain.
Kali ini Rizal mengendarai mobilnya tanpa seorang supir.
Deny ikut panik melihat Rizal, akhirnya Deny pergi ke kamar Rafi,
''Kak,, Deny sambil mengetuk pintu, Sedangkan Alea yang masih sama Juan ikut berlari melihat Deny yang panik.
''Ada apa ini, kok kamu panik, tanya Alea
''Kak, Nadia ada di kampungnya, sedangkan Rizal naik mobil sendiri menuju ke sana
''Aku takut, terjadi apa apa sama Rizal.
''Apa, Nadia ada di kampung, dan Rizal ke sana sendiri, aduh gi mana ini .
mama Widya Yang baru keluar dari kamar ikut ikutan panik,
sedangkan Rafi masih saja dengan acaranya di kamar mandi.
Alea yang geram, akhirnya membuka pintu kamar Rafi.
__ADS_1
''Mas Rafi kemana, pasti dia di kamar mandi, gumam Alea.
Alea menghampiri pintu kamar mandi, sebelum Alea mengetuknya pintu sudah terbuka, akhirnya tangan Alea mengenai dada Rafi.
Alea sangat terkejut melihat Rafi yang telanjang dada, hanya memakai handuk yang membelit pinggangnya.
''Kamu mau apa sayang?, Rafi sambil memegang tangan Alea.
Alea menggeleng.
''Kamu ingin melihatku saat aku nggak memakai baju?
Alea menggeleng seakan lupa apa tujuan utamanya.
Mama Widya masuk dan mendekati Rafi yang merayu Alea.
Mama Widya langsung menjewer telinga Rafi.
''Aduh ma,..sakit.. kenapa mama jewer Rafi.
Alea tersenyum melihat tingkah Rafi.
''Kamu tau adik kamu kemana sekarang?
''Sedangkan kamu malah asyik asyikan merayu Alea,
''Emang kemana sih ma, paling juga berendam,
''Ya ampun Raf, kalau cuma berendam nggak mungkin mama sepanik ini.
''Mama bilang aja deh, emang Rizal kemana?Rafi yang masih memandang wajah cantik Alea.
''Ke kampung, mau nyusul Nadia.
''Whattt... Nadia ada di kampung ?Rafi sambil membelalakkan matanya.
''Nggak usah nanya lagi, cepetan kamu susul dia, sekarang juga.
''Iya, iya aku ganti baju dulu.
''Kita lanjutin nanti ya cantik, sambil menaik turunkan alisnya di depan Alea.
''Cepat Raf, rayuan gombal macam apa itu, Alea nggak akan terpengaruh dengan mulut kadalmu itu. celetuk mama Widya.
''Iya ,iya ma, bawel banget sih.
Rafi membuka lemari dan mencari baju untuk di pakainya, Setelah dapat, Rafi segera memakainya, Rafi melirik Alea yang masih mematung,
''Kamu mau lihat aku ganti baju sayang?tanya Rafi licik.
Alea yang mendengar kata jahil Rafi langsung berlari keluar .
Dasar wanita, baru segitu aja udah takut ,apa lagi kalau lebih, mungkin udah pingsan.
Sedangkan di perjalanan, Rizal selalu meratapi, apa yang sebenarnya terjadi, Nadia hilang karena di culik, dan sekarang Nadia ada di kampung, sebenarnya apa yang terjadi?
'' Ya Tuhan ,semoga dia baik baik saja, kali ini aku nggak mau kehilangan dia lagi,
Perjalanan yang panjang akan di lalui Rizal, begitu pun Deny dan Rafi yang menyusul dari belakang,
''Den, kamu cepetan dikit, masa sih kalah sama Rizal?
''Bukan kalah kak, kakak itu terlalu lama, jadinya ketinggalan jauh,lagian kakak ngapain aja sih lama banget?
''Lagi gombalin bidadari kakak,
__ADS_1