Majikanku Suamiku

Majikanku Suamiku
Episode 111


__ADS_3

Seharian penuh Nadia masih berada dalam kamar yang terkunci seakan ingin melupakan apa yang telah terjadi,


Nadia termenung mengingat kata kata Rizal yang sangat menyakitkan baginya.


''Hiks... hiks.... Kenapa secepat itu kamu berubah mas, apa salahku, apakah ini akhir dari kisah cinta kita?''


Nadia menjambak rambutnya,kini mata Nadia sembab karena air matanya yang terus keluar membasahi pipinya.


Siang pun telah usai matahari sudah tak nampak, dan kini berganti dengan langit yang gelap yang di hiasi bintang,


Suara gemuruh dari luar membuyarkan lamunan Nadia,


Nadia nengerutkan dahinya.


''Suara apa itu, kenapa ramai sekali, hari apa ini, apa ada perayaan di kampung ini, batin Nadia,


Karena dari sela sela jendelanya terlihat langit yang gemerlap.


Nadia berjalan mendekati jendela dan menyikap gorden yang menutupinya.


Arah mata Nadia kini tertuju pada sebuah lampu yang gemerlap menghiasi atap rumah sakit yang di bangun Rizal.


Nadia semakin menangis sesenggukan entah itu tangis bahagia atau kesedihan yang pasti Nadia saat ini semakin mengeraskan tangisannya.


''Happy wedding anniversary yang kedua , tiba tiba suara Rizal dari belakang, Nadia menoleh ke arah suaminya yang tadi siang memarahinya itu.


Rizal tersenyum lebar melihat sang istri menangis,.


''Maaf, kalau mas tadi marah marah,


Nadia memeluk Rizal dengan sangat erat,


''Mas, apa ini semua rencana mas?''masih dengan tangisannya.


Sedangkan dengan santainya Rizal menyisir rambut Nadia yang berantakan dengan jarinya,


''Hemmm, mas memang bukan pria yang romantis yang pandai merayu, hanya ini yang bisa mas persembahkan untuk kamu,


Nadia merenggangkan pelukannya dan kini Nadia menatap lekat sang suami.


''Mas, aku nggak perlu orang yang romantis, aku hanya butuh orang yang setia mendampingiku untuk sekarang dan selamanya, bagiku mas selalu romantis, meskipun kadang menyebalkan, kata Nadia sambil memanyunkam bibirnya,.


''Tapi kamu selalu menikmatinya kan? '' kata Rizal meledek. membuat Nadia malu.


''Hai, keluar, kalian mau kami di sini jamuran, teriak dari luar membuat Nadia membulatkan matanya.


''Mas,


''Ssst, lebih baik kita keluar sebelum yang di luar marah marah .


Rizal menggiring Nadia keluar dari kamar dan melihat sang Ibu yang sedang mematung sambil menggendong Juan.


''Bu,... ucapan Nadia berhenti


''Selamat ya nak, akhirnya pernikahan kalian kini sudah berjalan dua tahun, dan di tahun ini semoga kalian selalu mendapat berkah yang tak ada hentinya, maaf Ibu tak bisa ngasih apa apa, Ibu hanya bisa berdoa untuk kalian ,

__ADS_1


''Bu, doa Ibu adalah kado yang paling berharga, karena dengan doa ibu, kami bisa seperti ini, Rizal sambil memegang tangan mertuanya.


''Mari Bu, sebentar lagi kita akan mulai acaranya, Rizal mengajak sang Ibu.


Nadia lebih terkejut saat melihat mobil berjejer,dan keluarga Pratama yang lengkap,


serta warga kampung yang begitu banyak.


''Papa, mama,Kak Rafi, kak Alea ,kalian, Nadia bingung sambil melihat secara bergantian.


''Paman juga ke sini?''.


''Iya ndok, tadi paman di panggil Ibumu, di suruh datang kesini,tak taunya ada acara yang megah seperti ini, selamat ya ,untuk kalian ,semoga selalu menjadi keluarga yang sakinah sekarang dan seterusnya doa sang paman.


Amiin, semua menjawabnya.


''Terima kasih paman, ucap Rizal


''Mas, jangan bilang ?''


''Udah diam, kamu lihat,Rizal menunjuk arah rumah sakit yang baru jadi.


Rumah sakit yang begitu mewah, dan sempurna,


Rumah sakit pribadi yang di beri nama NADIA PRATAMA.


''Mas kenapa pakai namaku? ''Nadia begitu terpesona dengan cahaya yang begitu terang menghiasi sudut rumah sakit.


Rizal tersenyum,


''Mas, Kata Nadia tertahan dengan air matanya yang mulai meluncur lagi ,Nadia sangat terharu dengan apa yang dia terima saat ini.


''Selamat ulang tahun pernikahan untuk kalian berdua, semoga kalian tetap bahagia, dan nambah momongan,canda Mama Widya,


''Terima kasih ma, Nadia sambil memeluk mama Widya.


''Selamat untuk kalian berdua ,ingat kata mama tambah momongan lagi, jangan di tunda !''


Kata Rafi langsung di senggol Alea ,karena Nadia terlihat malu.


''Terima kasih ya kak, kakak memang saudaraku yang paling the best.


''Selamat ya Nad, Zal semoga kalian semakin mesra dan semakin uwwuw.


''Terima kasih ya kak, semoga kak Alea dan kak Rafi cepat nyusul, ucap Nadia sambil memeluk Alea.


Nadia dan Rizal hanya tersenyum mendengar ucapan dari keluarga,


''Selamat ya, semoga kalian semakin sukses,ucap papa Doni.


''Terima kasih ya pa, Rizal memeluk papa Doni Bersamaan dengan Nadia.


''Mas, kenapa semuanya


ikut ke sini?tanya Nadia bingung.

__ADS_1


*Flashback off


Ting tung, bunyi notifikasi ponsel Rafi.


''Ma, pa Nanti malam Rizal mau meresmikan rumah sakit barunya, dan dia minta kita datang, karena ini bertepatan ulang tahun pernikahan mereka yang kedua.


''Apa, jadi ini alasan Rizal ke kampung Nadia, kata mama Widya.


Mama Widya melihat papa Doni.


''Kita datang saja, kasihan Rizal, kalau harus meresmikannya sendirian, papa juga sudah nggak apa apa kok,


''Papa beneran nggak apa apa ,tapi ini jauh lo pa, mama Widya khawatir,


papa Doni menggeleng .


Setelah mendengar papa Doni, Rafi menghubungi Alea dan menjemput ke rumahnya, serta Deny dan Lilis, tapi Deny nggak bisa ikut, karena Lilis kurang enak badan.


Setelah Rafi menjemput Alea, keluarga Pratama naik satu mobil ,serta mobil para pengawal yang mengikuti dari belakang.


Flashback on*


''Wah selamat ya Nad, kami nggak nyangka kalau di kampung ini akan ada rumah sakit,dan mertua kamu ternyata orang sukses yang sering kami lihat di Tv, ucap ibu ibu kampung dengan lugunya.


Acara peresmian pun di mulai dengan sambutan papa Doni ,selaku orang tua Nadia dan Rizal ,


Warga kampung begitu antusias untuk meminta poto pada keluarga Pratama secara bergantian.


''Selamat di nikmati pak, bu, hidangannya, Mama Widya mempersilahkan untuk warga kampung dengan keramahannya.


''Terima kasih ya Bu, ternyata keluarga Ibu sangat baik dan menghormati kami meskipun kami orang kecil.


''Bu, kita semua itu sama di hadapan Allah, jadi jangan merasa kalau kita itu berbeda, Harta kami hanya titipan yang harus kami kelola dengan baik dan benar. kata mama Widya panjang lebar, dan Ibu Ibu pun mendengarnya dengan seksama.


''Sayang maaf ya, sebenarnya acaranya masih nanti malam, tapi papa dan mama langsung pulang, jadi acaranya di majukan.


''Mas, nggak penting mau sekarang atau nanti, yang penting sekarang acaranya berjalan lancar.


''APakah lamu bahagia dengan kado mas ini?''


''Sangat,,, sangat bahagia, aku nggak pernah membayangkan mendapat kado yang seistimewa ini, dan semegah ini.


''Dan mulai sekarang kamu nggak perlu memendam keinginan kamu, kalau kamu pingin sesuatu bilang saja, jangan di luapkan saja saat marah, kata Rizal membuat Nadia malu dan memerah.


''Mas, ngapain di ulangi, aku kan malu, Nadia sambil menunduk.


''Ngapain malu, bilang saja sekarang, kamu pingin mobil, atau rumah, apartemen,.


''Mas, udah dong, aku nggak mau itu semua, aku hanya ingin mas di sampingku dan jangan marah, itu saja.


''Mas minta maaf untuk yang tadi siang, Tapi sayang, malam ini kita nggak bisa anu anu, bisik Rizal membuat mata Nadia bulat dengan sempurna.


Tu kan mulai mesumnya, ampun deh batin Nadia.


Tapi Nadia hanya tersenyum simpul menghadapi Rizal yang sedikit narsis.

__ADS_1


__ADS_2