
Tiga hari sudah Nadia di rawat di rumah sakit, dan kini sudah di perbolehkan pulang dengan syarat yang di tentukan dokter,
Rafi dan Deny menjemput Rizal di rumah
sakit, sedangkan sang mama di rumah Rizal mempersiapkan segala keperluan di rumah,
Di perjalanan hanya ada keheningan, Rafi melihat adiknya sedikit aneh ,Rafi sesekali melirik dari kaca spion.
''Kamu nggak apa apa Zal? Rafi yang penasaran langsung bertanya.
''Nggak kak emang kenapa?
''Kayaknya kamu pucat.
''Paling cuma kurang istirahat aja, beneran kok aku nggak apa apa, kakak nggak usah lebay gitu .
Deny pun ikut melihat dari spion.
''Mas kamu beneran nggak apa apa? tanya Nadia memastikan.
''Sayang, mas nggak apa apa kok, paling mas kurang tidur aja, nanti kalau udah tidur pasti seger lagi, udah kamu nggak usah banyak mikir, kamu ingat kan apa kata dokter
Nadia mengangguk,
Padahal rasa tubuh Rizal sudah tak karuan seperti mau muntah dan merasakan pusing.
''Den tolong cepetan dikit, ucap Rizal.
Ada apa dengan ttibuhku Ya Allah, kenapa jadi kayak gini, tolong kuatkan aku, jangan sampai istriku tau tentang keadaanku, doa dalam hati Rizal.
Kakak tau apa yang kamu rasakan saat ini Zal, pasti kamu merasakan sakit di sekujur tubuh kamu kakak masih ingat sekali waktu kamu merasakan ini. batin Rafi.
Kini Deny melajukan mobilnya dengan sangat kencang karena Deny merasakan ada yang aneh dengan Rizal.
Sampai di depan rumah semua turun dan masuk ke dalam rumah, mama Widya sudah menyiapkan makanan untuk semua yang datang, tapi setelah Rizal mengantarkan Nadia masuk, Rizal langsung buru buru keluar rumah.
''Maaf sayang mas ada urusan kamu di rumah sama mama ya, mas akan pergi sebentar saja.
Nadia mengangguk.
''Den kamu pergi sama aku ya, kak Rafi di rumah aja,
''Nggak kakak ikut, nanti mama biar di antar pak supir, ya kan ma?
''Iya kalian pergi aja nggak usah khawatir mama akan jaga Nadia dan calon cucu mama,
Rizal mencium punggung tangan mamanya dan mencium kening Nadia.
__ADS_1
''Mas hati hati ya di jalan .
Mereka bertiga berlalu keluar rumah, Rizal langsung buru buru masuk mobil.
Di dalam mobil Rizal langsung merebahkan badannya di belakang, Rafi yang melihatnya langsung bertanya.
Kamu beneran nggak apa apa. apa kita ke rumah sakit.
Rizal mengangguk, larena saking nggak betahnya,Rizal merasakan sakit pada seluruh tubuhnya.
''Kakak tau kalau kamu sedang bohong Zal.
''Kak,apa aku bisa bertahan dengan kondisi ini, aku takut nggak bisa lihat anakku kak
''Zal jangan ngomong gitu, kamu harus yakin pasti kamu bisa sembuh, kakak akan berusaha semaksimal mungkin untuk kebaikan kamu, tapi kamu juga harus semangat jangan lemah, itu akan berpengaruh buruk akan kesehatan kamu.
''Iya Zal, aku akan dukung kamu. Deny menimpali
Mobil yang mereka tumpangi sudah sampai rumah sakit, Rizal dan yang lain langsung masuk menuju ruangan dokter tempat Rizal periksa, dan kebetulan tidak ada pasien lain.
Dokter mempersilahkan masuk, Rafi dan Deny tak mau ketinggalan pun ikut masuk ke dalam.
Setekah Rizal di periksa Dokter pun memberikan beberapa saran, Tapi Rizal masih saja belum memberikan keputusan.
Rafi dan Deny membujuknya pun tak membuahkan hasil ,Rizal masih saja kekeh tak mendengarkan kakak dan sahabatnya itu.
''Kak, bukan itu yang aku pikirin, tapi bagaimana caranya, aku takut semua itu nggak berhasil,aku sangat mencintai Nadia dan aku nggak mau meminggalkan dia untuk kali ini, aku ingin menemaninya sampai melahirkan itu aja, setelah itu apapun yang akan terjadi pada diriku aku sudah pasrah, yang penting aku akan tetap berada di sisinya sampai dia melahirkan, kakak mau kan mendukung keputusanku ini
Kaka aku mohon, ini akan menjadi permintaanku yang terakhir, aku nggak akan minta sesuatu ke kakak lagi, Rizal dengan gaya memelas,
''Baiklah kakak akan mendukungmu.
Rafi merangkul erat Rizal
Terima kasih kak, kamu adalah kakak terbaikku.
''Oke, kalau gitu sekarang kamu mau pulang atau ikut ke kantor.
''Aku pulang aja,
'Sebelum ke kantor Rafi dan deny mengantarkan Rizal pulang,
Seakan tak percaya dengan kenyataan yang ada di hadapannya saat ini Rizal mencoba menepis apapun yang di katakan dokter, Tapi terselip di hatinya, akan keraguan sembuh kembali.
Rizal turun dari mobil dan langsung masuk
Di dalam mama Widya sedang berada di ruang keluarga sambil nonton TV
__ADS_1
Rizal menghampiri mamanya.
''Kamu sebenarnya dari mana sih Zal, kok buru buru gitu.
''Nggak kok ma, Rizal ada yang kelupaan dikit dan harus di selesaiin sekarang jadi Rizal buru buru. jawab Rizal bohong.
''Nadia mana ma,kok nggak kelihatan
''Ada di kamar mama suruh istirhat, biar nggak capek terus,
''Ya udah kalau gitu Rizal ke kamar dulu ya ma, mau lihat Nadia lagi ngapain?
''Alasan aja kamu bilang aja kamu mau dekat dia terus,
''Mama tau aja, pikiran Rizal.
''Rizal Rizal kamu tu anak mama ,apa sih yang nggak mama tau dari kamu ?
Tapi maaf ma mungkin mama kali ini nggak tau apa yang terjadi sama Rizal sebenarnya.
Rizal berjalan menuju kamar dan membukanya,
''Mas udah pulang, sebenarnya Mas dari mana sih kok buru buru.
''Nggak penting kok, cuma urusan sepele, kamu kok nggak tidur,
''Mas aku tu bosen masa tidur terus, Mas itu kayak mama nggak ada kata lain apa selain nyuruh aku tidur.
''Sayang bukan gitu, kalau baby kita nanti udah lahir mas nggak akan nyuruh kamu tidur lagi kok, tapi mas akan nyuruh kamu berdandan pakai baju seksi dan nungguin mas pulang kerja, Rizal sambil manaik turun kan alisnya.
''Mas apaan sih aku kan jadi malu,
''Kenapa harus malu, kamu tu istri mas, dan mas maunya itu dari kamu, jadi kamu nggak bisa nolak.
''Iya deh nanti kalau baby kita udah lahir aku akan perawatan memakai baju seksi dan hanya nungguin mas pulang kerja, kalau itu bikin mas senang
''Nah gitu dong nurut ama suami.
''Memang selama ini aku nggak nurut,
''Bukan hanya nurut selama kamu menjadi istri mas kamu sangat patuh itulah yang membuat mas nggak bisa jauh dari kamu. tetaplah di sisi mas selamanya apapun keadaanya.
''Mulai gombal.Mas dengarkan aku, aku nggak akan meninggalkan mas apapun keadaan mas, dan aku akan jaga pernikahan kita sampai maut memisahkan aku nggak akan berpaling dari mas, dan aku harap mas juga mempunyai tujuan yang sama seperti aku.
Kamu nggak usah meragukan mas,
Rizal fikri pratama dan Nadia hilma falihah di ciptakan untuk bersama selamanya. hanya Allah yang bisa memisahkan kita.
__ADS_1